DETEKTIF X (KASUS MANUSIA ULAR)

DETEKTIF X (KASUS MANUSIA ULAR)
CHAPTER 77


__ADS_3

...***...


Renn on.


Ambisi yang sangat berlebihan itu tidaklah baik. Ambisi?. Setiap manusia memiliki ambisi yang berbeda-beda di dalam hidupnya. Ada ambisi yang harus dicapai dalam hidupnya untuk sebagai target pencapaian. Namun ada juga sebagai patokan di dalam hidupnya untuk memotivasi sementara saja. Namun nada juga ambisi yang sangat berlebihan yang dirasakan oleh seseorang di dalam hidupnya. Akan tetapi apakah ia tidak menyadari jika ambisi yang berlebihan itu dapat membuatnya celaka suatu hari nanti?. Mari kita lihat orang-orang yang memiliki ambisi yang berlebihan di dalam kisah ini.


Kembali ke masa sebelum Renn berhadapan tertembak karena melindungi Faraya Asami.


Di sebuah tempat pabrik pembuat minuman yang lumayan terkenal. Di sana ada seorang wanita yang ditunjukkan sebagai mandor untuk mengawasi mereka semua. Akan tetapi pada saat itu mereka mengalami masalah yang cukup serius. Ada seseorang yang selalu saja protes dengan apa yang telah dilakukan oleh Faraya Asami sebagai mandor yang memimpin kerja mereka semua.


"Kau itu kalau bekerja jangan melamun saja!." Pada saat ia masuk ke dalam ruangan itu ia memang melihat Faraya Asami sedang melamun entah karena apa. "Apa yang kau dapatkan dari hasil lamunan mu itu?!." Dengan gejolak emosi yang sangat luar biasa ia melampiaskan kemarahannya pada mandornya itu.


Brakh!.


Terdengar suara gebrakan meja yang sangat keras.


"Diam!." Faraya Asami menunjukkan bagaimana perasaan emosi yang ia rasakan pada saat itu. "Jika kau tidak mengetahui apa yang aku lakukan maka kau diam saja!. Aku yang selama ini memikirkan apa yang terbaik untuk kalian!. Tapi kalian malah memperlakukan aku seperti ini!". Faraya Asami telah menunjukkan bagaimana sikap marah yang sangat luar biasa yang telah mendesak dadanya pada saat itu.


"Kebaikan apa yang telah kau lakukan untuk kami?. Kau pikir melamar seperti itu dapat memperbaiki apa yang telah kami rasakan?!." Sepertinya anak buah yang satu ini tidak terima begitu saja dengan apa yang telah dikatakan oleh mandornya itu.

__ADS_1


"Kau pikir aku sedang melamun itu untuk memikirkan apa?!. Gaji kalian telah naik selama ini karena usaha yang telah aku lakukan untuk mengatakan pada bos jika kalian telah berusaha dengan baik!. Tapi kalian hanya berpikir jika kalian saja yang telah melakukan hal baik dan kalian malah menganggap aku seperti ini?!." Faraya Asami benar-benar telah terbakar oleh amarah yang sangat luar biasa karena protes yang dilakukan oleh salah satu anggota. "Kalian bisa melakukan yang terbaik maka lakukan sendiri untuk menyakinkan bos jika kalian ingin memang pantas mendapatkan gaji yang lebih tinggi dari yang sebelumnya." Sungguh ya tidak dapat menahan amarahnya pada saat itu. Ia telah bosan dan muak dengan apa yang telah ia terima selama ini dari keluhan mereka yang tidak berkesudahan. Padahal sebagai mandor ia telah berusaha melakukan yang terbaik untuk mereka semua. Tapi tetap saja ia mendapat pandangan yang buruk dari mereka semua.


...***...


Ketika jam kerja telah selesai, iya segera kembali ke rumahnya karena ia sangat lelah ingin segera tidur setelah pulang bekerja. Sambil mengomel sendirian, ia mengeluarkan apa yang telah ia rasakan pada saat itu sungguh sangat sesak yang ia rasakan.


