
...***...
Renn on.
Tanpa banyak bacod!.
Rettsu baca!!.
Ini masih ulasan tentang kisah sebelumnya, mohon maaf jika merasa sangat tidak nyaman. Tapi rasanya ini sangat menguntungkan untuk mengingat pembaca tercinta agar tidak lupa dengan kisah sebelumnya. Ok!. Langsung masuk saja pada ini kisahnya.
Aku sama sekali tidak peduli dengan apa yang dia lakukan, ada hal yang penting yang harus aku lakukan. Meskipun sebenarnya hatiku pada saat itu sangat sakit dengan apa yang ia katakan. Dan yang paling tidak aku tidak mengerti pada saat itu, tubuhku kembali ke bentuk semula meskipun tubuhku hampir hancur berantakan karena digigit ular cobra raksasa. Aku tidak akan memikirkan kenapa itu bisa terjadi, aku harus segera menyelesaikan masalah ini.
Sementara Renn tidak merespon sama sekali, baginya, pria ini hanyalah angin sepoi-sepoi yang numpang lewat menerpa dirinya. Tidak penting sama sekali untuk ditanggapi, bahkan untuk diladeni. "Terserah kau saja mau berkata apa." Dalam hati Renn sangat tidak peduli. Yang menjadi tanda tanya besar baginya adalah, bagaimana kondisi kliennya, juga Shiro Ai.
__ADS_1
"Kau itu hanyalah detektif biasa, jadi jangan terlalu mendalami peranmu yang tidak penting hingga kau berakhir mengenaskan seperti ini. Sungguh menyedihkan sekali hidupmu malah berakhir seperti ini. Heh!." Setelah berkata seperti itu, lelaki itu pergi meninggalkan Renn yang sama sekali tidak menanggapi ucapan lelaki itu. "Nikmatilah hari terakhirmu melihat dunia ini." Bukannya membantu Renn dia malah berkata seperti itu seakan Renn akan mati setelah digigit ular cobra raksasa itu. Ia tidak peduli dengan kondisi Renn yang sekarang, ia tidak memiliki simpati sedikitpun melihat seseorang yang seperti ini?. Apakah ia tidak memiliki hati nurani?.
"Aku memang detektif biasa. Saking biasa aku bahkan dapat melihat kematianmu. Kematianmu akibat kesombongan yang kau lakukan di dalam hidupmu." Mata itu menatap lurus kepergian lelaki itu. Ia seakan dapat membaca kecerobohan yang dilakukan oleh lelaki itu, hingga membawanya pada kematian.
Dan perlahan luka serta darah yang membasahi tubuhnya menghilang, seakan diserap oleh tubuhnya sendiri. Tubuhnya kembali normal seakan tidak terjadi apa-apa. Ia kembali terlihat seperti biasanya.
Sisi lain Renn yang tidak ia ketahui telah mengambil alih semuanya. "Aku pasti akan menemukan cara untuk mengembalikan mereka ke wujud manusia." Renn dapat melihat sekilas, namun apakah itu berhasil?. Apakah ia akan berhasil melepaskan wujud ular cobra raksasa dari tubuh Kurai no Uta?. Pertanyaannya adalah, apakah Kurai Uta berhasil melarikan diri dari kejaran orang-orang itu?. Renn akan memastikan sendiri, Renn tidak akan membiarkan Kurai no Uta mati dalam keadaan menderita. Setelah keadaan tubuhnya membaik dengan sempurna, ia berjanji akan melakukannya.
'Orang jahat juga berhak untuk di selamatkan. Dia jatuh ke dalam kegelapan karena ulah manusia rakus lainnya. Jadi jangan salahkan satu pihak. Kekecewaan lah yang membuat seseorang menderita. Jadi jangan jauhi orang yang berbuat jahat, namun dekati dia dan katakan kebenarannya." Dalam hatinya berkata seperti itu. Entah kenapa ia bisa merasakan hal yang menyakitkan yang dirasakan Shiro Ai pada saat itu.
