DETEKTIF X (KASUS MANUSIA ULAR)

DETEKTIF X (KASUS MANUSIA ULAR)
CHAPTER 73


__ADS_3

...***...


Renn on.


Terkadang ada hal yang harus kita pertahankan di dunia ini, dan ada juga yang harus kita lepaskan di dunia ini untuk merelakan kebahagiaan atau rasa sakit yang kita rasakan. Pada saat itu kau akan melakukan hal yang seperti apa?. Jika demi kebahagiaan kalau melepaskan rasa sakit itu?. Atau demi menghilangkan rasa sakit kau berpura-pura bahagia untuk menutupi apa yang telah kau rasakan saat ini. Semuanya ada di dalam hatimu untuk menjawab ke arah mana. Tapi yakinlah jika kau merasakan rasa sakit yang sangat luar biasa, kau berusaha untuk mencari kebahagiaan dengan tanganmu sendiri. Maka Tuhan akan memberikan kebahagiaan yang kau inginkan, karena kau terus berusaha untuk melakukan yang terbaik.


Renn off.


Ular kobra raksasa itu sangat heran dengan ruangan serba putih itu. Ia sangat heran bagaimana ia bisa berada di tempat itu?. Namun pada saat itu ia melihat seorang laki-laki yang berdiri dengan santainya di hadapannya. Dendamnya belum terbalaskan, rasa sakit hati yang ada di dalam dirinya belum tersampaikan, kepada orang yang telah membuatnya merasakan penderitaan.


"Kenapa kau malah membawa aku ke tempat aneh ini?. Apa yang kau inginkan sebenarnya?." Amarahnya memuncak begitu saja ketika ia melihat orang misterius itu. Namun pada saat itu orang misterius itu hanya menatap matanya saja. Tatapan matanya yang sangat tidak biasa membuat ia sedikit kesakitan.


"Kegh!."


Ular kobra raksasa itu seakan-akan terhipnotis ke dalam dimensi yang sangat berbeda.


Deg!.


Ia sangat terkejut seakan-akan ia dipaksa untuk masuk ke dalam sebuah dimensi yang sangat tidak ia sukai. Sebuah dimensi yang membuat nafasnya terasa sangat sesak. Pada saat itu ia seperti sedang diterpa oleh gambaran apa saja yang telah ia lalui selama ini?. Gambaran dalam bentuk foto kenangan yang tiba-tiba saja melintas melalui tubuhnya sehingga ia merasakan perasaan yang sesak luar biasa.


"Apa ini?. Kenapa semua yang aku lihat adalah tentang apa yang telah aku lalui?." Hanamichi Mei atau Ular Kobra raksasa itu sangat terkejut ketika ia dilalui dengan sangat cepat oleh gambaran-gambaran yang aneh itu.

__ADS_1


Deg!.


Kali ini ia benar-benar diseret oleh gambaran itu ke masa-masa di mana ia melewati itu semua. Salah satu kejadian yang telah mendorongnya untuk menggunakan kapsul ular kobra raksasa itu.


Kembali ke masa lalu.


Pada saat di rumah produksi film, padahal jelas-jelas ia telah ditunjukkan oleh sebuah perusahaan untuk memimpin sebuah rumah produksi film yang cukup terkenal. Akan tetapi pada saat itu apa yang ia alami?.


"Yho?. Hanamichi san?. Kau tidak pantas menjadi seorang pemimpin produksi film ini. Kau sangat buruk dalam masalah kerja, pengalaman mu juga sangat minim, jadi pemimpin rumah produksi film ini aku yang akan bertanggungjawab." Takamura Oushi, tulah nama laki-laki yang telah menghina Hanamichi Mei. Tanpa adanya perasaan sedikitpun ia menghina seseorang dengan perkataan yang seperti itu.


"Kau tidak berhak untuk berkata seperti itu padaku!." Hanamichi Mei sangat tersinggung dengan apa yang telah dikatakan oleh rekan kerjanya itu. "Aku tahu kau iri padaku. Tapi tidak seperti ini cara kau seharusnya bermain." Hanamichi Mei sangat menyadari bagaimana perasaan temannya. "Kau hanya mengandalkan suaramu saja hanya untuk membuat mereka tunduk padamu!. Sedangkan prestasi yang kau miliki sangatlah minim!. Kau masih saja berani berbicara pengalaman padaku?!." Ia sangat tidak suka dengan apa yang telah dilakukan, dan dikatakan oleh Takamura Oushi padanya.


"Kau tidak usah banyak bicara!. Mari kita lihat siapa yang lebih pantas mendapatkan posisi pemimpin produksi film ini." Takamura Oushi tersenyum lebar sambil menepuk pundak Hanamichi Mei.


Gambaran itu menghilang begitu saja, gambaran yang menunjukkan bagaimana rasa sakit hati yang telah ia lewati pada saat itu.


Renn tidak segera menjawab pertanyaan dari wanita itu. Ia mengarahkan sesuatu ke arah kepala ular kobra raksasa itu, dari telapak tangannya itu ia dapat menggunakan kekuatannya untuk menyerap semua racun yang ada di dalam tubuh ular kobra raksasa itu dalam bentuk segel.


"Kegh!." Renn sedikit meringis sakit karena ia merasakan adanya perbedaan dari segel sebelumnya. Sepertinya segel ini sedikit berbeda dengan yang sebelumnya sehingga tenaga dalamnya hampir saja terkuras habis. Namun Renn tidak akan menyerah begitu saja hanya karena segel yang sedikit berbeda.


Kali ini agak membutuhkan waktu yang lama untuk, menyerap semua racun-racun yang ada di dalam tubuh ular kobra raksasa itu. Renn dapat merasakan ada hal yang berbeda dari yang sebelumnya.

