DETEKTIF X (KASUS MANUSIA ULAR)

DETEKTIF X (KASUS MANUSIA ULAR)
CHAPTER 30


__ADS_3

...***...


Renn on.


Aku tidak akan membiarkan Shiro Ai tenggelam dalam masalah yang ia hadapi. Aku tidak bisa membiarkan dirinya sendirian, aku yakin dia butuh seseorang untuk memahami siapa dirinya.


"Shiro san." Begitu ular itu menundukkan kepalanya merendah pada Renn, ular itu juga tidak ada perlawanan sedikitpun. Seakan-akan telah tunduk dan takluk pada Renn. "Aku tahu kau merasa sedih karena dicampakkan oleh orang yang kau cintai." Renn dengan sabarnya mencoba menenangkan hati Shiro Ai. "Di dunia yang tidak adil ini kita selalu mendapatkan hal yang tidak kita inginkan." Renn menghela nafasnya pelan, ia seakan dapat melihat bagaimana masa lalu yang menyakitkan yang dilalui oleh wanita ini.


"Rasanya memang sangat menyakitkan, hingga kau merasa tidak ada artinya lagi." Renn berusaha menahan isak tangisnya, rasanya sangat sesak melihat kejadian masa lalu Shiro Ai saat ia menyentuh kepala ular itu, ia seakan terbawa suasana. "Tapi percayalah shiro san." Renn tidak ingin Shiro Ai menanggung sendiri rasa sakit yang ia alami selama ini. "Semua rasa sakit yang kau rasakan suatu hari nanti akan tergantikan, karena masih ada orang yang menyayangimu dengan tulus penuh kasih sayang." Ucap Renn lagi, ia berusaha meyakinkan Shiro Ai bahwa tidak selamanya seseorang menderita. "Kau harus percaya itu shiro san." Renn tidak sanggup untuk berkata-kata lagi. Perasaannya yang sangat sesak, hatinya yang sakit melihat semua yang ada di dalam diri wanita itu.


Ular cobra raksasa itu perlahan menengadahkan kepalanya, melihat dan menatap mata Renn yang dipenuhi oleh kesedihan, rasa simpati yang kuat padanya. Hingga dapat menyentuh perasaannya yang sedang bersedih hati atas apa yang telah menimpa dirinya selama ini.


Ya, pada itu aku memang merasa sangat bersimpati padanya. Itulah alasan kenapa aku harus berusaha menguatkan dirinya, bahwa dia masih memiliki banyak kesempatan jika ia mau mengubah dirinya sendirinya sendiri.


"Benarkah masih ada orang yang menyayangiku dengan tulus dan penuh kasih sayang." Hatinya bergetar juga mendengarkan apa yang dikatakan oleh Renn.


"Um, tentunya." Balas Renn meyakinkan bahwa Shiro Ai masih layak untuk dicintai.


"Kau tidak berbohong padaku, kan?. Kau tidak memberikan harapan palsu pada, kan?." Ular cobra raksasa itu menangis sedih. Dadanya terasa sangat sesak karena menahan tangisnya.


"Aku tidak berbohong padamu shiro san." Renn mengelus sayang kepala ular cobra raksasa itu.


"Percayalah, bahwa hidup ini ada kebahagiaan yang telah menunggumu." Renn tersenyum kecil. "Karena itulah, jangan melihat sakitnya saja, tapi cobalah bayangkan yang bahagianya juga, agar tetap bisa melangkah dengan baik." Lanjutnya lagi, sambil meletakkan telapak tangannya tepat di atas kepala ular cobra raksasa itu. Entah kekuatan dari mana, tiba-tiba tangan kiri Renn seakan memiliki sebuah segel kutukan untuk menarik semua aura ular cobra yang ada ada di tubuh Shiro Ai. Segel kutukan itu memancarkan cahaya kegelapan yang cukup kental hingga menimbulkan hembusan angin yang cukup kuat. Hingga mereka merasakan beban yang mereka pikul seakan ikut tersedot masuk ke dalam segel kutukan itu. Segel kutukan itu seolah-olah memakan semua kebencian, rasa sakit, serta penderita yang dirasakan oleh Shiro Ai.


Aku juga tidak mengerti kenapa tiba-tiba aku bisa mengubah seseorang kembali ke bentuk semula. Aku juga penasaran, dan aku belum menemukan jawabannya.


Cukup memakan waktu lima menit hingga aura perlahan menghilang dari tubuh Shiro Ai. Perlahan-lahan juga tubuhnya terlihat dari bawah ke atas. Kini Shiro Ai kembali ke wujud manusia normal. Apa yang terjadi sebenarnya?. Bagaimana bisa Renn melakukannya?. Segel kutukan apa yang ada di tangan Renn?. Tidak ada yang mengetahuinya.


"Aku telah kembali menjadi manusia normal?." Dalam hatinya sangat tidak percaya jika ia telah kembali ke manusia normal?. Untuk saat ini, Shiro Ai memperhatikan dengan seksama kondisi tubuhnya?. Sebelumnya ia memang pernah sekali menjadi manusia ular untuk menghabisi nyawa orang-orang yang telah menyakitinya termasuk kedua orang tuanya.

