Detektif Haezel

Detektif Haezel
PENJELASAN


__ADS_3

"Omi! Opi!" Seru Zelyra sesaat setelah mobil Haezel tiba di kediaman Biantara. Putri Haezel dan Mayra tersebut langsung turun dari monitor dan berlari menaiki tangga masih sambil berteriak-teriak memanggil Omi dan Opinya.


"Zelyra! Pelan-pelan naik tangganya!" Seru Mayra yang juga sudah menyusul turun. Mayra segera membuka pintu belakang mobil dan mengajak Charlotte yang sejak tadi masih diam untuk turun. Sementara Haezel memilih untuk menurunkan koper dari bagasi.


"Ayo turun, Charlotte!" Ajak Mayra lembut pada Charlotte yang terlihat ragu.


"Ini rumah siapa, Aunty?" Tanya Charlotte setelah gadis kecil itu turun. Charlotte mengedarkan pandangannya ke sekeliling garasi dan tatapannya langsung berhenti di kafe Analogy yang ada berada di bawah kediaman Biantara. Charlotte terlihat begitu tertarik dengan kafe tersebut.


"Ini rumah Omi dan Opinya Zelyra. Tapi mulai sekarang, Ini juga akan jadi rumahnya Charlotte."


"Nanti Charlotte sekolah juga bareng Zelyra, ya!" Terang Mayra seraya merangkul Charlotte.


"Sekolah?"


"Iya, sekolah TK." Jawab Mayra.


"Baik, Aunty!" Ucap Charlotte patuh.


"Ayo naik dan kenalan sama Omi dan Opi!" Ajak Mayra selanjutnya seraya menggandeng Charlotte naik tangga.


"May!" Panggil Haezel yang sudah selesai menurunkan koper dari bagasi.


"Iya, Mas?"


"Pelan-pelan naik tangganya!" Haezel mengingatkan dan Mayra langsung tersenyum seraya mengangguk. Mayra mengusap perutnya lalu lanjut menggandeng Charlotte naik tangga. Kemarin setelah melakukan USG, kandungan Mayra sudah masuk usia dua belas minggu. Dan kata dokter semuanya sehat serta tekanan darah Mayra juga normal. Semoga di kehamilan kedua ini semuanya benar-benar lancar tanpa ada masalah seperti kehamilan pertama dulu.


****


"Lyra punya teman baru, Opi!"


"Eh, tapi kata Mom, Charlotte itu adiknya Lyra! Jadi Lyra punya adik baru dan calon adik yang sebentar lagi akan lahir!" Cerocosqn Zelyra yang tanpa jeda benar-benar membuat Mami Emily dan Papi Galen mengernyit.


"Persis kamu dulu, kalau ngomkng nggak ada titik dan komanya," celetuk Papi Galen yang langsung membiat Mami Emily merengut.


"Kok aku? Yang dulu suka bawel kan kamu! Segala hal dikomentari!"


"Dari kertas tak boleh terlipat, rambut harus diikat, pake rok, sampai jepit rambut korea juga dibawa-bawa!" Cerocos Mami Emily balik menyalahkan sang suami.


"Tu tu! Kamu itu yang ngomong nggak pake jeda!" Cibir Papi Galen lagi.


"Jepit rambut korea apa, sih, Pi? Lyra mau juga!" Celetuk Zelyra yang rupanya mendengar cerocosan sang Omi perihal jepit rambut Korea tadi.


"Nanti suruh beliin Omi!" Jawab Papi Galen yang sukses membuat Mami Emily merengut.


"Pagi!" Sapa Mayra yang sudah sampai di lantai atas masih sambil menggandeng Charlotte.


"Pagi!" Jawab Papi Galen dan Mami Emily serempak.


"Charlotte!" Seru Zelyra heboh seraya turun dari gendongan Papi Galen. Putri Haezel dan Mayra tersebut langsung menghampiri Charlotte, lalu mengenalkannya pada Mami Emily dan Papi Galen.


"Opi! Omi! Ini Charlotte!" Ucap Zelyra penuh semangat.

__ADS_1


"Hai, Charlotte-" sapaan Mami Emily seketika tercekat saat wanita paruh baya tersebut menatap wajah Charlotte yang begitu mirip....


Haezel?


Sedangkan Papi Galen yang sepertinya sudah menyadari sejak awal sama sekali tak menyapa Charlotte dan langsung menatap pada Mayra seolah minta penjelasan. Tak berselang lama, Haezel yangvjuga sudah tiba di lantai dua turut mendapatkan tatapan yang sama dari Papi Galen.


"Charlotte anak siapa, Ezel?" Tanya Mami Emily pada Haezel dan Mayra.


"Ceritanya panjang, Mi!" Jawab Haezel setelah menarik nafas panjang.


"May, kamu istirahat saja di dalam sekalian menjaga Zelyra dan Charlotte. Aku akan menceritakan semuanya pada Mami dan Papi," ujar Haezel selanjutnya pada Mayra.


"Iya, Mas," jawab Mayra patuh. Mayra lalu mengajak Zelyra dan Charlotte untuk masuk kamar, sementara Haezel, Papi Galen dan Mami Emily duduk di ruang depan.


"Jangan bilang kamu selingkuh di belakang Mayra!" Papi Galen sudah langsung menuduh dan melempar tatapan tajam pada sang putra.


"Itu sebuah ketidaksengajaan, Pi-"


"Ezel!" Papi Galen sudah bangkit berdiri dan melayangkan tangannya hebdak menampar Haezel, namun Mami Emily dengan cepat mencegah.


