
...***...
Yho!!!. Pembaca tercinta. Ini masih lanjut flashback author harap pembaca tercinta tidak kabur karena cerita ini masih ngawur. Ok!. Tanpa banyak bacod!!!!.
Rettsu baca!!!.
Renn on.
Pada saat Mika mengatakan masalah wanita pemikat aku hanya berpikir itu hanyalah masalah percintaan bisa. Namun pada saat itu aku langsung mencari klien terlebih dahulu, dengan begitu aku memiliki alasan untuk mencari tahu kebenaran dari kasus itu. Karena pada saat itu aku merasakan ada yang aneh, aku bergegas menuju lokasi. Aku tidak ingin kejadian yang sama terulang Kembali. Aku sama sekali tidak menunggu respon mereka seperti apa. Pikiran yang sadis sedang menari-nari di dalam hatiku.
"Arumi erika. Seorang mahasiswa yang pacarnya kepincut setengah mati pada kurai no uta. Dan info yang penting belum kami dapatkan secara lanjut." Mika sedikit mendapatkan informasi tentang Kurai Uta.
Renn nampak berpikir. "Kurai no Uta?. Rasanya sangat sedih mendengar itu. Apakah itu nama aslinya atau hanya nama pentasnya saja?. Aku jadi penasaran apakah wanita pemikat ini bisa di selamatkan." Dalam hati Renn sangat heran 100%.
Deg
Tiba-tiba Renn teringat sesuatu, hingga tanpa sadar ia berdiri dari duduknya, membuat Yui, Mika, dan Taka terkejut.
"Apaan sih, bikin kaget saja!." Taka sedikit protes karena ia yang sangat dekat duduk dengan Renn, ia heran mengapa Renn malah bersikap aneh.
__ADS_1
"Ada apa aki chan?." Mika melihat gelagat aneh pada Renn, wajahnya terlihat pucat pasi.
"Renn san?." Yui jadi khawatir, apakah ada sesuatu yang dipikirkan oleh Renn sehingga ia seperti itu?.
"Jika memang ini berhubungan dengan kasus waktu itu, aku harus segera mengamankannya." mata Renn terbelalak lebar, pikirannya jadi kacau. "Aku akan menerima kasus ini. Jadi kalian cari tahu siapa si kurai no uta itu." Itulah perintahnya pada Mika dan Yui.
"Apa maksudmu dengan segera mengamankannya renn san?." Yui sedikit bingung dengan ucapan Renn. "Coba jelaskan pada kami supaya kami mengerti." Yui tentunya ingin mendengarkan penjelasan itu.
Sedangkan Mika dan Taka juga, tidak biasanya Renn terburu-buru dalam bertindak, apalagi dengan raut wajahnya yang sekarang yang menyimpan berjuta ketakutan. Apalagi saat ia terburu-buru sedang mengemasi beberapa barang yang ia bawa selain jas kebanggaannya, juga beberapa peralatan lainnya.
Setelah itu aku memang memutuskan untuk menemui Arumi Erika. Kami janjian akan bertemu di suatu tempat. Jika kalian bertanya kenapa ada orang yang meminta bantuan padaku Meskipun aku bukanlah orang terkenal, maka dengan jujur aku menjawabnya. Itu karena biaya yang akan mereka keluarkan sangatlah murah. Selain itu mereka tidak perlu mengikuti prosedur yang sangat membingungkan dan juga antri yang lama hanya untuk mengetahui apa yang mereka inginkan. Baiklah!. Kita langsung masuk pada intinya saja. Lanjutkan!.
Mereka bertemu di taman yang tak jauh dari rumahnya Kurai no Uta. Mereka ingin memantau apa yang dilakukan oleh Kurai Uta dan Asuka di dalam?.
"Jadi menurutmu asuka berpaling darimu setelah pulang dari konser itu?." Renn ingin memastikan jika informasi Yui dan Mika sesuai fakta. Dalam perjalanan tadi, Yui dan Mika telah mengirim semua informasi yang ia dapatkan.
