DETEKTIF X (KASUS MANUSIA ULAR)

DETEKTIF X (KASUS MANUSIA ULAR)
CHAPTER 32


__ADS_3

...***...


Renn on.


Sepertinya mereka masih belum ingin menyerah tentang diriku, sehingga si Harimau ompong itu memaksa diriku untuk melakukan itu. Sungguh Sangat luar biasa sekali bukan?. Aku tidak menyangka jika mereka mengetahui tentang pribadiku. Hebat sekali mereka sampai mengetahui tentang diriku yang sama sekali tidak terkenal ini. Aku jadi penasaran bagaimana caranya mereka menemukan data tentang diriku ini.


"Dari riwayat hidupmu, namamu adalah renn akiyama." Tora sedikit menyerah bertanya langsung siapa orang yang telah ia interogasi.


"Ya, sangat betul sekali. Namaku renn akiyama. Kau sangat luar biasa sekali bisa mengetahui namaku dengan sangat cepat." Renn sangat kagum dengan apa yang ia dengar tentang dirimu. Kagum dengan cara mereka mendapatkan sebuah informasi yang sangat penting.


"Kegh!. Orang ini benar-benar membuat aku naik darah." Dalam hatinya masih mencoba untuk menahan perasaan marah yang hampir meledak di dalam dirinya. "Tahanlah sampai kau berhasil mengorek informasi yang sangat penting darinya." Dalam hatinya berusaha untuk masih mengamankan dirinya agar tidak terlalu aktif dalam bergerak.


"Kau seorang detektif rendahan yang hanya menyelesaikan kasus perselingkuhan saja. Tidak berguna sama sekali!." Ucap Tora memperhatikan daftar riwayat hidup Renn yang sangat menjijikkan baginya.


"Ahahaha!. Kau ini ya?. Sangat lucu sekali. Ahaha!. Maaf saja jika begitu pekerjaanku." Renn malah tertawa geli mendengarkan pekerjaannya yang dibacakan oleh Tora, entah mengapa ia menganggap itu sebuah lelucon belaka. "Tapi tidak semua orang yang mampu melakukan pekerjaan itu selain aku." Ia tidak dapat menahan tawanya. Baginya itu sangat lucu, dan patut untuk ditertawakan.


BRAKH!!!.


"Diam!." Bentak Tora dengan emosinya, baru kali ini ada yang berani menertawakan dirinya?. Bahkan dua kali ia menggebrak meja itu dengan sangat kuat sambil menunjukkan siapa dirinya saat itu?.


Renn menutup mulutnya, apakah ia telah berlebihan?. "Upsh!." Begitu juga dengan tawanya yang ikut terdiam. "Sepertinya kau sangat tidak bisa diajak untuk bekerjasama." Renn sangat lelah dengan sikap normal yang mereka miliki.

__ADS_1


"Kau jangan mencoba melakukan hal yang aneh, jika kau tidak ingin aku tembak hingga mati." Tora sampai mengancam Renn supaya tidak mengacaukan dalam interogasi yang mereka lakukan.


"Hmph!." Renn memalingkan wajahnya dengan sangat kesal.


"Dari data yang kami dapatkan, jika orang yang disuntik hormon ular cobra, dia hanya memiliki dua kali kesempatan untuk kembali ke wujud manusia." Tora sangat emosi, hingga ia langsung ke inti permasalahannya, sepertinya Renn tidak bisa diajak bicara baik-baik, dan malah menertawakan dirinya?. Namun sikapnya sebagai manusia telah bangkit untuk membela keadilan  yang diteriakkan oleh beberapa orang yang datang mengadu padanya.


Siapa yang peduli jika dia kesal, marah, atau mau apa. Tapi yang pasti adalah, aku yang sangat marah padanya. Apakah mereka tidak bisa membuat orang lain lebih nyaman lagi?. Pertanyaan yang keluar darinya yang bersikap sombong, serta sikap kasarnya itu membuat diriku merasa sangat muak sekali. Ingin rasanya aku membunuhnya, tapi aku pikir ini bukanlah waktu yang tepat. Pikiranku masih sangat kacau, tidak bisa berpikir dengan baik bagaimana nasib Shiro Ai Pada saat itu.


"Ya, mungkin saja data itu benar, dan belum tentu itu salah." Renn tidak bisa berkata ia atau tidak, karena memang hampir seperti itu di zaman yang serba aneh.


"Jawab dengan benar apa yang telah aku ajukan padamu!." Amarahnya kembali meledak setelah mendengarkan apa yang dikatakan. "Jangan seenaknya kau saja berbuat di sini!." Lanjutnya dipenuhi oleh amarahnya.


