
Setelah tujuh hari kami berunding siasat, tidak ada kejadian ataupun tindakan yang mencurigakan dari Mamon dalam kediaman keluarga Luksemburg. Ini sebuah pertanda baik pikirku, akan lebih bagus lagi jika ia tidak merasa curiga pada kami.
[Burgundy Treasure, keesokan harinya]
Kami semua tengah berdiri membentuk lingkaran besar sembari bergandengan tangan. Aku merapalkan mantra sihir Adasha yang dapat menangkal sihir pembuat tidur Mamon.
“Rach Tarh Adasha!” ucapku.
Dari bawah tempat kaki kami berpijak, muncul sinar putih yang sangat terang dan menyilaukan. Satu badan kami diselimuti oleh cahaya putih itu.
“Cahaya putih sihirku akan membentengi kalian semua dari sihir membuat tidurnya Mamon,” ucap Adasha.
“Terima kasih Adasha,” ucapku setelah itu disusul oleh yang lainnya.
“Ayah, kalau kami bersembunyi disini, bagaimana kalau Mamon curiga ayah telah mengetahui rencananya?” tanya Stanley.
“Stanley, sihir unik ayahmu yang akan mengatasi hal itu,” ujar paman Ephraim.
“Ayah, memangnya apa kemampuan sihir unik milikmu?” tanya Halbert penasaran.
“Kita lihat saja sendiri dari sini.” Jawab Arthur dengan membawa sepuluh bola-bola terbang kecil yang masing-masing berwarna hitam dan putih.
“Benda apa ini kak Arthur?” tanyaku penasaran.
“Ini bola mini kamera sihir.” Ucapnya seraya mengarahkan sepuluh bola mini kamera sihirnya padaku.
“Jewel, kau sudah tahu kan apa yang kakak ingin kau lakukan? tolong ya adikku,” ujarnya dengan senyuman liciknya.
Aku mengangguk iya dan merapalkan sihir penghilangnya Adasha pada bola mini kamera sihir itu.
“Terima kasih Jewel, benda ini akan kuperintahkan untuk memantau ayah seharian ini. Kita akan menyaksikannya dari layar sihir yang dikeluarkan oleh salah satu bola mini kamera sihir yang akan aku taruh disini. Alat ini akan sangat membantu kita memantau situasi.” Arthur begitu bersemangat memaparkan tentang peralatan sihirnya yang baru.
Kami semua takjub melihat alat yang dibawa oleh Arthur. Kakak keduaku ini memiliki banyak koneksi dipasar gelap alat-alat sihir di kerajaan Magentia, bahkan ayah sendiri tidak mengetahui ia bagaimana ia bisa mengenal dan membangun relasi dengan mereka.
Itu yang membuat kami bertiga sangat ngeri dengan pemikiran dan determinasi keinginannya.
Paman Ephraim akan menunggu diruangan ini bersama dengan kami hingga nanti saatnya tiba ia akan menghadapi Mamon.
______________________________________
Beberapa saat setelah Duke kembali kedalam kediaman Luksemburg. Tampak layar sihir terbagi menjadi sembilan kotak, kami berempat menganga melihat ibu dan diri kami ada dalam layar sihir itu tengah beraktifitas seperti biasanya.
“Inikah sihir unik ayah? ilusi?” aku berpikir spontan melihat ilusi diri kami yang Duke ciptakan pada layar sihir.
Kami berempat hanya bisa berdecak kagum melihat kemampuan sihir unik Duke. Tak heran ia digadang-gadang sebagai pengguna unique magic terkuat kedua.
__ADS_1
“Kemampuan unik sihir ilusi? Bukankah ini terlalu hebat?” tanya Halbert dengan bola matanya yang masih melebar menatap tidak percaya akan apa yang ia lihat dilayar sihir.
“Bukan, ini terlalu mengerikan!” ujar Stanley.
“Tentu saja! siapa yang tidak kagum melihat ilusi neraka bayangannya itu?!” Ucap Paman Ephraim.
“Apa maksud paman dengan neraka bayangan?” tanya Arthur.
“Paman tidak bisa menceritakan lebih dari ini pada kalian. Maaf saja, paman masih sayang nyawa paman! Apa kalian mau paman mati tersiksa oleh ayah kalian?” tanya paman seraya memalingkan wajahnya dari kami berempat.
“Kami janji tidak akan mengatakan hal ini pada ayah paman,” ucap Stanley seraya mengatupkan kedua tangannya.
Aku, Arthur dan Halbert ikut mengatupkan kedua tangan kami juga. Kami berempat sudah terlanjur kepo dengan kemampuan sihir unik Duke,
“Kalau kalian memohon pada paman seperti ini, bagaimana bisa paman menolaknya? baiklah, akan paman ceritakan. Tapi pegang janji kalian berempat ya, nyawa paman ada ditangan kalian sekarang,” ujar paman Ephraim seraya mengelus kepala kami berempat satu per satu.
Kami mengangguk pelan, paman menarik nafas dalam sebelum ia mulai bercerita.
“Kemampuan sihir unik ilusi ayahmu saat ini, didapatinya saat ia diminta menjadi penerus sihir unik oleh kakek kalian.
Untuk menjadi penerus, ia harus bisa melalui ujian neraka bayangan yaitu menaklukan larangan ilusi. Seorang pengguna ilusi tidak boleh mudah terbawa perasaan atau ia akan termakan oleh ilusi neraka bayangan.
