DETEKTIF X (KASUS MANUSIA ULAR)

DETEKTIF X (KASUS MANUSIA ULAR)
CHAPTER 48


__ADS_3

...***...


Renn on.


Setidaknya untuk saat ini aku sedikit berlapang dada. Karena ada seseorang yang berhasil aku selamatkan. Apakah kau dapat melihat dengan apa yang aku lakukan ai san. Apakah kau dapat merasakannya?. Oh, rasanya aku ingin menangis saat mengingat apa yang telah aku lakukan pada saat itu. Aku telah menguatkan hatiku untuk semua itu ai san.


Sidang masih berlanjut, kali ini hakim benar-benar bimbang untuk memutuskan masalah ini. Pembunuhan itu terjadi karena dorongan dari berbagai pihak. Ucapan Renn juga seakan-akan menekan mereka semua, sehingga keputusan itu diambil dalam keadaan desakan yang sangat luar biasa.


"Karena putus asa dengan perlakuan mereka semua yang telah melecehkan pelaku, apalagi tidak ada tanggapan dari pemerintah yang memegang hukum, akhirnya pelaku memutuskan untuk menerima uluran tangan kegelapan itu. Tentunya yang dilakukan oleh pelaku adalah ungkapan dari bentuk pelarian. Sama saja pelaku membunuh dirinya sendiri dengan menerima uluran tangan kegelapan itu." Renn membacakan itu dengan perasaan yang tidak karuan. "Akan tetapi, dengan bantuan tuan x. Tuan x berharap dapat memberikan harapan pada pelaku untuk bertanggung jawab dengan baik atas apa yang telah dilakukan oleh pelaku. Bukan justru malah membunuhnya. Jika tuan x ingin membunuhnya, maka tuan x tidak akan menyelematkan hidupnya dengan mengambil semua


"Pelaku pembunuhan memang bersalah, karena telah melakukan kejahatan. Akan tetapi, kejahatan yang dilakukannya pelaku tentunya karena pengaruh obat. Itu memang sangat salah, bahkan pelaku mengakuinya." Renn tidak berbohong tentang maslah itu. Mereka dapat mendengarkan ucapan Renn dengan baik. "Dalam sidang ini, saya sebagai perwakilan pelaku hanya memohon, untuk diringankan hukuman. Supaya pelaku dengan sepenuh hati dapat membayar atas apa yang dilakukan pelaku. Jika yang mulia memberi hukuman mati, bukan malah membayar atas apa yang dilakukan pelaku, melainkan membuat pelaku lari dari tanggung jawabnya atas apa yang telah pelaku lakukan. Jika memang ingin memberikan hukuman pada pelaku agar jera melakukan kejahatan yang telah ia lakukan, maka pertimbangkan kembali hukuman mati tersebut. Mohon pertimbangan atas apa yang telah saya katakan. Terima kasih, saya rasa sekian dari saya." Rasanya memang tidak ada lagi yang hendak ia sampaikan.


Mereka semua menghela nafas dengan sesak, memang ada benarnya apa yang dikatakan Renn. Memberi hukuman mati pada pelaku kejahatan membunuh dalam jumlah korban yang sangat banyak tidak akan membayar apapun. Justru malah membuat pelaku lari dari tanggung jawabnya atas apa yang telah ia lakukan. Selain itu, menghukum mati pelaku kejahatan pun tidak akan mengembalikan beberapa nyawa yang telah pergi. Mereka sedang dalam kebimbangan, mereka tidak bisa memutuskan masalah itu dalam waktu yang singkat. Kepala mereka dibentur oleh dua fakta yang sangat menyakitkan. Mereka tidak bisa bertindak saat ini karena ucapan Renn.


"Keputusan akan ditetapkan lima belas menit lagi." Hakim merasa pusing, tidak sanggup berkata apa-apa lagi. Meskipun dari awal mereka sangat bersemangat karena hanya memutuskan perkara hukuman mati untuk Akemi Chika. Namun siapa sangka akan berakhir seperti ini setelah kedatangan Renn?.


Hakim meninggalkan ruangan, mereka benar-benar ingin berdiskusi, mereka saat ini tidak bisa berpikir jernih setelah mendengarkan ucapan Renn.

__ADS_1


CREK!!!.


Shark kembali menodongkan senjatanya, ia masih belum puas sebelum ia menembak kepala Renn.


"Dx san." Akemi Chika sangat takut melihat itu. Ia tidak dapat berbuat banyak karena kondisinya sekarang.


