Detektif Haezel

Detektif Haezel
SEBUAH PENGAKUAN


__ADS_3

Cheryl baru tiba di rumah miliknya, saat wanita itu dikejutkan oleh sebuah suara dari pintu depan.


"Jadi, kau bersembunyi disini sekarang, Jal*ng?"


"Reynold," gumam Cheryl yang langsung menatap awas pada Reynold yang kini sedang merentangkan kedua tangannya dengan pongah di kedua sisi pintu.


"Pergi kau dari sini!" Usir Cheryl seraya mendelik pada Reynold.


"Kau mengusirku?" Reynold tertawa mengejek pada Cheryl. Pria itu lalu masuk ke dalam rumah, menutup pintu depan lalu menguncinya.


"Kau pikir, kau bisa kabur dan sembunyi dariku setelah semua pengkhianatan yang kau lakukan?" Reynold balik mendelik pada Cheryl yang kini beringsut mundur untuk menjauhi Reynold.


"Lihat ini!" Reynold menunjukkan kertas berisi fotonya sendiri yang kini menjadi DPO.


"Lihat apa yang sudah kau lakukan, Wanita sialan!" Bentak Reynold yang semakin mendekati Cheryl yang kini terpojok di sudut ruangan.


"Kau mengatakan apa pada detektif Haezel keparat itu?" Reynold terys mendelik-delik pada Cheryl.


"Kau menceritakan semua yang aku lakukan agar dia mau membelai milikmu yang kegatelan itu atau agar kau dijadikan istri simpanan olehnya?" Nada bicara Reynold semakin tak terkendali.


"Dan sekarang lihatlah!" Reynold mengulurkan kakinya yang hendak ia gunakan untuk menunjuk ke perut Cheryl yang memang sudah membulat. Namun Cheryl dengan cepat menyentak kaki Reynold.


"Kau mengandung anak haram dari detektif keparat itu!"


"Kau senang? Kau bahagia? Perlu aku beritahukan pada istri, orang tia, saudara, teman-teman kerja Haezel kalau kau sekarang adalah wanita simpanan Haezel dan sedang hamil anak haram dari hubungan gelap kalian-"


"Jangan coba-coba!" Gertak Cheryl balik mendelik pada Reynold.


"Aku bukan wanita simpanan Ezel!" Sergah Cheryl lagi membantah semua tuduhan Reynold.


"Bukan wanita simpanan? Lalu apa? Wanita murahan? Pel*cur?"


"Jal*ng?"


"Aku bukan j*lang!" Cheryl yang sudah dipenuhi amarah melayangkan tangannya dan hendak menampar Reynold. Namun tentu saja Reynold langsung sigap menangkis tangan Cheryl, hingga wanita hamil itu sedikit terhuyung.


"Cheryl kembali bergerak mundur saat Reynold sudah dengan cepat mengulurkan tangannya untuk mencekik leher Cheryl.


"Wanita murahan!" Maki Reynold seraya mencekik Cheryl.


Cheryl memukul-mukul lengan besar Reynold dan berusaha bertahan, saat akhirnya wanita itu berhasil melancarkan serangan terakhir memakai lututnya tepat di tengah-tengah pangkal paha Reynold.


"Aaarrgh!" Reynold memekik dan cekikannya pada leher Cheryl refleks mengendur. Cheryl langsung meloloskan diri dan terbatuk-batuk. Wanita itu berlari ke dapur dan Reynold yang masih meringis tak berhenti mengejarnya. Cheryl menyapukan pandangannya ke seluruh dapur untuk mencari benda apa saja yang bisa ia pakai untuk melindungi diri.


"Kesini kau, Wanita keparat!" Teriak Reynold murka bersamaan dengan Cheryl yang akhirnya berhenti di salah satu sudut dapur seraya menyembunyikan pisau di balik punggungnya.


"Pergi kau!" Usir Cheryl sekali lagi pada Reynold.


"Kau sedang menyembunyikan pisau dan mau menusukku, hah?" Tebak Reynold yang rupanya sudah tahu rencana Cheryl.

__ADS_1


Dasar sialan!


"Kau pikir akan semudah itu-"


Braak!


Cheryl tidak tahu apa yang membuat Reynold tiba-tiba jatuh tersungkur ke atas lantai. Sepertinya pria itu baru saja terpeleset oleh air yang tak sengaja tumpah di lantai dapur.


"Brengsek!" Umpat Reynold kasar seraya berusaha untuk bangkit berdiri. Cheryl langsung melesat pergi dan berusaha untuk terus menghindari Reynold. Namun langkah Cheryl kalah cepat dengan langkah Reynold yang berhasil mengejar, dan menarik rambut Cheryl.


"Aaarrgh!" Cheryl memekik dan nyaris hilang keseimbangan, saat Reynold menangkap tubuhnya dengan cepat namun kasar, lalu pria itu menyeret Cheryl masuk ke dalam kamar mandi di sudut dapur.


Cheryl terus meronta dan tangannya berusaha menggapai apa saja untuk melumpuhkan Reynold. Hingga akhirnya tangan Cheryl berhasil menangkap sebuah gelas kaca yang kemudian Cheryl hantamkan sekiat tenaga ke kepala Reynold.


"Aaarrgh!" Jambakan Reynold terlepas dan pria itu memegangi kepalanya yang kini berdarah akibat gelas kaca Cheryl tadi.


Cheryl bangkit berdiri dan kembali mengambil pisaunya yang tadi terjatuh, bersamaan dengan Reynold yang hampir menangkapnya kembali.


"Wanita kepa-" Teriakan Reynold seketika terhenti, saat Cheryl menikamkan pisau di tangannya tepat ke ulu hati Reynold.