__ADS_1


Boofh!.


Ular kobra raksasa itu telah kembali ke wujud manusia yang biasa. Hanamichi Mei memperhatikan bagaimana tubuhnya yang telah kembali normal. Akan tetapi ia tidak mempermasalahkan itu, ia sangat penasaran bagaimana caranya orang misterius itu mengetahui apa yang telah ia alami selama ini.


"Bagaimana mungkin kau mengetahui apa yang telah aku lalui selama ini?. Bagaimana mungkin kau?!." Hanamichi Mei sangat heran dengan apa yang diperlihatkan oleh orang misterius itu.


"Aku adalah detektif x. Aku bisa mengetahui apa yang ada di dalam hatimu, serta apa yang kau sembunyikan dari semua orang." Renn hanya tersenyum kecil menanggapi ucapan wanita itu. "Rasa sakit hati yang kau pendam selama ini, telah membuat mu untuk melakukan hal yang sia-sia. Kau sangat putus asa dengan apa yang telah terjadi selama ini. Kau merasa kecewa dengan apa yang telah mereka lakukan terhadap dirimu." Renn dapat merasakan bagaimana perasaan wanita itu. Sehingga ia tidak akan membiarkan wanita itu merasakan perasaan sakit yang sangat luar biasa.


"Ya, bahkan dalam wujud ular kobra itu aku telah membunuh mereka semua. Rasa sakit yang aku rasakan telah aku luapkan begitu saja pada mereka semua. Apakah menurutmu itu salah?." Hanamichi Mei memang mengakui apa yang telah dikatakan oleh Renn itu sangat benar, sehingga ia bertanya seperti itu pada Renn. "Mereka yang telah membuat aku melakukan hal yang kejam seperti itu. Merekalah yang telah mendorong aku hingga sejauh ini. Hingga aku ingin membunuh mereka semua dengan tanganku ini. Apakah aku telah melakukan kesalahan?!. Katakan padaku apa salahnya jika aku membalas semua perbuatan jahat mereka padaku selama ini. Merekalah yang telah berbuat jahat kepadaku sehingga aku ingin membunuh mereka semuanya tidak berguna itu." Hanamichi Mei mengeluarkan semua rasa sakit hati yang ia rasakan, serta perasaan sedih yang telah menghancurkan hatinya.


"Salah itu adalah perbuatan salah." Renn sangat menyayangkan apa yang telah diperbuat oleh wanita itu. "Bukankah kau sendiri yang mengatakan jika apa yang telah dilakukan oleh orang itu jika ingin sukses jangan melakukan perbuatan yang salah?." Renn mengingatkan kembali apa yang telah dikatakan oleh wanita itu ketika ia merasakan sakit hati ketika dihina oleh orang lain. "Kau sendiri yang mengatakan jika itu salah. Jika kau ingin sukses dari orang lain, maka lakukan dengan tindakan yang tepat. Jangan hanya bisa meninggikan suaramu di depan orang sehingga seseorang bisa menuruti apa yang kau inginkan. Akan tetapi dekat dengan ucapanmu. Kau sendiri mengatakan itu!. Apakah kau lupa dengan apa yang kau katakan sendiri?." Renn hanya ingin wanita itu tetap berada di jalan yang benar, yang telah diyakini oleh wanita itu. Sebelum ia menuju jalan yang salah hanya karena rasa sakit hati yang menerkam dirinya itu.


"Lalu apa yang harus aku lakukan untuk mengubah itu semua?." Hanamichi Mei sedih mendengarkan apa yang telah dikatakan oleh Renn padanya. "Aku telah membunuh mereka semua?. Kenapa kau tidak serahkan aku pada organisasi h2c itu?." Hanamichi Mei menangis terisak menahan perasaan sakit yang mendesak dadanya.


"Jika kau memang merasa menyesal. Maka bukan seperti itu caranya, kau benar-benar harus bertanggung jawab atas apa yang telah kau lakukan." Renn hanya dapat tersenyum saja untuk menghibur wanita itu. Tentunya ia dapat merasakan perasaan sakit yang luar biasa yang dialami oleh wanita cantik itu.


"Bagaimana caranya aku akan bertanggung jawab atas apa yang telah aku lakukan?. Aku yakin aku tidak akan diterima di masyarakat lagi, dan hal yang terburuknya adalah aku akan menerima hukuman mati." Tentunya ia mengetahui hukuman atas kejahatan yang telah ia lakukan.


"Kau tenang saja hanamichi san. Aku tahu cara agar kau dapat mempertanggungjawabkan apa yang telah kau lakukan selama ini." Renn tidak ingin melihat wanita itu semakin putus asa setelah apa yang ia lakukan. "Tapi apakah kau sanggup untuk mempertanggungjawabkan itu semua, kan?." Renn bertanya pada wanita itu dengan sangat ramah. Agar wanita itu sedikit lebih tenang setelah mengalami perasaan yang sangat sedih luar biasa.


"Um. Tentu saja aku aku sanggup." Dengan perasaan padanya. Tentunya ia juga ingin mengalami perubahan di dalam hidupnya, ia juga merasa menyesal setelah apa yang ia lakukan. Karena itulah ia ingin mengubah dirinya ke arah yang lebih baik lagi, akan ia tembus kesalahan yang telah ia lakukan karena telah menggunakan kapsul ular kobra raksasa.

__ADS_1


Renn hanya bisa berharap semuanya akan baik-baik saja, apakah mereka bisa mengatasi masalah itu dengan baik?. Simak terus ceritanya, jangan sampai ketinggalan lanjutannya.


...***...


__ADS_2