__ADS_1


Bahkan dia sendiri juga tidak percaya jika dia telah berubah menjadi manusia biasa. Ini sangat luar biasa, sulit untuk aku terima, hingga aku merasakan hal yang berbeda pada saat itu. Tapi setidaknya aku sangat bersyukur karena aku telah berhasil mengembalikan wujudnya. Walaupun itu sebenarnya hanyalah khayalan saja, tapi entah kenapa itu terasa sangat nyata.


Pemilik jarum suntik menjadi ular cobra raksasa itu mengatakan bahwa jika lebih dari dua kali menjadi ular cobra raksasa, maka untuk yang ketiga kalinya ia tidak akan bisa kembali ke wujud manusia. Tentunya fakta itu membuat Shiro Ai sangat terkejut, karena seharunya ia tidak dapat lagi kembali menjadi manusia, bukan?.


"Bagaimana bisa kau melakukannya?." Tentunya menjadi tanda tanya besar baginya, bagaimana bisa Renn melakukannya?. "Coba jelaskan padaku bagaimana mungkin kau melakukan itu?." Ia bingung dengan kenyataan itu. "Siapa kau sebenarnya?. Kenapa kau bisa mengembalikan keadaanku?." Lanjutnya lagi. Begitu banyak pertanyaan yang muncul di kepalanya saat itu.


Renn memperhatikan kedua tangannya, tangannya kembali normal tanpa ada corak segel yang ia gunakan tadi. Ia tidak bisa menjawab pertanyaan Shiro Ai, ia juga bingung mau menjelaskannya. Renn juga bingung, bagaimana bisa tanda segel itu muncul begitu saja?.


"Apa yang aku lakukan tadi sebenarnya?. Mengapa aku tidak begitu mengetahui kekuatan seperti apa yang aku miliki sebenarnya?." Renn juga tidak mengerti, ia seperti melakukan sesuatu diluar kehendaknya, bahkan ia tidak sadar telah melakukan apa. "Maafkan aku, karena aku sendiri juga tidak bisa menjelaskan padamu mengenai apa yang telah aku lakukan." Renn hanya bisa tersenyum kecil.


"Eh?." Shiro Ai semakin bingung dengan apa yang dikatakan oleh Renn.


Renn kembali tersenyum kecil, ia menatap Shiro Ai dengan senyuman tulus. "Aku mohon jangan ulangi yang seperti ini." Ucap Renn berusaha menahan tangisnya, namun air matanya tidak dapat ia tahan. "Sayangilah dirimu sendiri shiro san. Jangan siksa diri sendiri hanya karena kecewa pada seseorang. Kau juga berhak mendapatkan kebahagiaan meskipun kau merasa disakiti pada saat itu." Perasaan sesak itu masih ia rasakan, hingga rasa simpati itu hampir membuatnya menangis sedih.


"Kau ini sangat aneh sekali." Shiro Ai tidak sanggup rasanya mendengarkan apa yang dikatakan oleh Renn. Hingga membuatnya ikut menangis, menangis karena masih ada yang peduli padanya. "Hiks, mengapa kau melakukan sejauh ini?." Shiro Ai tidak mengerti mengapa lelaki ini malah menolongnya. "Padahal kita tidak saling mengenal satu sama lain, tapi kenapa kau malah membantuku?." Itulah yang membuatnya semakin menangis. "Mengapa kau tidak membiarkan aku mati saja?. Itu lebih baik bagiku." Shiro Ai menangis, menangis dan menangis. "Aku telah banyak membunuh orang." Lanjutnya lagi dalam tangisannya.


"Tentunya kau berhak diselamatkan shiro san." Renn menghapus air matanya. Ia senang mendengarnya, mendengarkan Shiro Ai mengatakan perasaan yang membuatnya merasa sesak. Renn memeluk Shiro Ai, ia mengerti rasa sakit yang dialami oleh wanita ini. Rasa sesak yang menghimpit dadanya pasti sulit untuk diredam.


Shiro Ai hanya menangis sedih mendengarkan apa yang dikatakan Renn. Sungguh laki-laki yang sangat baik menurutnya. "Padahal tidak kenal, tapi entah kenapa ucapannya membuatku merasa lebih baik." Dalam hati Shiro Ai merasakan kenyamanan. Hatinya mulai merasa lebih tenang dari yang sebelumnya. Pelukan Renn begitu hangat, hingga menenangkan dirinya yang sedang gelisah.


"Tapi aku yakin, sejahat apapun, kita masih memiliki perasaan penyesalan. Kejahatan yang kau buat hari ini adalah bentuk ketidakadilan yang kau terima selama ini." Renn melepaskan pelukannya, menatap mata Shiro Ai dengan lekat. "Karena itulah kau harus lebih kuat lagi shiro san." Renn tersenyum kecil menatap Shiro Ai. "Kau bisa memperbaiki semua kesalahanmu dengan berbuat kebaikan." Renn tersenyum lembut, ia yakin Shiro Ai butuh dukungan. "Melangkahlah dengan benar, cobalah untuk memperbaiki kesalahanmu sedikit demi sedikit." ucap Renn lagi, ia tidak mau menghakimi tindakan Shiro Ai.


