Detektif Haezel

Detektif Haezel
ANAK SIAPA?


__ADS_3

Haezel mematung. Cheryl juga ikut mematung saat melihat Haezel yang mendadak datang ke toko tempatnya mengais rezeki.


"Cheryl!" Gumam Haezel yang masih tak percaya melihat penampilan Cheryl yang kini sudah banyak berubah. Wanita itu terlihat kurus dan wajahnya juga sedikit pucat.


"Mau beli apa," tanya Cheryl tergagap, seraya menghindari tatapan dari Haezel. Cheryl seolah sedang pura-pura tak kenal dengan Haezel.


"Kau kemana saja?" Bukannya menjawab pertanyaan Cheryl, Haezel malah balik bertanya pada wanita tersebut.


"Bu!"panggil Cheryl kemudian entah pada siapa.


"Bu, ada yang beli!" Panggil Cheryl lagi seraya bergegas masuk tanpa sedikitpun menjawab pertanyaan Haezel. Namun Haezel dengan cepat meraih tangan Cheryl yang terasa seperti hanya sebuah tulang terbalut kulit.


Ya ampun!


Ada apa dengan wanita ini?


"Beli apa, Cheryl? Kau tidak tahu harga?" Tanya ibu-ibu pemilik toko yang akhirnya keluar.


"Saya tidak tahu, Bu! Saya masuk dulu karena tadi lupa belum matiin seterika," Jawab Cheryl seraya melepaskan tangan Haezel dengan cepat dan bergegas masuk ke dalam.


Seterika?


Apa maksudnya Cheryl adalah tukang seterika di laundry ini yang berarti adalah mami dari Charlotte?


"Mau beli apa, Mas?" Tanya ibu pemilik toko menyentak lamunan Haezel.


"Bola, Bu!" Jawab Haezel tergagap.


"Dan susu kotak satu kardus kalau ada," sambung Haezel lagi saat pemilik toko mengambil bola plastik untuk Haezel.


"Mau rasa apa susunya?" Tanya pemilik toko lagi.


"Stroberi," jawab Haezel cepat.


Haezel lalu membayar semua belanjaannya dengan pikiran yang masih tertuju pada Cheryl tadi.


"Bu, maaf! Yang tadi itu karyawan ibu?" Tanya Haezel akhirnya yang tak mampu menahan rasa penasaranmya lagi.


"Cheryl? Ya, dia karyawan di laundry." Jelas ibu pemilik toko.


"Tinggal disini juga?" Tanya Haezel lagi.


"Kenapa tanya-tanya? Kenal memang?" Tanya ibu pemilik toko memicing curiga.


"Tidak, maaf!" Ucap Haezel cepat seraya tersenyum kaku.

__ADS_1


"Ini susu dan bolanya, Mas!" Pungkas ibu pemilik toko seraya menyodorkan sebuah bola plastik dan sekardus susu kotak pada Haezel.


Haezel segera meninggalkan toko tersebut dan kembali ke arah lapangan, menghampiri Mayra yang masih menjaga Zelyra yang rupanya sudah akrab dengan Charlotte.


"Dapat susunya, Mas? Loh, beli satu kardus?" Mayra sedikit terkekeh melihat suaminya yang memborong susu satu kardus.


"Susunya kamu bagikan ke anak-anak! Itu orang bengkel sudah datang!" Titah Haezel pada Mayra, sebelum pria itu berlari ke seberang jalan untuk menghampiri dua orang yang menunggunya di dekat mobil.


****


Mayra memperhatikan Charlotte yang begitu asyik meminum susu kotak yang tadi dibelikan oleh Haezel. Bocah itu bahkan sudah habis tiga kotak, seolah sedang kelaparan.


"Charlotte tadi sudah makan?" Tanya Mayra seraya merapikan rambut Charlotte yang sedikit tak beraturan. Entah mengapa, semakin Mayra perhatikan, wajah Charlotte malah semakin mirip wajah Haezel terutama dari bentuk hidung dan dagunya.


Padahal Zelyra saja tidak terlalu mirip dengan Haezel dan malah cenderung mirip Mayra. Aneh sekali!


Charlotte hanya menggeleng dan kembali menyesap susu kotaknya.


