
...**...
Renn on.
Aku tidak berpikir jika orang itu layak atau tidak untuk diselamatkan. Aku ingin bertanya padamu, bagaimana perasaanmu ketika kau terpuruk, namun semua orang disekeliling mu masih ingin membuat dirimu semakin terpuruk dengan perasaan yang kau miliki saat ini?. Aku tidak bermaksud untuk membela orang jahat itu, namun aku berusaha untuk mengatakan padanya masih ada jalan lain yang bisa ia gunakan jika ia tidak mau menyiksa dirinya dengan cara salah yang telah ia ambil karena putus asa yang ia rasakan pada saat itu. Hati lah yang menilai apa yang terjadi sebenarnya.
Renn off.
Renn telah menemukan keberadaan Ular Cobra Raksasa itu. Ia harus segera ke sana, supaya ia lebih dahulu membantu ular cobra raksasa itu. Saat ini mereka berada di tepi hutan yang tak jauh dari sekolah.
"Renn san, apakah kau telah menemukan keberadaannya?." Yui dengan hati-hati bertanya.
"Um. Aku telah menemukannya." Balas Renn sambil melihat ke arah mana setelah ia berusaha mencari jejak keberadaan ular cobra raksasa itu.
"Apakah kau akan masuk ke hutan ini?." Mika yang bertanya.
"Ya." Balasnya dengan senyuman kecil. "Aku akan masuk, dan kalian tetaplah berada di sini menungguku sama seperti sebelumnya." Lanjutnya lagi.
"Baiklah." Yui mengerti. "Aku harap kau lebih berhati-hati lagi renn san." Hanya itu yang ia harapkan. "Akan berbahaya jika kau sendirian berhadapan dengan mereka." Yui takut membayangkan kondisi itu.
"Aku harap kau bisa mengatasi masalah ini dengan baik aki chan." Mika juga sangat khawatir pada Renn.
"Tentu saja." Renn tersenyum kecil menatap keduanya. "Selagi kalian tidak meninggalkan aku, maka akan aku lakukan dengan hati-hati." Ia juga tidak mau membuat keduanya khawatir dengan keselamatan dirinya.
"Kami akan selalu bersamamu renn san." Yui berusaha menahan tangisnya saat itu.
"Kami akan selalu bersamamu aki chan." Begitu juga dengan Mika.
"Selamat berjuang!!." Keduanya berusaha untuk menguatkan hati ketika Renn bergerak sendirian.
__ADS_1
"Um. Selamat berjuang!." Renn membalas tepukan tangan mereka tanda penyemangat.
Setelah itu Renn masuk ke dalam hutan itu, tentunya dengan tujuan menyelamatkan Takemaru Osawa. Apakah ia bisa mengatasi masalah itu dengan baik?. Simak terus ceritanya.
...***...
Sementara itu H2C saat ini juga sedang memasuki hutan itu. Mereka memasuki hutan yang kini dilalui oleh ular cobra raksasa.
"Apakah kau yakin jika dia masuk ke dalam hutan ini?." Shark sedikit merinding dengan suasana hutan itu.
"Aku tidak pernah salah dalam melihat sesuatu. Terutama pada apa yang menjadi pekerjaan ku." Dengan sangat percaya diri ia berkata seperti itu.
"Baguslah kalau begitu. Pekerjaan kita tidak akan sia-sia jika kau tidak salah salam melihat." Shark sangat kesal jika temannya itu salah nantinya.
"Jangan remehkan mata elang ku ini ya?. Aku dapat melihat apapun yang ingin aku lihat." Eagle juga sangat kesal jika Shark masih saja meremehkan kemampuannya.
"Buktikan dengan tindakan, jangan hanya banyak bicara saja." Shark melirik kesal ke arah temannya itu.
Tapi pernyataan adalah, apakah mereka bisa menemukan keberadaan Pak Takemaru Osawa?. Simak terus ceritanya.
...***...
Sementara itu di Sekolah.
Setelah kejadian itu, siswa semuanya di suruh pulang, dan siswa yang tidak sadarkan diri di bawa ke rumah sakit. Sedangkan para guru mengadakan rapat untuk menyelesaikan masalah yang terjadi.
