
...***...
Renn on.
Hidup ini penuh dengan perasaan sakit, bagi mereka yang tidak pernah merasakan apa yang namanya perasaan bahagia. Seseorang yang hari-harinya dilewati dengan perasaan yang sangat luar biasa sakitnya. Hingga ia merasa ia adalah orang yang paling sial dan paling malang di dunia ini. Bahkan bertahan untuk hari esok rasanya ia tidak sanggup lagi. Apakah yang ia lakukan pada hari ini rasanya tidak akan berguna untuk hari esok. Dunia telah membuat kita merasakan rasa sakit itu. Bagaimana lanjutan dari kisah ini?. Simak dengan baik kisah ini. Tanpa banyak bacod!!. Rettsu baca!!.
Renn off.
Pembicaraan Shina dan temannya Aoki masih berlanjut. Ia hanya ingin temannya itu membantunya, walaupun ia memberikan kesan pada temannya itu jika ia telah meragukan kemampuan yang telah dimiliki oleh Aoki.
"Apakah kau yakin jika mereka adalah orang yang sama?." Ia bertanya seperti itu.
"Oalal." Aoki sangat jengkel dengan itu. "Aku telah berkata padamu agar kau tidak meremehkan kemampuanku ini ya?." Dengan perasan yang sangat kesal ia meninggikan suaranya agar temannya itu mengerti bahwa ia sedang marah. "Bahkan aku dapat menebak apa yang telah kau rasakan pada saat ini." Ia menatap mata Shina dengan tatapan yang sangat dalam. "Apa yang menjadi beban pikiranmu saat ini, aku bisa melihatnya." Ia tersenyum dengan sangat lebar, melambaikan tangannya di depan wajah Shina sehingga wanita itu sedikit terkejut.
"Heh!. Jika memang seperti itu aku sangat mengandalkan dirimu. Aku akan membawamu ke organisasi. Akan aku kenalkan kau pemimpin tertinggi H2C." Ia memalingkan wajahnya, ia tidak ingin Aoki mengetahui apa yang telah ia rasakan pada saat itu. Sebenarnya ia sama sekali tidak meragukan apa yang telah dilakukan temannya itu.
"Ho?. Sepertinya kau memberikan penawaran yang sangat menarik padaku. Aku tidak akan melupakan kebaikan yang yang berikan padaku. Terima kasih ya. Ahaha!." Aoki sangat senang mendengarkan apa yang dikatakan Shina padanya. Ia tidak menduga jika temannya akan memberikan pekerjaan yang sangat luar biasa.
"Itu semua tergantung cara kau bekerja nantinya. Jika kau berani mempermalukan aku, maka aku akan membunuhmu." Shina tidak ingin kecewa nantinya. "Meskipun kau adalah temanku, tapi jika kau berani mengecewakan aku, maka aku sendiri yang akan membunuhmu." Lanjutnya lagi dengan nada penuh mengancam.
__ADS_1
"Hiii!. Kau ini memang sangat mengerikan. Dari dulu memang suka mengancam orang lain!." Aoki benar-benar sangat gregetan dengan sikap temannya itu. "Terkadang aku ingin bertanya pada diriku sendiri, kenapa aku bisa berteman dengan wanita yang sangat mengerikan seperti kau?!." Ingin rasanya ia merajang tubuh temannya itu, tapi untuk saat ini ia tahan karena temannya memang dalam masalah yang sangat berat. Sebagai teman yang sangat baik ia akan membantu Shina untuk mengungkapkan kebenaran identitas Tuan X itu siapa.
"Jika kau telah mengetahui aku ini sangat mengerikan, maka kau bisa menjaga sikapmu. Supaya aku tidak menggunakan kekuatan yang aku miliki untuk membunuhmu." Dengan santainya ia berkata seperti itu.
"He?. Aku sangat takut sekali." Rengek Aoki sambil menahan tubuhnya yang menggigil mendengarkan ancaman itu.
"Terserah kau saja. Besok kau ikut denganku ke kantor pusat. Aku akan memperkenalkan mu pada pemimpin h2c." Ucapnya dengan perasan yang aman?.
