
...***...
Renn on.
Pada saat itu aku datang menemui Pendeta Kosumatsu. Selama ini dia lah yang telah menyelamatkan aku dari kegelapan. Dia yang memberikan cahaya harapan padaku. Kali ini aku aku datang padanya dalam keadaan sangat bersedih yang paling dalam. Aku tidak mengetahui mau kemana lagi, jika tidak datang menemui dirinya. Ini sangat luar biasa sekali sesaknya, aku tidak dapat lagi menahan perasaan itu.
Sesak, rasanya sangat sesak. Kenapa ia masih gagal melindungi orang-orang yang membutuhkan bantuan darinya?. Apa yang salah sebenarnya?. Mengapa ia merasa gagal kali ini?. Tidak bolehkah ia melakukan kebaikan pada seseorang?. Hatinya sangat sesak, hampir saja ia lupa cara bernafas dengan benar karena perasaan sedih dan kecewa pada dirinya sendiri. Renn sedang menemui seseorang yang mungkin bisa menenangkan pikirannya saat ini. Sungguh hatinya sangat hancur berantakan setelah kejadian itu.
"Aku tahu kau masih bersedih, renn kun." Seorang lelaki yang sudah terlihat tua menepuk pundak Renn. Lelaki yang menolong masa lalu Renn dari ketidaktahuan tentang jati dirinya. Sampai sekarang lelaki itu masih terus memberi semangat hidup pada Renn agar tidak berputus asa menjalani kehidupan ini. "Kita hanyalah manusia biasa yang sudah berusaha dengan sekuat tenaga, tapi Tuhan tetap maha penentu atas nasib seseorang." Lanjutnya lagi, ia tahu bagaimana rasa sedih yang dirasakan oleh Renn. "Karena itulah kau harus kuat menerima apapun yang telah ditakdirkan oleh Tuhan." Ia terus berusaha untuk menguatkan Renn. "Begitu juga denganmu, usahamu. Namun sepertinya takdir berkata lain." Lelaki itu tentunya memahami kesedihan yang dirasakan oleh Renn. Bagaimana perasaan Renn yang tidak bisa menyelamatkan seseorang.
"Tapi kasamatsu san, padahal tinggal sedikit lagi kami-" Renn berusaha menahan tangisnya mengingat kejadian itu. "Aku harusnya bisa menyelamatkannya. Tapi aku hanya memberikannya harapan yang tidak berguna sama sekali, yang pada akhirnya hanya membawanya pada kematian." Renn tidak sanggup membayangkan bagaimana keadaan pada saat itu.
Rasanya Renn sangat menyesal atas ketidakberdayaan pada waktu itu. Andai saja ia bisa bergerak lebih cepat, pasti ia berhasil menyelamatkan Shiro Ai dari nasib yang lebih malang.
"Aku tidak akan pernah memaafkan mereka. Mereka harus bertanggung atas kematian ai san. Tidak seharusnya mereka membunuhnya dengan kejam seperti itu." Tangisnya pecah, air matanya tidak dapat ia simpan lagi. Rasanya sangat pedih, hingga dadanya terasa sesak mengingat bagaimana waktu itu.
"Renn kun." Dalam hati Kasamatsu sangat bersimpati dengan apa yang dirasakan oleh Renn.
"Mereka tidak berhak melakukan itu pada ai san." Dadanya sangat sesak, sangat sesak karena tidak bisa melepaskan bayangan itu dari pikirannya. "Apakah mereka tidak bisa mengerti sedikit rasa sakit, juga penderitaan yang dialaminya?. Mengapa?." Renn mengeluarkan semua rasa sesak yang menghimpit dadanya, sangat sesak untuk disimpan hingga tanpa sadar ia menangis terisak.
"Aku rasa dia juga ingin kembali merasakan cinta. Tapi mereka malah membunuhnya, tidak memberikan kesempatan padanya untuk merasakan itu. Tanpa berpikir panjang mereka malah membunuhnya." Hati Renn semakin sesak. "Ai san bukan manusia ular lagi, tapi dia telah menjadi manusia normal. Aku hanya ingin membawanya pergi dari sana. Tapi kenapa mereka masih ingin menahannya?. Kenapa tidak dibiarkan pergi?. Dia tidak ada urusannya dengan mereka yang merasa berkuasa atas segala hal tentang urusan pribadi seseorang." Renn benar-benar menyesal karena tidak bisa membawa Shiro Ai keluar dari sana dengan keadaan selamat. Di sisi lain ia juga menyesal karena ia tidak bisa memberikan semangat hidup pada Shiro Ai pada saat itu.
