DETEKTIF X (KASUS MANUSIA ULAR)

DETEKTIF X (KASUS MANUSIA ULAR)
CHAPTER 63


__ADS_3

...***...


Renn on.


Hidup ini memang sangat keras, bahkan disaat kita hendak ingin menyerah dengan takdir yang sangat menyakitkan ini, orang lain tidak akan membiarkan kita menyerah begitu saja. Bukan bermaksud untuk menyemangati diri kita, melainkan untuk membuat kita semakin terpuruk. Inilah dunia yang sangat menyakitkan itu, dunia yang tidak akan pernah memberikan kita kebahagiaan barang sejak walaupun dia mau memberikannya. Tapi kenyataannya kita belum pernah mendapatkan kebahagiaan itu. Bagaimana kisah selanjutnya?. Jangan lupa dukungannya ya pembaca tercinta.


Renn off.


Ia sangat terkejut ketika mendengarkan seseorang yang berbicara seperti itu padanya. Ternyata mereka telah menemukan keberadaannya. Sepertinya mereka sangat dekat dengannya yang kini sudah tidak berdaya lagi untuk bergerak barang sejengkal pun.


"Siapa yang menyuruhmu untuk pergi begitu saja?. Kau harus bertanggungjawab atas apa yang telah kau lakukan." Eagle terlihat sangat sadis menatap mata Ular Kobra raksasa itu. Seakan-akan ia hendak mencari apa yang telah disimpan oleh Ular Kobra raksasa itu.


"Aku tidak akan bertahan lama, jika kalian ingin menghukum aku pun itu percuma." Ucapnya dengan pasrahnya.


"Kau tidak akan aku biarkan lari begitu saja walaupun kau hampir mati." Shark telah mengarahkan senjata yang ia gunakan ke kepala Ular Kobra raksasa itu. Rasanya ingin ia lepaskan saat itu juga.


"Apa yang akan kau lakukan?. Bukankah kau berkata sebelumnya, jika tuan x dapat mengembalikan wujudnya. Jadi kita tunggu-." Namun saat itu Eagle menyadari ada yang aneh dengan situasi saat itu. Akan tetapi belum alat ia melanjutkan ucapannya, ia dikejutkan dengan hilangnya Ular Kobra raksasa itu dari hadapan mereka semua.


Boofh!.


Ular Kobra Raksasa itu menghilang begitu saja dari hadapan mereka semua, namun mereka semua saat itu melihat ada seseorang yang berdiri tak jauh dari mereka. Di tempat yang terbuka dimana ular Kobra raksasa itu tadinya menggulungkan dirinya?.


"Tuan x?." Shark menyadari siapa yang ada dihadapannya saat ini.


"Jadi kau adalah tuan x?." Eagle tidak menyangka jika itu adalah tuan X?. Orang yang telah membuat Shark selama ini putus asa?.


"Apa yang akan kau lakukan dengannya yang hampir sekarat itu?. Kemana kau sembunyikan dia?!." Shark telah siaga dengan senjata yang ada di tangannya, begitu juga dengan anggota yang lainnya yang bersiap-siap untuk menembak.


"Aku akan mengembalikan mereka, jika pemerintah yang kalian pegang saat ini tidak mengumbar nafsu untuk mengadili seseorang." Tuan X terlihat sangat santai berjaya seperti itu.


"Tuan x. Bisakah kita bicara sebentar?." Eagle mencoba untuk masuk ke dalam ruang yang ada di dalam mata tuan X.


"Ho?. Mata elang yang sangat bagus." Akan tetapi tuna X menyadari jika ada seseorang yang ingin masuk ke dalam alam bawah sadarnya.


"He?." Eagle sangat terkejut karena Tuan X menyadarinya. Ia sedikit terkejut dengan kemampuan yang dimiliki oleh Tuan X.


"Kau ingin melihat aku ini siapa?. Boleh saja jika kau melihat aku ini siapa. Akan aku perlihatkan padamu." Tuan X tersenyum dengan sangat ramah.


Tapi, apa yang terjadi pada saat itu cukup sangat mengejutkan. Tuan X menghilang bersama dengan Eagle, tentunya itu membuat mereka semua sangat panik dan mencari keberadaan keduanya.


"Eagle!." Shark yang berada di samping Eagle sangat terkejut ketika ia tidak lagi melihat sosok temannya itu.


Deg!.


Eagle sangat terkejut ketika ia melihat sekitarnya yang terasa sangat aneh. Tempat itu mendadak kosong tanpa ada apapun di dalamnya?. Seperti di dalam ruangan putih yang sangat besar. Ia sendiri bingung karena tadinya ia berada di hutan. Apakah ini adalah kekuatan yang dimiliki oleh Tuan X?.

