
...***...
Yho!. Pembaca tercinta. Semoga masih dalam keadaan Sehat-sehat saja ya. Maaf atas ketidak nyamanan Ketika membaca kisah ini. Karena author yang tidak tahu bagaimana wujudnya ini minta maaf. Mungkin beberapa hari kedepan akan ada flashback Karena author sedang dalam perjalanan panjang. Jadi maaf ya, jika sedikit Mengulang kembali kilasan ceritanya.
Renn on.
Namaku adalah Renn Akiyama. Aku hanyalah seorang detektif swasta yang kadang membantu orang-orang sekitar dalam menangani masalah pribadi. Namun akhir-akhir ini aku mendengar kabar ada masalah yang aneh terjadi di kota ini. Manusia bisa menjadi ular?. Hum?. Rasanya agak memang aneh, dan tidak masuk akal. Mungkin aku harus lebih waspada lagi, takutnya gosip itu benar-benar terjadi di saat aku lengah. Tentunya aku tidak mau itu sampai terjadi padaku. Sekali lagi aku katakan, bahwa aku hanya waspada saja, karena aku tidak mau merepotkan diri sendiri nantinya. Baiklah, sembari menunggu klien yang datang aku harus siap-siap sambil mengamati yang terjadi pada sebelumnya.
Mungkin perkenalan nama masih diperlukan ya. Supaya lebih kenal lagi denganku. Lalu bagaimana dengan pembaca sekalian. Apakah tidak ingin berkenalan dengan ku?. Jawab di kolom Komentarnya ya. Ok!. Masalah Pertama yang aku hadapi pada saat itu adalah kasus yang sangat aneh!. Aku sangat takut pada saat itu. Aku tidak menduga sebelumnya. Pada awalnya aku hanya Mendapatkan Permintaan dari seseorang yang ingin menyelidiki Penanggung jawab sebuah panti yang bersikap sangat aneh, dan membingungkan.
"Hooo kasus baru nih!." Yui Yoshioka sambil melihat catatan kasus yang akan mereka selesaikan hari ini.
"Apa memangnya?." Refleks Renn dan Mika bertanya seperti itu pada Yui yang terlihat serius.
"Apakah kali ini kasus perselingkuhan lagi?. Aku harap tidak. Kali ini jangan kasus itu." Dalam hati Renn sangat kapok berurusan dengan masalah perasaan seseorang.
Yui menunjukkan catatan tersebut pada keduanya, tentunya keduanya melihat dengan seksama. "Membongkar kebiasaan buruk pemilik panti asuhan yang bertingkah aneh?." Keduanya membacanya dengan suara yang agak keras.
"Apaan coba!." Renn sampai membanting kuat buku yang ia pegang tadi. "Apa yang terjadi pada pemilik Panti asuhan tersebut hingga mengalami keanehan?." Sangat aneh menurutnya.
__ADS_1
"Menurut laporan warga sekitar, ah tidak lebih tepatnya menurut saksi mata hinata katsumi. Seorang warga yang rumahnya dekat dengan panti, mengatakan bahwa dia melihat ada ruam aneh pada tubuh pak ryuzaki seperti sisik ular, kemudian ia menghilang entah kemana." Yui menjelaskan informasi yang ia dapatkan dari sekitar.
"Lantas?. Apa yang akan kita lakukan?." Renn memiliki firasat buruk mengenai itu.
"Tentunya kita akan menyelidikinya. Memangnya apa lagi?." Yui sangat kesal dengan pertanyaan Renn.
"Humm." Mika nampak berpikir, begitu juga dengan Renn.
Ya. Bermula dari menerima kasus aneh itulah semuanya berawal. Tapi pada saat itu sama sekali tidak menaruh curiga sedikitpun dari pengasuh panti asuhan itu.
"Terima kasih banyak atas bantuannya renn san." Pak Ryuzaki sebagai pemilik sekaligus pengasuh Panti asuhan merasa terharu dengan bantuan yang diberikan oleh Renn.
"Anda baik sekali renn san." Pak Ryuzaki terlihat senang karena masih ada yang mau memberikan sumbangan. "Semoga anda selalu diberikan kesehatan." Lanjutnya lagi dalam bentuk doa yang baik untuk Renn.
