Detektif Haezel

Detektif Haezel
MAYRA KEMANA?


__ADS_3

Haezel tiba di depan kampus, tiga puluh menit lebih lambat dari seharusnya. Pria itu langsung menuju ke tempat, dimana Mayra biasa menunggu jemputan. Tapi Mayra tak ada di sana!


"Mayra kemana?" Gumam Haezel bertanya pada dirinya sendiri.


Haezel segera membuka ponselnya dan mencoba menghubungi ponsel Mayra.


Ponsel tidak aktif!


Bahkan pesan terakhir Haezel juga belum dibuka dan dibaca oleh Mayra.


Kemana Mayra?


"Halo, Mi!" Haezel memilih untuk menghubungi Mami Emily, berharap Mayra sudah pulang duluan naik taksi.


"Ada apa, Ezel?"


"Mayra sudah pulang, Mi?" Tanya Haezel to the point.


"Mayra belum sampai di rumah. Bukankah biasanya kau yang akan menjemput Mayra?"


"Iya, ini Ezel di depan kampus. Tapi Mayra tak ada." Jelas Haezel pada Mami Emily.


"Sudah mencari ke dalam kampus? Mungkin masih ada kelas?"


"Ponselnya tidak aktif. Tapi Ezel akan mencari ke dalam dulu!" Pungkas Haezel sebelum menutup telepon. Setelah memarkirkan mobil dengan benar, Haezel bergegas berlari masuk ke dalam kampus untuk mencari Mayra.


****


Matahari sudah nyaris terbenam,saat Haezel keluar dari dalam kampus Mayra dengan tangan hampa. Mayra tak ada dimanapun dan kelas juga sudah selesai sejak tadi.


Lalu Mayra kemana?


Ponsel Haezel kembali berdering di tengah kekalutan pria itu yang tak kunjung menemukan Mayra.


"Halo, Mi! Mayra sudah pulang?" Tanya Haezel penuh harap.


"Kau belum menemukan Mayra?" Mami Emily balik bertanya pada Haezel.


"Ezel sudah mengelilingi kampus dan Mayra tidak ada!" Haezel mengedarkan pandangannya ke sekeliling taman, tempat Mayra biasa menunggu jemputan. Haezel masih berharap ada sebuah CCTV di sana yang mungkin bisa memberikan petunjuk Mayra pergi kemana?


Tapi tidak ada apa-apa!


Haezel mulai frustasi dan saat pria itu tak sengaja membuang pandangannya ke semak-semak, ia melihat sebuah tas yang tak asing....


"Bukankah itu?" Haezel bergumam dan segera menghampiri tas yang sepertinya sengaja dibuang ke semak-semak tersebut.


"Ezel! Ada apa? Kau menemukan sesuatu?" Tanya Mami Emily yang masih tersambung via telepon dengan Haezel.


"Ezel menemukan tas Mayra, Mi!" Ujar Haezel yang langsung memeriksa tas istrinya tersebut. Hanya tinggal beberapa buku saja. Dompet dan ponsel Mayra tak ada di sana!


"Ezel tutup teleponnya dulu!" Pungkas Haezel yang secepat kilat mengakhiri telepon Mami Emily. Haezel ganti menelepon Randu.


"Ha-"


"Randu, kau masih di kantor?" Tanya Haezel sebelum Randu selesai mengucapkan kata halo.

__ADS_1


"Ya! Aku baru mau pulang."


"Jangan pulang dulu! Aku ingin kau memeriksa lokasi terakhir ponsel Mayra!" Ucap Haezel tergesa seraya masuk ke dalam mobilnya.


"Ponsel Mayra hilang?"


"Mayra yang hilang!" Jawab Haezel seraya menyebutkan nomor ponsel Mayra.


"Bagaimana bisa?"


"Aku juga tidak tahu! Aku hanya terlambat sebentar dan sebelumnya aku juga pernah terlambat menjemput Mayra. Tapi dia selalu menungguku!" Cerita Haezel.


"Aku dapat lokasi terakhirnya!"


"Dimana?" Tanya Haezel tak sabar.


"Di sekitar kampus. Lalu ponsel tak aktif lagi."


"Pesanku yang terakhir masih terkirim. Hanya belum dibuka dan dibaca!" Haezel memberikan informasi.


"Ya! Sepertinya itu masih di area kampus. Lalu ponsel dimatikan saat Mayra atau siapapun yang membawa ponsel Mayra meninggalkan kampus!"


"Kau sudah memeriksa CCTV?"


