DETEKTIF X (KASUS MANUSIA ULAR)

DETEKTIF X (KASUS MANUSIA ULAR)
CHAPTER 72


__ADS_3

...***...


Renn on.


Di dunia ini tidak ada orang yang ingin hidup menderita, tapi masalah yang datang dari diri sendiri ataupun dari orang lain terkadang itulah membuatnya menderita. Tidak ada satupun orang yang ingin hidupnya mendapatkan masalah sampai berurusan dengan pihak yang tidak ingin adanya kejahatan. Tapi apakah kau tidak menyadari?. Kejahatan itu sendiri berasal dari mana?. Kejahatan dari dorongan diri sendiri?. Atau dorongan orang lain?. Kejahatan tetaplah kejahatan. Entah itu dari dorongan diri sendiri ataupun dari orang lain. Sebagai manusia yang memiliki akal pikiran yang baik, harusnya kita dapat membedakan bagaimana kejahatan itu sebenarnya. Tapi apa yang aku lakukan ini adalah untuk menyadarkan mereka bahwa dorongan kejahatan yang berasal dari diri mereka itu, sebagian dari mereka yang tidak mampu untuk mengatasi masalah yang mereka hadapi. Lalu bagaimana dengan kisah ini yang sebenarnya?. Apakah yang aku lakukan itu salah atau benar?. Simak dengan baik bagaimana kisah ini terjadi nantinya.


Renn off.


Renn segera mengambil tindakan, ia hilangkan ular kobra raksasa itu dari hadapan mereka semua. Mereka semua melihat bagaimana Renn mengacungkan tangannya, namun setelah itu ular kobra raksasa itu hilang begitu saja. Namun mereka tidak mengetahui bagaimana caranya Renn melakukan itu. Mereka hanya melihat Renn mengarahkan telapak tangannya ke arah ular kobra raksasa itu.


Boofh!.


Ular kobra raksasa itu menghilang begitu saja tanpa adanya bekas sedikitpun. Melihat itu Shark sangat marah, hatinya sedang panas karena melihat apa yang dilakukan oleh Tuan X.


"Kembalikan ular cobra raksasa itu!." Bentaknya dengan suara yang sangat keras. Sehingga suaranya terdengar dengan sangat jelas di ruangan itu. Ruangan yang sedikit hancur dan berantakan juga ada beberapa orang yang tergeletak di sana setelah mendapatkan serangan dari ular kobra raksasa itu.


"Hm?. Maaf saja, aku tidak akan menyerahkannya pada kalian. Apalagi kau yang memiliki ambisi yang tidak baik." Renn hanya tersenyum kecil sambil menatap ke arah Shark. "Kau hanya menginginkan pangkat saja. Tanpa memperdulikan bagaimana nasib mereka, kau hanya ingin menunjukkan kekuatan yang kau miliki, tidak untuk membuat mereka menyadari kesalahan mereka. Jadi aku tidak bisa memberikannya begitu saja padamu." Renn tidak takut sama sekali dengan raut wajah mengerikan yang ditunjukkan oleh Shark.


"Bedebah busuk!. Dia kau!." Shark terpancing amarah langsung mengarahkan senjatanya ke kepala Renn.


"Olala!. Cepat sekali kau marahnya." Renn malah tertawa kecil melihat itu.. "Kau memang orang yang memiliki sikap yang sangat buruk." Renn dapat melihat apa saja yang telah dialami oleh Shark. Bahkan ia dapat melihat bagaimana ambisi yang dimiliki oleh wanita itu.


"Diam kau!." Shark amarahnya semakin meledak, ia hampir saja tidak bisa mengendalikan dirinya. "Kau tahu apa tentang diriku!." Ia sangat marah jika ada orang yang berani berkata tentang dirinya.


"Memang benar apa yang dikatakan tuan x. Bahkan aku dapat merasakan itu semua darinya. Ambisinya yang ingin diakui sebagai seseorang yang memiliki kekuatan yang sangat luar biasa." Dalam hati Eagle sangat heran dengan apa yang dikatakan oleh Tuan X. Ia membenarkan apa yang telah dikatakan oleh Tuan X, temannya itu memang memiliki sikap yang seperti itu. Sepertinya benar-benar dapat melihat itu semua dengan kemampuan yang ia miliki.


