
...***...
Yho!. Pembaca tercinta. Simak terus ceritanya, jangan lupa klik tombol favoritnya ya. Dukungan pembaca tercinta memberikan berjuta semangat untuk melanjutkan kisah ini sampai akhir.
Tanpa banyak bacod!!!!.
Rettsu baca!!!.
Renn masih memantau bagaimana keadaan kampus itu. Keadaan kampus itu masih aman untuk saat ini.
"Aku tidak mengerti kenapa manusia saling menyakiti satu sama lain." Dalam hati Renn masih bertanya-tanya pada dirinya. "Sebenarnya apa yang salah dengan perasaan manusia?. Sehingga tanpa perasaan mereka saling menyakiti satu sama lain." Dalam hatinya kembali bertanya-tanya. "Apakah karena merasa paling tinggi?. Sehingga mereka saling menyakiti satu sama lain?. Apakah karena kedengkian yang ia rasakan?. Atau karena masalah yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata, sehingga dengan teganya melakukan kejatahan tanpa pikir panjang lagi?." Hatinya masih hancur mengingat apa yang terjadi pada Shiro Ai, sehingga ia berjanji akan melakukan apapun demi melindungi orang-orang yang memiliki nasib yang sama dengan Shiro Ai. Sama halnya yang akan terjadi pada terjadi pada Akemi Chika.
"Kali ini aku tidak akan membiarkan mereka menyakitimu." Dalam hatinya sangat waspada dengan apa yang akan terjadi.
Sementara itu di dalam kampus itu sendiri. Akemi Chika saat ini sedang berada di kelasnya. Namun saat itu, ada beberapa orang mahasiswa cewek yang mendatanginya.
Tentunya dengan raut wajah yang tidak bersahabat sama sekali. Mereka sepertinya ingin membuat keributan dengan Akemi Chika.
"Yho!. Sudah lama rasanya tidak saling menyapa satu sama lain." Hisashi Erika tersenyum kecil melihat raut wajah Akemi Chika yang terlihat waspada dengan kedatangannya.
"Untuk apa kalian datang padaku?. Aku tidak memiliki urusan yang sangat penting dengan kalian." Akemi Chika mencoba untuk mengabaikan mereka yang datang padanya.
Grep!!!.
"Siapa yang mengatakan jika aku tidak memiliki urusan penting denganmu?!." Hisashi Erika langsung mencengkram kuat pipi Akemi Chika. Hatinya tidak bisa menerima apa yang ia dengar, sehingga ia menggunakan kekerasan untuk melampiaskan rasa sakit hati yang ia rasakan pada saat itu.
__ADS_1
"Lepaskan!!. Beraninya kau bermain kasar padaku!!!." Akemi Chika langsung menepis kuat tangan Hisashi Erika. Ia sangat tidak suka dikasari oleh seseorang, ia sangat tidak terima untuk itu.
"Rencananya aku akan membunuhmu!!. Karena kau adalah siluman ular!!. Kau yang telah membunuh banyak mahasiswa dan banyak laki-laki yang telah kau pikat dengan pesona yang kau miliki!!." Sepertinya Hisashi Erika sedikit mengetahui apa yang terjadi pada Akemi Chika?. Tapi bagaimana caranya ia mengetahui itu?. "Kau pikir kau adalah orang yang hebat setelah melakukan itu semua?!." Ekspresi marahnya terlihat sangat menakutkan, sehingga Akemi Chika sedikit takut
"Kurang ajar!. Bagaimana mungkin dia mengetahuinya?." Dalam hati Akemi Chika sedikit terganggu dengan apa dikatakan oleh Hisashi Erika.
"Kau pikir adalah wanita yang sangat hebat dengan kekuatan siluman yang kau miliki?!." Nude suaranya terdengar semakin tinggi. Entah itu karena kemarahan yang ia rasakan, atau perasaan lain yang ia rasakan. "Apakah kau terlalu putus asa sehingga kau melakukan itu?!." Bentaknya dengan kata-kata yang sebenarnya ingin menyadarkan Akemi Chika, bahwa apa yang ia lakukan pada saat itu sangatlah salah. "Sempit sekali pikiranmu!!." Tapi entah kenapa ia begitu marah dan tidak bisa terima begitu saja.