"Kepa-rat!" Reynold mendelik pada Cheryl dan hendak bangkit, saat Cheryl dengan kasar mencabut pisau tadi lalu menikamkannya sekali lagi ke arah perut Reynold dan kali ini Reynold langsung tumbang ke lantai.


Namun Cheryl masih belum berhenti dan wanita itu terus menikamkan pisau secara berulang-ulang ke tubuh Reynold hingga terdapat belasan luka tusuk menganga yang kini memenuhi tubuh Reynold. Darah juga sudah mulai mengalir memenuhi lantai dapur.


Setelah puas menusuki tubuh Reynold, Cheryl beringsut mundur lalu menatap pada tubuh Reynold yang tak lagi bergerak.


Cheryl sudah membunuh Reynold!


"Tidak!" Racau Cheryl lagi saat tiba-tiba ia melihat tangan Reynold yang masih bergerak. Cheryl langsung terlonjak, lalu bangkit berdiri.


Cheryl memeriksa kembali tangan Reynold memakai kakinya untuk memastikan apa pria itu sudah mati atau belum.


Reynold tak bergerak lagi!


Sekarang Cheryl harus apa?


Meninggalkan mayat Reynold di rumah ini?


Polisi akan langsung menangkap Cheryl kurang dari dua puluh empat jam karena sidik jarinya ada dimana-mana!


Membuang mayat Reynold juga mustahil karena pria ini begitu besar.


Cheryl mondar-mandir di dapur dengan tubuh gemetar sembari memikirkan cara untuk menyingkirkan mayat Reynold tanpa jejak, hingga tiba-tiba tatapan mata Cheryl tertuju pada pisau daging di atas meja dapur.


Tidak!


Cheryl bukan seorang jagal!


Ia tak mungkin melakukannya!

__ADS_1


Tapi Cheryl juga tak mungkin membiarkan mayat Reynold tetap berada di dapur rumahnya....


Setelah menimbang berulang-ulang, Cheryl akhirnya mengambil sebuah keputusan yang benar-benar di luar nalar.


Cheryl terlebih dahulu menyeret tubuh Reynold ke dalam kamar mandi, lalu menyalakan kran air untuk menyamarkan suara yang nantinya akan ia timbulkan. Cheryl lantas mengambil pisau daging dari atas dapur dan mulai melakukan aksinya, memotong-motong tubuh Reynold menjadi beberapa bagian, lalu menyimpannya ke dalam beberapa plastik hitam.


Cheryl tidak tahu setan apa yang sydah merasukinya malam ini hingga ia bisa melakukan perbuatan sesadis iti pada Reynold, namun Cheryl merasa kalau Reynold pantas mendapatkan ini semua setelah semua kejahatan yang ia lakukan.


Cheryl membuka freezer box besar di ruang depan rumahnya yang memang ia pakai untuk berjualan frozen food. Setelah mengeluarkan semua isi dari freezerbox tersebut, Cheryl memasukkan satu persatu plastik hitam yang berisi potongan tubuh Reynold ke dalam freezer box, lalu menutupinya lagi dengan karung berwarna putih untuk menyamarkan. Terakhir, Cheryl memasukkan kembali semua frozen food ke dalam freezer dan menatanya dengan serapi mungkin. Lalu wanita itu menutup dan mengunci benda kotak tersebut.


Cheryl memasukkan kunci freezer box tadi ke dalam sebuah trashbag, bersama pisau yang tadi ia gunakan gunakan untuk membunuh Reynold. Hanya dalam waktu semalam, Cheryl sudah selesai membersihkan dapur serta kamar mandinya dari ceceran darah Reynold.


****


Para petugas kepolisian sudah selesai mengeluarkan sepuluh plastik hitam dari dalam freezer box yang berada di rumah lama Cheryl. Haezel dan Randu saling bertatap pandang sebelum kemudian dua detektif tersebut memeriksa satu persatu isi di dalam plastik hitam tadi. Plastik ketiga yang Haezel buka, langsung menampakkan kepala dan wajah Reynold yang sudah terpisah dari tubuhnya. Pria itu beringsut mundur dan menarik nafas panjang berulang-ulang. Ini benar-benar kejadian di luar nalar. Seorang wanita hamil, memutilasi tubuh pria menjadi puluhan bagian lalu menyimpan potongan tubuhnya di dalam freezer box selama lima tahun lamanya.


Lima tahun!


"Dia dimana sekarang?" Tanya Randu pada Haezel setelah ia dan Haezel selesai melakukan olah tempat kejadian perkara.


"Di rumah kak Aileen. " Jawab Haezel lirih.


Randu hendak menghubungi seseorang saat Haezel dengan cepat mencegah.


"Kita saja yang menjemput dan jangan bawa anggota! Ada Charlotte di sana," ucap Haezel pada Randu.


"Charlotte? Dia putri Cheryl?" Tanya Randu masih bingung.


"Dia putriku juga," jawab Haezel sebelum pria itu masuk ke dalam mobil.


"Putrimu juga?" Randu bergumam bingung.


"Jadi maksudmu?" Randu menyusul masuk ke dalam mobil dan menatap penuh tanya pada Haezel seolah sedang minta penjelasan.


"Nanti aku ceritakan semuanya," ujar Haezel sebelum pria itu melajukan mobilnya ke rumah Kak Aileen.


.


.


.


Cerita ini hanya fiktif belaka.


Tolong jangan tanya bagaimana proses Cheryl motong-motong tubuh Reynold pakai pisau daging, karena Othor juga nggak bisa bayangin 🙈🙈


Si Cheryl kebanyakan nonton video di deepweb kayaknya!


Terima kasih yang sudah mampir.

__ADS_1


Jangan lupa like karena Reynold udah mati.


__ADS_2