Larangan ilusi tidak memperbolehkan pengguna neraka bayangan untuk mengutamakan perasaan, namun harus mengutamakan rasionalitas selama menggunakannya."
Paman Ephraim mengangguk pelan
“Bagaimana ayah menaklukan larangan ilusi paman?” tanyaku.
“Kakek kalian membawanya masuk ke neraka bayangan dan memintanya untuk membunuh semua keluarga, teman, dan rekannya.
Inti dari ujian ini adalah ayah kalian harus bisa membuktikan bahwa perasaannya tidak menggoyahkan rasionalitas pemikirannya sekalipun yang akan dibunuhnya adalah seseorang yang berharga.
Ujian ini merupakan syarat mutlak agar sihir ilusi neraka bayangan menerimanya sebagai pengguna baru.”
“Bukankah itu ujian yang sangat mengerikan? aku tak bisa membayangkan bila aku ada diposisi itu sekarang..” ujar Stanley.
“Tapi itu semua hanya ilusi kak,” jawab Arthur.
“Tetap sangat sulit kak Arthur, meski itu hanya ilusi semata," tambah Halbert.
“Apabila kalian seorang pengguna sihir unik ilusi, kalian adalah mind master nya.Tidak peduli apabila musuh mengincar nyawa seseorang yang berharga untuk kalian sekalipun, membunuh musuh adalah yang terpenting bagi sihir ilusi neraka bayangan.”
“Aku yakin ini sangat berat untuk ayah lewati saat itu, benar-benar ayah telah melewati neraka hingga bisa menjadi sekuat sekarang ini,” ujarku.
“Benar Zwetta, awalnya ia bersikeras tidak mau membunuh orang-orang yang berharga untuknya itu. Namun pada akhirnya karena ia sudah tidak tahan lagi berada lebih lama disana, naluri untuk bertahan hidupnya keluar dan ia pun membunuh semua yang berharga baginya.
__ADS_1
Sekeluarnya dari neraka bayangan, ia sudah menjadi pengguna sihir unik ilusi neraka bayangan yang bisa membuat ilusi dalam bentuk apapun untuk mengelabui lawannya.
Raja Alphonso bahkan menjadikannya sebagai jenderal militer karena kemampuan sihir uniknya yang menakutkan ini.
Dulu saat kerajaan kita tengah dalam masa-masa berperang, entah sudah berapa ratus ribu prajurit musuh mati ditangannya seorang diri tanpa sekalipun ia menghunuskan pedang.
Ia membuat musuhnya masuk kedalam ilusi yang dibuat dalam benaknya dan disana ayahmu menggunakan sihir apinya untuk membunuh mereka semua. Sekeluarnya mereka dari ilusi neraka bayangan, mereka sudah menjadi daging panggang.
Orang-orang tidak mengetahui tentang siapa dirinya karena ia selalu bertarung menggunakan zirah tertutup, orang-orang memanggilnya 'Malaikat Maut Magentia,'" ungkap paman Ephraim.
“Ayah yang sekarang sudah tidak seperti itu! ia ayah kami yang tampan, gagah, kuat, dan penyayang!” ucap Halbert pada paman Ephraim dengan kesalnya.
“Kau benar Halbert..” Ucap paman Ephraim seraya tersenyum.
“Ardolph sudah banyak berubah..masih teringat jelas dibenak paman, hari dimana ia keluar dari neraka bayangan. Ia sudah berubah menjadi orang yang sangat dingin dan penuh aura membunuh.
Perlu waktu lama untuk paman, Claimence, dan Raja Alphonso bisa mendekat padanya lagi.
Tatapannya memancarkan aura membunuh yang sangat kuat.
Siapa yang bisa menduga kalau seorang malaikat maut Magentia dapat ditaklukan oleh seorang wanita cantik yang menjadi ibu kalian sekarang?
Ayah kalian jatuh cinta pada kebaikan,kelembutan, dan keberanian kak Sapphira, apalagi setelah memiliki kalian berempat.
Dalam dua belas tahun terakhir, sepertinya belum pernah ia menggunakan sihir uniknya itu lagi. Hari ini menjadi debut kembali digunakannya sihir unik ilusi neraka bayangannya,” jelas paman Ephraim.
Kami berempat kehabisan kata-kata untuk mengungkapkan apa yang kami rasakan ketika mendengar cerita paman Ephraim. Kami hanya bisa terdiam dan tersenyum kecil pada paman mendengar cerita tentang kekuatan sihir unik ayah yang sangat kami cintai ini.
Ternyata dibalik kuatnya sihir unik, harus ada harga yang dibayar.
Aku menatap ketiga kakakku yang tengah tenggelam dalam pemikirannya masing-masing setelah mendengar cerita paman, salah satu dari mereka kelak akan menjadi penerus sihir unik ayah ini.
“Kalian berempat tidak perlu memikirkan itu sekarang. Ibu yakin, suatu hari ayah akan membahas ini dengan kalian semua,” Ucap Duchess seraya mengelus pelan kepala kami berempat.
“Baik ibu,” jawab kami berempat serempak.
Kami mengucapkan terima kasih pada paman karena telah menceritakan ini dan ketiga kakakku kembali melanjutkan pemantauan Mamon dilayar sihir, sementara Duchess dan aku merajut dan menyulam, menghapus rasa jenuh kami menunggu iblis jahan** itu datang..
- To Be Continued
______________________________________
Halo sobat DTBE! Jangan lupa like yah 👍🏻
• Happy Reading 💙✨•
__ADS_1