Hatiku sangat hancur berkeping-keping karena aku tidak berhasil menyelamatkannya. Rasanya sia-sia saja aku menangis, karena tangisanku tidak akan dapat mengembalikan Satu nyawa yang telah pergi. Maafkan aku Shiro Ai, karena aku tidak dapat menepati janjiku padamu. Aku harap kau mau memaafkan aku. Kini hanyalah air mata kesedihan yang aku rasakan. Karena penyesalan yang aku rasakan tidak akan mengembalikan dirimu. Perlahan-lahan aku mencoba untuk mengingat apa yang terjadi pada saat itu.
Di ruangan Shiro Ai.
Wanita yang telah menginterogasi Shiro Ai sangat terlihat kasar. Beberapa kali ia memukul kepala Shiro Ai dengan sangat kuat.
"Sudah aku katakan jawab dengan benar!." Bentaknya dengan kuat sambil terus memukul kepala Shiro Ai, hingga ia berteriak kesakitan.
"Keghakh!." Shiro Ai tidak tahan lagi, tapi wanita itu tidak merasa kasihan sama sekali padanya.
Beruntung pada saat itu Yui dan Mika masuk, langsung mengamankan Shiro Ai.
"Kami diperintahkan pemimpin untuk membawa tahanan ini." Yui menunjukkan lencananya. Selain itu Yui menarik tangan Shiro Ai agar jatuh ke pelukannya. "Sangat keterlaluan sekali." Dalam hati Yui sangat miris melihat keadaan Shiro Ai yang gemetaran ketakutan.
"Hah?!." Namun ia tidak terima sama sekali, hampir saja ia menyerang Yui, jika saja tidak diancam oleh Mika.
"Jika kau berani melawan, akan ku bunuh kau!." Ancam Mika sambil menyodorkan senapan kecil ke arah wanita itu. Mau tak wanita itu terdiam, karena ia tidak mau mati sia-sia.
Setelah itu mereka segera meninggalkan tempat itu, mereka harus segera mengamankan Shiro Ai.
"Kau tenang saja nee-san." Bisik Yui mencoba untuk menenangkan Shiro Ai. "Kami temanmu." Yui sangat tidak tega melihat keadaan Shiro Ai saat ini.
"Benarkah?." Shiro Ai tidak mau tertipu oleh mereka.
__ADS_1
"Ya, tentu saja." Yui mengelus pelan kepala Shiro Ai.
Mereka bergegas membawa Shiro Ai pergi dari sana. Mereka harus bergegas membawa Shiro Ai, supaya tidak disiksa oleh H2C.
"Mungkin kau kenal dengannya." Mika menunjuk ke arah Renn yang dari tadi menunggu mereka dengan perasaan gelisah.
"Oh!. Akhirnya kalian datang juga." Renn terlihat sangat gregetan saat melihat kedatangan mereka semua.
"Renn san." Shiro Ai sangat senang melihat Renn. Tanpa sadar ada keinginan dari dirinya untuk memeluk Renn. Tentunya itu membuat Renn, Yui, dan Mika terkejut melihat itu.
"Ai san. Tenanglah." Renn yang terkejut dengan pelukan Shiro Ai hanya berusaha menenangkannya. Dalam kondisi mental yang tidak sedang terganggu seperti itu, tentunya seseorang membutuhkan tempat untuk menenangkan diri. Apalagi Shiro Ai sampai menangis sesegukan. Pasti sangatlah berat baginya ditekan seperti itu ketiak diinterogasi oleh orang yang tidak dikenal sama sekali.
"Kita harus segera keluar dari sini renn san. Tempat ini sangat berbahaya." Yui mengamati sekitar, mereka masih berada di luar halaman gedung aneh itu.
"Benar itu aki chan. Jangan sampai mereka menyadari, jika kita berhasil membawa kalian dari sini." Mika juga cemas, hingga ia berpikiran yang buruk jika mereka tertangkap.