"Aku tahu kau siapa. Karena kau adalah wanita yang sedari kecil telah digembleng dengan ambisi ingin diatas semua orang, bahkan di atas para laki-laki. Pikiran yang sangat salah, karena di masa kecil kau hanya diajarkan hal yang tidak wajar." Kembali tuan X berkata seperti itu.


"Diam kau!." Shark berlari ke arah Tuan X. "Akan aku pastikan kau akan tertangkap kali ini!." Dengan suasana hati yang sangat panas ia segera berlari ke arah Tuan X dan menyerangnya begitu saja.

__ADS_1


Terjadi pertarungan yang sangat tidak terduga antara keduanya. Pertarungan fisik lebih tepatnya, Shark yang pada saat itu sedang dikuasai oleh amarahnya sendiri. Sementara itu mereka yang menyaksikan itu tidak tahu harus berbuat apa.


"Apa yang harus kita lakukan pak?." Salah satu anggota H2C bertanya pada Eagle yang pada saat itu hanya melihat bagaimanakah pertarungan mereka.


"Ini seperti dendam pribadi. Sebaiknya kita tidak bisa ikut campur, karena ini di luar misi kita. Misi kita hanya menangkap ular kobra raksasa itu saja." Eagle dapat melihat bagaimana ambisi pribadi yang dirasakan oleh temannya itu. Tentunya ia tidak ingin ikut campur dengan apa yang dirasakan oleh temannya. Bukan berarti ia tidak ingin membantu, yang dikatakan oleh Tuhan X bahwa temannya itu memang memiliki ambisi yang tidak biasa. Karena itulah ia tidak ingin ikut campur dengan urusan pribadi Shark.


"Siap pak." Sebagai anggota biasa ia hanya dapat mengikuti apa yang telah dikatakan oleh wakil ketua mereka.


"Kau tahu apa masalah ku?!. Kau adalah golongan orang yang membela kejahatan. Maka kau duluan yang akan aku singkirkan. Aku tidak akan memberikan ampun padamu jika kau tertangkap nantinya." Shark dengan semangat membara ia terus menyerang Tuan X. Entah itu dalam bentuk pukulan atau tendangan, dengan perasaan yang mengganggu-gabung dia terus menyerang Tuan X.


"Aku tidak membutuhkan pengampunan dari seorang wanita yang jahat seperti. Seorang wanita yang tidak memiliki perasaan sedikitpun terhadap orang lain." Renn menghindari semua serangan yang datang padanya. "Jika kau tidak berhati-hati dalam tindakanmu, aku yakin kau akan celaka pada suatu saat nanti." Renn berhasil menangkap pukulan yang hampir saja mengenai wajahnya itu.


"Diam!. Berani sekali kau berkata seperti itu padaku!. Akan aku tunjukkan kepadamu bagaimana kekuatanku yang sebenarnya!." Shark sedikit terkejut karena Tuan X berhasil menangkap pukulannya dengan sangat baik. Akan tetapi saat itu ia mendapatkan serangan yang tidak terduga sama sekali. Renn atau tuan X berhasil mendaratkan sebuah tendangan tepat di perut Shark.


Duakh!.


"Eagkh!."


Eagle saya melihat itu tentunya tidak bisa berdiam diri saja, ia segera menahan tubuh temannya itu agar tidak terjatuh ke lantai ruangan itu. Sedangkan anggota yang lainnya langsung bereaksi ingin menyerang Tuan X.


"Oi!." Eagle melihat temannya yang meringis kesakitan setelah mendapatkan sebuah tendangan yang sangat kuat di perutnya.


"Maaf saja, aku tidak memiliki waktu yang banyak untuk meneladani wanita yang tidak memiliki perasaan sepertimu." Renn melihat bagaimana pasukan itu berlari ke arahnya hendak menyerangnya. "Aku harus mengatasi masalah lain dibandingkan dengan dirimu yang hanya membuang waktuku saja." Renn tidak akan membiarkan dirinya berhadapan dengan orang-orang yang tidak berguna seperti itu. Ia tidak akan menghabiskan tenaganya hanya untuk bertarung dengan mereka semua.


Boofh!.


Renn segera menghilang dari sana karena ia tidak ingin berlama-lama berada di sana. Karena ia memiliki batas waktu yang harus ia jaga ketika ia telah berhasil menyembunyikan ular kobra raksasa di dalam tubuhnya. Akan berbahaya jika ia pingsan mendadak di hadapan mereka, tentunya itu ia akan membahayakan dirinya sendiri.


