DETEKTIF X (KASUS MANUSIA ULAR)

DETEKTIF X (KASUS MANUSIA ULAR)
CHAPTER 67


__ADS_3

...***...


Renn on.


Apakah kau tidak merasakan adanya bagian dirimu yang ingin hidup damai?. Lalu kenapa kau melakukan hal yang berbahaya jika kau memang ingin melakukan hal yang lebih bermanfaat?. Apakah kau tidak tahu hal yang paling berbahaya yang kau lakukan itu akan membuatmu menyesali perbuatan itu?. Bahkan ketika kau ingin menutup mata barang sejenak untuk istirahat, bayangan perasaan bersalah itu akan menghantui dirimu. Ingatlah, karma pasti akan berlaku suatu hari nanti.


Renn off.


Saat ini Renn masih berbincang-bincang dengan Yui dan Mika. Mika sebenarnya sangat khawatir dengan kondisi Renn akhir-akhir ini, hanya saja ia seakan-akan tidak peduli sama sekali dengan keadaan Renn. Namun jauh di lubuk hatinya yang paling dalam ia sangat khawatir dengan keadaan Renn. Ia sangat takut jika Renn akan mengalami hal yang tidak diinginkan nantinya.


"Setidaknya aku akan berjanji jika aku tidak akan kalah dalam pertarungan ini." Hanya itu yang dapat Renn katakan dalam kondisi yang seperti itu.  "Aku hanya ingin mereka menyadari masih ada kehidupan lain yang dapat mereka lakukan dari pada membahayakan diri dengan mengambil keputusan untuk membunuh orang lain, namun pada akhirnya nyawa sendiri yang jadi taruhannya." Tidak banyak harapan Renn, hanya itu saja. Ia tidak ingin mereka melakukan hal yang tidak akan bisa mereka perbaiki seumur hidup mereka, namun mereka malah melarikan diri, dan itu akan menyiksa batin mereka..


"Terserah kau saja aki chan. Aku tidak akan mencegah dirimu akan melakukan apa." Mika tidak ingin mendengarkan apapun yang ingin dilakukan Renn. "Tapi yang aku minta hanya satu." Ia berusaha menekan perasaannya yang saat ini sedang dilanda perasaan yang tidak tenang sama sekali. "Kau jangan mati di hadapanku, karena aku tidak akan menangis atau merasa simpati padamu." Sebenarnya ia ingin mengatakan kebalikan dari itu, namun jika ia mengatakan secara langsung ia benar-benar akan mengeluarkan air matanya. Mika tidak akan sanggup jika melakukan itu nantinya. Karena itulah ia berkata seperti itu pada Renn untuk menguatkan dirinya dengan sepenuh hati.


"Um. Um, um, pasti itu." Renn sangat mengerti dengan apa yang dikatakan Mika. Ia juga tidak ingin membuat Mika khawatir padanya.


"Renn san. Aku akan selalu bersamamu." Namun Yui malah mengatakan bahwa ia tidak akan meninggalkan Renn?. Hatinya saat ini sedang sedih karena Renn kembali akan melakukan hal yang sangat berbahaya.


"Terima kasih yui." Renn sangat senang karena Yui memahami dengan baik bagaimana kondisi yang ia hadapi.


"Terserah kau saja mau berbuat apa." Mika teleh pasrah akan keadaan. Toh Renn tidak akan bisa ia hentikan begitu saja. Ia tahu Renn tidak akan mengubah apa yang telah ia putuskan di dalam hidupnya.


"Terima kasih mika." Renn juga memahami perasaan Mika saat ini. Hanya saja ia memang tidak bisa menghentikan apa yang telah ia janjikan pada seseorang.


"Jangan berterima kasih padaku." Mika selalu mencoba menekan perasannya saat ini. Hatinya sebenarnya tidak sanggup membiarkan Renn berjuang sendirian.


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak dengan baik bagaimana kisah ini terjadi.


...***...


Sementara itu H2C saat ini sedang bergerak juga. Karena Eagle melihat ada tiga orang yang dicurigai menggunakan kapsul ular cobra raksasa. Salah satunya adalah pemilik toko permata yang telah terkenal dimana-mana?. Tapi kenapa malah menggunakan kapsul ular cobra raksasa?. Apakah dia memiliki saingan yang ingin ia kalahkan sehingga ia melakukan itu?. Tidak ada yang menduga alasan yang sebenarnya, hanya menduga-duga saja. Mau tahu kebenarannya?. Simak dengan baik kisah ini.


"Apakah dia salah satunya?." Shark hanya ingin memastikan apa yang Eagle itu benar atau tidak.


