DETEKTIF X (KASUS MANUSIA ULAR)

DETEKTIF X (KASUS MANUSIA ULAR)
CHAPTER 56


__ADS_3

...***...


Renn on.


Kita hanyalah manusia yang sangat lemah, sehingga kita cepat menyerah ketika kesakitan yang kita rasakan tidak bisa kita hadapi dengan mudah. Tapi siapa yang menduga dari banyak rasa sakit itu, terkadang ada hasrat yang besar yang kita rasakan untuk bangkit lagi. Teruslah berusaha dengan apa yang kau punya walaupun itu sangat kecil. Jangan menyerah walaupun kau tidak bisa berjalan lebih jauh lagi. Berjuanglah walaupun rasa sakit itu membuatmu tidak lagi bergerak dengan bebas.


Renn off.


Saat ini Renn sedang menyerap semua racun yang ada di dalam tubuh Pak Polisi Ushiro Ueda. Perlahan-lahan tubuh itu berubah kembali dalam wujud manusia. Renn telah menggunakan tenaga dalamnya untuk mengembalikan keadaan Pak Polisi Ushiro Ueda.


Deg!. Deg!.


Pak Ushiro Ueda sangat berdebar-debar dengan apa yang telah ia rasakan pada saat itu. Ia telah berubah menjadi manusia normal?.


"Bagaimana mungkin yang mulia melakukan itu?." Pak polisi Ushiro Ueda sangat tidak menduga dengan apa yang telah ia alami hari ini?. "Harusnya hamba telah tewas karena menyerap terlalu banyak bisa ular cobra itu." Pak Polisi Ushiro Ueda Masih belum mengerti dengan apa yang telah ia rasakan.


"Aku telah menyerap semua racun yang ada di dalam tubuhmu. Racun itu hanya aku yang bisa mengeluarkannya." Renn tersenyum kecil. "Panggil saja renn. Jangan terlalu formal seperti itu ushiro san." Balasnya dengan senyuman ramah.


"Lantas apa yang akan kau lakukan setelah ini padaku?. Apakah kau akan menyerahkan aku pada pihak yang berwajib?." Pak Ushiro Ueda sangat penasaran dengan apa yang dilakukan Renn padanya.


"Aku tidak akan melakukan itu." Balas Renn.


"Apakah kau akan membiarkan orang jahat seperti aku berkeliaran dengan bebas setelah melakukan kejahatan?." Hatinya sangat sedih mendengarkan apa yang dikatakan Renn.


"Tidak untuk Saat ini pak ushiro. Karena pihak berwajib untuk Saat ini tidak layak untuk memberikan hukuman pada siapapun termasuk pada anda." Dengan Sangat berat hati ia berkata seperti itu pada Pak Polisi Ushiro Ueda.

__ADS_1


"Lalu apa yang akan kau lakukan padaku renn san?." Pak Ushiro Ueda ingin Mendengarkan jawaban dari Renn.


"Untuk Saat ini aku mohon dengarkan aku." Renn berusaha untuk menekan perasaan yang sedang ia rasakan. "Aku akan mengantar mu menuju ke tempat yang aman. Untuk sementara waktu bersembunyi lah di sana. Aku akan datang menyerahkan mu jika pihak yang berwajib telah aman dari tekanan yang nantinya justru akan menyiksa dirimu pak ushiro." Renn benar-benar tidak tega dengan apa yang akan mereka lakukan nantinya pada Pak Polisi Ushiro Ueda. "Sebelum itu kau harus memperbaiki dirimu agar merasa lebih baik." Renn hampir saja menangis dengan perasaannya saat ini.


"Baiklah. Aku akan melakukannya dengan sangat baik." Polisi Ushiro Ueda juga hampir menangis dengan sikap peduli yang ditunjukkan oleh Renn padanya. Karena selama ini tidak ada yang peduli bagaimana perasaannya selama ini.


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya.


...***...


Shark saat ini sedang menuju sebuah tempat yang sangat ramai. Ia telah memiliki janji untuk bertemu dengan seseorang yang sangat terkenal.


