
...**...
Hari sidang telah tiba, kondisi Akemi Chika Sedikit terganggu. Karena ia sangat ketakutan dengan apa yang akan dilakukan oleh H2C padanya. Harapan satu-satunya yang ia punya adalah Renn, laki-laki yang telah memberikan harapan padanya.
"Aku mohon kau bisa datang renn san. Hanya kau satu-satunya harapan yang aku miliki saat ini. Karena itulah tolong aku renn san." Dalam hatinya berdoa dengan sepenuh hatinya, jika ia ingin ada seseorang yang dapat membantunya saat ini.
"Kau tidak usah memasang wajah kasihan seperti itu. Karena tidak ada yang kasihan dengan apa yang telah kau lakukan." Bisik Shark dengan suara pelan. Saat ini mereka sedang menuju ke ruang sidang. "Seperti yang aku katakan, jika kau akan dihukum mati." Shark tersenyum lebar, ia cengkram kuat pipi Akemi Chika dengan sangat kuat. "Kau tidak akan akan memiliki kesempatan untuk mengindari hukuman mati, kau telah terbukti telah melakukan kesalahan yang sangat fatal." Dengan geram ia berkata seperti itu, hatinya saat ini sedang dipenuhi oleh perasaan dendam yang sangat luar biasa, sehingga ia ingin menghabisi seseorang dengan cara yang berbeda.
"Kau boleh saja melakukan yang kau inginkan dariku. Tapi kau tidak akan mengetahui apa yang terjadi satu detik kemudian." Akemi Chika melawan. Ia tidak ingin direndahkan begitu saja oleh orang yang tidak memiliki hati nurani seperti wanita dengan nama Shark itu.
Plak!.
Tamparan kuat ia terima dari Shark, sepertinya hatinya memang sedang dipenuhi oleh amarah yang membara. Tidak ada kelembutan yang ia terima lagi, sehingga ia melakukan kekerasan itu.
"Kegh!." Akemi Chika meringis sakit setelah ditampar dengan sangat kuat. "Heh!. Kau sepertinya perlu istirahat yang cukup. Supaya kau lebih tampak tenang, dan juga lebih sabar." Akemi Chika mengejek kemarahan yang dikeluarkan oleh Shark.
"Aku pastikan, kau tidak akan bisa membela diri lagi." Shark menarik kuat kepala belakang Akemi Chika, hingga membuatnya meringis sakit. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Apakah ia benar-benar akan dibawa ke ruang sidang yang sangat menakutkan?. Temukan jawabannya.
...***...
__ADS_1
Sementara itu Renn.
Ia telah selesai dengan segala apa yang ia dapatkan demi menyelamatkan Akemi Chika. Ia tidak ingin wanita itu semakin menderita dengan apa yang akan ia dapatkan dari hasil sidang itu. Apalagi ancaman yang akan ia dapatkan adalah hukuman mati. Setiap orang pasti akan takut jika mendapatkan hukuman itu.
"Aki chan. Kau yakin akan pergi sendirian?. Apakah kau tidak butuh bantuan dariku?." Mika sangat perhatian pada Renn, ia tidak mau Renn mengalami tekanan seperti sebelumnya. Ia takut Renn akan drop seperti sebelumnya.
"Apakah kau tidak ingin kau temani renn san?. Kami sangat cemas, jika mereka mengenali wajahmu nantinya." Yui juga sangat khawatir dengan keselamatan Renn. Kasus terakhir yang mereka hadapi sangat mengkhawatirkan, apalagi kali ini ia datang untuk menjadi saksi sidang atas apa yang telah dilakukan oleh seseorang atas nama kejahatan yang tidak bisa diampuni begitu saja. Membunuh orang dengan alasan dendam, itu jelas-jelas kejahatan yang sangat tidak bisa dimaafkan begitu saja. Apakah Renn bisa menangani kasus itu?.
"Kalian berdua tenang saja." Renn tersenyum kecil menatap Yui dan Mika yang telah ia anggap sebagai adik kandungnya. "Aku telah melakukan persiapan yang sangat matang. Aku tidak akan melakukan kesalahan apapun. Jadi kalian tenang saja, kali ini aku akan baik-baik saja. Percayalah padaku kali ini aku akan menjaga diriku dan menepati janjiku pada ai san dengan baik." Renn meyakinkan Yui dan Mika, bahwa semuanya akan baik-baik saja.