"Tak ada CCTV di sekitar sini. Aku sudah mencari tadi." Jawab Haezel seraya menyugar rambutnya sendiri.


"Di gerbang kampus? Tak ada juga? Mayra biasa menunggumu dimana memangnya?"


"Di taman agak jauh dari pintu gerbang utama." Jawab Haezel semakin lirih, saat ada telepon dari Mami Emily yang kembali masuk ke ponselnya.


"Kau masih di kampus? Aku akan menyusulmu ke sana! Mungkin kita bisa menemukan sebuah petunjuk."


"Baiklah aku ke sana sekarang!"


Telepon dari Randu terputus. Haezel ganti mengangkat telepon dari Mami Emily.


"Mi!"


"Sudah ada info, Ezel?"


"Masih buntu, Mi!" Jawab Haezel seraya mengedarkan pandangannya ke sekeliling taman, berharap Mayra hanya pergi sebentar lalu kembali lagi.


"Kau dimana sekarang?"


"Masih di dekat kampus," jawab Haezel.


"Pulanglah dulu! Nanti kita cari Mayra bersama-sama!"


"Ezel akan disini dulu dan mencari petunjuk bersama Randu." Tolak Haezel seraya menatap pada tas Mayra.


"Baiklah! Langsung kabari Mami jika sudah ada kabar!"


"Iya, Mi!" Jawab Haezel dengan nada lesu bersamaan dengan telepon yang sudah terputus.


Haezel menatap ke arah bangku taman dimana Mayra biasa duduk menunggunya. Ada bekas tumpahan jus mangga di bawah bangku. Haezel segera mendekati bangku tersebut, lalu berjongkok untuk memeriksa. Pria itu diam dan berpikir beberapa saat.

__ADS_1


Mungkinkah ini milik Mayra?


"Ezel!" Panggil Randu yang baru tiba dan langsung menghampiri Haezel.


"Ada apa? Kau menemukan sesuatu?" Tanya Randu yang sudah ikut berjongkok di samping Randu, lalu mengendus tumpahan jus mangga di bawah bangku taman.


"Jus mangga," gumam Randu.


"May suka jus mangga?" Tanya Randu lagi pada Haezel.


"Dia suka semua jus buah dan selalu mencoba semuanya," jawab Haezel seraya menyalakan senter di ponselnya, lalu menyenteri trotoar untuk mencari-cari jejak jus mangga yang barangkali bisa menjadi petunjuk.


"Ada sesuatu?" Tanya Randu yang terus mengikuti langkah Haezel.


"Tidak ada apa-apa!" Jawab Haezel lirih yang memang tak menemukan apapun


"Hanya ada tas Mayra yang jatuh di semak-semak belakang bangku taman tadi," lanjut Haezel seraya mengendikkan dagunya ke arah mobil.


Randu segera mengambil tas Mayra dari dalam mobil dan memeriksanya dengan detail.


"Ada yang hilang dari dalam tas?" Tanya Randu lagi.


"Dompet dan ponsel yang tidak ada," jawab Haezel.


Randu meninggalkan Haezel, lalu menyusuri trotoar beberapa meter serta memeriksa tempat sampah yang ia lalui, saat kemudian pria itu berteriak pada Haezel.


"Ezel! Aku menemukan dompet Mayra!" Seru Randu pada Haezel yang langsung berlari menghampiri rekannya tersebut.


Randu terlihat mengarahkan lampu flash di ponselnya ke sebuah tempat sampah.


"Itu dompetnya?" Tanya Randu memastikan sekali lagi.


"Ya!"


"Pakai ini!" Randu mengangsurkan senuah sarung tangan pada Haezel, lalu Haezel memasukkan dompet Mayra ke kantung barang bukti yang juga dibawa oleh Randu.


"Kau bisa memeriksa sidik jarinya ke kantor malam ini?" Tanya Haezel penuh harap.


"Ya!" Randu mengambil kantung berisi dompet Mayra dari tangan Haezel.


"Nanti aku kabari hasilnya. Lalu kau mau kemana?" Tanya Randu sebelum pria itu masuk ke mobilnya.


"Aku akan tetap disini!" Jawab Haezel menahan kekalutan dalam hatinya.


"Mayra pasti baik-baik saja!" Randu menepuk punggung Haezel dan memberikan semangat pada sahabatnya tersebut sebelum pamit pergi.


"Ya!" Jawab Haezel lirih yang masih berharap kalau Mayra tidak benar-benar diculik, meskipun semua petunjuk mengarah ke sana.


Kau dimana, Mayra?


.


.


.

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.


__ADS_2