"Sudah lama tidak bertemu shina." Aoki menyala temannya dengan sangat akrab.


"Saat ini aku sedang sangat sibuk." Jawabnya sambil duduk di samping temannya itu.


Aoki hanya tertawa kecil melihat bagaimana raut wajah temannya itu. Sangat tidak bersahabat sama sekali, sangat terkesan dingin dan seperti seseorang yang sedang mencari musuh dengan siapa saja.


Di ruangan yang hanya ada mereka berdua saja. Mungkin itu adalah pembicara yang sangat pribadi sehingga mereka melakukan pertemuan dengan kondisi yang seperti itu?.


"Jika memang kau sangat sibuk, kenapa kau ingin bertemu dengan aku di sini?." Aoki sangat bingung dengan sikap temannya itu. "Aku yakin kau ingin mengatakan sesuatu yang sangat penting dalam pembicaraan ini." Ia mencoba menebak tujuannya?. "Katakan saja padaku, maka aku akan mendengarkan apa yang kau katakan." Lanjutnya lagi.


"Saat ini aku sedang ingin mencari identitas seseorang yang sangat ingin aku ketahui siapa orangnya." Jawabnya dengan nada sangat serius. "Saat ini aku sedang memburu dua orang yang sangat membuat aku marah." Hatinya saat itu sedang panas mengingat apa yang telah terjadi padanya.


"Ho?. Apakah kau memiliki fotonya?. Aku ingin melihat bagaimana dia yang sebenarnya. Mungkin aku bisa membantumu dengan cara yang seperti itu?." Sebenarnya ia sangat tertarik dengan hal-hal aneh yang sedang terjadi.

__ADS_1


"Kalau begitu-." Ia segera mengeluarkan dua buah foto. "Ini lah mereka yang sedang ingin aku ketahui identitas aslinya." Lanjutnya lagi. Ada perasaan yang membuncah yang sedang ia rasakan ketika melihat wajah sedih temannya itu.


"Hum?." Aoki sedikit bingung, karena ia tidak melihat sama sekali dua orang yang sangat asing menurutnya itu. "Dua orang ini sangat asing. Aku tidak kenal sama sekali." Rasanya ia memang tidak kenal.


"Kau ini memang aneh, dan ada rada bodohnya ya." Dengan jengkelnya ia berkata seperti itu pada Aoki. "Jika aku mengetahui mereka siapa maka aku tidak akan meminta bantuan padamu." Ia tampak sedikit mengegas dalam berbicara.


"Olala, kau ini memang cepat sekali pemarahnya." Ia sedikit merinding dengan suara, serta aura yang ditunjukkan oleh Shina. "Tapi menurutku mereka adalah orang yang sama." Ia mengamati dengan jelas bagaimana foto itu.


"Orang yang sama?." Shina sangat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh temannya itu mengenai foto itu. Ia bahkan merebut kembali foto itu, dan mengamati dengan baik bagaimana bentuk foto itu. "Bagaimana mungkin kau yakin jika foto ini adalah orang yang sama?." Shina sangat heran dengan apa yang dikatakan oleh Aoki.


"Heh!. Jangan rendahkan kemampuanku ini ya. Aku memiliki mata yang sangat sempurna saat melihat target." Dengan penuh percaya diri berkata seperti itu. "Aku ini adalah ahli dalam memburu jejak seseorang." Lanjutnya lagi dengan perasaan yang bangga luar biasa.


"Bagaimana caranya?." Shina sangat heran dengan apa yang dikatakan oleh temannya itu.


"Sini!." Kali ini ia yang merebut dengan paksa foto itu dari temannya.


"Ck!." Shina berdecak kesal saat itu.


"Raut wajah, serta kesamaan bentuk tulang pipi, matanya, serat yang ada di wajahnya sangat menggambarkan dengan jelas jika mereka adalah orang yang sama." Jawabnya sambil mengamati foto itu dengan seksama.


Duakh!.


Shina malah menjitak kepala belakang Aoki dengan sangat kuat, hingga Aoki sangat terkejut dengan apa yang telah dilakukan oleh Shina padanya.


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya ya.

__ADS_1


...***...


__ADS_2