
Beberapa minggu kemudian...
"Mau aku bacakan hasilnya?" Tanya Randu seraya menyodorkan dua amplop berwarna putih pada Haezel.
Haezel yang tadinya mengernyit, akhirnya langsung paham.
"Hasilnya sudah keluar, ya?" Gumam Haezel seraya membuka kedua amplop putih tadi. Haezel mengeluarkan kertas di dalamnya, lau membaca dengan seksama. Sementara Randu yang kepo, ikut melihat hasil dari tes DNA yang dilakukan oleh Haezel.
"Aku kira kau tak akan pernah mau melakukan tes DNA pada Zelyra dan sudah benar-benar yakin kalau Zelyra memanglah putri kandungmu," ujar Randu setelah Haezel selesai membaca hasil tes DNA.
"Bukan aku yang ragu. Tapi Mayra!" Jawab Haezel beralasan. Randu sontak mengernyit.
"Jadi, kau melakukan tes DNA untuk meyakinkan Mayra, begitu?" Tanya Randu masih bingung.
"Bukan meyakinkan! Tapi agar Mayra tak bertanya-tanya lagi dan dia bisa lebih tenang menjalani kehamilannya," jelas Haezel.
"Mayra akhirnya hamil lagi?" Tanya Randu kaget. Haezel lupa kalau ia memang belum memberitahu Randu.
"Iya! Aku rasa karena kemarin Mayra menghadiri acara empat bulanan Lea. Makanya langsung nular hamilnya," jawab Haezel sedikit berkelakar.
"Bisa jadi! Kata beberapa orang kehamilan memang menular," ujar Randu turut menimpali.
"Semoga Mayra ikut-ikutan ngidam babyshark juga agar kau ikut pusing!" Ujar Randu lagi menakut-nakuti Haezel.
"Hey! Aku kebih berpengalaman darimu! Aku sudah pernah menghadapi ngidamnya Mayra saat hamil Zelyra," tukas Haezel sombong.
"Ngidam apa saja? Sepertinya tak ada yang aneh-aneh," Randu berusaha mengingat-ingat.
"Memang tidak ada, kecuali Mayra yang berubah menjadi bucin akut dan nempel terus kepadaku."
__ADS_1
"Semoga kehamilan yang kedua ini perubahannya juga sama," harap Haezel seraya tersenyum, karena membayangkan Mayra yang bucin dan semakin manja kepadanya.
"Semoga di kehamilan kedua ini, Mayra alergi padamu dan tidak mau tidur bersamamu!" Sahut Randu yang seolah tidak rela melihat Haezel memperoleh kesenangan.
"Sialan!" Haezel langsung menoyor kepala Randu yang langsung terkekeh tanpa dosa.
****
Mayra sedang membaca majalah di sofa ruang tengah, saat sepasang lengan tiba-tiba sudah merangkulnya dari belakang, disusul ciuman panjang di puncak kepala Mayra.
"Mas Ezel, sudah pulang?" Tanya Mayra yang langsung biza mengenali aroma tubuh suaminya tersebut. Mayra mengusap lengan Haezel yang kini sudah ganti menyusupkan kepalanya di ceruk leher Mayra.
"Anak-anak kemana?" Tanya Haezel karena rumah begiti sepi saat ia pulang. Biasanya Zelyra yang pertama kali akan menyambut Haezel dan langsung bercerocos panjang kali lebar menceritakan kegiatannya satu hari penuh pada Haezel.
"Sedang diajak ke toko buku sama Papi dan Mami," jawab Mayra yang sudah gantienciumi tangan Haezel.
"Kau tidak ikut?"
"Nanti ngambek, kalau pas Mas Ezel pulang, Mayra nggak ada di rumah," ujar Mayra yang langsung membuat Haezel terkekeh. Haezel kemudian duduk di sofa di samping Mayra, dan mencium bibir istrinya tersebut.
"Kau memamg selalu pengertian, Sayang!" Puji Haezel seraya mengusap wajah Mayra.
"Ngomong-ngomong, aku punya sesuatu untukmu," Haezel memberikan satu amplop pada Mayra, sebelum kemudian pria itu merebahkan kepalanya di pangkuan Mayra, lalu mencium dan mengusap-usap perut Mayra yang perlahan mulai menunjukkan bentuknya.
"Ini apa?" Tanya Mayra seraya membuka amplop tadi. Mayra membaca tulisan demi tulisan di dalam amplop namun wanita itu merasa tak paham. Hanya ada keterangan nama Haezel sebagai sampel pertama dan Zelyra sebagai sampel kedua.
"Ini apaan, sih, Mas?" Tanya Mayra masoh bingung.
"Hasil tes DNA antara aku dan Zelyra!" Jelas Haezel seraya mengambil kertas tadi dari tangan Mayra, lalu menjelaskan dengan sabar dan perlahan
__ADS_1
"Semuanya cocok, dan Zelyra memanglah putri kandungku, May! Sesuai dengan yang aku katakan selama ini."
"Kau percaya sekarang, kan?" Tanya Haezel setelah pria itu menjelaskan panjang lebar pada Mayra.
"Mmm.... memangnya kapan Mayra pernah ragu?" Jawab Mayra yang langsung membuat Haezel mencubit gemas hidung istrinya tersebut. Mayra sontak tergelak, sebelum kemudian wanita itu mengaduh dan memegangi perutnya.
"Aduh aduh!" Mayra meringis dan masih memegangi perutnya.
"Kenapa, Sayang?" Raut wajah Haezel langsung berubah khawatir.
"Lapar aja, Mas!" Jawab Mayra kemudian sembari cekikikan.
"Ya ampun! Aku kira kenapa!" Haezel benar-benar gemas pada Mayra sekarang.
"Makan, yuk!" Ajak Mayra selanjutnya seraya bergelayut pada Haezel. Sepertinya harapan Haezel tentang Mayra yang ngidamnya semakin manja pada Haezel benar-benar terkabul sekarang.
"Mau makan apa?" Tanya Haezel menawari sang istri.
"Ya, yang ada di meja makan. Tadi Mayra sudah masak buat Mas Ezel,"ujar Mayra seraya mengulurkan kedua tangannya pada Haezel, memberikan kode agar Haezel menggendongnya dari sofa.
Dasar manja!
Tapi Haezel suka!
.
.
.
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir.
Jangan lupa like biar othornya bahagia.