__ADS_1


"Dimana ini?." Ia sendiri bertanya-tanya ia berada dimana. Ia mencoba menyusuri ruangan kosong itu tapi ia tidak menemukan apapun.


Ia terus melangkah, dan mencoba melangkah, namun hanya tempat kosong yang tidak memiliki apapun. Bahkan dengan mata elangnya itu ia mencoba mencari apa yang salah dengan ruangan itu, tapi tetap saja hasilnya sama saja. Ia berada di tempat yang sangat tidak bis ia lihat sama sekali. Hingga saat itu ia mendengarkan suara yang sangat asing baginya.


"Bukankah kau ingin melihat aku?." Suara itu bertanya padanya yang sedang dalam kebingungan.


"Siapa?." Ia bertanya siapa yang telah memberikan pertanyaan seperti itu padanya.


"Aku ada dihadapan dirimu. Apakah kau tidak bisa melihat ku?." Suara itu semakin dekat, dan semakin dekat. Matanya mencoba menerawang dengan benar sosok yang ingin memperlihatkan diri padanya.


Deg!.


Eagle melihat dengan sangat jelas dengan matanya, matanya yang sangat ia banggakan dapat melihat apa saja. Dan kini ia melihat hawa yang sangat mengerikan berdiri di belakang tuan X?. Sosok yang sangat besar, sangat mengerikan namun sangat berwibawa?. Memancarkan hawa yang sangat tidak biasa.


"Apakah ini adalah kau yang sebenarnya?." Mulutnya hampir saja tidak bisa ia gerakkan untuk bertanya saking terkejutnya dengan apa yang ia lihat saat itu.


"Apakah kau terkejut?." Tuan X tersenyum lembut. Ia terlihat sangat santai memperlihatkan siapa dirinya yang sebenarnya pada Eagle.


"Ini sangat mengejutkan aku." Eagle benar-benar hampir kehilangan kata-kata. "Apakah karena alasan ini kau membantu mereka?." Dalam lintas pikirannya memikirkan itu di saat kondisinya yang seperti itu.


"Bukan hanya itu saja alasan aku mengembalikan mereka ke wujud semula. Aku ingin mereka lebih bertanggung jawab atas apa yang telah mereka lakukan." Tuan X seakan-akan memperlihatkan apa yang telah ia lakukan. "Tapi memberikan hukuman mati pada mereka sama saja dengan membiarkan mereka lari dari tanggung jawab itu. Bagaimana menurutmu?." Ia memperlihatkan pada Eagle siapa saja yang telah ia tolong selama beberapa kasus yang ia hadapi.


"Aku-." Eagle mendadak ragu dengan dirinya sendiri setelah apa yang diperlihatkan oleh Tuan X yang tak lain adalah Renn.


"Kau tidak perlu terburu-buru menjawabnya." Tuan X mengerti dengan kebimbangan yang dirasakan Eagle. "Jawab saat kau dan aku bertemu denganmu nanti." Tuan X juga tidak ingin mendengarkan jawaban yang spontan saja. Ia ingin Eagle memikirkan apa yang telah ia katakan pada pemuda itu.


"Aku pasti akan mengembalikan mereka, namun tidak dengan pemerintah yang sekarang. Karena jika mereka dihukum mati, untuk apa aku mengembalikan wujud mereka. Aku saja sendiri bisa langsung membunuh mereka jika aku mau." Tuan X dengan tatapan dingin berkata seperti itu. "Tapi ada perasaan sakit yang harus aku lepaskan dari mereka. Perasaan yang selama ini menyiksa mereka." Ia bahkan merasakan sakit yang dirasakan oleh mereka semua. "Jika aku tidak melakukan itu, mereka akan mati dalam keadaan tersiksa. Memangnya apa yang bisa kalian lakukan jika kalian membunuh mereka dalam wujud ular cobra?. Hanya aku yang bisa mengembalikan wujud mereka. Aku pasti akan mengembalikan mereka nantinya, jika pemerintah telah berubah." Itulah yang dikatakan Tuan X pada Eagle.


Setelah itu ia mengeluarkan Eagle dari dalam ruangan khusus itu. Ruangan yang hanya bisa ia ciptakan dengan kekuatan yang ia miliki.


Boofh!.


"Eagle!." Shark sangat terkejut melihat itu. Sungguh ia tidak menduga jika akhirnya ia menemukan keberadaan temannya itu. "Kau baik-baik saja?." Ia terlihat sangat khawatir dengan temannya itu. Apalagi raut wajah Eagle yang sangat tidak biasa. "Kemana tuan x?." Ia tidak melihat tuan x?. "Apakah kau tidak bisa menangkapnya?." Begitu banyak pertanyaan yang keluar dari mulutnya.


