
...***...
Renn on.
Aku dapat merasakannya, perasaan yang diselimuti oleh kegelapan yang sangat kental berasal dari dalam hutan itu. Mataku menangkap dengan jelas di dalam kegelapan itu. Sosok ular cobra raksasa yang sangat mengerikan sedang melakukan aksinya?. Tampa berpikir panjang lagi aku segera pergi ke sana untuk menenangkan dirinya. Aku harus segera menenangkan dirinya, akan sangat berbahaya jika dia sampai membuat banyak korban. Aku harap aku dapat membantunya menyelesaikan masalah ini dengan baik. Hanya itu saja harapan yang ada di dalam hatiku, dengan janji yang telah aku ucapkan pada Shiro Ai.
Renn off.
Renn Sangat terkejut melihat itu, ia segera berlari dengan cepat. Jantungnya berdetak sangat cepat, berpacu dalam waktu.
"Pak polisi ushiro. Aku aku mohon jangan bertindak gegabah." Dalam hati Renn sangat berharap itu.
Di saat yang bersamaan, Shark telah sampai di lokasi hutan selatan. Mereka datang dengan kecepatan penuh, sehingga mereka dapat merasakan bagaimana getaran guncangan yang tercipta dari ular cobra raksasa. Namun mereka tidak dapat Mendeteksi dari mana arah itu berasal. Suasana hutan yang sangat gelap membuat mereka tidak dapat melihat ular cobra raksasa itu.
"Telusuri hutan ini dengan menggunakan penerangan. Bunuh saja ular cobra raksasa itu!." Perintahnya pada anak buahnya.
"Siap!. Laksanakan!."
Setelah itu mereka bergegas masuk ke dalam hutan untuk memeriksa apakah memang ada ular cobra raksasa itu di dalam hutan.
"Sepertinya aku tidak perlu memaksa orang tidak berguna itu untuk melakukan perubahan wujud, karena dia telah berubah dengan sendirinya." Setelah berkata seperti itu, ia buru-buru masuk ke dalam hutan. Mungkin ia akan bertemu dengan tuan X nantinya. "Aku telah siap dengan segala kemungkinan." Ia menyeringai lebar membayangkan dirinya yang berhasil membunuh tuan X.
Apakah benar ia dapat melakukan apa yang ia bayangkan saat itu?. Temukan jawabannya.
Namun disaat yang bersamaan di sisi lainnya. Ada seseorang yang sangat mencurigakan sedang mengamati bagaimana ular cobra raksasa itu memangsa mereka semua. Tentunya ia mengamatinya dari jarak yang cukup aman. Matanya mengamati Ular cobra raksasa itu telah berhasil membunuh mereka semua. Keadaan mereka sangat mengenaskan. Sungguh tidak enak untuk dilihat oleh manusia normal.
"Sejauh yang aku amati, dia telah berubah menjadi ular cobra raksasa sebanyak tiga kali. Apakah dia masih bisa hidup dalam dua hari kedepannya atau tidak." Ia telah mengamati Pak Polisi Ushiro Ueda sejak ia membeli kapsul ular cobra raksasa itu darinya. "Sejauh ini juga aku belum melihat orang itu ikut bergerak, ataupun ikut campur dalam masalah ini." Perintah dari Bos organisasi Hitam kali ini adalah menangkap orang yang telah berhasil mengembalikan wujud ular cobra raksasa itu menjadi manusia biasa. Tugasnya kali ini menangkap orang itu dalam keadaan hidup, atau mati jika dia melawan nantinya. "Aku akan menunggu kedatangannya. Apakah dia benar-benar akan ikut campur dalam masalah ini." Ia menggunakan teropong untuk melihat fokus pada sekitarnya. Mungkin saja ada orang itu akan muncul nantinya.
Sedangkan Renn saat ini masih berlari dengan sangat kencangnya. Ia berlari mengikuti jejak yang dilalui oleh pak polisi Ushiro Ueda. "Cepat!. Kau harus cepat!." Seseorang yang selama ini berada di dalam tubuhnya memperingatkan Renn bergerak dengan cepat.
"Aku tahu itu!. Aku juga sedang mengusahakannya!." Teriak Renn dengan amarah yang membara. Hatinya juga sangat panas, ia juga ingin segera membantu orang itu agar tidak terjatuh lebih dalam lagi. Nafas dan jantungnya sedang berpacu dengan waktu. Serta keinginannya yang ingin segera menyelamatkan Pak Polisi Ushiro Ueda. "Aku mohon agar kau bertahan ushiro san!." Teriaknya dengan nafas yang memburu.
Apakah Renn bisa menyelamatkan Pak Ushiro Ueda?. Simak terus ceritanya.
Di Satu sisi lainnya Pak Polisi Ushiro Ueda yang telah berhasil membunuh mereka semua. Tentunya ia tidak dapat kembali ke bentuk semula karena ia telah berubah menjadi ular cobra raksasa sebanyak tiga kali. Itu artinya tidak ada lagi kesempatan untuknya untuk kembali ke bentuk manusia.
__ADS_1
"Jika aku tidak bisa kembali ke bentuk semula, maka yang harus aku lakukan adalah membunuh mereka semua. Supaya aku tidak menyesal dengan apa yang telah aku lakukan. Hidupku tidak akan sia-sia seperti ini."
Itulah yang ada di dalam pikirannya saat ini. Setelah itu ia meliuk-liuk meninggalkan tempat itu, menuju desa. Ia berencana akan membunuh mereka semua sebelum ia mati karena racun dari Ular Cobra Raksasa itu akan membunuhnya secara perlahan lahan.