"Ya. Dia salah satunya." Eagle sangat yakin dengan apa yang telah ia lihat. Tidak mungkin ia salah dalam melihat informasi yang sangat penting.


"Baiklah kalau begitu." Shark sangat percaya dengan apa yang telah dikatakan Eagle. "Kalian siap-siap jika dia melakukan perlawanan nantinya." Ia memerintahkan anak buahnya agar bersiap-siap, jika kemungkinan terburuk yang akan mereka hadapi nantinya.


"Siap!. Laksanakan!." Mereka bersiap-siap pada posisi yang mungkin dapat mereka lakukan nantinya.


Mereka semua segera masuk ke dalam toko terkenal itu. Tentunya itu membuat pemilik toko dan karyawan sangat terkejut dengan kedatangan mereka semua. Kenapa mereka datang dengan membawa senjata seperti itu?. Apakah ada sesuatu yang membuat mereka seperti itu?.

__ADS_1


"Maaf?. Tuan-tuan ini siapa?. Kenapa membawa senjata ke dalam ruangan ini?." Pemilik toko dengan tenangnya bertanya seperti itu. Ia tidak terlihat takut sama sekali, berbeda dengan karyawannya yang sangat takut karena ditodong senjata oleh orang-orang berseragam itu.


"Akamine yuuzaki. Kau kami dari h2c akan membawamu ke kantor pusat darurat penanganan pengguna kapsul ular kobra raksasa." Shark mengeluarkan surat penangkapan atas nama Akamine Yuuzaki. "Kau diduga menggunakan itu. Serahkan dirimu dengan baik, atau kau akan mendapatkan kesulitan nantinya." Ia juga menunjukkan lencana yang ia miliki sebagai kapten H2C.


"Eh?. Itu tidak mungkin!." Karyawan yang bekerja di toko itu sangat tidak percaya jika bos mereka menggunakan kapsul ular Kobra raksasa.


"Tidak mungkin tuan kami menggunakan itu!." Bantah mereka lagi dengan penuh amarah yang membara?. Mereka sama sekali tidak terima jika bos mereka difitnah telah menggunakan kapsul ular kobra raksasa.


"Sepertinya nona salah dalam bertindak." Akamine Yuuzaki masih bersikap tenang dihadapan mereka semua. Seakan-akan ia memang tidak menggunakan itu.


"Tidak usah banyak bicara." Shark mulai tidak sabaran. "Turuti saja jika kau masih sayang nyawamu." Sorot matanya tampak tidak bersahabat sama sekali. Sedangkan Eagle hanya diam sambil memperhatikan apa yang telah dilakukan oleh Shark. Ia juga masih bingung dengan apa yang telah ia lakukan saat ini.


"Baiklah, akan saya turuti." Akamine Yuuzaki seakan-akan hanya pasrah saja menurut tanpa melakukan perlawanan. "Kalian semuanya jaga baik toko ini selama aku pergi." Ia melihat semua karyawannya dengan senyuman ramah.


"Tapi tuan?." Mereka hendak protes tapi.


"Tidak apa-apa. Aku tidak akan lama." Senyumannya sangat meyakinkan mereka semua, jika itu semua akan baik-baik saja.


"Jangan sakiti tuan kami!." Mereka hendak protes ketika tangan Akamine Yuuzaki diborgol.


"Kalian tenang saja. Kami tidak melakukan hal yang berbahaya jika tuan kalian tidak melawan." Akamine Yuuzaki kembali meyakinkan mereka semua, bahwa ini akan baik-baik saja.


"Ini terlalu mudah untuk dilakukan. Rasanya sangat aneh." Dalam hati Eagle merasakan ada yang aneh. Jika memang dia adalah pengguna Kapsul ular kobra raksasa, maka tuan X pasti akan segera bertindak. Tapi tuan x sama sekali tidak bergerak ataupun ikut campur dalam masalah ini.


"Cepat!. Bawa dia!." Perintah Shark pada anak buahnya.


"Aku merasakan ini ada yang aneh. Tapi apa?." Dalam hati Eagle kembali bertanya-tanya apa yang salah sebenarnya?.


Bagaimana kejadian sebenarnya setelah ini?. Simak dengan baik kisah ini.


...***...


Saat itu, di sebuah tempat yang sangat sepi. Saat ini hanya ia sendirian, sambil mengamati apa yang akan ia lakukan dengan obat kapsul suntik ular kobra raksasa yang telah ia beli itu?.