"Sial!. Kurang ajar!." Umpat Shark dengan penuh amarah yang sangat membara di dalam hatinya.

__ADS_1


"Tuan x. Mungkin benar apa yang telah kau katakan tentang shina. Dia memang seperti itu pada dasarnya." Dalam hati Eagle masih merasakan bagaimana ambisi yang sangat berat itu.


Apakah yang akan dilakukan oleh Eagle dengan kondisi temannya yang seperti itu?. Apakah mereka akan terus seperti itu jika berhadapan dengan Tuan X yang suka kabur-kaburan?. Bagaimana caranya mereka mengatasi Tuan X agar tidak melarikan diri?. Simak terus bagaimana kisah itu terjadi nantinya.


...***...


Organisasi Hitam Kegelapan.


Bos besar baru saja menerima laporan dari anak buahnya mengenai apa yang telah mereka lakukan. Ternyata kedua orang yang untuk pengalihan itu hanya sia-sia saja. Mereka dapat mengetahui siapa pengguna asli di antara mereka.


"Bagaimana menurut hasil pengamatan yang kalian lakukan?." Bos besar ingin mendengarkan pendapat dari anak buah yang ia utus untuk mengamati kejadian itu.


"Orang misterius itu masih bisa menghilangkan ular kobra raksasa itu." Jawabnya sedikit agak ragu. "Akan tetapi saya tidak mengetahui apakah dia bisa mengembalikan manusia itu atau tidak." Itulah yang membuat dia bingung dalam kasus yang terjadi.


"Jadi apa yang telah aku lakukan itu hanyalah sia-sia?." Bos besar sangat tidak suka dengan hasil yang dikatakan oleh anak buahnya itu. "Sebagai seorang profesor ahli obat, apa yang telah aku lakukan itu sia-sia?." Ia merasa terhina jika memang itu yang terjadi.


"Saya belum bisa memastikannya, karena saya belum bisa masuk ke dalam ruang lingkup yang telah ia ciptakan sebagai tameng penghalang siapa saja yang masuk ke dalam sana." Sebagai seseorang yang memiliki kemampuan yang berbeda, hanya itu yang dapat ia rasakan pada saat itu. "Sepertinya mungkin ada seseorang yang berusaha untuk masuk, sehingga ia memperkuat dinding pembatas antara dunia nyata dan dunia virtual yang telah ia ciptakan." Sebagai seseorang yang memiliki kemampuan berbeda, tentunya ia dapat merasakan bagaimana seseorang yang memiliki kemampuan di atasnya. Memang tidak mudah untuk mengatasi orang-orang yang seperti itu, karena mereka memiliki kemampuan yang tidak bisa dipandang remeh begitu saja.


"Jadi orang misterius itu memang memiliki kekuatan yang sangat luar biasa?. Sehingga kau saja tidak bisa masuk ke dalam sana?. Bos besar sangat tidak terima dengan apa yang telah dikatakan oleh anak buahnya itu. Lalu dengan cara apa lagi ia akan berhadapan dengan orang misterius itu?. Tentunya ia tidak ingin mengalami kerugian dalam penjualan yang telah disebarkan beberapa penjuru negara ini.


"Saya akan terus mencobanya, sehingga saya bisa memastikan apakah dia memang benar-benar mengembalikan orang-orang itu atau tidak." Sebagai anak buah tentunya ia tidak akan menyerah begitu saja.


"Jika kau gagal kali ini, maka kau yang akan aku habisi." Bos besar mengancam anak buahnya yang menurutnya tidak becus dalam bekerja. Padahal ia telah mempercayai anak buahnya itu, untuk menghentikan Tuan X atau orang misterius itu. Tapi hasilnya tetap sama, belum ada tanda-tanda keberhasilan yang ia dapatkan.


"Baik bos. Kali ini tidak akan gagal lagi." Itu adalah janji yang ia ucapkan pada bos besar, tentunya ia tidak ingin mengecewakan bos besar karena kegagalannya dalam bertugas.


Apakah mereka bisa masuk ke dalam ruang virtual yang telah diciptakan oleh Renn?. Lalu bagaimana dengan ren itu sendiri?. Apakah ia bisa mempertahankan itu semua dengan kekuatannya?. Simak terus kisah ini, jangan lupa dukungannya ya. 


...***...

__ADS_1


__ADS_2