Destined To Be Empress

Destined To Be Empress
Chapter 47 - Sekte Pemuja Iblis II


__ADS_3

Muncul sekilas kilatan amarah di sorot mata Zwetta, mendengar nama keluarga yang pernah berniat membunuh ayahnya membuatnya kesal. Meskipun demikian, ia tetap menjaga perhatiannya mendengar cerita Nenek Rami dengan seksama.


"Namun kami selalu ditolak untuk menemuinya. Karenanya, cucu laki-laki saya yang bernama Lathi berinisiatif mengajak beberapa penduduk pria pergi melapor ke kantor militer. Dan sejak mereka pergi, mereka tidak pernah kembali lagi. Hal tersebut terus berlanjut, setiap ada yang hendak melapor, tidak seorang pun yang pernah berhasil kembali dengan selamat. Yang mana kami yakini kalau mereka telah dibunuh.."


Nenek Rami terdiam dan tubuhnya sedikit gemetar. "Kami pun terpaksa bungkam," ucapnya seraya menggigit bibir bawahnya yang bergetar.


Zwetta mendekat dan mengelus punggung nenek Rami, ia sedikit tidaknya paham perasaan marah bercampur sedih yang dirasakan wanita sepuh itu.


"Nenek jangan memaksakan diri jika tidak kuat menceritakannya," ucap Zwetta lembut.


Nenek Rami menggelengkan kepalanya, "Tidak Nona Zwetta, saya dan para penduduk tidak akan tinggal diam lagi. Saat kami bungkam, petaka yang datang malah semakin besar. Biar kami dibunuh sekalipun setelah mengatakan ini pada Nona, kami rela." Jawabnya dengan sorot mata penuh keyakinan, diikuti para penduduk pria dan wanita yang mengangguk.


Nenek Rami kembali menguatkan hatinya untuk melanjutkan pembicaraannya.


"Penyesalan terhadap bungkamnya kami bertambah saat penyerangan kuil naga odren sebulan yang lalu. Semua pendeta dibantai dengan keji oleh sekelompok orang berjubah hitam. Mereka menamai diri mereka sekte pemujaan iblis dan mengajak bangsawan dan penduduk untuk bergabung kedalamnya dengan iming-iming bisa memberikan apa saja, uang, cinta, kekuatan, bahkan kekuasaan, semua bisa mereka berikan asal mereka menjual jiwa mereka pada iblis. Mereka pun mulai mengumpulkan pengikut secara rahasia. Perlahan namun pasti, pengikut mereka semakin banyak setiap harinya. Entah mengapa, semakin banyak pengikut mereka, semakin banyak pula naga odren yang mati dan banyak gadis menghilang. Membuat para naga odren tersisa teramat sangat murka. Mereka mengamuk di kuil naga odren dua hari lalu, menyemburkan api tanpa henti. Semburan api kemarahan mereka terlampau besar, hingga terkenalah seisi kota Basteria," terang nenek Rami.


"Kami menyesal tidak berusaha untuk pergi melapor sejak awal. Andaikan kami melapor lebih awal, meskipun nyawa taruhannya, pastilah bisa mencegah terjadinya tragedi ini. Cucu saya.. cucu kesayangan saya bahkan.." Nenek Rami tak sanggup menyelesaikan ucapannya. Air mata mulai turun membasahi pipinya. Ia semakin terisak mengingat semua kejadian pedih itu.


Zwetta pun merangkul dan mengelus pundak nenek Rami lagi berusaha menenangkannya. Kemudian ia menghela nafas panjang menenangkan dirinya sendiri yang juga sangat syok mendengar cerita nenek Rami. Beruntung kepalanya masih tetap lancar untuk menganalisa situasi yang dialami penduduk Basteria.


"Jadi kesimpulannya semua petaka ini mulai terjadi saat Rimmon datang? dan kalian mencurigai keterlibatannya dan walikota Jeremy dalam tragedi ini?" tebak Zwetta yang dijawab anggukan lemah nenek Rami dan para penduduk Basteria.


Zwetta mulai mendengar makian Adasha dalam benaknya, pastilah naganya sangat marah pada iblis sekaligus khawatir pada ayahnya. Meskipun tidak pernah bertemu, mereka tetaplah ayah dan anak.


• Cepat pergi ke hutan flame oak..


cepat pergi ke hutan flame oak...


cepat pergi ke hutan flame oak..


kubunuh kau iblis jahan**..


kubunuh kau iblis bedeb**..


Umpatan Adasha sedaritadi berputar dikepalanya membuat Zwetta sakit kepala. Tapi ia tidak bisa menyahut Adasha disini saat masih bersama dengan para penduduk.

__ADS_1


"Jangan menyerah akan nyawa kalian semudah itu. Dan jika para penjahat itu menganggapnya mudah, habisi." Ucap Zwetta yang membuat semua mata tertuju padanya. Namun tak berapa lama mereka kembali bermuram durja.


"Saya ingin, tapi tak bisa.." ujar salah seorang pria kekar berkumis.


"Benar, jika Jax yang adalah seorang pandai besi terkuat dan tersohor di Basteria mengatakan tak bisa, apalagi kami.." sambung yang lain.


"Memangnya hal itu sudah pasti?" tanya Zwetta yang membuat mereka bingung dan menatapnya heran.