"Jangan pakai emosi, Pi!" Mami Emily meenenangkan sang suami dan kembali membimbingnya untuk duduk.


"Kamu keterlaluan, Ezel! Papi tak pernah mengajari kamu untuk jadi seorang pria brengsek!" Papi Galen menuding kesal pada Haezel yang masih duduk di tempatnya.


"Itu juga kemauan Ezel, Pi!" Sergqh Haezel membela diri.


"Bukan kemauan kamu bagaimana?" Gantian Mami Emily yang mencecar Haezel.


"Ada yang mencampurkan sesuatu di minuman Ezel-"


"Kamu seorang detektif, Ezel! Bagaimana ceritanya kamu bisa ceroboh dan masuk perangkap?" Potong Papi Galen masih emosi.


"Tapi Ezel juga hanya manusia biasa, Pi!" Sergah Haezel tak mau kalah.


"Ck!"papi Galen berdecak seraya bersedekap.


"Lalu wanita itu?" Tanya Papi Galen masih ketus.


"Dipenjara karena sudah melakukan pembunuhan, mutilasi, lalu menyimpan potongan tubuh korban di freezer selama lima tahun," jawab Haezel panjang lebar.


"Kau berselingkuh dengan seorang psikopat?" Papi Galen menatap tak percaya pada Haezel.


"Sudah Ezel bilang kalau Ezel tidak berselingkuh, Pi! Ezel dijebak!" Ezel menjelaskan sekali lagi.


"Ini semua rencana busuk Reynold yang ingin membuat karier Ezel tamat!"


"Tapi Cheryl menyelamatkan Ezel, dan-"


"Tunggu! Jangan bilang kalau mami Charlotte adalah Cheryl!" Sela Mami Emily menerka-nerka yang langsung membuat Papi Galen menatap horor ke arah istrinya tersebut.


"Maminya Charlotte seorang psikopat kata Ezel, Em! Jadi mana mungkin Cheryl-"

__ADS_1


"Cheryl memang mami kandung Charlotte, Pi!" Potong Haezel memberitahu yang sontak membuat Mami Emily dan Papi Galen kompak membelalak.


"Lalu korban yang dimutilasi oleh Cheryl, itu adalah Reynold!", sambung Haezel lagi yang semakin membuat kedua orang tuanya tersebut shock bukan kepalang.


"Reynold dan Pak Kepala menjebak Ezel untuk datang ke sebuah kelab malam untuk melakukan pengintaian, di malam saat Randu mengalami kecelakaan. Lalu Cheryl tahu semua rencana busuk Reynold, jadi dia hendak memberitahu Ezel, tapi Ezel sudah terlanjur masuk perangkap."


"Tapi Cheryl berhasil membawa Ezel keluar dari kelab, dan saat Cheryl hendak mengantar Ezel pulang, Ezel mengira Cheryl adalah Mayra...." Haezel tak melanjutkan ceritanya dan pria itu hanya menghela nafas panjang berulang kali.


"Kau menceritakan semua ini pada Mayra?" Tanya Papi Galen menatap tak percaya pada Haezel.


"Ya! Ezel sudah jujur pada Mayra kemarin. Dan justru Mayra yang membujuk Ezel untuk menerima Charlotte serta mau merawat gadus kecil itu," terang Haezel seraya memijit pangkal hidungnya.


"Mami akan menemui Mayra!" Tukas Mami Emily seraya berbalik dan masuk ke dalam.


"Mayra sama sekali tak marah?" Papi Galen terlihat masih penasaran.


"Mayra marah dan menangis awalnya, Pi. Tapi setelah mendengar semua penjelasan Haezel, Mayra langsung memaafkan Ezel dan minta Ezel merawat Charlotte," jelas Haezel.


"Ezel juga masih tak mengerti, hati Mayra terbuat dari apa hingga ia bisa begitu tegar dan welcome pada Charlotte." Haezel geleng-geleng kepala.


"Jangan pernah menyakiti Mayra lagi!" Papi Galen menepuk punggung Haezel.


"Tidak akan pernah, Pi!" Janji Haezel bersungguh-sungguh.


"Lalu soal adik yang sebentar lagi lahir kata Zelyra tadi?" Papi Galen kembali bertanya karena ingat pada celetukan Zelyra tadi.


"Mayra sedang hamil dua belas minggu, Pi!" Tukas Haezel dengan kedua mata yang berbinar.


"Selamat!" Papi Galen langsung memeluk Haezel.


"Selamat juga untuk Papi karena akan menimang cucu keempat-"


"Kelima!" Koreksi Papi Galen cepat.


Haezel langsung menatap pada Papi Galen yang rupanya langsung bisa menerima kehadiran Charlotte.


"Charlotte tak tahu apapun tentang semua masalalu Cheryl, jadi tak seharusnya kita ikut menghakimi gadis kecil itu. Kita hanya perlu merawat, mendidik, serta memberikannya kasih dayang yang berlimpah agar ia tak salah jalan ke depannya," tukas Papi Galen panjang lebar seraya merangkul Haezel.


"Sama persis dengan yang dikatakan Mayra."


"Ezel curiga jangan-jangan anaknya Papi itu memang Mayra dan bukan Ezel," kelakar Haezel yang langsung berhadiah tinjuan di perut dari Papi Galen.


"Mayra kan putri Papi juga!" Ujar Papi Galen dengan nada bangga.


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.

__ADS_1


Jangan lupa like biar othornya bahagia.


__ADS_2