
...***...
Renn on.
Hidup ini memang penuh misteri. Tidak ada yang akan bisa menebak akan berakhir seperti apa. Karena itulah kita harus tetap kuat untuk menghadapi satu detik kedepannya seperti apa. Di dalam hidup ini memang tidak semuanya bejalan mulus, tapi tetaplah pada rotasi yang telah ditentukan. Jika kau memaksakan diri untuk keluar dari jalur yang telah ditetapkan, maka kau akan celaka. Teruslah berusaha walaupun tidak semua jalan yang kau lalui itu mulus, dan kadang ada durinya. Seperti yang dialami oleh pak polisi Ushiro Ueda. Simak dengan baik kisahnya.
Renn off.
Jika kau bertanya kemana pergi ular cobra raksasa yang disembunyikan oleh Renn, maka jawabannya adalah di dalam tubuh Renn. Kenapa itu bisa terjadi?. Renn yang memiliki kekuatan spiritual dapat menyerap ular cobra raksasa itu ke dalam tubuhnya. Akan tetapi ada resiko yang akan ia hadapi. Tubuhnya akan terlelap untuk sementara waktu, sama seperti ketika ia menyembunyikan Akemi Chika di dalam tubuhnya. Karena itulah ia segera pergi dari sana setelah menghilangkan Akemi Chika dari pandangan mereka semua. Karena setelah sepuluh menit ia memasukkan ular cobra raksasa ke dalam tubuhnya ia akan tertidur dalam waktu yang cukup lama.
Saat ini di dalam tubuhnya, di dalam alam bawah sadarnya, ular cobra raksasa itu mencoba untuk berontak, ia ingin keluar dari sana.
"Untuk apa kau membawa aku ke sini?!." Bentaknya dengan suara yang sangat keras.
Deg!!.
Saat itu ia sangat terkejut dengan apa yang ia lihat pada saat itu, ia tidak menduga sama sekali. Jika apa yang ia lihat jauh lebih besar dari apa yang ia miliki.
"Kau?!. Bagaimana mungkin bisa kau-?." Tubuhnya sedikit menggamang sakit saat melihat sosok yang ada di belakang Renn.
"Inilah aku yang sebenarnya." Renn mencoba untuk tersenyum walaupun terasa sangat pahit.
__ADS_1
"Apa tujuan yang mulia menahan hamba di sini?." Agak ratu pak Ushiro Ueda bertanya. Tapi kenapa ia memanggil yang mulia pada Renn?. Setelah ia melihat sosok di belakang Renn tadi?.
"Aku hanya ingin kau memperbaiki hidupmu." Renn tersenyum lembut.
Pada saat itu pak polisi Ushiro Ueda merasa sesak nafas, hingga ia menangis sedih dengan apa yang dikatakan Renn. "Bagaimana mungkin hamba yang sebentar lagi akan mati ini bisa memperbaiki hidup?. Apakah yang mulia tidak mengetahui hidup hamba tidak lama lagi?. Karena racun yang ganas telah menyebar ke dalam seluruh tubuh hamba. Karena hamba telah menggunakan lebih dari dua kali." Hatinya sangat sedih dengan apa yang ia rasakan.
Bagaimana tanggapan dari Renn?. Simak terus ceritanya.
...***...
Pagi hari hampir menyapa, hutan selatan hampir disusuri oleh H2C, namun mereka belum juga menemukan keberadaan orang yang mereka cari.
Apakah yang akan ia lakukan dengan tuan X?. Apalagi dengan gagalnya ia menangkap Ular Cobra Raksasa itu, tugasnya menjadi sia-sia. Apa yang akan ia laporkan pada pimpinan tertinggi dari H2C nantinya?. Simak terus ceritanya.
...***...
Di tempat organisasi Hitam.
Anak buahnya melaporkan apa yang telah ia lihat pada saat itu. Ia bingung mau menjelaskan apa pada bos besar tentang hasil survei itu?.
"Apa yang ingin kau laporkan padaku?. Kenapa kau terlihat bingung seperti itu?." Bosnya yang duluan bertanya, karena ia tidak suka menunggu.
__ADS_1
"Maaf bos. Bukan Ular cobra raksasa itu saja yang menghilang, tapi orang yang menghilangkan ular itu juga menghilang seperti ninja-."
BRAKH!.
Gebrakan kuat meja itu membuatnya terdiam, ia sangat takut melihat Kemarahan yang ditunjukkan oleh bosnya.
"Bagaimana mungkin kau membiarkan dia melarikan diri?!." Amarahnya meledak begitu saja mendengarkan penjelasan dari anak buahnya. "Bukankah aku menyuruhmu untuk melenyapkannya?!." Dengan suara yang tinggi, serta amarahnya yang tidak bisa ia tahan lagi, ia menyembur anak buahnya. "Kau pikir dia itu siapa?. Hah?." Sebuah pisau kecil dengan kecepatan yang tidak terduga, hampir saja membuat anak buahnya itu pergi ke alam lain dalam waktu yang singkat.
Glugh!!.
Hampir saja ia tidak bisa menelan ludahnya dengan benar atas apa yang dilakukan bosnya. Miko, itulah anak buahnya kali ini yang diberikan kepercayaan untuk menangkap orang misterius itu. Miko hampir tidak bisa bernafas dengan benar saat pisau kecil Super tajam itu menggorok lehernya.
"Maaf bos." Suaranya hampir tidak terdengar. "Bukan hanya kita saja yang mengincar orang itu. Akan tetapi organisasi resmi dari pemerintah pun mengincarnya." Ia ingat dengan apa yang ia lihat pada saat itu.
"Aku tidak ada hubungannya dengan orang-orang pemerintahan!. Aku hanya tidak ingin dia menghalangi bisnis yang telah aku lakukan. karena itulah singkirkan dia secepatnya!." Sorot matanya semakin tajam menatap anak buahnya. "Kau harus menangkapnya dalam keadaan apapun. Aku tidak terima apapun alasan yang kau berikan padaku nantinya." Ia tekan kuat bahu kiri Miko, untung saja bukan dengan pisau kecil itu dia tekan, jika tidak?. Mungkin saja anak buahnya berteriak Kesakitan saat itu. "Aku berikan satu kesempatan lagi. Jika kau gagal lagi, maka jangan pernah muncul lagi di hadapanku. Kecuali kau ingin aku bunuh dengan cara yang keji." Itulah ancaman yang sangat mengerikan yang pernah ia dengar.
"Baik bos." Ia tidak menduga akan mendapatkan ancaman seperti itu. Apakah yang akan ia lakukan setelah ini?. Simak terus ceritanya.
Terkadang di dalam sebuah kisah hidup ini kita menghadapi banyak situasi yang tidak kita duga. Karena itulah kau harus siap apapun resiko yang kau hadapi dari pekerjaan yang kau terima nantinya. Jadilah orang yang kuat, demi menjaga dirimu yang kapan saja dapat merasakan ancaman bahunya. Apapun tentang hidupmu, kau harus kuat, serta siap menanggung semua resiko itu sendirian. Hidup ini penuh dengan perjuangan yang sangat besar di dalam kehidupan.
...***...
__ADS_1