DETEKTIF X (KASUS MANUSIA ULAR)

DETEKTIF X (KASUS MANUSIA ULAR)
CHAPTER 66


__ADS_3

...**...


Renn on.


Terkadang kekuatan memang sangat kita butuhkan di dunia ini untuk melangkah untuk melawan hal yang sangat menyakitkan. Tapi kekuatan yang seperti apa yang kita butuhkan?. Apakah kekuatan yang dapat menghancurkan musuh?. Kekuatan untuk menaklukkan musuh?. Atau kekuatan untuk membantu orang lain?. Atau kekuatan seperti apa yang kau inginkan untuk dunia ini?. Atau untuk dirimu sendiri?. Atau untuk orang lain?. Hanya kau yang tentukan kekuatan seperti apa. Setidaknya kekuatan itu jangan kau gunakan untuk menyakiti orang lain, karena karma di dunia ini sangat nyata jika kau menyakiti orang lain dengan sengaja ataupun tidak disengaja. Bagaimana kelanjutannya?. Simak dengan baik kisah ini.


Renn off.


Bos besar organisasi Hitam masih bingung, setelah mendapatkan kabar dari anak buahnya bahwa orang yang dibawa Tuan X masih belum diketahui bagaimana nasibnya. Ini adalah untuk kedua kalinya ia mendapatkan laporan yang seperti itu.


"Siapa sebenarnya dia?. Kenapa dia memiliki kekuatan yang dapat mengubah seseorang kembali ke wujud manusia?." Dalam renungannya sambil memikirkan cara untuk mengembangkan kapsul ular kobra raksasa, ia memikirkan kekuatan seperti apa yang dimiliki oleh Tuan X.


"Kali ini aku telah menambahkan resep yang berbeda dari yang sebelumnya. Aku pasti akan membuatnya merasa semakin prustasi sehingga dia tidak mau menolong siapapun juga." Ia ingin mencoba melakukan sesuatu pada Tuan X, dan ia ingin obat itu dengan kekuatan yang ia miliki saat ini. "Mari kita lihat kekuatan siapa yang lebih unggul." Ia tersenyum lebar sambil membayangkan hal apa saja yang akan ia dapatkan dengan penemuan barunya itu. "Akan aku tunjukkan padamu kekuatanku dalam menciptakan alat untuk balas dendam yang sangat menyakitkan. Aku yakin kau akan merasakan bagaimana rasanya prustasi yang membuatmu hampir gila." Baginya itu adalah penghinaan yang sangat memalukan sebagai seseorang yang bergelar profesor obat yang paling ahli di dunia?. "Akan aku lakukan percobaan pertama." Ia mengambil obat percobaan pertama yang telah berhasil ia kembangkan di beberapa resep terkahir kali ia membuat obat yang bentuk kapsul, namun isinya adalah cairan aneh yang dapat mengubah seseorang ke wujud ular kobra raksasa. "Kapsul keabadian yang akan membuat seseorang tidak akan bisa kembali ke wujud manusia. Aku yakin kau akan merenggut nyawamu sendiri jika kau memaksakan diri untuk mengubahnya menjadi manusia." Ia membayangkan bagaimana reaksi seseorang yang abadi, tidak akan bisa dikembalikan ke wujud manusia. "Mari kita lakukan percobaan ini dengan sangat menyenangkan." Ia terkekeh dengan suasana hati yang sangat gembira luar biasa.


Apakah ia berhasil menemukan obat yang tidak dapat diubah oleh Tuan X?. Bagaimana jawaban dari pertanyaan itu?. Simak dengan baik kisah ini.


...***...


Di suatu tempat.


Telah terjadi transaksi antara penjual kapsul ular kobra raksasa dan pembeli. Sepertinya memang harus ada janji, agar obat itu sampai pada orang yang sangat tepat, dan tidak bisa dibeli sembarangan karena pemerintah telah mengeluarkan edaran akan menghukum mati bagi yang telah ketahuan menggunakan obat terlarang itu. Namun tidak dengan orang yang sangat misterius ini, ia masih berani membeli obat itu melalui situs rahasia yang berhasil ia dapatkan.


"Aku telah memesan dua hari yang lalu. Apakah aku bisa mendapatkan apa yang aku inginkan?." Sepertinya ia terlihat sangat tidak sabar dengan pesanannya.