"Ukh!." Kepala Renn terasa sangat pusing, bisakah ia membantu Shiro Ai, meski ia tidak tahu mengapa ia melakukan ini?. Bukankah lelaki itu berkata jika seseorang yang telah melakukan suntik menjadi ular cobra, ia tidak akan bisa kembali normal menjadi manusia biasa?. Lalu mengapa ia masih mencari keberadaan Shiro Ai?. Jika seperti itu hasilnya?. Saat itu ia seperti dituntun oleh seseorang untuk tetap mencari keberadaan wanita itu.
"Percayalah padaku shiro san. Aku percaya kau bisa kembali seperti semula." Hatinya sangat sakit memikirkan masalah yang sedang ia hadapi saat ini. "SHIRO SAN!." Rasanya sangat sesak hingga ia melampiaskan rasa sesak di dadanya, ia berteriak keras untuk melepaskan semua yang mengganjal dibenaknya.
__ADS_1
Berjalan tanpa arah dan tujuan, seperti berjalan di dalam kegelapan. Pikirannya terasa kosong, tidak bisa memikirkan apapun lagi. "Kegelapan ini, kegelapan yang sangat kental. Kegelapan yang pernah aku rasakan sebelumnya." Berjalan lagi dan lagi , terus melangkah. Hingga ia menemukan sebuah gedung tua yang sangat besar, namun gelap dan membuatnya semakin terasa sesak. Tidak bisa bernafas dengan baik, sesak yang sangat luar biasa. Dalam kegelapan itu, Renn dapat melihat sosok ular itu menggulungkan tubuhnya.
"Mengapa kau kemari!. Dan malah menemukan aku di sini!. Bukankah seharusnya kau mati setelah aku gigit dengan taringku ini!." Ular cobra raksasa itu terlihat marah, taringnya yang panjang, seakan ingin menyemburkan bisanya ke arah Renn. Ia tidak percaya jika Renn masih hidup?. "Bagaimana mungkin dia masih hidup setelah aku bunuh?." Dalam hatinya bertanya-tanya. Ia sangat yakin telah membunuh laki-laki itu.
Tubuhku memang terasa aman, tapi kepalaku, pikiranku lah yang tidak aman. Aku sangat bingung mencarinya ke mana. Namun pada akhirnya aku menemukannya, aku sangat senang melihatnya. Dia masih dalam keadaan wujud ular cobra raksasa. Aku sangat takut jika ia ditemukan duluan oleh lelaki biadab itu.
Renn terlihat tenang, matanya menatap lurus ke arah ular cobra raksasa itu, tatapan menulusuri awal mula penyebab semua itu. "Shiro san, tenanglah." Renn berusaha bersikap tenang, ia mencoba menarik nafasnya pelan.
"Pergi, atau aku bunuh kau!." Ular cobra raksasa itu malah mengancam akan membunuh Renn, emosinya sedang bergejolak saat ini.
Namun Renn tidak akan menyerah begitu saja, ia pasti bisa membujuk Shiro Ai dengan baik-baik. Renn tersenyum kecil, mengulurkan tangannya ke depan, seakan ia ingin mengelus kepala ular cobra raksasa itu dengan lembut. Seperti ada sebuah kekuatan gaib yang menarik kemarahan ular itu. Ajaibnya, ular itu seakan patuh, jinak dan menuruti apa yang dilakukan oleh Renn. Semuanya terasa tenang meski di dalam kegelapan yang sangat menyesakkan dada.
Walaupun pada saat itu aku tidak disukai, dan bahkan diusir olehnya aku tidak peduli. Karena aku sangat ingin menyelamatkan dirinya. Aku tidak ingin ia jatuh lebih jauh lagi. Aku harus membantunya keluar dari masalah yang ia rasakan. Apakah aku tidak bisa menyelamatkan dirinya?. Apakah dia tidak ingin kembali menjadi lebih baik?. Aku yakin di lubuk hatinya yang paling dalam ia menginginkan itu. Aku sangat yakin itu, dan sangat percaya. Sehingga aku tidak akan menyerah untuk membawanya kembali. Simak terus ceritanya, temukan jawabannya.
__ADS_1
Renn off.
...***...