DETEKTIF X (KASUS MANUSIA ULAR)

DETEKTIF X (KASUS MANUSIA ULAR)
CHAPTER 31


__ADS_3

...***...


Renn on.


Ternyata Pada saat itu aku dan Shiro Ai sedang ditahan di suatu tempat. Di sel yang berbeda, tapi dalam ruangan yang sama. Aku tahu pada saat itu ia ketakutan, tapi ia tidak menunjukkan ketakutan itu. Aku akan berusaha untuk membuatnya merasa nyaman.


Di sisi lain. Di sebuah tempat yang sama sekali tidak diketahui dimana tempat itu berada.


Renn dan Shiro menjadi tahanan H2C atau (Hunter Human Cobra). Saat ini mereka berada di penjara, namun masih tetap di tempat yang sama. Mungkin karena masih malam saat penangkapan itu terjadi, saat ini mereka untuk sementara waktu ditahan.


"Ne, namamu siapa?." Shiro menatap Renn yang kini berada di depannya. "Tidak adil rasanya, jika hanya kau saja yang mengetahui namaku." Shiro Ai tersenyum kecil, ia mencoba untuk bersikap tegar, meski nantinya akan terjadi kemungkinan terburuk dalam hidupnya setelah ini.


Renn membalas senyuman itu, ia ikut tersenyum. "Namaku renn akiyama, panggil saja renn." Kali ini Renn tersenyum lebar, ia tidak dapat menyembunyikan rasa bahagianya saat melihat Shiro Ai mulai kembali terbuka.


"Akiyama san." Shiro Ai terpana dengan apa yang ia lihat.


"Renn saja. Itu lebih baik." Entah kenapa ia tidak ingin terkesan formal saat itu.


"Akan aku ingat bahkan aku mati sekalipun. Renn san, itu nama yang keren." Ucapan Shiro Ai terdengar sedikit menyeramkan. Namun Renn hanya tertawa kecil, menganggap itu adalah sebuah candaan belaka. "Kalau begitu panggil nama kecilku saja. Ai, itu adalah panggilan dari orang tua ku." Shiro Ai juga mencoba untuk dekat dengan Renn, walaupun momen ini hanya sebentar saja yang ia dapatkan nantinya.


"Ai?." Renn mengulang kembali menyebut nama itu. "Ai, dalam bahasa inggris yang berarti love, cinta." Ucap Renn sambil membentuk tangannya seperti hati. "Ai." Ulangnya lagi dengan senyuman hangat. "Ai, membuatku ai padamu." Lanjutnya lagi, seakan-akan ia sedang menggoda Shiro Ai. Tentunya itu mengundang tawa bagi Shiro Ai, entah kenapa pada saat itu Renn terlihat sangat lucu baginya.


"Hahaha!. Kau ini ada-ada saja renn san." Saat itu juga ia tertawa lepas, ia tidak dapat menahan tawanya.


"Ya, tertawalah. Karena kau berhak untuk tertawa saat ini." Dalam hati Renn sangat senang melihat raut wajah Shiro Ai saat tertawa. "Aku ai padamu." Lanjutnya dengan eskpresi yang sangat lucu. Membuat Shiro Ai semakin tertawa.

__ADS_1


"Hihihi, ternyata digoda laki-laki yang tulus seperti ini. Rasanya aku tidak dapat menahan tawaku." Ya, itulah yang ia rasakan pada saat itu. Hatinya benar-benar lapang. Ia belum pernah merasakan hal yang sangat indah seperti ini menurutnya. Hatinya benar-benar hangat dengan tingkah laku Renn.


Aku tidak menyangka jika senyumannya, juga tawanya akan semanis itu. Dia adalah wanita yang sangat baik, hanya saja dia terpengaruh akan keadaan. Sehingga membuatnya seperti itu. Aku sangat berharap jika ia mendapatkan seseorang yang mencintainya suatu hari nanti. Aku sangat kasihan dengan hidupnya yang sekarang. Sorot matanya menandakan bahwa ia telah menyerah dengan semua yang akan ia terima nantinya. Bahkan pada malam itu aku tidak mengerti harus berkata apalagi padanya. Tapi setidaknya aku dapat mendengarkan nyanyiannya yang sangat merdu itu. Meskipun nyanyian itu sebenarnya mengandung kesedihan, tapi sepertinya itu adalah ungkapan suasana hatinya. Hatinya yang sedang sedih karena keadaan yang ia rasakan pada saat itu.


