DETEKTIF X (KASUS MANUSIA ULAR)

DETEKTIF X (KASUS MANUSIA ULAR)
CHAPTER 47


__ADS_3

...***...


Dua hari telah berlalu.


Renn on.


Dua hari telah berlalu. Dan kini aku sedang menikmati suasana santai sejenak. Tapi bukan berarti aku lapang dada karena aku telah berhasil membantu satu orang saja. Aku meminta bantuan pada Yui dan Mika agar mencari keberadaan orang itu. Maksudku orang yang telah mengedar kapsul itu. Aku sangat yakin dia telah menjualnya dengan skala yang sangat luas. Aku ingin menangkapnya, akan aku bunuh dia jika itu diperlukan. Tapi aku yakin Yui dan Mika tidak akan setuju dengan apa yang aku lakukan. Ya, akan aku jalani kehidupan yang sangat suram ini dengan baik. Mau tahu bagaimana kelanjutannya?. Simak terus ceritanya.


Renn off.


Renn saat ini sedang mengamati bagaimana pergerakan yang ia lihat di monitor yang menampilkan semua data yang sangat ia butuhkan. Namun saat itu matanya mengamati pergerakan yang sangat aneh, walaupun ia tidak memahami maksudnya itu apa.


"Aku harap ini bukan masalah yang sangat serius." Hanya itulah harapannya.


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya ya. Pastikan kisah ini berjalan dengan baik, dan teratur.


...***...


Di sebuah tempat.


Sebuah jalan sempit yang sangat berantakan. Jalan itu sekarang di penuhi oleh banyak darah, serta beberapa mayat yang bergelimpangan. Sungguh pemandangan yang sangat mengerikan untuk dilihat.


"Grrhhh."


Terlihat sosok ular cobra raksasa yang mengamati mereka semua tanpa sisa. Mereka semua telah ia bunuh dengan kekuatan yang ia miliki. Ada hasrat puas yang ia rasakan pada saat itu. Apakah ia tidak dapat lagi mengendalikan dirinya setelah melakukan pembunuhan itu?. Tentu saja ia masih dapat mengendalikan dirinya, sehingga ia dapat kembali ke wujud semula dirinya.

__ADS_1


"Ssshh." Ia mendesis seperti ular, karena ia baru saja kembali dari wujud ular cobra raksasa. Ada perasaan yang tidak nyaman ketika ia merasakan darah yang tidak enak masih tersisa di mulutnya. "Darah kalian saja rasanya tidak enak. Apalagi dengan apa yang telah kalian lakukan." Ucapnya setelah memuntahkan darah itu. "Aku tidak akan mengampuni kalian yang telah berani mempermainkan aku. Padahal aku adalah seorang polisi, tapi kalian sama sekali tidak menghormati aku." Hatinya saat ini sedang membuncah dengan penuh kemarahan yang sangat luar biasa. Apa yang baru saja ia lakukan adalah bagian dari perasaan sakit hati yang ia rasakan selama ini. Akan aku kirim mayat kalian ke alam yang lebih mengerikan, agar kalian lebih mengerti, menjadi seorang polisi itu tidak semudah yang kalian bayangkan." Hatinya sedang mengutuk mereka yang selama ini telah berani mengolok-olok dirinya yang selalu bertugas menjaga keamanan. Tapi apa yang telah ia dapatkan?. Mereka sama sekali tidak menghargai apa yang telah ia lakukan. Mereka masih saja mengatakan dirinya tidak pantas menjadi seorang polisi. Selain itu, para penjahat itu juga telah berani merendahkan kemampuannya sebagai seorang polisi. Dorongan kegelapan telah menusuk sampai ke dalam hatinya, membuat ia menerima uluran tangan kegelapan itu.


"Kalian semua akan membayar apa yang telah kalian lakukan padaku selama ini." Hatinya yang saat ini sedang mendendam yang kuat.


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Apakah ia mampu mengendalikan dirinya demi menjaga keamanan?. Tapi kenapa ia harus sampai berubah seperti itu hanya karena keamanan sebuah tempat?. Untuk apa ia sampai melakukan itu semua?. Apakah itu adalah ungkapan kekecewaan yang ia rasakan selama ini?. Temukan jawabannya.


...***...


Di Kantor Pusat H2C.


Kini telah masuk lagi kasus yang sangat aneh, rasanya Shark hampir saja meledak mendapatkan laporan yang sangat aneh itu?.


"Ini laporan yang baru saja masuk hari ini kapten." Ia memberi hormat pada Shark sebagai kapten mereka.


"Kami sedang mengusahakan pencarian itu kapten." Jawabnya sedikit gugup. "Akan tetapi tidak ada petunjuk yang saya dapatkan dari pencarian itu." Ucapnya dengan penuh kekecewaan.