"Lepaskan!." Eagle merasakan perasaan yang tidak nyaman sama sekali, hingga ia menepis tangan Shark.


"Hah?." Shark terkejut dengan apa yang dilakukan temannya itu. "Kau ini kenapa?." Ia bingung dengan sikap Eagle setelah sempat menghilang tadi?.


"Ini membuatku aneh." Hanya kata itu yang terucap dari mulutnya. Ia belum bisa mencerna dengan apa yang telah ia lihat tadi, rasanya itu sebuah mimpi yang sangat aneh. Apakah tuan X sengaja memperlihatkan itu padanya?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya.


...***...


Sedangkan Renn baru keluar dari ruangan yang ia ciptakan itu. Tentunya ia muncul dihadapan Yui dan Mika agar ia tidak membuat keduanya mencarinya terlalu jauh?.


Boofh!.

__ADS_1


"Renn san." Yui langsung mendekati Renn.


"Aki chan!." Begitu juga dengan Mika yang sangat khawatir dengan keadaan Renn.


"Aku baik-baik saja. Kita harus segera pergi dari sini." Matanya terasa sangat berat menahan kantuk yang menyapa dirinya.


"Baiklah. Kita tinggalkan tempat ini." Yui dan Mika membantu Renn masuk ke dalam mobil. Mereka harus segera meninggalkan tempat itu apapun yang akan terjadi nantinya.


...**...


Sedangkan Shark masih belum menerima itu?. Dalam perjalanan pulang mereka sempat berdebat karena Shark sangat heran dengan temannya yang selalu membanggakan kemampuannya itu, tapi saat itu ia sama sekali tidak bisa berhadapan dengan Tuan X?.


"Oi!. Apa maksudmu membiarkan dia pergi?!." Dengan kesalnya ia pukul sedikit keras bahu kiri temannya itu. "Apakah hanya seperti ini saja kemampuan yang kau miliki?!." Ia sangat geram dan tidak terima dengan hasil yang ia dapatkan.


"Diam!. Akan aku ceritakan padamu apa yang telah aku lihat darinya!." Eagle juga sangat kesal dengan ucapan temannya itu. Apakah dia tidak bisa melihat bagaimana situasinya saat ini?.


"Kau melihat apa darinya?." Shark sangat penasaran dengan apa yang dilihat Eagle dari Tuan X.


Bagaimana kisahnya?. Simak terus ceritanya.


...***...


Di organisasi Hitam yang ternyata diam-diam mencoba untuk melihat dan membaca gerak-gerik dari Renn. Mereka telah menemukan seseorang yang memiliki kemampuan yang berbeda?.


"Jadi kau melihat sesuatu yang berbeda darinya?." Bos besar bingung dengan apa yang dikatakan anak buahnya itu.


"Benar bos." Jawabnya. "Hanya saja aku tidak bisa masuk ke dalam sana." Itulah yang menjadi permasalahannya.


"Kenapa kau tidak bisa masuk ke sana?." Bos besar tidak mengerti sama sekali.


"Dia membuat penghalang yang sangat kuat, sehingga aku sama sekali tidak bisa masuk." Itulah yang ia rasakan ketika ia mencoba menerobos masuk ke dalam ruangan yang diciptakan Renn. 


"Apakah kau akan menyerah hanya karena kau tidak bisa masuk ke dalam sana?." Bos besar bertanya seakan-akan sedang menantang anak buahnya itu.


"Tentu saja bisa bos." Ia tersenyum kecil menjawab itu. Masih ada kepercayaan diri yang ia miliki saat itu. "Berikan aku waktu untuk masuk ke sana. Aku pasti akan membunuhnya." Bahkan ia meminta satu kesempatan lagi?. "Untuk saat ini aku tidak bisa mengalahkan dirinya karena aku kalah kecepatan. Tapi aku berjanji akan memperbaiki itu." Janji yang ia buat pada Bos besar.


"Kau harus membayar kekalahan mu. Aku menunggu kabar baik itu darimu." Bos besar memberikan kepercayaan itu?.


"Tentu saja bos. Terima kasih atas kesempatan yang bapak berikan pada saya." Ia sangat senang mendengarkan dan mendapatkan kepercayaan dari Bos besar.


"Aku tunggu kabar baik darimu." Bos besar telah memberikan kepercayaan yang sangat luar biasa pada anak buahnya.


"Tentu saja bos." Dengan senang hati ia akan melakukan itu.


Apakah yang akan mereka lakukan dengan menghentikan Akiyama Renn?. Apakah mereka tidak takut dengan pemerintah yang lebih berkuasa dari pada Akiyama Renn?. Sangat heran dan membingungkan. Bagaimana kisah lanjutannya?. Simak terus ceritanya ya.

__ADS_1


...***...


__ADS_2