Malam itu mereka lewati dengan mengobrol kecil. Setelah itu, Shiro menyanyikan sebuah nada lagu yang menenangkan. Mungkin lagi pengantar tidur sebelum tidur untuk Renn?. "Anggap saja itu adalah hadiah untukmu, karena kau telah menyelamatkan aku renn san." Dalam hatinya mencoba tetap tegar, namun ia tetap menyanyikan lagu itu dengan sangat baik. "Kau adalah laki-laki yang sangat baik. Ingin rasanya aku mengenal dirimu lebih jauh." Sepertinya itu hanyalah sebuah harapan fana baginya.


"Suaramu sangat indah ai san. Bodoh sekali lelaki yang telah mencampakkan wanita sehebat dirimu. Lagumu itu sebenarnya adalah lagu yang dapat menyentuh hati siapa saja. Hanya saja akhirnya kau menggunakan lagumu untuk kejahatan, karena hatimu yang telah ternodai oleh rasa sakit hati dan penghianatan. Lagu yang kau senandung kan harusnya memang seperti ini ai san." Dalam hati Renn sangat sedih, ia tidak dapat membayangkan bagaimana perasaan luka yang dirasakan oleh Shiro Ai di masa yang lalu. Pasti sangat menyakitkan baginya, berusaha seorang diri dengan ketegaran yang ia miliki. Hingga akhirnya ia menyerah dengan segala kepahitan yang ia rasakan.


Renn benar-benar sangat bersimpati pada Shiro Ai, rasanya ia benar-benar ingin menyelamatkan wanita itu dari keterpurukan yang ia rasakan saat ini. Apakah Renn bisa menyelamatkan Shiro Ai?.


Rasanya aku ingin menangis mendengarkan suara nyanyiannya pada malam itu. Kenapa seseorang dengan teganya menyakiti orang lain?. Apakah saat itu dia tidak memiliki perasaan apapun?. Apakah dia tidak merasakan bagaimana perasaan sakit terhadap orang yang disakitinya.


Hatiku semakin sakit saat mereka dengan semena-menanya melakukan hal yang sangat buruk ketika interogasi. Mereka ingin menginterogasi diriku ini?. Apakah mereka ingin bermain-main dengan diriku ini?. Baiklah, sejauh mana mereka ingin mengetahui tentang diriku.


Sepertinya pagi telah datang. Renn dan Shiro dibawa ke ruang terpisah, mereka diinterogasi. Akan tetapi mereka diinterogasi di ruangan yang berbeda, sehingga Renn sangat khawatir dengan keselamatan Shiro Ai.


"Kau tidak terluka sama sekali." Lelaki itu memperhatikan tubuh Renn dengan seksama, mungkin ia salah orang?. Tidak ia tidak salah orang karena ia dua kali bertemu dengan Renn. "Saat terakhir kali aku melihatmu kau dalam keadaan terluka yang sangat parah, dan bahkan bisa dikatakan hampir mati!." Emosinya meledak begitu saja ketika ia mengetahui jika Renn masih dalam keadaan normal tanpa adanya luka?.


"Siapa kau sebenarnya?!. Apakah kau siluman ular yang menjelma dalam wujud manusia!." Lelaki itu menatap tajam ke arah Renn, ia ingin mengetahui kebenarannya. Ia terus melemparkan pertanyaan, namun belum satupun yang dijawab oleh Renn.


"Dia ini bertanya pada siapa?. Bertanya sendiri tanpa adanya yang menjawab. Dia ini yang sakit atau aku yang terlalu normal?." Dalam hati Renn mencoba untuk menyimak pertanyaan itu.


"Tidak mungkin orang yang telah dimakan ular raksasa bisa hidup!. Dalam keadaan sehat segar bugar seperti kau!." Ada bentuk emosi yang berusaha ditahan oleh lelaki itu, namun Renn dapat menangkapnya dengan jelas.