"Tentu saja kau berhak mendapatkan apa yang kau inginkan." Laki-laki yang menjual kapsul itu langsung memberikan sebuah kotak kecil yang sangat unik. Mungkin orang akan mengira itu adalah hadiah spesial, sehingga orang-orang tidak akan menaruh curiga jika itu sebenarnya adalah kapsul suntik ular kobra.


"Baiklah, kalau begitu aku ingin minta barang yang telah aku pesan." Dengan senang hati ia mengambil kota unik itu, tentunya benda itu yang paling ia tunggu-tunggu sebelumnya.


"Tentu saja kau akan mendapatkan barang yang telah kau pesan." Laki-laki itu telah mengambil barang bukti pembelian dari wanita itu. Karena transaksi itu sangat rahasia, makannya tidak sembarangan ia menyerahkannya tanpa adanya bukti transaksi itu terjadi.


"Ya, terima kasih." Ucapnya sambil mengambil nota pembelian sah, dan ia telah mendapatkan barang itu secara utuh tanpa adanya hambatan apapun lagi.

__ADS_1


"Kau bisa mengetahui semua peraturan tersebut di dalam sana. Jika kau mau kau bisa mempelajarinya terlebih dahulu. Kau tidak perlu terburu-buru." Sebelum ia pergi meninggalkan kliennya itu sempat memberikan pesan agar tidak membingungkan nantinya.


"Tentu saja. Aku akan melihatnya dengan sangat baik." Ia tersenyum dengan lembut, ia sudah tidak sabar lagi ingin menggunakan itu.


"Kalau begitu pertemuan kita sampai di sini saja. Aku hanya mengantar barang kau minta saja." Tidak ada rasanya yang ingin ia sampaikan pada kliennya. Ia harus meninggalkan tempat itu secepatnya, karena ia tidak mau ketahuan atau dilihat oleh orang lain.


"Terima kasih sekali lagi aku ucapkan." Orang misterius itu membungkukkan badannya untuk mengucapkan terima kasih.


"Semoga kau bisa bersenang-senang dengan apa yang kau inginkan." Laki-laki itu juga melakukan hal yang sama, walaupun ada bentuk perasaan cemas yang ia tunjukkan sesaat sebelum senyuman palsu ia tunjukkan pada kliennya.


"Tentu saja." Balasnya dengan ramah.


"Sampai jumpa." Setelah berkata seperti itu laki-laki penjual kapsul ular cobra raksasa segera pergi dari sana. Ia akan kembali ke organisasi Hitam, dan mungkin akan melakukan penjualan ke tempat lainnya?. Tidak ada yang tahu pasti apakah pekerjaan yang ia lakukan hanya sebatas itu saja atau ada yang lainnya.


"Baiklah. Benda ini sudah berada di dalam genggamanku." Orang misterius itu memeluk dengan sangat serta kota unik itu. "Aku harus melakukannya dengan sangat baik." Ia berjalan meninggalkan tempat itu. "Tidak akan aku sia-siakan kesempatan ini." Saat ini ia sedang membayangkan hal unik apa yang akan ia lakukan dengan kapsul ular cobra raksasa?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya. Simak dengan baik kisah ini terjadi.


...***...


Di kantor pusat H2C.


"Sejauh ini, apakah kau telah menemukan orang yang telah menggunakan kapsul ular kobra raksasa?." Shark tahu jika Eagle memperhatikan layar penangkap pengguna Kapsul ular cobra raksasa. Karena itulah ia bertanya pada temannya yang terpesona dengan tampilan yang ada di depannya.


"Setidaknya ada tiga orang yang diduga menggunakan kapsul ular cobra." Ia menunjukkan siapa saja yang telah menjadi calon pengguna itu.


"Tiga orang?." Shark sangat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Eagle. "Kenapa tiba-tiba sebanyak itu?." Ia tidak percaya jika ada banyak pengguna dalam waktu yang bersamaan?. Apakah peningkatan penjualan obat itu sedang baik?. Atau mereka sama sekali tidak takut dengan apa yang telah diumumkan pemerintah?. Atau mereka untuk menguji seberapa sabar pemerintah dalam menghadapi kasus aneh itu?.