"Charlotte tinggal dimana?" Tanya Mayra selanjutnya pada gadis kecil tersebut.


"Jauh," jawab Charlotte tetap dengan ekspresi polosnya.


"May, bannya sudah diganti," lapor Haezel yang sudah menghampiri Mayra yang masih sibuk menanyai Charlotte.


"Dad! Lyra dan Charlotte sudah berteman," ujar Zelyra yang sudah terlebih dahulu menghampiri Haezel dan langsung melompat ke gendongan Dad-nya tersebut. Charlotte mengangkat wajahnya dan menatap pada keakraban Haezel dan Zelyra. Terlihat jelas sorot mata sendu dari gadis kecil tersebut.


"Ya! Mobilnya sudah selesai diperbaiki." Jawab Haezel seraya menatap pada Charlotte. Sesaat tatapan mata Haezel dan Charlotte bertemu dan Haezel langsung terpaku.


"Kita antar Charlotte ke maminya dulu bagaimana? Kasihan, sepertinya belum makan juga," usul Mayra yang langsung menyentak lamunan Haezel.


"Apa? Apa, Sayang?" Tanya Haezel tergagap yang tak terlalu menghiraukan ucapan Mayra barusan.


"Kita antar Charlotte ke-"


"Charlotte!"


Mayra belum menyelesaikan kalimatnya saat terlihat seorang wanita dari sisi lapangan memanggil-manggil nama Charlotte.


"Charlotte! Ayo pulang!" Panggil wanita itu lagi yang langsung bisa Haezel kenali suaranya. Cheryl!


Berarti benar!


Charlotte adalah anak Cheryl!


Lalu siapa ayah kandungnya?

__ADS_1


Reynold?


Atau Haezel?


"Itu maminya Charlotte, Mas?" Tanya Mayra yang sudah sigap menggandeng tangan Charlotte dan hendak mengantarkan gadis kecil itu ke arah Maminya yang juga sedang berjalan ke arah Charlotte dan Mayra. Namun Haezel dengan sigap mengambil alih tangan Charlotte.


"Biar aku yang mengantar Charlotte, May!" Ujar Haezel yang sudah ganti menggandeng Charlotte dan membawanya ke arah Cheryl yang kini hanya mematung dan menatap pada Haezel.


"Mami, lihat! Charlotte minum susu!" Charlotte menunjukkan susu di tangannya dengan riang ke arah Cheryl yang masih mematung.


Jelas sudah!


Charlotte memanglah anak Cheryl!


Haezel mengantarkan Charlotte pada Cheryl yang hanya mematung.


"Terima kasih susunya, Om!" Ucap Charlotte pada Haezel seraya tersenyum tipis.


"Sama-sama!" Jawab Haezel seraya mengusap kepala Charlotte yang kini sudah digandeng oleh Cheryl.


"Ayo pulang, Charlotte!" Ajak Cheryl cepat seraya menarik tangan Charlotte.


"Cheryl, tunggu!" Panggil Haezel yang langsung membuat Cheryl menghentikan langkahnya. Namun wanita itu sama sekali tak menoleh pada Haezel.


"Kau sudah menikah?" Tanya Haezel selanjutnya pada Cheryl yang tetap memunggunginya.


"Belum!" Jawab Cheryl singkat sebelum kemudian wanita itu melanjutkan langkahnya dan meninggalkan Haezel yang hanya mematung.


"Mas!" Tegur Mayra yang sudah menghampiri Haezel.


"Mas kenal dengan maminya Charlotte?" Tanya Mayra yang langsung membuat Haezel menggeleng samar.


"Ayo pulang!" Ajak Haezel selanjutnya seraya mengambil alih Zelyra yang sudah mulai mengantuk dari gendongan Mayra, lalu Haezel merangkul istrinya tersebut dan keluarga kecil itupun berjalan meninggalkan lapangan.


Sejuta pertanyaan masih memenuhi relung hati Haezel tentang siapa ayah kandung Charlotte. Mungkinkah Haezel adalah ayah kandung gadis lima tahun tersebut?


.


.


.


Hayo loh anake sopo 😆😆


Ada yang masih nyariin Reynold?

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.


__ADS_2