"Um." Yui dan Mika hampir saja mau menangis mendengarkan apa yang dikatakan Renn. Sepertinya Renn telah berpikir dengan baik, tentang apa yang akan ia lakukan langkah selanjutnya.
"Aki chan. Kau benar-benar telah tumbuh dewasa. Rasanya aku ingin menangis mendengarkan apa yang telah kau katakan tadi." Sedangkan Mika benar-benar menunjukkan apa yang telah ia rasakan ketika mendengarkan ucapan Renn.
"Olala. Kalian ini bicara apa, ahaha!." Renn malah tersipu malu dengan apa mereka katakan tentangnya. Memang ia merasakan ada yang berubah darinya setelah apa yang ia rasakan, serta pikirannya yang ingin menyelamatkan orang-orang yang bernasib malang seperti pak Ryuzaki, dan juga Shiro Ai, juga kini yang dirasakan oleh Akemi Chika.
"Berusahalah dengan baik renn san. Kami akan selalu mendukungmu dari belakang." Yui menyemangati Renn. Ia tahu, suatu hari nanti Renn akan mengalami perubahan. Dan ia tidak menduga jika perubahan itu terjadi pada hari ini.
"Semangat ya, aki chan." Mika juga memberi semangat pada Renn. Ia selalu berjanji pada dirinya akan selalu berusaha untuk menjaga Renn dari jarak jauh.
__ADS_1
"Terima kasih atas dukungan kalian." Renn sangat senang. Ia sangat senang memiliki orang-orang yang senantiasa membantunya. "Kalau begitu aku pergi dulu." Setelah berkata seperti itu ia pergi meninggalkan ruangan itu. "Aku pergi dulu, sampai jumpa." Ucapnya dengan suara lembut.
"Ya, hati-hatilah renn san." Yui hanya bisa tersenyum kecil saat melihat Renn pergi meninggalkan tempat itu.
"Hati-hati aki chan. Nanti pulang jangan bawa makanan ya." Mika selalu seperti itu jika Renn pergi. Ia tidak ingin melihat kepergian Renn dengan suasana hati yang sangat cemas.
"Tunggulah aku chika san. Kau jangan cemas, aku akan datang pada saat yang tepat." Dalam hati Renn berjanji akan melakukannya dengan sangat baik. Ia tidak akan mengecewakan Akemi Chika, dan ia juga tidak akan melakukan kesalahan yang sama setelah ini. "Semoga saja mereka tidak membunuhmu." Dalam hatinya sangat cemas dengan keadaan Akemi Chika.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Apakah Renn bisa menyelamatkan Akemi Chika?. Simak terus ceritanya ya.
...***...
Organisasi Hitam.
Sepertinya mereka masih mencaritahu tentang keberadaan orang yang berhasil mengembalikan wujud ular cobra raksasa menjadi manusia biasa.
"Orang-orang yang telah aku kirim untuk mencari keberadaan orang itu telah banyak. Namun tidak dari mereka yang bisa menemukan keberadaan dari orang itu." Bos besar organisasi sangat heran dengan cara bekerja orang-orang suruhannya. "Orang-orang yang aku suruh bukanlah orang biasa, dan juga bukan orang amatir. Mereka semua adalah pencari jejak profesional. Bahkan ketika aku menyuruh mereka untuk mencari keberadaan cacing di kubangan hitam mereka mampu menemukannya. Tetapi kenapa dengan orang satu ini mereka sama sekali tidak bisa menemukan keberadaannya?." Itulah yang membuat dia sangat heran. "Siapa dia sebenarnya?. Seperti apa kekuatan yang dia miliki?. Sehingga dia mampu menyembunyikan dirinya seperti bunglon, sehingga dia bisa menyembunyikan dirinya dengan sangat baik." Baru kali ini ia berhadapan dengan orang yang tidak ia duga sama sekali seperti apa kekuatan yang dimiliki lawannya. "Suatu hari nanti, aku pasti akan menemukan dirimu. Maka kau tidak akan bisa lari lagi dari apa yang aku inginkan." Ia mencoba untuk menghibur dirinya dengan berkata seperti itu. Rasanya sangat sulit baginya untuk mendapatkan informasi orang itu, apalagi sampai menangkapnya. Apakah yang akan ia lakukan?. Simak terus ceritanya ya.
...***...
__ADS_1