DETEKTIF X (KASUS MANUSIA ULAR)

DETEKTIF X (KASUS MANUSIA ULAR)
CHAPTER 39


__ADS_3

...***...


Ketika Akemi Chika hendak masuk ke rumahnya, ternyata ia telah ditunggu oleh beberapa orang yang mengenakan pakaian khusus. Mereka adalah anggota dari H2C, dan mereka terlihat sangat tidak bersahabat sama sekali, sehingga Akemi Chika merasa sangat tidak nyaman dengan mereka.


"Kau harus ikut kami dengan baik, jika kau tidak ingin dalam masalah yang sangat besar lagi." Mereka mengarahkan senjata untuk mengancam Akemi Chika.


"Um." Akemi Chika hanya mengangguk saja, ia juga tidak ingin mendapatkan masalah.


Akemi Chika hanya mengikuti kemana ia akan dibawa oleh mereka yang sama sekali tidak memiliki perasaan simpati sedikitpun.


"Jika kau ditangkap oleh mereka, aku bersumpah akan membebaskan dirimu dari kekangan mereka. Percayalah, jika aku akan mengeluarkan dirimu dari masalah itu dengan baik." Itulah yang diinginkan oleh Akemi Chika. Ia ingat dengan janji yang telah diucapkan oleh Renn kala itu padanya. "Renn san. Aku sangat takut. Aku sangat takut jika mereka akan membunuhku sebelum aku sampai di pengadilan." Dalam hatinya sangat takut sekali. "Kau harus segera datang. Aku takut sekali renn san. Tolong aku." Akemi Chika berusaha untuk menahan tangisnya karena ia takut mereka akan melakukan sesuatu padanya. Seperti membunuhnya, itu adalah hal yang paling ia takuti.


Hatinya memang sangat takut, tapi sebisa mungkin ia ingn bertahan, ia tidak bisa putus asa begitu saja. Apakah yang akan terjadi setalah ini?. Apakah benar Renn akan membantunya?. Atau itu hanyalah bualan dari seorang laki-laki saja?. Simak terus ceritanya.


...***...


Sementara itu, Renn dapat merasakannya. Ia dapat merasakan bagaimana perasaan takut, gelisah, serat kesedihan yang dirasakan oleh Akemi Chika saat ini. Dadanya terasa sangat sesak merasakan itu semua, karena apa yang ia rasakan benar-benar langsung ia rasakan dari Akemi Chika.


"Apakah kalian telah mendapatkan informasi itu?. Apakah informasi yang aku dapatkan itu telah benar?." Ia bertanya pada Yui dan Mika yang selalu siaga jika ia memerlukan bantuan apapun.

__ADS_1


"Ya, tentu saja kami telah mendapatkan apa yang kau minta renn san." Yui menyerahkan semua data yang ia dapatkan. "Semua sesuai dengan apa yang kau katakan. Jadi kau bisa membantunya dalam meringankan hukuman yang akan ia dapatkan nantinya." Yui hanya tersenyum kecil. Ia kini dapat melihat perubahan yang dirasakan Renn, rasanya ia memang melihat orang yang berbeda dari yang biasanya. Renn kini memang berbeda dari Renn yang sebelumnya.


"Jika masalah uang, aku telah menyiapkan semuanya." Mika menyerahkan sebuah tas yang berisikan uang yang sangat banyak. "Kau bisa menggunakan uang itu untuk apa saja. Termasuk untuk menyewa seorang pengacara untuk membelanya nantinya. Jadi jangan sia-siakan uang itu begitu saj. Apakah kau mengerti aki chan?." Rasanya Mika ingin menangis karena keduanya Renn yang sangat luar biasa setelah kejadian itu. Rasanya ia sedang berbicara dengan orang lain, bukan dengan Renn yang biasanya. Apakah ini adalah pertanda baik atau pertanda buruk?. Ia juga tidak mengerti akan ke arah mana.


"Terima kasih yui, mika. Kalian memang terbaik." Ia mengacungkan jempolnya pada kedua wanita muda yang selalu membantunya jika dalam masalah yang sangat serius.