"Kalian harus membayar apa yang telah kalian lakukan padaku." Hatinya yang saat itu sedang menaruh dendam yang sangat membara. Namun pada saat ia hendak menuju lebih jauh lagi, pada saat itu ia telah diincar oleh orang-orang yang dari tadi mengincar dirinya.
Dor!!!.
Terdengar suara letusan senjata api yang Sangat kuat. Itu adalah tanda peringatan dari mereka. Ular Cobra Raksasa itu berhenti, melihat sekelilingnya yang telah mengepung dirinya. Mereka yang ingin menangkap dirinya. Mereka menggunakan senjata yang sangat Mengerikan dibandingkan suara tembakan Peringatan tadi.
"Jadi kalian ingin membunuh aku?!." Ia melihat orang-orang asing itu yang telah siap dengan senjata ditangan mereka. Ular Cobra Raksasa itu dapat merasakan adanya ancaman bahaya yang akan ia dapatkan.
Deg!!!.
Saat itu juga Renn dapat merasakan adanya ancaman bahaya yang dihadapi oleh Ular Cobra Raksasa itu.
"Cepat renn!." Orang itu juga merasakan bahaya itu.
"Aku tahu itu!." Renn semakin bergemuruh dengan Perasaan yang ia rasakan. Hingga ia tidak dapat lagi merasakan langkah kakinya.
"Ular cobra raksasa." Saat itu Shark muncul di balik pohon, ia mengamati Ular Cobra Raksasa itu yang sedang waspada dengan apa yang akan mereka lakukan. "Aku tidak melihat tuan x, ataupun orang yang mencurigakan di sekitar sini." Dalam hatinya bertanya-tanya apakah Tuan X benar-benar akan datang atau tidak. Ternyata Shark telah berhasil menyusul anak buahnya yang telah berhasil menemukan keberadaan Ular Cobra Raksasa.
Karena tidak ada juga pergerakan juga pergerakan dari mereka, ular cobra raksasa itu bergerak duluan. Karena ia tidak ingin membuang-buang waktu berlama-lama di sana. masih ada hal yang harus ia kerjakan karena itulah ia harus pergi dari dari secepatnya. Namun mereka memberikan ancaman pada ular tersebut hingga ulah tersebut terpancing marahnya.
"Kami beri peringatan kepadamu agar menyerah secepatnya jika kau tidak ingin celaka."
"Kalian tidak akan mudah untuk membunuhku atau menangkapmu." Amarahnya membara ketika ia mendengar ancaman itu tidak akan ia biarkan orang itu menghalangi jalannya. "Sebaiknya kalian pergi dari sini dengan sekali kibasan cukup membuat mereka semua terkejut, karena hampir sebagian dari mereka terkena kebahasaan ekor ular kobra raksasa itu.
"Tembak!." Perintah Shark yang tidak tahan dengan kondisi seperti itu, sepertinya Ular Cobra Raksasa itu tidak bisa diajak kompromi lagi. Daripada mereka yang menjadi korbannya dan pekerjaannya akan sia-sia, karena ada hal yang harus ia pastikan setelah itu.
Suasana di sekitar tempat itu menjadi kacau apalagi ketika ular cobra raksasa itu juga melarikan diri dari sana.
"Kurang ajar!. Dia berani melarikan diri dari kejaran ku." Shark sangat sakit hati, ia tidak membiarkan targetnya melarikan diri. "Lepaskan tembakan obat bius!." Perintahnya pada anak buahnya, pada anak buahnya yang masih tersisa.
"Siap!. Laksanakan!."
__ADS_1
Mereka dengan cepat melepaskan tembakan itu sebelum ular kobra raksasa menjauh dari sana.
Boosh!!!.
Tembakan obat bius itu dilepaskan begitu saja, tentunya tembakan itu tepat mengenai tubuh ular cobra raksasa itu.
"Keghah!."
Ular Cobra Raksasa itu berteriak keras karena tubuhnya terkena tembakan obat bius yang hampir membuatnya tidak sadarkan diri.
"Cepat amankan ular cobra raksasa itu!." Perintahnya lagi.
"Siap!. Laksanakan!."
Mereka bergegas mendekati Ular Cobra Raksasa itu. Akan tetapi pada saat itu mereka semua dikejutkan dengan hal yang tidak mereka duga sebelumnya.
Booth!.
Ular cobra raksasa itu menghilang begitu saja dari hadapan mereka semua. Tentunya mereka semua bingung, heran, dan terpaku ditempat. Bagaimana mungkin ular cobra raksasa itu melarikan diri, ah lebih tepatnya menghilang dari sana.
Deg!!.
"Ba-ba bagaimana mungkin itu bisa terjadi?." Orang misterius yang dari tadi mengamati itu sangat tidak percaya, jika ular cobra raksasa itu menghilang dari Pengamatannya?.
Sedangkan Shark mencari keberadaan seseorang yang mungkin itu adalah ?.
"Jadi kau adalah tuan x?." Matanya Saat itu menangkap sosok yang sangat asing baginya. Seseorang yang dapat melenyapkan ular cobra raksasa itu.
Anak buah H2C Sangat tercengang melihat seseorang dengan santainya melihat ke arah mereka semua.
"Apakah itu adalah nama julukan yang kau berikan padaku?." Sepertinya Shark tidak ingat dengan jelas bagaimana wajah Akiyama Renn.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Apakah akan terjadi Pertarungan antara mereka?. Simak terus ceritanya.
...**...
__ADS_1