
Hujan deras mengguyur kota Basteria tengah malam ini. Terlihat seseorang berjubah hitam berjalan terburu-buru ke kuil naga odren. Setibanya disana, ia menyalakan obor lalu masuk kedalam kuil. Ia segera menuju lantai teratas kuil dan betapa terkejutnya dia saat melihat dinding dipojokan ruangan sudah hancur. Ketakutan mulai menggerogoti hatinya.
"Mati aku! apa dia kabur?" gumamnya yang langsung berlari ke ruangan di balik dinding. Dan benar saja, sosok yang dia cari-cari sudah tidak ada ditempat. Wajahnya memucat dan ia jatuh terduduk. "Tamat sudah riwayatku, Tuan Rimmon pasti akan membunuhku." gumamnya ketakutan. Rasanya ingin sekali ia kabur sekarang, tapi dia teringat perkataan Rimmon sebelum ia pergi ke kuil.
"Jangan coba-coba melarikan diri dariku atau kau akan menerima akibat yang lebih parah dari sekedar kematian!" ancaman Rimmon yang berputar ulang dalam benaknya. Dengan berat hati, ia kembali ke sebuah rumah tua. Rumah tua itu adalah tempat pertemuan sekte pemuja iblis dan Rimmon secara tersembunyi.
Tok..tok..tok..ia mengetuk ruang kerja Rimmon lalu masuk kedalam. Dan matanya terbelalak kaget saat melihat Rimmon yang tengah berada dalam wujud iblisnya tengah menyantap daging dari jasad para anggota sekte pemuja iblis yang dia bunuh beberapa waktu lalu. Seketika ia merasa perutnya terkocok dan muntah ditempat.
*Hueeekkkkkk
Rimmon berdecak kesal saat makannya diganggu. Ia mengeluarkan tulang dari mulutnya dan kembali ke wujud manusianya. "Dimana necromancer itu?!" tanya Rimmon dingin. Dia yang masih mual dengan susah payah berusaha menjawab.
"Itu...emm..itu.."
"Bicara yang jelas!!!" bentak Rimmon. Dengan menggigit bibir bawahnya, seseorang itu menjawab, "dia kabur Tuan." Jawabnya gemetaran. "Sudah kuduga." ucap Rimmon dengan mata menggelap.
"Mungkin dia ada bersama si putri perusak rencanaku. Benar-benar gadis merepotkan, kau berhasil membuatku harus turun tangan. Kikikikikikiki.. aku tak sabar bermain-main denganmu.. Kikikikiku.. bila cantik, akan kujadikan kau budak ****. Bila jelek, akan kujadikan santapan lezat. Tunggu saja, Zwetta Ellaria Luksemburg..Hahahahahaha..Hahahahahaha..."
...Skip. Diwaktu yang sama dan tempat yang berbeda....
Gemuruh petir menjadi salam penyambutan kedatangan Stanley, Halbert, pasukan black dan white knight baru saja tiba di kota Basteria. Tidak ada satupun dari mereka yang dapat melepas raut keterkejutan usai melihat pemandangan bangunan yang terbakar di seisi kota.
"Ya Dewa, kondisinya lebih parah daripada yang dilaporkan kak.." Kata Halbert sedikit menganga. Stanley mengangguk mengiyakan penuturan Halbert.
Stanley mengepalkan kedua tangannya erat. Jika dia tahu kota Basteria akan di bumihanguskan oleh para naga odren, dia tidak akan membiarkan Zwetta pergi ke hutan flame oak kemarin-kemarin.
"Kau harus baik-baik saja Jewel! atau aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri bila terjadi sesuatu padamu!" monolog Stanley sedih. Halbert yang mendengar itu, juga mengepalkan kedua tangannya erat. Mereka berdua sama menyesalnya telah membiarkan Zwetta pergi ke hutan itu.
"Whitman, Goddard!" panggil Stanley. Whitman dan Goddard menunduk memberi hormat ala kesatria pada Stanley.
"Kumpulkan semua kesatria kita yang bertugas di kota ini tanpa terkecuali. Kita akan berkumpul setengah jam lagi dilokasi pengungsian penduduk." Perintahnya.
__ADS_1
"Baik, Tuan Muda." Jawab keduanya serempak lalu pergi mengeksekusi perintah.
...****************...
Malam berlalu begitu cepat, tapi tidak bagi sosok naga odren yang memiliki fisik paling besar ini. Sang raja naga api tersebut melihat satu demi satu teman-temannya mati ditangan tiga sosok yang memperkenalkan diri mereka sebagai panglima iblis. Kini yang tersisa hanya dia dan putranya yang ia sembunyikan didalam gua sihirnya. Kondisinya sudah babak belur dengan banyaknya luka tusukan ditubuhnya.
"Erem, jika terjadi sesuatu pada ayah. Kau harus bersembunyi di kuil suci naga Galaea. Lebih baik sisa sihir ditubuh ayah ini, ayah gunakan untuk memindahkanmu ke kuil itu." Benak sang raja naga api.
"Tidak ayah! aku tidak akan kemanapun tanpa ayah hiks hiks hiks! aku tidak mau kehilangan ayah! aku sudah kehilangan ibu, adik dan yang lain hiks hiks hiks. Lebih baik aku mati bersama kalian!!!!" pekik Erem.
"EREM!" Raja naga api membentak putra satu-satunya itu. "Kau harus terus hidup nak. Demi ayah, ibu, adikmu dan teman-teman kita yang sudah mati.." ujarnya lembut.