"Lakukan semuanya dengan baik." Meskipun mereka sering melihat Renn keluar untuk melakukan pekerjaan, namun kali ini lebih berbahaya dari yang sebelumnya.


"Ya, aku akan melakukannya dengan cara yang lebih baik lagi. Aku tidak akan membiarkannya dalam bahaya lagi karena apa yang telah aku lakukan nantinya." Renn berjanji akan lebih berhati-hati dalam bertindak, jika ia tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama nantinya.


Renn telah berjanji akan melakukannya dengan cara yang lebih baik lagi, ia tidak akan gegabah. Simak terus ceritanya.


Di tempat organisasi H2C.


Saat ini shark sedang mengamati Akemi Chika yang terlihat takut padanya. Entah kenapa ia ingin marah dengan apa yang telah dilakukan oleh Akemi Chika.


"Katakan padaku yang sebenarnya. Kenapa kau bisa berubah menjadi manusi ular?. Apa yang hendak kau capai dengan cara yang seperti itu?. Apakah kau tidak mengerti dengan apa yang telah kau lakukan?. Jangan membuatku lebih marah lagi setelah apa yang telah kau lakukan selama ini." Tatapan mata itu, serta pernyataan yang ia ucapkan sangat mengancam, membuat Akemi Chika sangat ketakutan. Apakah ia akan mati di sana sebelum ia bertemu dengan Akiyama Renn yang telah berjanji akan menyelamatkan dirinya?.


"Kau akan mendapatkan hukuman mati jika kau tidak mau bekerja sama denganku." Shark benar-benar mengancam Akemi Chika dengan ucapannya. "Jangan buat aku menunggu terlalu lama hanya untuk mendengarkan jawaban darimu." Lanjutnya lagi dengan tatapan mematikan.

__ADS_1


"Aku, aku hanya melakukannya. Karena selama ini tidak ada yang mau mendengarkan apa yang telah aku alami. Apakah aku tidak boleh balas dendam atas apa yang telah aku lakukan?." Akemi Chika memberanikan dirinya untuk menjawabnya. Ia juga tidak suka dengan keadaan seperti itu.


Brakh!.


Ia menggebrak meja itu dengan suara yang sangat keras. Sehingga membuat Akemi Chika sangat terkejut, apakah ia salah menjawab pertanyaan itu?. Apakah dia tidak mengerti dengan apa yang telah ia katakan?. Kenapa mereka sangat ingin menekan perasaan yang ia rasakan?.


"Kau tidak berhak melakukan dengan cara seperti itu. Apakah kau tidak mengerti jika apa yang kau lakukan justru malah membunuh banyak orang!." Bentaknya dengan suara yang sangat keras.


"Jika kau tidak berhak, maka mereka juga tidak berhak untuk merusak hidupku!. Apakah kau pikir aku tidak menderita dengan apa yang telah mereka lakukan padaku?. Apakah menurutmu aku ini adalah boneka yang dengan seenaknya saja mereka permainan kan?." Akemi Chika seperti memiliki keberanian untuk melawan Shark, sehingga Shark hampir saja menggunakan kekerasan untuk membuat Akemi Chika diam.


"Sekali pun merasa bersalah, tapi apa yang telah kau lakukan tetaplah bersalah. Apalagi kau membeli obat kapsul ular cobra raksasa untuk membunuh orang lain. Akan aku pastikan kau akan mendapatkan hukuman mati atas apa yang telah kau lakukan." Shark mengancam Akemi Chika. Ia sangat geram dengan bantahan dari Akemi Chika. "Pada sidang itu, aku jamin kau akan mendapatkan hukuman mati. Jadi bersiaplah dua beberapa hari kedepannya untuk sidang." Lanjutnya sambil menarik tangan kiri Akemi Chika, setalah itu ia menusuk ujung jari telunjuk Akemi Chika untuk mengambil dadanya.


"Kegh!." Akemi Chika meringis sakit atas apa yang telah dilakukan oleh Shark.


"Kau akan ditahan sampai hari itu tiba." Setalah berkata seperti itu ia langsung meninggalkan Akemi Chika.


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Bagaimana keadaannya setelah ini?. Simak terus ceritanya, jangan lupa dukungannya ya.


...***...

__ADS_1


__ADS_2