
...***...
Renn on.
Perjalanan kisah ini bukan hanya tentang diriku saja. Tapi bagian dari hidupku adalah ketika aku berusaha untuk mengenali siapa diriku. Namun untuk saat ini aku tidak membahas tentang diriku. Akan aku kesampingkan dulu masalah yang aku hadapi. Karena ada satu orang yang harus aku selamatkan hidupnya. Aku tidak bisa membiarkan dirinya begitu saja. Saat ini ia berada di dalam kebimbangan suasana hati yang dipenuhi oleh tekanan orang-orang yang menuntut dirinya karena profesi yang ia miliki. Bagaimana dia menghadapi tekanan hidup ini, itulah yang ingin aku lindungi. Sakit memang untuk dirasakan.
Renn off.
Di hutan selatan.
Sudah cukup lama Ushiro Ueda berada di dalam hutan itu. Malam pun telah menyapa, dan ia pun belum juga bertemu dengannya siapapun. Hampir masuk ke dalam hutan yang sangat jauh, namun hanya kegelapan yang ia lihat, seperti suasana hatinya saat ini.
"Jadi orang-orang tidak berguna itu telah berani mempermainkan aku dengan berkata dusta?."
Ia benar-benar muak dengan segala keluhan, pengaduan mereka yang seakan-akan mereka yang paling menderita di dunia ini. Padahal dia yang menanggung semua keluhan yang mereka katakan padanya. Ia yang mengerjakan semua keluhan itu tanpa banyak bertanya pada dirinya keuntungan apa yang ia dapatkan dari pekerjaan itu.
"Baiklah jika memang seperti itu yang kalian inginkan, akan aku tunjukkan pada kalian bagaimana aku yang sebenarnya."
Hatinya yang tidak tahan lagi dengan sikap mereka yang telah membuatnya menjadi seperti budak, telah membuat hati nuraninya tidak bisa berpikir jernih tentang siapa dirinya.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Temukan jawabannya.
...***...
Ternyata luas wilayah itu membuat Renn, Yui, dan Mika sedikit bingung. Cukup lama rasanya mereka sampai di hutan selatan setelah bertanya-tanya pada penduduk asli daerah sini.
"Kita sampai di sini malam hari, apakah kita akan masuk ke dalam hutan dalam keadaan gelap seperti ini aki chan?."
"Apakah tidak berbahaya jika kita masuk hutan pada malam hari?."
"Jika dilihat dari situasi normal memang berbahaya. Tapi yang akan kita selamatkan jauh lebih berbahaya lagi."
"Lalu apa yang akan kita lakukan renn san?."
"Kalian tetap berada di sini, berjaga di sini. Aku yang akan masuk ke sana."
"Tapi renn san/ Tapi aki chan." Keduanya merasa keberatan.
"Tidak apa-apa." Renn hanya tersenyum kecil. "Keadaan pak polisi ushiro ueda sangat bergejolak saat dia masuk ke dalam hutan ini. Akan berbahaya jika kalian ikut masuk."
"Baiklah, kalau begitu kau harus berhati-hati. Kabari kami jika kau butuh bantuan kami renn san."
__ADS_1
"Um, tentu saja." Renn mengangguk mengerti sambil mengacungkan jempolnya. "Aku masuk dulu."
"Berhati-hatilah renn san."
" Berhati-hatilah aki chan."
Renn masuk ke dalam hutan itu sendirian, tentunya ia masuk dengan menggunakan senter penerangan. Tidak mungkin ia masuk dalam gelap seperti itu.
"Apakah kita akan menyusulnya diam-diam yui-san?." Mika sangat khawatir.
"Tidak perlu." Balasnya.
"Kenapa?." Tidak biasanya Yui tidak setuju dengan apa yang ia katakan.
"Kita harus bersiap-siap di sini. Aku yakin kita jauh lebih membantu renn san jika kita telah siapa dengan segala kemungkinan yang akan terjadi nantinya." Jawabnya dengan senyuman lembut.
"Baiklah, jika memang itu yang terbaik." Mika tidak memaksakan dirinya. Ia mengerti dengan kondisi mereka sekarang.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Persiapan seperti apa yang akan mereka lakukan setelah ini?. Temukan jawabannya.
...**...
Sementara itu H2C yang dipimpin oleh Shark telah sampai di kantor kepolisian Benta Alas. Mereka langsung masuk dengan membawa senjata untuk menyergap target yang mereka percaya ada di dalam kantor ini. Tentunya mereka yang ada di dalam kantor itu sangat terkejut dengan kedatangan mereka semua.
"H2C?."
Mereka yang berada di dalam kantor seketika tidak nyaman. Mereka bertanya-tanya, apa yang membuat H2C datang ke sana?.
"Lalu apa yang membuat kalian datang ke sini?." Ia hampir saja histeris mewakili mereka semua bertanya seperti itu.
"Kami akan menangkap ushiro ueda., karena dia adalah pengguna kapsul ular cobra." Jawabnya dengan nada dingin.
"Kapsul ular cobra?."
Lagi, mereka semua terkejut dengan apa yang dikatakan Shark mengenai Ushiro Ueda menggunakan kapsul ular cobra.
"Tapi saat ini dia tidak ada di kantor." Ia melihat ke arah teman-temannya yang sangat shock dengan apa yang terjadi.
"Kalau begitu kalian akan kami mintai keterangan." Shark memerintahkan anak buahnya untuk mengamankan mereka semua.