"Kita juga harus mengamankannya, merawat lukanya." Yui memperhatikan beberapa luka yang dialami oleh Shiro Ai.
"Mereka benar-benar tidak memiliki hati nurani." Suasana hati Renn sangat panas ketika ia memperhatikan Shiro Ai. "Mari kita tinggalkan tempat ini." Ia genggam erat tangan Shiro Ai, pertanda ia ingin menguatkan wanita itu.
"Um." Shiro Ai berusaha menguatkan hatinya karena ucapan Renn.
Ingatan yang masih tertinggal pada saat itu adalah, Yui dan Mika yang sedang berusaha untuk membawamu keluar dari sana. Aku sangat takut jika terjadi sesuatu padamu. Karena itulah aku meminta keduanya untuk menyelamatkan mu dari tempat terkutuk itu.
Renn, Mika, Yui, dan Shiro hampir saja keluar dari gerbang markas H2C, namun sayangnya mereka ketahuan, dan dicegat oleh pasukan H2C yang lainnya. Sepertinya mereka telah mengetahui, jika ada tahanan yang kabur?. Padahal mereka telah berlari sekuat mungkin agar meninggalkan tempat itu, tapi nyatanya mereka menyadarinya. Tentunya mereka tidak akan membiarkan mereka lolos begitu saja dari tempat ir
"Lalu apa yang akan kita lakukan aki chan?." Mika mulai waspada.
"Kita harus bisa keluar dari sini dengan aman." Renn sebenarnya takut, tapi ia harus kuat demi melindungi Shiro Ai.
"Renn san." Shiro Ai sangat takut karena telah dikepung oleh mereka semua.
"Tenanglah ai san." Renn menggenggam erat tangan Shiro Ai, meskipun ia sendiri sedang ketakutan.
"Sialan, padahal tinggal sedikit lagi kami berhasil meninggalkan tempat ini, tapi mengapa malah ketahuan dengan cepat!." Dalam hati Renn sangat mengutuk mereka semua yang entah memiliki dendam apa padanya sehingga tidak mau melepaskannya dan Shiro Ai begitu saja. Renn merasa kesal karena tidak bisa membawa Shiro Ai dari tempat ini secepatnya, dan malah ketahuan penyamaran mereka.
"Kalian tidak akan lolos begitu saja dari sini." Tora terlihat marah, sekaligus merasa malu karena tertipu oleh mereka. Ia mengarahkan senjatanya tepat membidik kepala Renn. "Berani sekali kalian menipuku!." Tora tidak menyangka dengan mudahnya dirinya ditipu?. Emosinya benar-benar memuncak sampai ke ubun-ubun.
Renn hanya tertawa kecil mendengarkan itu. "Kau saja yang mudah ditipu." Renn memandang remeh Tora.
"Kau benar-benar kurang ajar!. Aku bersumpah akan membuatmu ditahan di sini selamanya." Sorot mata itu dipenuhi dengan dendam pada Renn.
"Tora chan. Sayang sekali, kami tidak akan menjadi tahanan di sini." Balas Renn tersenyum kecil. Ia bersikap waspada, begitu juga Mika, dan Yui yang berusaha untuk melindungi Shiro Ai dari mereka yang ingin menangkapnya.
"Menyerah lah?. Tidak ada gunanya kalian melawan!." Tora sebagai pemimpin memperingati Renn cs agar segera menyerah?. Sehingga suaranya terdengar sangat keras, supaya mereka lebih takut padanya?.
__ADS_1
"Heh!. Sayang sekali yora, dan maaf saja. Kami tidak akan menyerah begitu saja." Yui yang membalas ucapan Tora, membuat lelaki itu kesal.
"Benar!. Kami tidak akan menyerah begitu saja." Mika yang tadinya diam merasa sangat kesal mendengarnya.
"Tangkap mereka semua!. Hidup atau mati!." Perintah Tora pada anak buahnya, ia tidak tahan lagi dengan apa yang mereka katakan.