Siapa juga yang ingin memberi tahu identitas ku sebenarnya Pada kalian?. Jangan harap kalian bisa melakukan itu dengan sesuka hati kalian. Maaf saja, aku bukanlah orang yang dengan mudahnya untuk kalian dapatkan.

__ADS_1


"Heh!." Renn mendengus kesal, ia bersikap cuek, tidak peduli dengan orang ini. "Jika kau merasa kapten hebat, coba saja cari tahu sendiri, tanpa melakukan hal bodoh seperti ini padaku, takemaru michio san, Yo!." Ucap Renn tersenyum miris melihat lekat mata lelaki itu.


Deg!!!. Laki-laki itu sangat terkejut mendengarkan Renn menyebut nama aslinya.


Brak!!!.


"Bedebah kau!." Bentaknya sambil menggebrak meja itu dengan sangat kuat. "Beraninya kau menyebut namaku!." Lelaki menarik kerah baju Renn sebagai ungkapan kemarahan yang ia rasakan pada saat itu. "Bagaimana mungkin dia mengetahui nama asliku?." Dalam hati Tora atau Harimau yang artinya. Saat ini ia sangat heran karena Renn mengetahui nama aslinya?.


"Heh, itu sangatlah mudah saja bagiku!." Ucap Renn dengan santainya, membuat Tora atau nama aslinya Takemaru Michio semakin marah, menarik kerah baju Renn dengan kuat. Namun Renn mencoba untuk menepis itu dengan sangat kuat. "Bahkan aku mengetahui apa yang ingin kau ketahui di dunia ini." Ucapnya dengan santainya sambil mengibas tangannya seperti ia sangat najis sekali disentuh oleh Tora.


"Kegh!." Tora sangat murka, ia tidak suka ada yang bersikap kurang ajar padanya. "Jangan membuatku marah, atau kau akan jadi tahanan H2C selamanya!." Sepertinya Tora mengancam Renn, ia tidak suka ada yang berani merendahkan dirinya. "Kau pikir aku tidak berani melakukan itu?. Aku adalah pemimpin yang sangat disegani di sini." Lanjutnya lagi sambil menunjuk tepat di depan mata Renn.


"Heh!." Renn hanya memalingkan wajahnya saja, membuat Tora semakin naik darah dengan sikap cuek Renn. "Siapa yang sudi menjawab pertanyaanmu itu." Renn tidak yakin dengan ancaman dari Tora. "Tapi jika kau ingin mengetahui dimana letak negara maju, maka aku bisa menjawabnya dengan sangat baik." Dengan raut wajah yang tak berdosa ia berkata seperti itu.


"Jawab pertanyaanku dengan benar!. Jangan mengalihkan pembicaraan." Ucapnya sambil berusaha bersikap tenang, walaupun emosinya masih terasa hingga ke ubun-ubun.


"Aku tidak mengalihkan pembicaraan. Aku hanya sedang memikirkan jawaban apa yang akan aku berikan padamu." Renn malah tersenyum lebar, ia seakan mempermainkan Tora dengan kata-kata dan sikapnya.


"Kegh!." Tora benar-benar sangat kesal dengan apa yang ia dengar. Namun ia sebisa mungkin mengendalikan keadaan. "Awas saja kau nanti." Dalam hatinya sangat mengutuk apa yang dilakukan Renn.


Rasanya aku tidak dapat menahan tawaku Pada saat itu. Rasanya sangat lucu melihat bagaimana raut wajah si macan ompong itu. Aku tidak tahan lagi ingin menjahili dia lebih dari itu. Ini sangat luar biasa bisa mengerjai dia yang seperti itu, meskipun sebenarnya sangat khawatir dengan keadaan Shiro Ai. Aku harap ia baik-baik saja saat ini. Aku harap mereka tidak menyiksa dirinya karena masalah yang telah ia perbuat selama ini. Rasanya aku tidak tahan lagi dengan keadaan yang seperti ini. Aku tidak mengerti harus seperti apa, dan harus berbuat apa untuk menyelamatkan Shiro Ai dari kondisi mengerikan seperti itu. Apakah aku tidak bisa bergerak barang sejenak?. Lelah juga rasanya seperti ini terus-menerus.


Renn off.


Next.

__ADS_1


...***...


__ADS_2