
Sudah enam bulan semenjak pelatihanku menjadi seorang penyihir naga suci dimulai. Jimbo memerintahkanku untuk berlari dari jalan dibawah tebing hingga ke atas kuil dengan mengenakan karung berisi pasir setiap pagi.
Ia juga memintaku membaca semua buku kitab sejarah Naga Galaea yang isinya lebih dari lima ratus halaman per buku. Lelah dan suntuk, dua kata yang bisa menggambarkan keadaanku sekarang, hingga hari ini ia memintaku untuk menemuinya dilapangan kuil.
Aku berlari dengan bersemangat mendekati Jimbo. “Master, apa hari ini kau akan mengajariku sihir khusus penyihir naga?” Tanyaku dengan mata berbinar-binar.
Jimbo menggelengkan kepala. “Sihir khusus penyihir naga adalah sihir khususmu sendiri bersama dengan Adasha.”
“Kau tahu kenapa seseorang disebut penyihir naga?”
Aku mengerutkan dahi mencoba untuk mencari jawaban. “Apa karena seorang Beast Master bisa menggunakan sihir milik naganya?”
Jimbo terdiam sejenak sebelum akhirnya ia menerangkan. “Tidak. Seseorang disebut penyihir naga ketika sumber aliran sihir milik seorang beast master dan aliran sihir naganya bercampur menjadi satu. Supaya kau lebih paham, kita langsung praktekkan saja. Sekarang tutup kedua matamu, fokus pada aliran sihirmu, lalu bayangkan Adasha dalam benakmu sampai kau melihat benang aliran sihir Adasha muncul.”
Aku menutup kedua mataku dan memusatkan perhatianku pada aliran sihirku yang berwarna biru laut. Dalam benak yang gelap aku bisa melihat banyaknya benang warna putih. Kemudian aku membayangkan Adasha dan lama kelamaan untaian benang warna putih itu terlihat semakin jelas. “Aku sudah melihatnya Master, sebuah benang berwarna putih, aku yakin ini aliran sihir es milik Adasha.”
“Sekarang, gabungkan kedua aliran itu.”
Aku mencoba menyatukan kedua benang itu, tapi aneh kedua benang aliran sihirku dan Adasha semakin lama semakin menggumpal kusut. Seketika kurasa jantungku seperti tercengkram kuat oleh kedua aliran sihir itu hingga aku memuntahkan darah.
Jimbo bergegas mendekat dan membopong aku duduk dibawah pohon besar. “Kau tidak apa-apa Zwetta? tanyanya khawatir.
__ADS_1
“Aku tidak apa-apa Master, benang aliran sihirku dan Adasha menggumpal kusut tadi. Jantungku terasa tercengkram kuat,” rintihku.
Ini aneh, level sihir Zwetta sudah berada di level warrior. Seharusnya aliran sihirnya bisa mengimbangi aliran sihir milik Adasha. Apa jangan-jangan. Hanya satu yang terlintas dalam pikiran Jimbo.
“Sepertinya Adasha punya aliran sihir yang lebih besar dari aliran sihirmu Zwetta."
Mataku melebar mendengar pernyataan Jimbo, ini GILA! level aliran sihirku ini sudah satu tingkat dibawah sihir natur level legend. Aku termasuk seorang yang bisa disebut kuat sekarang dan ini masih belum cukup untuk bersanding dengan aliran sihir milik Adasha?
Jimbo membalikkan badannya, ia seperti sedang memikirkan sesuatu. “Saat level sihirku berada dilevel fighter, seorang wanita muda datang padaku dan memberikan padaku sebuah telur berukuran besar. Seketika telur itu menetas di tanganku dan kulihat seekor naga putih yang amat cantik. Ia kunamakan Lydia.”
Terperangah aku mendengar Jimbo menyebutkan nama itu. “Ja-jadi Master adalah beast master nya Lydia?” Terbata-bata aku menanyakannya.
“Benar, aliran sihirku yang masih jauh dari kata hebat itu bisa bersinergi cepat dengan aliran sihir Lydia. Tapi Adasha berbeda. Level sihirmu lebih hebat dariku saat aku baru mulai berlatih menjadi penyihir naga.
Tetapi masih belum cukup besar untuk bersinergi dengan aliran sihir es Adasha, sepertinya Adasha adalah naga Galaea yang memiliki aliran paling kuat dari ras Naga Galaea. Kapasitas aliran sihirnya lebih besar dari Lydia, mungkin karena ia juga mewarisi darah Raja Naga Odren."
Mataku membola mendengar penuturan Jimbo.
Apalagi ini?! Adasha punya hubungan dengan Raja Naga Odren? Sang Naga Kobaran Api Merah? Apa maksud Jimbo naga api itu adalah.. ayah Adasha???"
Bertubi-tubi Jimbo mengungkap kebenaran yang baru untukku dan itu membuat diriku cukup terkejut.
__ADS_1
Kau benar-benar misterius Lydia!
Tapi daripada terkejut, sungguh aku lebih mengkhawatirkan Adasha. Apa ia baik-baik saja setelah mendengar penuturan Jimbo? Melihat aku yang tak begitu terkejut mendengar cerita itu, Jimbo tersenyum tipis, "Gadis unik." Gumamnya dalam hati.
Dalam benakku kupanggil “Adasha..”, namun dia tidak menjawabku.
“Apa kau baik-baik saja? aku tahu kau mendengar apa yang dikatakan Master bukan?“
Adasha tidak menjawab satu patah kata pun.
“Jangan terlalu dipikirkan oke? Bila kau merasakan terbebani sesuatu, katakan saja padaku. Jangan memendam sendirian dalam gua sihirmu.”
“Iya kak, aku mengerti.” Suaranya pelan menjawab, aku tahu dia pasti tengah berpikir berlebihan lagi dalam gua sihirnya.
“Tidak ada pilihan lain Zwetta, kau harus menaikkan level sihirmu dan..”
Jimbo belum selesai bicara tetapi Zwetta mulai menundukkan kepala sebelum mengatakan, “Mohon bimbingannya Master.” Sikap Zwetta membuat Jimbo kagum pada kegigihannya, dia bisa melihat alasan Zwetta terpilih menjadi Beast Master. Badannya kecil namun sikapnya yang tenang dan tegar, ditambah pikirannya yang cerdas juga matang melebihi usianya.
Heh.. sungguh anak yang menarik.
- To be continued
__ADS_1