"Diam!." Akemi Chika sepertinya sangat tidak terima dengan apa yang dikatakan Hisashi Erika padanya. "Aku tidak butuh ceramah yang tidak berguna bagiku!!." Ia bahkan mendorong Hisashi Erika. Hingga hampir saja menimbulkan menimbulkan keributan di sana. "Kau hanya pandai bicara saja!. Karena yang merasakan perasaan sakit itu adalah aku!!. Bukan kau!!!." Amarahnya hampir saja memuncak karena apa yang ia rasakan selama ini memang sangat menyakitkan baginya. Dadanya terasa sangat sakit mengingat bagaimana perasaan sakit yang ia terima selama ini.
"Kau yang seharusnya diam!!." Bentak Hisashi Erika dengan suara yang sangat keras. "Karena apa yang kau lakukan kau lakukan sama sekali bukan pemecah masalah, akan tetapi malah menambah masalah!." Ia hanya berniat baik, tapi cara yang ia lakukan pada saat itu sangat tidak enak untuk diterima begitu saja. Hisashi Erika menegur Akemi Chika di depan banyak orang. Sehingga menarik perhatian mereka semua yang berada di ruangan itu.
Namun pada saat itu Akemi Chika sama sekali tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh Hisashi Erika. Hatinya sangat panas, tidak bisa menerima apapun yang terjadi pada saat itu. Ia merasa dipermalukan oleh Hisashi Erika dengan tindakannya itu.
Mereka semua sangat terkejut saat melihat perubahan warna kulit Akemi Chika yang terlihat sangat menyeramkan. Bahkan mereka melihat hawa jahat hitam berbentuk ular cobra raksasa yang kini menyelimuti tubuhnya.
"Kya!!!." Mereka yang melihat itu langsung menjauh dari sana.
"KAU BENAR-BENAR SEORANG MONSTER!!!." Teriak mereka dengan suara keras. Jantung mereka berdegup dengan kencangnya.
"Aku monster?." Akemi Chika malah balik bertanya pada dirinya sendiri. Ia memperhatikan bagaimana warna kulitnya yang telah berubah. Ada seperti sisik layaknya warna ular kobra pada umumnya. "Ya. AKU ADALAH monsTER!!. AHAHA!." Pada saat itu Akemi Chika malah tertawa dengan sangat keras.
"Kau benar-benar sudah gila!!!." Teriak mereka semua dengan sangat takutnya.
"Sebaiknya kau pergi dari sini!!."
__ADS_1
"Kami tidak membutuhkan monster jahat seperti kau!!!."
"Sebaiknya kau segera pergi dari sini!!!."
Teriak mereka semua dengan marahnya, sedangkan Akemi Chika menghentikan tawanya. Hawa yang ia tunjukkan pada saat itu membuat suasana sangat sesak, dan tidak nyaman sama sekali.
"Lalu kenapa jika aku adalah seorang monster?." Dengan santainya ia berkata seperti itu. Ia menyeringai lebar menatap mereka semua. Sehingga membuat mereka semua merinding melihat penampilan Akemi Chika. "Akan aku tunjukkan pada kalian bagaiman monster yang sebenarnya jika marah." senyumannya semakin melebar.
Di Pusat gedung H2C.
Saat ini mereka dapat mendeteksi hawa hitam yang sangat tidak baik. Sehingga bunyi Alaram membuat mereka semua bergerak dengan sangat cepat.
"Kapten!!." Salah satu anak buahnya memberitahu padanya alarm berbahaya telah dibunyikan.
"Mari kita bergerak dengan sangat cepat. Aku tidak akan membiarkan dia bertindak lagi!." Ucapnya dengan tegas.
"Laksanakan!!." Balas anak buahnya.
"Akan aku buktikan, jika apa yang telah kami lakukan telah benar. " Dalam hatinya sangat berharap jika apa yang ia lakukan telah benar.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Bagaimana nasib mereka setelah ini?. Simak terus ceritanya, jangan lupa dukungannya ya pembaca tercinta.
Next halaman.
...***...
__ADS_1