"Baiklah. Kalau begitu kau lanjutkan saja tugas berikutnya." Ia juga tidak bisa memaksakan kehendak yang ia lakukan pada anak buahnya.


"Saya permisi dulu." Setelah memberi hormat, Tiger segera meninggalkan ruangan itu. Ia tidak ingin membuang waktu hanya berpikir tentang identitas yang dimiliki oleh tuan X dan Detektif X tersebut.


"Bagaimana caranya aku bisa menemukan keberadaan dia?. Apa yang harus aku lakukan setelah ini?." Dalam hatinya kembali bertanya-tanya apa yang harus ia lakukan dalam keadaan seperti itu?. "Jika saja aku bisa mengetahui melalui kasus ini, aku pasti bisa bertemu dengannya." Dalam hatinya berandai, dan ia tidak dapat menemukan jawaban itu.


Namun saat ia membaca laporan itu, ia mencoba mencerna langkah apa yang akan ia lakukan setelah ini. "Dua puluh orang meninggal di gang sempit. Ini adalah kasus aneh pertama yang ditemui. Kasus yang tidak wajar, karena mereka semua adalah buronan polisi daerah. Mereka yang selama ini sangat ditakuti, akan tetapi malah ditemukan dalam keadaan yang sangat mengenaskan. Luka parah seperti bekas gigitan monster yang sangat besar di bahu mereka menandakan pembunuhan itu terjadi dengan sangat sengaja." Agak bingung ia membacakan laporan itu. Tapi entah kenapa ia dapat merasakan ada yang ganjal dari laporan yang mengenai keadaan tubuh korban. "Jika benar seseorang itu menggunakan kapsul ular cobra raksasa, aku yakin dia akan bertindak lagi. Aku harus segera ke sana untuk memastikan yang terjadi, dan aku harus bertemu dengan orang itu." Setelah berkata seperti itu Shark segera pergi dari sana. Ia harus melakukan itu, karena ia masih penasaran bagaimana tuan x dapat melakukan itu dengan sangat baik?.


Apakah yang akan dilakukan Shark untuk bertemu dengan seseorang yang dapat mengubah orang lain ke wujud semula?.

__ADS_1


Shark ingin mengetahui semua fakta itu, bagaimana mungkin seseorang dengan mudahnya menjadi manusia ular?. Apakah benar yang dikatakan pengacara itu?. Bahwa dorongan yang sangat kuat seseorang untuk melakukan itu karena tekanan sekitar, serta keinginan mereka untuk balas dendam?. Simak terus ceritanya. Jangan sampai tertinggal kisah berikutnya.


***


Sementara itu Renn saat ini sedang mengamati, dan mendengarkan apa yang telah dikatakan Yui dan Mika atas apa yang ia lihat tadinya.


"Jadi itu adalah lokasi seseorang yang telah menggunakan kapsul ular cobra raksasa?." Renn hanya ingin memastikan apakah yang ia dengar itu tidak salah.


"Ya, lokasi itu lumayan jauh dari sini." Yui menunjukkan lokasi itu. "Akan membutuhkan waktu yang lumayan lama. Dan tentunya kami harus ikut kali ini." Lanjutnya sambil menatap ke arah Renn.


"Daerah ini sangat berbahaya. Tempat ini adalah lokasi para penjahat berkumpul, serta rawan akan pembunuhan. Karena itulah kami harus ikut." Mika juga sangat berharap Renn akan setuju dengan apa yang mereka katakan.


Renn hanya menghela nafasnya dengan sangat lelah, percuma saja jika melawan kehendak keduanya saat ini. Ia tidak akan menang jika masih bersikeras membantah keinginan keduanya. "Baiklah. Kali ini kita lakukan sama-sama." Renn juga tidak ingin membuat mereka khawatir dengan keadaannya. Hitung-hitung itu bisa dijadikan alasan untuk jalan bersama. Sudah cukup lama juga mereka tidak santai-santai seperti itu. Untuk sementara waktu mereka bisa santai sejenak walaupun kasus yang mereka hadapi sangat berat dan tidak masuk akal sama sekali.


Renn on.


Memang dunia ini memiliki hal yang tidak wajar. Semuanya membuat kita gila, dan tidak masuk akal sama sekali. Kadang kita terpaksa mengikuti itu semua karena peraturan yang entah siapa yang menciptakan peraturan itu pertama kalinya. Mengikuti apa yang telah dibuat juga terasa sangat menyakitkan, karena tidak sesuai dengan keinginan hati, tapi semua itu telah ada dari dahulu?. Rasanya sangat sesak, terlalu sesak untuk mengikuti itu semua.


Renn off.


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Apakah Renn mampu bertahan?. Simak terus ceritanya.


Next.


...***...

__ADS_1


__ADS_2