DETEKTIF X (KASUS MANUSIA ULAR)

DETEKTIF X (KASUS MANUSIA ULAR)
CHAPTER 28


__ADS_3

...***...


Renn on.


Hai!. Pembaca tercinta, tanpa banyak bacod!!!.


Rettsu baca!!.


Ini masih mengulas cerita sebelumnya. Bagaimana kisah selengkapnya?. baca terus kisahnya. Saat itu aku masih tidak mengerti, bagaimana aku tidak mengetahui ada sosok lain yang ada di dalam tubuhku?. Aku sama sekali tidak mengetahui itu. Tapi sesudahnya itu Sangat membantuku untuk mengatasi masalah itu dengan Sangat baik.


"Heh!." Renn mendengus kecil, tatapannya, serta lirikannya melihat ke arah mata ular cobra raksasa itu dengan tatapan sangat merendahkan. "Kau tadi berkata bahwa aku menyembunyikan identitas ku bukan?." Lanjut Renn, kemudian seringaian lebar terlihat jelas di wajah Renn, membuat ular cobra raksasa itu terkejut. "Nah?!. Lihat saja sendiri." Renn menyeringai lebar sambil merentangkan tangannya lebar-lebar, seakan sengaja memperlihatkan pada ular cobra raksasa itu.


Matanya yang bulat itu merekam dengan jelas, ia seakan melihat ada yang lebih besar berdiri di belakang Renn. Hawa yang tidak biasa yang ditunjukkan oleh Renn padanya pada saat itu sungguh sangat mengejutkan sekali.


"Siapa kau sebenarnya?!." Teriak ular cobra raksasa itu yang tak lain adalah Kurai No Uta atau nama aslinya Shiro ai. "Kau adalah monster yang sesungguhnya!." Ia segera menjauh dari Renn, ia terlihat sangat ketakutan pada Renn saat ini. Bagaimana bisa lelaki ini?.

__ADS_1


"Dengarkan aku baik-baik!." Renn tidak peduli dengan keheranan yang ada dipikirannya wanita itu. "Jika kau masih mau hidup, maka dengarkan aku baik-baik!." Renn melihat bagaimana kematian ular cobra raksasa itu.


"Kau mengancam ku SIALAN!." Teriak ular cobra raksasa itu dengan amarah yang membara. Hingga aura kegelapan seakan menyerang tubuh Renn, hingga Renn terlempar ke belakangnya. Dan saat itulah, kesadaran Renn kembali normal?. Kenapa pada saat itu ia malah kembali normal?.


"Aaaaaakh!." Tubuh Renn menabrak dinding ruangan rumah itu. Rasanya sangat sakit tubuhnya terasa remuk semua. "Akh!." Ia meringis sakit karena benturan keras itu, ia tidak mengetahui apa yang terjadi. "Apa yang terjadi padaku?!." Renn sangat panik ketika ia merasakan tubuhnya melayang begitu saja, setelah itu malah membentur tembok?. Renn melihat ular cobra raksasa itu membuka mulutnya lebar-lebar sehingga gigi taring runcing ular itu terlihat mengerikan. Lagi-lagi kakinya seakan terpaku ke bumi, Renn tidak bisa menggerakkan tubuhnya. "Kenapa selalu saja seperti ini!." Renn sangat panik dengan keadaannya sekarang. Apalagi saat ia merasakan ada hal yang jauh menyakitkan yang ia rasakan kala itu. Ular cobra raksasa itu menerkam bahu kiri Renn hingga Renn berteriak kesakitan.


"AAAAAAAAKHHH!."


Tubuh kirinya terasa sakit, gigi taring itu seakan menembus tubuhnya. Taring tajam itu telah menebus tubuhnya dengan sangat kuat.


Tapi sangat disayangan sekali karena tubuhku digigit oleh ular cobra raksasa dengan sangat kuat. Aku tidak dapat Menahan rasa sakit itu.