"Ok!." Aoki kali ini tersenyum senang, bahkan memberi kode ok pada temannya. "Kalau begitu mari kita rayakan hari ini, dan lupakan beban mu pada tuan x. Kau bisa mengalami penuaan dini jika masih mengkerut aneh seperti itu." Ia memang telah membaca beban seperti apa yang telah dirasakan oleh temannya itu.
"Heh!. Berani sekali kau melihat apa yang telah aku rasakan." Ia mendengus kecil sambil menerima gelas yang berisikan minuman yang mengandung kadar alkohol yang cukup tinggi.
Namun Aoki hanya tertawa mendengarkan apa yang dikatakan oleh Shina. Ia mengerti dengan apa yang dirasakan oleh Shina saat ini bagaimana beban pikirannya yang sedang kacau karena masalah yang akan ia hadapi itu. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Apakah Aoki memiliki kekuatan yang sangat spesial seperti yang dimiliki oleh Renn?. Apakah yang akan dilakukan Shina atau Shark saat itu? Apakah ia benar-benar ingin menangkap Tuan X atau yang ternyata mereka adalah orang yang sama?. Simak terus ceritanya.
...***...
Mika dan Yui masih setia duduk di samping Renn yang masih terlelap. Saat ini tidak banyak yang mereka lakukan selain mengamati Renn karena ia belum bangun juga.
"Apa yang terjadi sebenarnya pada renn san?. Apakah ini adalah hal yang sangat wajar?." Yui sangat khawatir dengan keadaan Renn. Saat matanya menatap ke arah jarum jam yang menunjukkan pukul dua dini hari. Sudah cukup lama mereka menjaga Renn.
__ADS_1
"Aku juga tidak mengerti apa yang terjadi pada aki chan." Begitu juga dengan Mika yang sangat khawatir dengan keadaan Renn. Hatinya sangat gelisah memikirkan keadaan Renn saat ini.
"Huff!." Keduanya menghela nafas dengan perasaan yang sangat sesak, tidak enak untuk dihirup seperti keadaan yang biasa.
Sementara itu, masih di alam bawah sadar Renn. Mereka berdua duduk dilantai sambil duduk bersila sambil bercerita mengenai apa yang telah terjadi.
Pak Ushiro Ueda telah menceritakan semua apa yang ia alami pada saat itu. Hatinya sangat sakit dengan apa yang ia terima selama ini.
"Kau pasti bertanya-tanya kenapa seorang anggota kepolisian seperti aku bisa melakukan hal bodoh seperti itu, kan?." Pak Ushiro Ueda bertanya seperti itu pada Renn. Hatinya sangat miris dengan kondisinya saat itu.
"Siapapun orangnya, dia akan melakukan apapun untuk menghilangkan rasa sakit yang ia rasakan pada saat itu." Renn tidak terlalu terkejut, hanya saja ia sangat menyayangkan dengan adanya kasus seperti itu. Bagaimana mungkin ada seseorang yang dapat menciptakan hal yang mengerikan seperti itu?. Dalam hatinya selalu berkata seperti itu jika melihat kondisi seseorang.
"Ya, mungkin itu adalah hal yang sangat wajar bagimu. Karena kau telah melihat hal yang seperti ini sebelumnya." Ucapnya sambil mengingat apa yang telah dilewati olehnya pada masa itu.
"Karena aku telah melihat yang seperti kau pak ushiro. Aku merasa sangat sakit hati atas apa yang telah terjadi." Renn hampir saja menangis dengan apa yang ia rakan pada saat itu.
"Apakah sebelumnya kau melakukan hal yang sama?." Pak Ushiro Ueda sangat penasaran.
"Tidak. Aku tidak melakukannya." Jawabnya dengan perasaan yang sangat takut.
__ADS_1
Hatinya sangat sedih dengan keadaannya yang sekarang. Hatinya sangat sakit mengingat apa yang telah terjadi pada saat itu. Simak dengan baik kisah ini ya.
...***...