"Um." Arumi menganggukkan kepalanya, ia membenarkan apa yang dikatakan oleh Renn.
"Tapi aku tidak menyangka bahwa dia akan parah seperti ini." Lanjut Arumi mengingat bagaimana perilaku Asuka yang telah berubah.
__ADS_1
Dari apa yang dilihat Renn, mata itu memanglah jujur, jika boleh jujur juga. Renn merasa simpati pada wanita ini. "Sangat jujur, juga baik hati." Dalam hatinya mengambil kesimpulan seperti itu. Entah mengapa ia dapat melihat semua yang dilalui oleh Arumi Reika bersama kekasihnya Asuka. Renn bahkan merasa iri pada kehidupan percintaan yang dilalui oleh Arumi Reika.
Sementara dirinya tidak mengingat apapun, selain setelah ditolong oleh seorang pendeta Gereja. Selebihnya ia lupa dengan kehidupan sebelumnya seperti apa. Bisa dikatakan, selama tujuh tahun belakangan ini ia mencoba untuk hidup normal, tanpa mengingat masa lalunya seperti apa hingga ia bertemu dengan Mika dan Yui yang memiliki masa lalu yang kelam.
Pada saat kami hendak ke sana, Kami malah menemukan hal yang mungkin membuat seseorang yang mencintainya sakit hati. Tidak suka dengan apa yang terpampang di depan matanya saat itu.
Baru saja mereka hendak melangkah mendekati rumah itu, Renn dan Arumi melihat Kurai no Uta bersama Asuka sedang asyikkan di halaman Rumah. Benar-benar mengumbar kemesraan bak sepasang kekasih yang sedang kasmaran. Di saat seperti ini, Renn dapat merasakan kesedihan yang dirasakan oleh Arumi.
"Perasaan cinta memang mengerikan, membuat seseorang lupa untuk bersikap normal. Akal pikiran telah diracuni oleh keinginan memiliki. Perasaan ingin menguasai seseorang, melahirkan perasaan sedih. Perasaan sedih melihat orang yang paling kita cintai bersama orang lain." Dalam hati Renn sangat bingung tentang perasaan pribadi yang dimiliki oleh seseorang pada saat itu.
"Apa yang harus-." Belum sempat Renn bertanya apa yang akan mereka lakukan, namun sepertinya Arumi sudah bertindak duluan, tidak tahan lagi dengan apa yang ia lihat. Ia bergerak keluar dari persembunyian, membuat Renn terkejut. "Oi?!. Ini sangat gawat sekali." Dalam hati Renn sangat panik karena ia tidak melihat Arumi. "Arumi san tunggu!." Renn berusaha untuk menghentikan Arumi, namun wanita itu berjalan sangat cepat. Hingga ia melabrak Asuka dan Kurai no Uta dan kekasihnya itu?.
Keduanya terkejut?. Siapa yang tidak terkejut, tiba-tiba saja ada seseorang datang dalam keadaan marah, berteriak dengan suara yang sangat keras.
"Dasar wanita penggoda sialan!." Teriak Arumi dengan suara keras, memaki Kurai sambil memukul dan mendorong Kurai no Uta dengan kerasnya. Hingga wanita itu berteriak kesakitan atas apa yang telah dilakukan oleh Arumi padanya.
Arumi telah menunjukkan Kemarahan yang ia rasakan pada saat itu. Hingga ia melampiaskan rasa sakit yang ia rasakan. Pada saat itu aku bingung, mau menyelamatkan Arumi atau wanita yang terlihat telah jatuh di kegelapan. Namun pada saat itu, Pemuda itu juga butuh diselamatkan. Dia juga perlu diselamatkan. Karena pengaruh dari wanita itu, wanita pemikat. Pemuda itu sama sekali tidak bisa mengenali siapa dirinya. Ini sungguh sangat membingungkan. Situasi seperti itulah yang mengganggu pikiranku. Aku tidak bisa memutuskan dengan cepat mau membantu siapa terlebih dahulu. Mohon dukungannya ya pembaca tercinta. Simak terus ceritanya
Renn off.
__ADS_1
...***...