"Aku tidak tahu. Namun itulah yang aku lihat." Eagle masih belum percaya, namun ia bisa melihat itu dengan sangat baik. "Aku tidak mengerti kenapa tiba-tiba saja mereka menggunakan kapsul ular kobra raksasa dalam waktu yang bersamaan." Ia juga bingung dengan kasus yang akan mereka hadapi kali ini.


"Lalu apa yang akan kita lakukan pada ketiga orang ini?." Shark bertanya karena ia ingin mendengarkan bagaimana tanggapan temannya itu.


"Kita harus segera menangani mereka. Tentunya mereka semua harus ditangani dengan sesegera mungkin." Eagle merasakan ada hal yang tidak beres dari ketiga calon pengguna kapsul ular cobra raksasa.

__ADS_1


"Ya, aku rasa kau benar." Shark sangat setuju dengan apa yang dikatakan oleh temannya.


Apakah yang akan mereka lakukan setelah ini?. Simak dengan baik kisah ini.


...***...


Sepertinya bukan hanya Eagle saja yang dapat merasakan itu. Renn dari tadi juga sangat gelisah. Raut wajahnya sangat kusut setelah mendapatkan penglihatan itu dari monitor yang ada di depannya.


"Ada apa renn san?." Yui memutuskan untuk bertanya karena ia sangat heran dengan raut wajah Renn yang sangat tidak biasa.


"Aki chan?. Apakah kau merasakan ada hal yang aneh yang akan terjadi?." Mika juga dapat merasakan kegelisahan itu, hingga ia juga bertanya pada Renn.


"Ya. Aku dapat merasakannya. Perasaan ini sangat kuat sekali." Renn menunjukkan tiga calon pengguna kapsul ular cobra raksasa. "Sepertinya kita akan menghadapi masalah yang lebih sadis dari yang sebelumnya." Ia belum menjelaskan pada mereka tentang apa yang ia lihat.


"Apakah itu akan berbahaya renn san?." Yui mengamati dengan baik apa yang akan dilakukan Renn.


"Apa yang akan kau lakukan aki chan?." Mika sangat penasaran bagaimana dengan tanggapan dari Renn mengenai apa yang akan mereka hadapi hari ini.


"Saat ini kita harus tetap waspada." Hanya itu yang dapat ia katakan pada kedua temannya. "Aku belum bisa memastikan apa yang akan kita hadapi nantinya." Karena itulah ia tidak bisa menjelaskan secara detail. "Ini sangat membuatku tidak nyaman sama sekali." Memang ada perasaan aneh yang menyelip di hatinya saat ini.


"Oh renn san. Aku harap kau lebih berhati-hati lagi. Kami tidak sanggup melihat mu seperti itu terus." Yui tidak memaksakan Renn untuk menjelaskan apa yang ia rasakan pada saat itu. Tapi setidaknya ia ingin mendukung Renn dengan sepenuh hatinya. Hanya itu saja yang dapat ia lakukan untuk Renn.


"Benar apa yang dikatakan yui san. Apakah kau tidak bisa berhenti membuat kami cemas melihat mu yang tidak sadarkan diri?." Mika juga mulai terbuka dengan apa yang ia rasakan. Ia benar-benar mengatakan bagaimana perasaannya saat ini.


"Maafkan aku. Aku tidak bisa janji. Namun aku harus mencari tahu bagaimana caranya berhadapan langsung dengan organisasi hitam yang telah menjual obat itu kepala semua kalangan masyarakat." Renn memang bukan tipe orang yang menepati janji, namun ia akan berusaha untuk melakukannya.


"Oh renn san." Yui hampir saja menangis mendengarkan apa yang dikatakan Renn.


"Kau ingin membahayakan dirimu ke dalam masalah lagi aki chan?." Mika benar-benar berusaha menekan apa yang ada di dalam hatinya saat ini. "Apakah kau tidak bisa tersiksa sendiri saja?." Mika sampai bertanya seperti itu pada Renn.


"Sungguh maafkan aku. Sebagai raja ular aku tidak bisa mengabaikan mereka. Aku akan lebih tersiksa jika aku mengabaikan mereka dan mati dalam keadaan seperti itu." Tidak ada yang bisa ia katakan lagi pada mereka kecuali kaya yang seperti itu.

__ADS_1


Baginya saat ini melindungi mereka semua adalah tugasnya. Apakah yang akan Renn lakukan setelah ini?. Simak terus ceritanya.


...***...


__ADS_2