Yang bisa aku lakukan pada saat itu hanyalah mengulur waktu saja, supaya dia lebih bingung. Dan mungkin akan mengembalikan diriku ke sel tahanan karena tidak tahan dengan sikapku. Tapi kenyataanya dia masih sanggup menginterogasi diriku seperti itu. Sangat luar biasa sikap keras kepala yang dimiliki orang itu padaku.


"Kenapa kau ingin sekali mencari kesalahan yang wanita itu perbuat?. Aku sama sekali tidak mengetahui dia telah berbuat apa saja. Karena dia bukan klienku." Jawab Renn dengan santainya. "Jika kau bertanya kenapa dia bisa berubah menjadi manusia, maka aku akan menjawabnya." Kali ini Renn malah menyeringai lebar.


"Kegh!. Orang ini benar-benar sangat menyebalkan!." Tora masih berusaha menekan perasaannya.


"Saat aku mencarinya di sana, dia telah kembali normal menjadi manusia. Karena pada dasarnya dia adalah manusia, jadi wajar saja wujudnya sekarang adalah manusia." Lanjutnya dengan santai. "Tapi kau malah mencari-cari kesalahannya. Kau ini siapa berani melakukan itu pada seseorang?. Apalagi dia wanita, lelaki macam apa kau suka mencari-cari kesalahan orang lain?." Renn malah memandang rendah pada Tora saat itu.


Brak!!.

__ADS_1


Ini untuk sekian kalinya Tora menggebrak meja dengan sangat kuat. "Kenapa kau malah berkata seperti itu?!." Hatinya sangat panas mendengarkan apa yang dikatakan Renn?. "Bagaimana mungkin kau berkesimpulan seperti itu tentangku?!." Amarahnya sangat membuncah. "Dia telah membunuh banyak orang dengan lagu yang ia nyanyikan!. Kami telah memiliki bukti kesalahan yang dia lakukan!. Bukan berarti kami telah berbuat sembarangan mencari-cari kesalahan orang lain!." Tora mengingat semua catatan kejahatan yang dilakukan oleh Shiro Ai.


"He?. Mudah sekali dia dipancing. Dasar laki-laki baper." Dalam hati Renn tadinya hanya berniat menjahili Tora. Namun siapa yang menduga bahwa laki-laki itu merespon apa yang ia katakan. "Terus?. Kenapa dia bisa berubah menjadi manusia?. Memangnya kau memiliki bukti apa?. Mengatakan dia adalah manusia ular?." Renn yang malah bertanya.


Ini sebenarnya siapa yang diinterogasi?. Rasanya ada yang terbalik di sini?.


"Dari ciri-ciri fisik yang kami temui padanya. Bahkan kami telah melakukan pengujian di labor, hasilnya dia memang menggunakan cairan yang dapat membuat seseorang menjadi manusia ular." Tora berusaha menahan dirinya agar tidak meledak.


"Tapi buktinya dia tidak berubah menjadi manusia. Jika dia memang bisa berubah menjadi ular, tidak mungkin dia bisa berubah menjadi manusia lagi, kan?." Renn ingin mendengarkan bagaimana tanggapan Tora mengenai itu.


"Dari catatan yang kami dapatkan, HARUSNYA DIA TIDAK BISA KEMBALI LAGI KE WUJUD MANUSIA, DAN KENAPA DIA MALAH KEMBALI KE WUJUD MANUSIA?. ITULAH YANG INGIN KAMI KETAHUI!." Amarah Tora kembali memuncak, ia tidak mengetahui sama sekali dengan kasus yang membingungkan ini.


Sementara itu Renn malah tersenyum santai. "Ayolah takemaru san, tenangkan dirimu, dan dengarkan aku baik-baik." Ucap Renn dengan santainya, ia tidak memperdulikan kemarahan Tora


"Jangan bilang kau ini dukunnya?!." Tora mengingat jika ada pembuat, maka ada pawangnya bukan?. Tora mengacungkan senjatanya tepat ke arah kepala Renn, namun Renn tetap santai. "Kau jangan berani-beraninya mempermainkan aku!." Ia sangat marah. "Yang diinterogasi itu adalah kau!. Kenapa malah kau yang memberikan pertanyaan padaku?!. Kau ini membuat aku marah!." Dalam keadaan marah, ia sedikit menyadari, jika Renn telah mempermainkan dirinya.


"Ahaha!. Akhirnya dia sadar juga." Dalam hati Renn tidak tahan lagi.


Aku hanya tertawa saja ketika dia menyadari jika aku telah berani mempermainkan dirinya. Aku pikir dia tidak sadar, sangat bodoh sekali dia itu.


Renn off.

__ADS_1


...***...


__ADS_2