"Siapa kau sebenarnya?. Berani sekali kau berkata seperti itu dihadapan hakim. Apakah kau kenal dengan orang yang telah mengembalikan wujud ular cobra raksasa itu?." Ada dua pertanyaan yang ia tanyakan.


Renn dengan santainya menjauhkan senapan itu dari kepalanya. "Jika kau penasaran, kenapa kau tidak cari tahu saja?. Bukankah itu tugasmu sebagai kapten h2c?." Senyumannya begitu mengejek. "Dan kau tidak berhak menginterogasi seorang pengacara dalam ruang sidang. Sadarilah posisi mu sekarang, jangan berlagak kau memiliki kekuasaan di hadapan ku. Lakukan saja tugasmu dengan baik, shark chan." Renn menepuk pelan pundak Shark, membuat wanita itu semakin memanas. Setelah itu ia mendekati Akemi Chika, ia hanya ingin memastikan jika wanita itu baik-baik saja.


"Kegh!. Akan aku bunuh dia suatu hari nanti." Dalam hati Shark sangat dendam pada Renn. Ia benar-benar merasa direndahkan oleh Renn yang saat itu merasa di atasnya.


"Percayalah, semuanya akan baik-baik saja. Pastikan dengan baik, jika kau membayar semua apa yang telah kau lakukan." Renn tersenyum kecil. "Aku telah melakukan yang terbaik yang bisa aku lakukan untukmu. Karena kau berhak mendapatkan semua itu." Renn kembali tersenyum. "Semua orang pernah melakukan kesalahan. Ada hukuman yang benar-benar hukuman mati untuk seseorang. Tapi kau tidak berhak mendapatkan hukuman itu. Kau masih harus hidup dengan baik. Banyak hal yang harus kau hadapi jika diberi kesempatan untuk hidup. Apakah kau mengerti dengan apa yang aku katakan, chika san?." Renn hanya ingin Akemi Chika mengerti, bahwa di dunia ini memang ada hukuman yang sangat kejam, tapi ada juga yang dapat ditangguhkan.


"Um. Um, aku berjanji akan membayar itu dengan baik dx san. Aku berjanji akan hidup lebih baik lagi setelah ini." Akemi Chika menangis haru. Ia tidak pernah membayangkan, ada seseorang yang telah memberikan cahaya harapan padanya. Cahaya untuk bertahan lebih lama di dunia yang sangat kejam ini. Ia tidak menduga jika masih ada orang yang peduli padanya.


"Ya, aku akan menjadi saksinya. Aku akan melihatmu hidup dengan lebih baik lagi setelah ini." Renn juga hampir menangis melihat Akemi Chika menangis. Ia tidak sanggup melihat keadaan Akemi Chika yang seperti itu.

__ADS_1


Pada saat itu Chika San telah berjanji akan memperbaiki hidupnya dengan baik. Aku sangat senang Ketika ia memiliki harapan untuk bertahan hidup. Di dalam dunia ini ada hal yang membuat kita harus melakukan itu dengan sepenuh hati. Jangan pernah memandang remeh dengan apa yang kau lakukan. Bisa jadi bagian kecil itu adalah awal dari dirimu untuk melangkah maju. Yakinkan dirimu agar tidak menyerah begitu saja. Yakinkan pada dirimu sendiri, bahwa apa yang kau lakukan masih di jalan yang baik, dan kau tidak bosan dengan apa yang telah kau lakukan itu. Jangan mudah menyerah, kau adalah orang yang sangat kuat untuk menghadapi masalah apapun itu. Jadilah orang yang kuat dengan kekuatan yang ada pada dirimu. Kau pasti bisa melakukannya, pasti bisa melakukan itu dengan baik.


Renn off.


Mereka semua telah selesai dengan segala persiapan yang akan mereka bawa.


"Apakah kasus kali ini akan berhubungan dengan kasus Ular cobra raksasa?." Renn bertanya karena penasaran.


" Jika dilihat dari Korban yang tewas, kondisi mereka sangat aneh, sangat tidak biasa." Jawab Yui.


"Jadi, sudah dipastikan jika itu ada hubungannya." Renn dapat merasakan itu.


"Kita harus segera ke sana." Mika sangat bersemangat dengan itu.


"Baiklah, kita akan ke sana." Renn berusaha untuk menekan perasaan yang ia rasakan.


Apakah yang akan mereka lakukan setelah ini?. Apakah mereka mampu menyelesaikan masalah itu dengan baik?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya. Temukan jawabannya.

__ADS_1


Next halaman.


...***...


__ADS_2