"Bolehkah aku melanjutkan hidupku yang terlanjur berantakan ini?." Seperti memiliki harapan, Shiro Ai merasa sedikit hidup mendengarkan apa yang dikatakan Renn. "Apakah aku masih berhak untuk mendapatkan kebahagiaan setelah apa yang aku lakukan?." Ia menghapus air matanya. Serta mencoba menekan perasaannya yang sedang hancur berantakan.


"Umm." Renn menganggukkan kepalanya, ia lega Shiro Ai berkata seperti itu. "Tentu saja." Renn merasa terharu, ia menghapus air matanya. Rasanya Renn sangat lega, ia berhasil mengembalikan wujudmu Shiro Ai dan mematahkan segel kutukan itu. Tangannya mengelus sayang kepala Shiro Ai, agar wanita itu merasa lebih baik lagi.


"Kalau begitu mari kita pulang." Renn mengulurkan tangannya untuk mengajak Shiro Ai agar keluar dari tempat ini.


"Haik!." Dengan sedikit semangat dan harapan, Shiro Ai menyambut uluran tangan itu dengan baik.

__ADS_1


"Arigatou." Ucapnya dengan pelan, saat ia berjalan di sebelah Renn.


"Um." Renn hanya menganggukkan kepalanya.


Ya, tentunya ia memiliki kesempatan untuk melakukan apa yang ia inginkan. Semua orang pernah jahat, semua orang pernah melakukan kejahatan. Dan dia juga memilik kesempatan untuk memperbaiki kesalahan itu dari hatinya yang paling dalam. Karena itulah jangan tinggalkan dia dalam keadaan jatuh. Selamatkan dia, jangan biarkan dia merintih sendirian. Dan pada saat itu aku mencoba untuk melakukan itu padanya. Sayangnya aku sama sekali belum bisa membantunya keluar dari masalah itu karena ada sebuah organisasi yang merasa dirinya paling berhak untuk memutuskan sesuatu. Rasanya aku sangat ingin mengutuk mereka semua. Mereka menangkap kami dengan sangat kasar, aku telah berusaha untuk menyelamatkan Shiro Ai, tapi aku tidak bisa menahan mereka untuk membawa wanita itu.


Sayangnya mereka telah di tunggu oleh beberapa orang di luar?. Mereka sangat tidak menduga, jika mereka telah ditunggu oleh beberapa orang berpakaian khusus?.


"Ada apa ini?!." Renn sangat bingung, spontan ia menarik tangan Shiro Ai agar berdiri di belakangnya. "Berhati-hatilah shiro san." Bisik Renn pada Shiro Ai. Entah kenapa ia merasakan niat yang buruk yang akan mereka lakukan pada mereka.


"Apakah mereka akan menangkap aku?. Aku sangat takut sekali." Shiro Ai tidak bisa menebak, alasan kenapa mereka datang saat ini?.


"Kami akan telah memantau adanya tindakan kejahatan yang telah kalian lakukan. Terutama wanita itu." Seorang laki-laki berbadan tegap berkata seperti itu. "Dia akan aku sidang karena ia telah melakukan banyak kesalahan." Lanjutnya lagi.


"Tolong aku. Aku tidak mau ditangkap." Shiro Ai bersembunyi di balik punggung Renn, ia sangat ketakutan saat mereka mengatakan akan menangkapnya.


"Tidak akan aku biarkan kalian melakukan itu!." Renn telah berjanji akan melindungi Shiro Ai, meskipun pemerintah adalah lawannya.


"Kalian, bawa mereka!." Perintah orang tersebut, sepertinya ia adalah ketua yang memimpin penangkapan itu?. Ia tidak mau mendengarkan apapun, ataupun bantahan dari Renn.


"Oi!. Apaan ini?!." Renn terlihat bingung, mereka mau apa?. Mengapa mereka di bawa?.


"Lepaskan!. Lepaskan aku!." Shiro Ai mencoba untuk berontak.


"Hei!. Lepaskan dia!." Renn juga mencoba untuk berontak. "Jangan bawa dia!." Renn berusaha untuk melindungi Shiro Ai, akan tetapi malah diseret paksa oleh mereka yang memiliki tenaga yang lebih kuat darinya. Mereka akan di bawa kemana?. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Apakah Renn bisa melindungi Shiro Ai dari mereka semua?.


Rasanya sangat sakit, hingga aku sulit untuk bernafas. Bagaimana mungkin ada sekelompok orang bisa menganggap dirinya paling berhak menentukan masalah sebelum menemukan kebenaran dari apa yang akan ia putuskan?. Hatiku sangat tidak terima dengan apa yang terjadi. Suatu hari nanti akan aku cari tahu mereka yang sebenarnya. Tunggu saja pada saat itu tiba. Akan aku tunjukan siapa kalian yang sebenarnya Pada dunia. Temukan jawabannya.


Renn off.

__ADS_1


...***...


__ADS_2