"Begitu banyak siswa yang menjadi korban!." Kepala sekolah sangat marah besar mendapatkan kabar buruk itu. "Bagaimana mungkin itu bisa terjadi?!." Amarahnya telah meledak.
"Kami juga tidak jika pak takemaru osawa melakukan itu. Kami tidak menduganya pak." Ryuhei guru sejarah tidak mengetahuinya, karena ia tidak pernah melihat hal yang aneh pada pak Takemaru Osawa.
__ADS_1
"Kami tidak menduga jika dia menggunakan kapsul ular cobra raksasa, pak." Akane Sakura guru kesenian yang pernah dekat dengan pak Takemaru Osawa juga tidak menduganya.
"Lalu apa yang akan kita jelaskan pada orang tua mereka?. Jika anak mereka telah tiada?." Pak Furihara Masato juga sangat bingung. Sebagai kepala sekolah rasanya ia tidak berguna dalam menjalankan peraturan sekolah.
"Bajingan takemaru juga telah melarikan diri!." Pak Hiroki yang sempat menyaksikan itu sempat tersulut emosi. "Bagaimana mungkin kita meminta pertanggungjawaban dari apa yang telah dia lakukan?." Ia sangat marah dan kecewa disaat yang bersamaan.
"Kita harus meminta hukuman mati untuknya pada mahkamah agung." Atsuka sebagai guru matematika juga sangat marah, hingga ia menyarankan semua guru agar membuat surat permohonan hukuman mati untuk pak Takemaru Osawa.
"Itu harus!."
Sepertinya mereka semua sangat setuju dengan ide itu. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya.
***
Di sebuah tempat jauh di dalam hutan.
Pak Takemaru Osawa yang kini masih dalam wujud ular cobra raksasa sedang mengerang kesakitan. Tubuhnya sakit hingga ia tidak bisa menggerakkan lagi tubuhnya itu seperti biasanya. Sepertinya racun ganas sedang menyebar jauh ke dalam tubuhnya.
"Sial!. Tubuhku semakin terasa sakit. Apa yang harus aku lakukan?." Dalam hatinya semakin menderita dengan apa yang telah ia lakukan. "Apakah ini adalah akhir dari hidupmu yang sangat menyedihkan?." Hatinya semakin terpuruk jika itu yang akan ia dapatkan setelah ia berusaha untuk melampiaskan semua rasa sakit yang ia rasakan selama ini?. Ingatannya tentang apa saja yang telah ia lakukan selama ini seakan menari-nari di kepalanya saat ia diambang kematian. "Aku telah melakukan sebisa dan hal yang baik telah aku lakukan." Saat itu ia menangis sedih mengingat semuanya.
"Aku melakukan itu dengan kemampuanku, tapi kenapa mereka malah membenci apa yang telah aku lakukan?. Itulah yang membuatnya semakin sedih. "Mereka lah yang telah jahat kepada diriku." Dadanya semakin sesak mengingat itu semua. "Haruskah aku mati dengan cara yang menyedihkan seperti ini?." Dalam hatinya semakin lirih karena ia tidak dapat lagi merasakan dirinya.
"Memangnya siapa yang menyuruhmu mati dengan cara seperti itu?." Tiba-tiba saja seseorang berkata seperti itu padanya.
Deg!.
Ia sangat terkejut melihat seseorang yang datang tanpa ia ketahui?. Apakah karena kondisinya yang sekarang membuatnya tidak dapat merasakan apapun?. Matanya menangkap banyak orang yang menggunakan senjata?. Apakah mereka organisasi yang dikabarkan akan membunuh ular cobra raksasa?. Jadi benar ia akan mati dengan cara seperti itu?. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Apakah yang akan terjadi padanya?. Apakah tuan x akan datang menolongnya?. Dan juga mengembalikan wujudnya?. Begitu banyak pertanyaan yang belum bisa kita jawab. Simak dengan baik kisah ini.
Next halaman.
__ADS_1
...***...