Saat mereka hendak menangkap Renn cs, tentunya melakukan perlawanan, sehingga terjadi pertarungan antara Renn, Yui, dan Mika. Mereka bertiga berusaha untuk melindungi Shiro agar tidak ditangkap oleh H2C. Meskipun ia bukanlah seorang seorang petarung yang hebat, namun ia bisa mengatasi semua serangan yang datang padanya.
"Hoooo, boleh juga kau rupanya." Tora tidak menyangka jika Renn lumayan hebat dalam ilmu bela diri. Tora sesekali melayangkan pukulan dan tendangan ke arah Renn. Namun Renn berhasil menghindarinya, atau bahkan menangkis serangannya.
"Heh!. Kau saja yang meremehkan kemampuanku!." Renn dapat merasakan itu, apalagi melihat tatapan mata Tora yang dipenuhi ambisi kegelapan yang tidak ingin dilihat olehnya.
Memang ia akui saat pertama kali berhadapan dengan kasus manusia ular Renn merasa takut. Takut karena tidak mengetahui apa yang terjadi, bahkan ia masih bimbang dengan kekuatan yang ia miliki?. Renn masih belum mengetahui mengapa ia bisa melakukan semua ini?. Dalam ketidaktahuannya, ia telah melakukan hal-hal yang luar biasa di alam bawah sadarnya. Kini rasa takut itu berubah menjadi bentuk keberanian untuk melindungi orang-orang yang jatuh dalam kegelapan. Di dalam kegelapan itulah ia merasakan ada sosok lain yang mengendalikan dirinya untuk melakukan semuanya.
Tapi sayangnya pada saat itu aku tidak bisa membawamu dengan mudahnya dari sana karena mereka mengetahui rencana yang telah kami susun dengan matang. Kenapa mereka masih saja ingin menangkap kami?. Kenapa mereka bersikeras untuk menahan kami di sana?.
Renn terus berhadapan dengan Tora, sementara itu, Yui, dan Mika sekuat tenaga melindungi Shiro Ai. Mereka benar-benar menggunakan kekuatan mereka agar Shiro Ai tidak jatuh ke tangan mereka.
"Renn san." Shiro Ai sangat takut, ia sangat takut berada di antara mereka yang sedang baku hantam. "Kyaa!." Shiro Ai berteriak karena terkejut tiba-tiba dari belakangnya ada seseorang yang hendak menarik tangannya, akan tetapi Mika berhasil menghalaunya.
"Kenapa mereka ingin sekali menangkap aku?. Apakah karena apa yang telah aku lakukan?." Batin Shiro Ai ketakutan, ia tahu ia telah berbuat salah, tapi apakah ia tidak memiliki kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya?.
"Tetaplah berada di belakang kami shiro san." Mika mencoba memperingati Shiro agar tetap berada di belakangnya. Cukup lama pertarungan mereka, Shiro Ai benar-benar tidak tahan melihat bagaimana pertarungan yang dilakukan Renn dan kedua temannya yang sedang berjuang melindungi dirinya. Hatinya sangat sakit melihat itu, hatinya sangat terpukul hebat saat matanya menangkap bagaimana sikap kasar mereka pada Renn, Yui dan Mika. Rasanya ia tidak sanggup melihat itu, laki-laki yang baik sedang mempertahankan dirinya. Melindungi dirinya, padahal mereka sama sekali tidak pernah saling kenal satu sama lain. Tapi kenapa laki-laki itu mengorbankan dirinya dalam bahaya?. "Kenapa kau bersikeras renn san?!. Apakah kau tidak menyayangi dirimu sendiri?." Dalam hatinya menekan perasaan sesak yang ia rasakan pada saat itu. Sungguh sangat sakit hatinya melihat itu semua, melihat orang yang memperjuangkan dirinya. "Jika orang lain, mungkin akan membiarkan ia begitu saja. Tapi kenapa kau ingin menyelamatkan aku renn san." Itulah yang membuatnya iba, sekaligus terharu. Karena tidak ada yang benar-benar memperlakukan dirinya seperti itu.