"Arigatou doanya pak ryuzaki." Renn tersenyum kecil, ia dapat menangkap ketulusan hati pak Ryuzaki. "Sepertinya tidak ada keanehan sedikitpun dari pak Ryuzaki, tapi kenapa?." Dalam hati Renn sangat aneh melihat itu?. Juga kebiasaan buruknya yang selalu menolak tamu untuk memberikan sumbangan pada anak-anak?. Tapi kenapa malah menerima diriku dengan baik?." Dalam hatinya mencoba untuk memikirkan itu. "Apa laporan yui salah?. Tapi aku rasa tidak mungkin Yui melakukan kesalahan seperti ini?. Baiklah, akan aku cari tahu kebenarannya." Dalam hati Renn sebagai seorang detektif, ia harus meneliti dengan baik apa yang terjadi.
Saat itu tujuanku hanyalah mengunjungi mereka saja. Sambil memeriksa apa yang terjadi sebenarnya. Aku tidak menaruh curiga sedikitpun padanya mengenai masalah aneh.
"Ternyata mereka memiliki bakat yang hebat pak ryuzaki." Renn merasa kagum dengan apa yang anak-anak itu lakukan. Ia tidak menyangka bahwa bakat luar biasa akan segera hadir di sini jika diasuh dengan baik. "Jika diasah dengan baik, aku yakin mereka akan menjadi lebih baik lagi." Entah kenapa ia merasakan hal yang seperti itu.
__ADS_1
"Mata anda sangat jeli sekali renn san." Pak Ryuzaki tersenyum kecil, namun tatapan matanya mengandung kesedihan yang mendalam. "Anak-anak itu memiliki mimpi yang luar biasa, hingga hatiku tersentuh untuk membantu mereka mewujudkan impian mereka" senyum kecil lagi-lagi mengembang di wajahnya.
"Lalu apa yang akan anda lakukan pak ryuzaki?. Kenapa anda tidak mengatakan itu pada pemerintah?." Renn sedikit penasaran, apakah pak Ryuzaki benar-benar mau mewujudkan impian mereka?.
"Aku berencana ingin mengajukan permohonan pada pemerintah daerah agar memberikan pelatihan khusus pada mereka, namun sepertinya tidak bisa." Ucap pak Ryuzaki dengan nada sedih.
"Kenapa?." Renn penasaran mengapa permohonan tersebut ditolak. Sesekali matanya menatap sekitar. Dan saat ini mereka berada di halaman belakang panti asuhan.
Aku hanya memperhatikan anak-anak panti itu sambil berbicara dengan pak ryuzaki. Dari Nada beba bicaranya itu, ia terlihat sangat sedih yang sangat dalam. Apalagi dengan kondisi Panti seperti itu. Namun saat itu aku merasakan perasaan yang tidak enak sama sekali.
"Entah mengapa aku merasakan akan ada kejadian yang tidak menyenangkan setelah ini. Perasaanku mengatakan bahwa-." Dalam hati Renn merasakan adanya ancaman yang berbahaya. Tingkat berbahaya yang sangat tidak wajar, baru pertama kalinya aku melihat kasus yang sangat aneh. Kasus aneh pertama yang aku hadapi selama aku menjadi seorang detektif.
"itu karena mereka mengatakan-!." Pak Ryuzaki menghentikan langkahnya, juga ucapannya.
"Lihatlah?. Gelagat mencurigakan seperti dikebanyakan film yang aku lihat dikala senggang, aku melihat seseorang yang merasa kecewa, marah atau sedih-." Dalam hati Renn mencoba menebak apa yang akan terjadi. "Oh tidak mengapa aku malah menghadapi situasi seperti di drama begini?." Renn merasakan perasaan yang tidak enak, entah mengapa firasatnya mengatakan akan terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan. Dan benar saja, ketika pak Ryuzaki membalikkan badannya, saat itu juga Renn melihat ada sisik di tubuh pak Ryuzaki. Renn terkejut dengan apa yang ia lihat, benarkah sisik itu adalah sisik ular?.
Bagaimana mungkin seseorang memiliki sisik yang aneh seperti ular?. Apakah yang akan terjadi?. Simak terus ceritanya ya.
Renn off.
__ADS_1
...***...