"Diam!." Ular cobra raksasa itu membantah. "Kau tidak usah berkata yang tidak-tidak!. Aku tidak peduli dengan apapun yang kau katakan!." Ia sangat tidak suka ada yang berkata seperti itu, ia kuat gigitannya hingga Renn meringis lagi.


"Akh!." Renn semakin meringis sakit. Tubuhnya benar-benar hampir hancur akibat gigitan tadinya itu. "Rasanya sangat sulit untuk meyakinkannya." Dalam hati Renn merasakan sakit yang luar biasa. Dalam keadaan sakit, ia mencoba untuk menyentuh kepala ular itu. "Kau harus kuat, jangan mudah menyerah begitu saja." Renn berusaha untuk mengeluarkan kata-kata lagi.

__ADS_1


Aku hanya pasrah saja ketika tubuhku digigit olehnya. Aku dapat merasakan perasaan Sakit yang ia rasakan pada saat itu. Hatiku sangat sedih, melihat bagaimana perasaannya yang hancur. Namun rasa simpati itu hilang karena sesuatu yang membuat aku ingin marah.


Di saat bersamaan terdengar suara tembakan, ular cobra raksasa itu terkena sebuah tembakan, hingga ia melepaskan gigitannya. Akan tetapi tembakan itu belum cukup kuat untuk menghentikan ular cobra raksasa itu.


"Keghakh!." Ular cobra raksasa itu sedikit kesakitan karena peluru yang melesat ke arahnya. "Kegh!. Kurang ajar!." Ular cobra raksasa itu sedikit ketakutan, ia memutuskan untuk pergi dari sana?. Melarikan diri, namun dikejar oleh beberapa orang. Mereka tidak akan melepaskan ular cobra raksasa itu begitu saja.


"Kegh!." Renn meringis sakit setelah dilepaskan begitu saja oleh ular cobra raksasa itu. Tubuhnya sampai merosot ke bawah. "Kenapa kau tidak mau mendengarkan apa yang aku katakan?." Dalam hati Renn semakin sakit memikirkan itu. "Tapi aku harap kau masih bisa bertahan hidup, hingga suatu hari nanti aku bisa melakukannya." Kesadaran Renn hampir menghilang, namun ia masih bisa menangkap suara di sekitarnya. Termasuk seseorang yang berkata remeh padanya.


"Jiah!." Laki-laki itu tidak membantu Renn, tetapi tatapannya itu sangat tidak baik. "Sepertinya kau berkahir sampai di sini bocah." Seakan mengejek, lelaki itu menyeringai lebar melihat keadaan Renn yang sekarang tak berdaya sama sekali. "Singkat sekali hidupmu. Malang sekali kau dengan luka parah seperti itu." Matanya memperhatikan kondisi tubuh Renn yang dikatakan tidak bisa diselamatkan lagi untuk ukuran tubuhnya orang normal yang mengalami kecelakaan.


Lelaki itu, lelaki yang tidak memiliki perasaan itu datang disaat yang tidak tepat. Dia datang dengan gayanya yang sangat sombong, angkuh, dan ingin aku membunuhnya.


"Medis mana yang mampu mengobati luka parah seperti itu selain menunggu kematian. Pasti mereka akan berkata hanya menunggu kematian menjemputmu yang malang ini karena tidak bisa diselamatkan sama sekali. Sungguh malah sekali nasibmu bocah." Ucapnya. "Harusnya kau tidak perlu melibatkan diri dengan kasus ini bocah." Lelaki itu menepuk-nepuk kepala Renn dengan santai, ia merasa kasihan, namun tidak ada niat membantu sedikitpun. Benar-benar orang yang tidak memiliki perasaan sama sekali.


Jika saja aku memiliki tenaga untuk bergerak, dia yang ingin aku bunuh saat itu. Sangat kurang ajar. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Temukan jawabannya.

__ADS_1


Renn off.


...***...


__ADS_2