"AKU MENYERAH!." Teriak Shiro Ai dengan suara yang cukup keras, membuat mereka semua memperhatikan dirinya. Termasuk Renn yang tidak percaya dengan apa yang ia dengarkan. Shiro Ai tidak tahan lagi, ia tidak bisa melibatkan orang lain lebih dari ini. Melihat pertarungan Renn, Yui, dan Mika yang berusaha untuk melindungi dirinya membuatnya sakit. Rasa bersalah menghinggapi dirinya, ia tidak kuasa menahan rasa bersalah itu melihat orang-orang yang tidak kenal dengannya tapi berusaha untuk melindunginya?. Rasa bersalah itu membuat dirinya tersiksa, apakah ia masih pantas mendapatkan kesempatan kedua saat melihat betapa pedulinya mereka terhadap dirinya?. Bukan berarti ia menyerah, ia sangat berharap mendapatkan kesempatan kedua, tapi apakah dengan mengorbankan mereka yang simpati padanya.
"Apa maksudmu ai san?!." Dengan cepat Renn menghampiri Shiro Ai, dan melupakan pertarungannya dengan Tora. Renn ingin memastikan kembali bahwa apa yang dikatakan oleh Shiro Ai itu tidak benar.
Aku telah melakukannya dengan persiapan mental yang sangat kuat untuk mengatasi mereka semua, tapi saat itu ada yang membuat aku terkejut adalah, Ketika Ai san berterian menyerah. Kenapa ia menyerah begitu saja?. Apa yang membuatnya menyerah?.
Menyerah?. Renn yakin Shiro Ai masih memiliki hati yang kuat untuk berjuang kedepannya kan?. Tapi apa yang baru saja ia ucapkan?.
"Aku rasa sudah cukup renn san." Meski menangis, Shiro Ai tetap masih menunjukkan senyumannya pada Renn, membuat Renn kebingungan.
Sedangkan Yui dan Mika mencoba untuk menghadang mereka semua agar tidak mengganggu Renn yang kini sedang bertanya pada Shiro Ai kenapa ia menyerah.
"Tapi kenapa ai san?. Kenapa kau menyerah dengan mudahnya?. Kita bisa memperbaikinya." Renn menghujani Shiro Ai dengan banyak pertanyaan.
"Aku tidak ingin kau terluka karena membela diriku yang penuh dosa ini." Shiro Ai memperhatikan luka-luka di wajah Renn, luka-luka akibat bertarung dengan Tora, kapten H2C yang memiliki kekuatan yang cukup kuat. Shiro Ai tidak sanggup melihat pemandangan yang seperti itu, baru kali ini hatinya bergetar melihat betapa tulusnya uluran simpati yang diberikan Renn, Yui, dan Mika padanya. Karena itulah ia tidak ingin mereka terluka hanya karena melindungi dirinya. "Biarkan saja aku mati. Anggap saja itu adalah bayaran setimpal dengan apa yang telah aku lakukan pada mereka." Lanjut Shiro Ai dengan pasrah. Ia berusaha menahan tangisnya, ia mengingat semua apa yang telah ia lakukan belakangan ini.
Aku hampir saja menangis saat mendengarkan apa yang ia katakan.
"Tidak boleh begitu ai san. Kau tidak boleh menyerah begitu saja." Renn mencoba memberikan semangat hidup pada Shiro Ai. "Kami melakukan semua ini demi dirimu, kau berhak untuk bahagia. Kau berhak untuk memperbaiki diri." Renn tahu kegalauan hati yang dirasakan oleh Shiro, ia tahu hatinya goyah dengan apa yang ia lihat. "Tapi tidak di tempat yang berbahaya ini." Renn tidak rel jika Shiro Ai disiksa seperti itu oleh mereka semua.
Aku sangat melarang keras jika ia ingin menyerah begitu saja. Apakah karena ia sudah tidak tahan lagi dengan apa yang ia rasakan?. Apa yang telah membuatmu menyerah?. Kau harus bisa bangkit Ai san. Aku sangat yakin, bahwa kau bisa melewati ini dengan sangat baik. Percayalah pada diri sendiri, bahwa kau mampu melakukan itu Ai san. Dunia ini masih memiliki tempat kebahagiaan yang dapat menerima dirimu dengan tangan terbuka. Jika kau menyerah sekarang, maka semuanya akan pergi dan terbuang sia-sia. Mari kita buat keputusan yang tidak akan pernah kau lupakan di dalam hidup ini. Mari kita berjuang untuk masa depan.
__ADS_1
Renn off.
...***...