Apakah yang akan Shark lakukan pada mereka semua?. Apakah akan ada perselisihan diantara mereka nantinya?. Temukan jawabannya.
__ADS_1
...***...
Jauh di dalam hutan selatan Benta Alas, saat ini Pak polisi Ushiro Ueda akhirnya bertemu dengan orang-orang yang ia cari. Mereka yang telah membuatnya menjadi seperti ini. Tapi apa yang terjadi pada mereka?. Mereka semua membawa senjata yang sangat berbahaya, senjata seperti orang yang akan berperang seperti jaman dahulu?. Celurik tajam, bambu runcing, serta tongkat besar yang ada di tangan masing-masing. Setidaknya mereka ada lima belas orang jika ia tidak salah hitung.
"Ho?. Ada pak polisi yang berjaga malam ini."
"Kalau begitu kita rampok saja."
"Itu ide yang sangat bagus."
Setelah itu mereka malah tertawa terbahak-bahak membayangkan apa yang akan mereka dapatkan dari merampok seorang polisi yang berjaga di malam hari?. Sepertinya mereka habis mabuk, jika dilihat dari cara mereka berbicara, juga keadaan mereka yang sangat berantakan. Jalan mereka juga tidak seperti orang normal pada umumnya, sempoyongan seperti tidak tentu arah.
"Jadi mereka berbuat onar dalam keadaan mabuk?." Gejolak yang ia rasakan saat itu telah sampai pada puncaknya. Hatinya sangat memanas dengan apa yang telah ia lihat. "Akan aku bunuh kalian semua." Ia tidak dapat lagi menahan amarah yang membuncah di dalam hatinya.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Apakah Pak Polisi Ushiro Ueda akan berubah menjadi ular cobra raksasa?. Temukan jawabannya.
Sementara itu di sisi lainnya.
Renn masuk jauh lagi, ia melihat bayangan pak Ushiro Ueda yang masuk ke dalam hutan itu. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan suasana hati pak Polisi Ushiro Ueda pada saat itu.
"Seberapa besar sakit yang kau rasakan pak ushiro?. Apakah kau tidak lagi merasakan hati nurani mu?. Aku harap kau masih bisa merasakannya perasaanmu sebagian seorang manusia, pak ushiro."
Renn harus segera menemukan keberadaan Pak Polisi Ushiro Ueda, ia tidak bisa membayangkan hal yang mengerikan apa yang akan terjadi nantinya. Semoga saja ia tidak terlambat membantu pak Ushiro Ueda.
Sementara itu Shark Sedang menuju hutan Selatan, ia ingin bertemu langsung dengan pak Ushiro ueda. Ada kemungkinan nantinya ia akan bertemu dengan tuan x.
"Aku harus memancing dia supaya berubah menjadi ular cobra raksasa. Apakah tuan X akan datang menolongnya atau tidak. Aku harus membuktikannya sendiri." Dalam hatinya yang saat ini sedang dipenuhi gejolak tanda tanya yang sangat besar.
Entah kenapa pada saat itu ia ingin melihat bagaimana kehebatan tuan X yang sebenarnya. "Rasanya aku ingin membunuh tuan x dengan tanganku sendiri." Suasana hatinya yang kacau membuat Pikirannya ingin melenyapkan tuan x dari dunia ini. Apakah yang akan ia lakukan jika melihat tuan X nantinya?. Simak terus ceritanya.
Kembali pada Pak Ushiro Ueda yang kini tidak dapat menahan amarah yang ia rasakan, hingga tubuhnya diselimuti oleh hawa hitam yang sangat mengerikan.
"Kalian semua pantas mati!. Hyaa!."
Suara teriakan itu menandakan suasana hatinya yang sedang bersedih. Ada hasrat lain yang ikut menguatkan dirinya untuk melakukan itu. Perlahan-lahan tubuhnya telah berubah, dimulai dari warna kulitnya yang hitam bersisik seperti ular. Setelah itu muncul hawa Kepala Ular Cobra Raksasa yang menyelimuti seluruh tubuhnya. Bukan hanya sampai disitu saja, Perlahan-lahan Pak Polisi Ushiro Ueda berubah bentuk menjadi ular cobra raksasa. Tentunya itu membuat mereka semua sangat terkejut. Mereka semua sangat histeris saat betapa mengerikan ular cobra raksasa yang berada di hadapan mereka saat itu.
"Ular cobra raksasa!." Teriak mereka penuh ketakutan. Dalam keadaan seperti itu mereka tidak tahu harus berbuat apa. Namun yang terlintas di dalam pikiran mereka saat itu adalah menyelamatkan diri dari Ular Cobra Raksasa. Akan terapi pak polisi Ushiro Ueda yang telah berubah dalam wujud ular cobra raksasa tidak akan membiarkan mereka melarikan diri.
"Siapa yang menyuruh kalian pergi dari sini?." Amarahnya masih membuncah.
"Hyah!. Jangan makan aku."
__ADS_1
Teriak mereka mencoba bersembunyi di balik pohon-pohon yang berada di sekitar. Akan tetapi Ular Cobra Raksasa itu mengibas ekornya hingga membuat goncangan di sekitar, tentunya mereka semakin panik, tidak dapat melarikan diri dari sana. Langkah mereka semua tertahan karena guncangan itu. Mereka semua semakin takut, serta panik menghadapi situasi itu. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya.
...***...