"Obat kapsul ini telah aku dapatkan." Ia tidak tahu harus berekspresi seperti apa saat itu. "Haruskan aku membunuh mereka semua dengan menggunakan ini?." Namun saat itu ia teringat dengan orang-orang yang selalu membuatnya merasakan sakit. "Meraka telah berani menginjak harga diriku hanya karena mereka lebih tinggi dari aku. Benar-benar sangat menyebalkan dan tidak tahu diri." Itulah yang ia rasakan, hatinya sangat sakit karena tidak bisa melawan mereka hanya karena mereka memiliki pengalaman yang lebih darinya?.


"Baiklah. Untuk percobaan akan aku bunuh mereka semua dalam satu ruangan. Akan aku buat mereka menyesali apa yang telah mereka lakukan padaku." Itulah yang ada di dalam pikirannya saat itu. Balas dendam adalah cara yang terbaik saat itu yang ia pikirkan.


Apakah yang akan ia lakukan setelah ini?. Simak terus ceritanya.


...***...

__ADS_1


Sementara itu di organisasi Hitam.


Ada dua orang yang sedang berbincang-bincang mengenai apa yang telah mereka lakukan setelah mengalami kegagalan karena tuan X?.


"Meluncurkan tiga obat dalam satu hari itu sangat luar biasa sekali." Seorang wanita sedikit heran dengan apa yang dilakukan bos besar. "Apa yang kau rencanakan sebagai seseorang yang telah menciptakan obat itu?." Tentunya ia ingin mengetahui apa yang direncanakan bos besar.


"Aku hanya ingin menguji apakah obat itu manjur atau tidak. Namun dua lagi itu hanyalah pengalih saja. Meraka adalah orang-orang yang aku persiapkan untuk mengelabui mereka semua. Termasuk orang misterius itu, apakah dia terpancing dengan apa yang aku lakukan atau tidak. Tapi aku harap dia akan terpancing, aku tidak suka diganggu oleh siapapun." Bos besar menjelaskan alasannya. Apakah memang seperti itu alasannya?. Simak terus ceritanya.


...***...


Di sisi lain, pengguna kapsul ular kobra raksasa lainnya saat ini seakan-akan sedang menunggu organisasi H2C menangkap dirinya?. Apakah ia hanyalah sebagai umpan saja?. Tidak ada yang mengetahui apa tujuan organisasi Hitam melakukan ini.


"Mereka belum datang padaku. Lama sekali mereka bertindak." Ia beberapa kali mondar-mandir di ruangan rumahnya. "Apakah mereka memang selalu seperti ini?. Apakah aku harus bergerak terlebih dahulu supaya mereka menyadari jika aku hanyalah umpan saja?. Ini sangat menyebalkan sekali." Ia bertanya-tanya pada dirinya. Apakah ia perlu membuat keributan supaya menarik perhatian semua orang?. "Dan yang paling menyebalkan adalah, kenapa aku malah ikut melakukan hal yang tidak berguna ini meskipun bos besar yang meminta aku melakukan ini?." Di sisi lain ia sangat benci dengan pekerjaan yang ia lakukan.


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya.


...***...


Renn terlihat sangat gelisah. Ia tidak tenang sama sekali, hingga menarik perhatian Yui dan Mika.


"Ada apa renn san?." Yui pusing sendiri melihat Renn yang mondar-mandir tidak jelas.


"Ada tiga yang dapat aku rasakan." Jawabnya dengan perasaan cemas.


"Tiga?. Apakah kau tidak salah?." Mika sangat terkejut dengan apa yang ia dengar dari Renn.


"Lalu apa yang akan kau lakukan jika ini ada tiga?." Yui juga bingung, bagaimana mungkin bisa ada tiga?.


"Kita harus berpencar. Namu sebelum itu aku harus mencari tahu siapa yang paling berbahaya biodatanya." Ia tidak mau mengambil resiko. Ia juga bingung kenapa bisa ada tiga?. Apakah ini adalah jebakan untuk mengelabui dirinya.


"Baiklah. Aku setuju dengan apa yang kau katakan." Yui tidak membantah, ia selalu menuruti apapun yang dikatakan oleh Renn.


"Mari kita lakukan dengan baik." Mika juga mencoba menuruti apa yang dikatakan oleh Renn.


"Ya, tentu saja." Renn semangat mendengarkan ucapan kedua temannya.


"Mari kita lakukan." Dengan serentak mereka berkata seperti itu. Mereka yang ingin berbuat kebaikan pada sesama.


Renn, Mika, dan Yui pernah mengalami hal yang sangat pahit, meskipun Renn tidak sepenuhnya mengetahui siapa dirinya selain ia menyadari ada kekuatan yang tidak biasa yang bisa ia gunakan untuk membantu orang lain yang dalam keadaan seperti itu. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya.


...***...

__ADS_1


__ADS_2