"Tidak ayah! tidak! tidak ada yang akan mati diantara kita lagi. Kumohon lepaskan aku dari gua sihir ayah! akan kubunuh ketiga iblis itu!!!!"
Mendadak sebuah serangan sihir api hitam keunguan mengarah ke sang raja naga api. Raja naga api hendak menghindar dari serangan itu, namun ia terlambat.
"Akggghhhhhhhhh"
"Oii Raja naga api Nikolai. Apa yang kau lamunkan ditengah sakaratul mautmu?!" tanya Agares, panglima iblis ke 4 dengan raut mengejek.
"Benar Agares, ini sangat lezattttttt.." timpal Mara, panglima iblis ke 6 yang sedang lahap juga memakan daging naga api disebelah Telvon.
Agares berdecak kesal melihat daging naga api yang banyak sudah hampir habis dan hanya tersisa tulang. "Sialan kalian berdua! sisakan juga untukku bodoh!" geram Agares.
"Siapa peduli?! toh kau sendiri yang mau lama-lama bermain dengan si raja naga api itu!" Elak Telvon. "Aku yakin badan gemukmu itu tidak akan kekurangan gizi ataupun aliran sihir. Kau lupa saat kita menyerang naga angin, kau yang paling banyak menyantap daging mereka. Sekarang yang naga api, jika kami makan lebih banyak tidak apa bukan?!" sambung Mara.
Mata Nikolai terbelalak mendengar perkataan Mara. "Naga angin juga telah musnah?!"batinnya. Naga suci, naga angin, dan naga api telah dimusnahkan oleh para iblis?! sungguh biadab!Nikolai sangat murka, teramat sangat murka. Biar dia akan mati, setidaknya dia bisa membawa ketiga iblis ini pergi ke neraka bersamanya.
"TERKUTUKLAH KALIAN IBLIS JAHANAM!" pekik Nikolai terbang seraya menyemburkan semburan api yang besar ke arah ketiga iblis itu. "Dark Flame Shield!" pekik Agares yang memunculkan sebuah perisai api hitam dengan lambang kepala ular ditengahnya. Perisai api tersebut menangkis semburan api Nikolai dan tidak hanya itu, perisai tersebut juga menyerap api itu kedalamnya.
Agares melayang ke udara dan menendang kepala Nikolai dengan satu kali tendangan. Mengonsumsi banyak daging naga telah memberi banyak makan pada parasit ungu berduri yang bersarang dalam tubuhnya. Kekuatan fisik Agares kini berkali-kali lipat lebih kuat dari manusia maupun monster manapun.
__ADS_1
Parasit ungu berduri bisa memberikan apapun sesuai dengan permintaan tubuh yang ditumpanginya. Baik laki-laki maupun perempuan, semua yang kau inginkan dapat dikabulkan.
Jika kau meminta anak - maka didalam rahimmu akan mulai tumbuh embrio.
Jkka kau meminta kekuatan - maka kau akan memiliki kekuatan fisik super kuat.
Jika kau meminta kecantikan / ketampanan - maka kau akan cantik dan tampan setelah menanamkan parasit itu.
Jika kau meminta untuk sehat selalu - maka tubuhmu tidak akan pernah terluka ataupun sakit.
Jika kau meminta status, kekayaan, dicintai dan bahkan menghidupkan orang mati sekalipun - maka itu akan terjadi. Namun untuk keempat hal ini, parasit ungu berduri akan membuatmu masuk dalam khayalan.
Parasit ungu berduri hanya akan mewujudkan satu keinginan yang paling kau inginkan. Hanya satu yang kau perlu untuk mendapatkan itu yakni tumbal. Kualitas hasil yang kau dapatkan juga tergantung dari kualitas apa yang kau makan.
Selama ini para panglima iblis telah memakan banyak daging naga juga manusia. Dan yang mereka minta adalah kekuatan. Maka kekuatan fisik mereka kini sudah sangat amat kuat, itu diluar dari kemampuan sihirnya.
Tubuh Nikolai terbanting pada tanah dan pandangannya mulai mengabur. Agares yang berada diudara melesat turun dan membentuk tombak api hitam dengan aliran sihirnya. "Blacko!" mantra yang Agares ucapkan untuk memunculkan tombak api hitam.
Nikolai hendak bangun untuk menghindar, tapi lehernya diinjak oleh Agares membuat raja naga api itu mengerang kesakitan. "Sudah mau mati saja, bertingkah." Kata Agares mengejek Nikolai.
"Sialan! kalau begini, aku tidak sempat memindahkan Erem!" batin Nikolai.
"AYAHHHHH!!!!" teriak Erem melihat bagaimana tak berdaya ayah yang selama ini ia banggakan.
"Erem! maaf.. ayah.. terbawa.. emosi.. ayah.. tidak.. sempat.. memindahkanmu.. nak.." ucap Nikolai lemah dalam benaknya.
Erem menggelengkan kepala dengan air mata yang mengalir dari kedua mata emasnya. "Tidak ayah. Aku tidak apa hiks hiks. Aku akan menemani ayah sampai akhir. Aku..aku..aku.. aku selalu bangga dan sayang ayah," pekik Erem dalam gua sihir Nikolai.
Teriakan Erem menghangatkan hati Nikolai. Senyuman terukir di wajahnya, ia menutup mata dan bersiap menghadapi akhirnya. "Lydia, anak bungsuku, aku dan Erem datang. Kita akan kumpul kembali bersama.." batin Nikolai.
"Matilah Kau NIKOLAI!" pekik Agares dengan tangannya yang hendak menusukkan tombak ke leher Nikolai.
__ADS_1
*Sretttttttttt
- To be continued