"Tapi orang-orang berjubah hitam itu kuat. Dilihat dari cara mereka membunuh para pendeta kuil naga api, mereka psikopat gila. Belum lagi mereka juga sepertinya pengguna sihir yang berada di level warrior semua..." jawab Jax pesimis.


"Ya sudah jelas bukan kalau kau tidak bisa menghabisi mereka seorang diri, maka dari itu perlu dilakukan bersama," ucap Zwetta datar. Tiba-tiba para penduduk menatapnya intense.


"Huh? kenapa? ada yang salah dengan ucapanku?" tanya Zwetta bingung.


"Nona Zwetta...." ucap nenek Rami mengenggam erat tangan Zwetta dan menatapnya dengan mata berkaca-kaca.


"Ya nek?" tanya Zwetta yang heran melihat perangai nenek Rami.


"Bersama kita memang akan lebih kuat. Apalagi ada Nona Zwetta yang akan membantu kita.." ujar Jax antusias.


Eh..ehhh..ehhhhhhhhh????!!!!!!!


Para penduduk malah menangkap maksud perkataan Zwetta sebagai ajakan untuk bersatu bertahan hidup dari ancaman sekte pemuja iblis dan menghadapi kecaman yang terjadi di Basteria dengan bantuannya.


Sayangnya Zwetta terlambat menyadari itu. Saat Zwetta hendak meluruskan kesalahpahaman dengan para penduduk, wajah mereka yang antusias membuatnya tak dapat bersuara.


• Kak Ella, aku padamu..


"Cih! tidak kau juga Adasha.." gumamnya kesal seraya memijit pelipisnya yang pening. Zwetta sebenarnya tidak terlalu senang ikut campur urusan orang lain karena ia merasa masalah diri sendiri saja sudah cukup banyak.


Namun karena persoalan di Basteria ini berhubungan dengan iblis dan naga odren, ia tidak bisa membiarkannya begitu saja. Ini kesempatannya untuk menyelidiki iblis, sekte pemuja iblis, memeriksa keadaan naga odren dan kalau dia beruntung, dia bisa menemukan iblis. Membunuh mereka untuk membalaskan kematian Lydia dan ras naga Galaea. Dan kalau lebih beruntung lagi, ia juga bisa sekalian mendapatkan tanaman pureit yang sedang ia cari untuk menyembukan pangeran Elgant.


Tanpa berlama-lama lagi, Zwetta segera pamit istirahat pada nenek Rami dan penduduk untuk kembali ke tendanya. Ia harus segera memberitahu ayahnya tentang ini, memintanya segera mengambil tindakan.


Ia tidur di satu tenda sendiri. Sementara pengawal bayangan tidur di tenda sebelah Zwetta yang cukup besar. Pengawal bayangan membagi dua shift berjaga, jadi 5 orang berjaga hingga tengah malam. Dan 5 orangnya lagi akan berjaga sampai pagi.

__ADS_1


Saat ini, Zwetta sedang menulis surat seraya berbincang dengan Adasha dalam tenda. "Jangan banyak mengumpat dalam benakku. Kau membuatku pusing Adasha," gerutu Zwetta.


•............................


"Kau khawatir pada raja naga odren?"


•............................


Zwetta tahu kalau Adasha dalam mode diam begini berarti dia sedang sangat cemas.


• Apa tidak bisa sekarang berangkat ke hutan flame oak kak?


Tanya Adasha yang tidak sabaran dari tadi, membuat Zwetta menghela nafas panjang.


"Aku tahu kau cemas, tapi sesuatu yang terburu-buru tidaklah baik. Tubuhku perlu diistirahatkan dulu Adasha. Besok pagi-pagi buta kita akan segera berangkat," ucap Zwetta sembari menulis surat.


• Baiklah kak, maafkan aku. Beristirahatlah, aku akan membangunkanmu subuh nanti.."


"Tidak perlu, aku akan berpesan pada pengawal bayangan untuk membangunkanku besok subuh. Kau juga harus tidur. Jangan sampai jika kita akan melawan iblis, kau tak berkonsentrasi karena mengantuk Adasha.."


• Tapi aku sudah lama berhibernasi dalam gua sihir.


"Kau masih kecil, kau perlu tidur yang cukup. Tidak ada bantahan lagi," ucap Zwetta tegas.


• Yah.. baiklah..


Zwetta berpikir jika kebakaran kota Basteria sudah bukan tentang sekedar naga odren yang mengamuk lagi saja. Tapi ini sudah menyangkut penyerangan pada Magentia. Iblis sudah memulai pergerakannya tanpa ia sadari. Membuatnya sadar bahwa ia sudah lengah sejak para iblis diam tak membuat banyak keributan.


Pulang dari hutan flame oak, aku harus langsung pulang ke Osgard untuk mendiskusikan banyak hal.


Selesai menulis surat, ia memanggil satu orang pengawal bayangan. Ia menyerahkan tiga buah surat.


"Tolong berikan surat ini pada kak Arthur. Surat ini sangat penting. Sampaikan sesegera mungkin," perintah Zwetta.


"Baik Tuan Putri." Ucap pengawal bayangan itu sebelum keluar meninggalkan tenda.

__ADS_1


Merasa terlalu lelah setelah aktifitasnya yang menguras tenaganya hari ini, Zwetta membaringkan dirinya dan langsung tertidur. Tanpa sadar seseorang masuk kedalam tenda dan menatapnya sendu.


- To be continued


__ADS_2