"Mereka benar-benar orang yang tidak berguna." Faraya Asami mengumpat mereka yang sama sekali tidak bisa diatur. "Mereka harus bersyukur dan berterima kasih kepadaku, karena aku selalu memperlihatkan pekerjaan mereka yang sangat baik pada bos. Sehingga gaji mereka naik dengan pesatnya, tapi mereka malah memperlakukan aku dengan sangat buruk." Faraya Asami sangat sakit hati dengan bentuk protes yang selalu mereka tunjukkan padanya. Namun pada saat itu ponselnya berbunyi nada notifikasi pesan masuk. "Pesan apa lagi ini yang masuk ke dalam teleponku?." Ucapnya sambil membuka pesan masuk itu cari nomor yang tidak dikenal sama sekali. Ketika ia membuka pesan itu, yang melihat sebuah link yang sangat aneh dan mencurigakan. Karena penasaran dengan link tersebut, ia mengklik link tersebut untuk melihat apa yang telah dikirim seseorang padanya.


Deg!.


Ketika itu ia sangat terkejut dengan apa yang ia lihat. Karena yang ia lihat adalah hal yang sangat luar biasa, hal yang mungkin dapat membantunya untuk mengatasi masalah yang telah ia rasakan.


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak dengan baik bagaimana kisah itu terjadi nantinya.


...***...


Markas besar H2C.


Dengan terburu-buru ia mendatangi temannya itu. Tentunya Shark masih penasaran dengan identitas asli yang dimiliki oleh Tuan X.

__ADS_1


"Apakah kau telah mengetahui identitas asli dari tuan X itu?." Shark baru saja datang dari sebuah tempat akan tetapi ia telah mengajukan pertanyaan seperti itu pada temannya.


"Sama sekali belum aku mendapatkan informasi tentangnya. Aku sedikit mengalami kesulitan ketika mengingat apa yang telah aku lihat pada saat itu." Eagle sedikit kecewa karena ia masih membutuhkan waktu untuk melihat identitas asli yang dimiliki oleh Tuan X.


"Kau ini memang sangat payah." Shark kembali meremehkan kemampuan yang dimiliki oleh Eagle.


"Heh!. Kau tidak usah terburu-buru, aku hanya membutuhkan waktu saja." Eagle semakin tidak suka dengan sikap temannya yang selalu saja merendahkan kemampuannya itu.


"Terserah kau saja. Lalu bagaimana pengamatanmu tentang orang-orang yang ada kemungkinan menggunakan kapsul ular kobra pada hari ini, atau hari besok, atau lusa, atau tahun depan?. Katakan padaku siapa calon-calon yang menggunakan kapsul ular kobra raksasa itu." Shark kali ini menanyakan pada temannya siapa saja yang telah terdeteksi menggunakan kapsul ular kobra raksasa itu.


"Kau ini memang sangat tidak sabaran sama sekali." Eagle tidak suka dengan sikap terburu-buru temannya itu. Dengan satu kali klik tombol pada keyboard itu ada tiga buah data yang tampil.


"Jadi hari ini ada tiga?. Apakah mereka sama seperti sebelumnya?. Dijadikan umpan untuk menggali perhatian kita semua." Shark sedikit mengetahui tentang apa yang telah dilakukan oleh pihak yang ingin mempermainkan mereka.


"Aku rasa memang seperti itu, tapi kali ini aku benar-benar telah mengetahui siapa yang asli dalam menggunakan kapsul ular kobra raksasa itu." Eagle dapat merasakan ada hal yang ganjil yang telah dilakukan oleh orang-orang yang telah menyebarkan kapsul ular kobra raksasa itu.


"Baguslah jika kau memang mengetahui siapa yang telah menggunakan kapsul ular kobra raksasa itu." Shark sangat senang dengan apa yang ia dengar dari temannya itu. "Jika memang seperti itu kita harus segera bergerak, kita harus cepat dari tuan X yang menyebalkan itu." Dalam kondisi seperti itu ia masih memikirkan dendamnya yang masih belum tersampaikan pada Tuan X. Ia sama sekali tidak terima dengan apa yang telah dilakukan oleh Tuan X padanya. Pertarungan yang sangat memalukan yang tidak akan pernah ia lupakan pada saat itu.


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Bagaimana caranya mereka mengatasi masalah itu?. Dalam pikirannya masih terlintas tentang Detektif X?. Apa hubungannya dengan kisah ini?. Simak terus bagaimana kisahnya.

__ADS_1


...***...


__ADS_2