DETEKTIF X (KASUS MANUSIA ULAR)

DETEKTIF X (KASUS MANUSIA ULAR)
CHAPTER 37


__ADS_3

...***...


Di sebuah tempat.


Renn saat ini sedang menatap ular cobra raksasa yang terlihat sangat mura padanya. Ular cobra raksasa itu menunjukkan gigi taringnya yang sangat tajam. Hatinya yang sedang dipenuhi oleh kemarahan yang sangat luar biasa, sehingga ia tidak mau mendengarkan apa yang dikatakan oleh Renn padanya.


"Aku tahu kau memiliki masalah yang sangat besar. Tapi kau jangan sampai menyerah pada dirimu sendiri. Aku yakin kau bisa mendapatkan apa yang kau inginkan." Renn dengan hati-hati berbicara pada Akemi Chika, karena ia tidak ingin membuat wanita itu semakin marah padanya.


"Keluarkan aku dari sini!. Kau tidak berhak melakukan ini padaku!.". Teriaknya dengan penuh kemarahan. "Keluarkan aku!. Atau aku akan membunuhmu sekarang juga!." Teriaknya lagi. Hatinya belum tenang sama sekali. Ada ketakutan yang ia rasakan Pada saat itu. Kematian akan segera ia dapatkan setelah ini, dan ia tidak akan terselamatkan lagi. Hanya kematian yang akan menanggungnya setelah ini. Tapi setidaknya ia sangat puas karena telah berhasil membalaskan dendam yang ia rasakan selama ini.


Apakah dengan seperti itu ia telah menerima Semua resiko yang akan ia dapatkan sejak ia memutuskan untuk menggunakan capsul suntik Ular cobra raksasa. Apakah yang akan terjadi setelah ini?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya.


...***...


Di Kantor pusat H2C.


Shark saat ini sedang menginterogasi Hisashi Erika, karena dari data yang ia dapatkan, Hisashi Erika saat itu yang telah memicu Akemi Chika untuk berubah bentuk.


"Apakah benar jika kau yang telah melakukan itu?. Kenapa kau memancing kemarahan akemi chika?. Apakah kau memiliki masalah pribadi dengannya?. Katakan dengan jelas bagaimana kejadian itu." Ada banyak pertanyaan yang ia ajukan pada Hisashi Erika. Tentunya itu membuat Hisashi Erika sedikit takut, karena ia masih ingat dengan Kejadian itu, sehingga sulit baginya untuk melupakan apa yang telah terjadi.


"Kau tenang saja." Shark tersenyum kecil, ia mencoba membuat Hisashi Erika merasa lebih nyaman lagi. "Aku akan menjamin keselamatanmu, jika kau mau mengatakan apa yang terjadi pada saat itu. Percayalah padaku, aku tidak akan berbohong padamu." Senyumannya sangat meyakinkan sekali.

__ADS_1


Hisashi Erika mengangguk kecil. "Akan aku ceritakan padamu." Meskipun ia tidak yakin, namun ia percaya bahwa semuanya akan baik-baik saja.


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya.


***


Sementara itu di sisi lain.


Bos Organisasi hitam saat ini sedang marah besar, karena anak buahnya belum juga menemukan apa yang ia cari. Tentunya tentang orang yang telah mengembalikan wujud ular cobra raksasa kembali ke wujud manusia.


"Siapa dia?. Kenapa ada yang bisa melawan apa yang telah aku buat?. Aku ini adalah tuhan. Jadi tidak mungkin ada yang bisa membantah hukum alam yang telah aku buat untuk membantu mereka untuk membalaskan dendam yang mereka rasakan. Aku adalah tuhan yang memberikan kesempatan pada mereka untuk membalaskan sakit hati yang telah mereka rasakan." Entah kenapa hatinya sangat panas ketika ia memikirkan itu semua rasanya sangat sakit. Apa yang salah sebenarnya sehingga ada orang yang ingin menantang apa yang telah ia ciptakan. "Apakah mereka sama sekali tida mengerti dengan apa yang telah aku ciptakan?. Mereka sama sekali tidak pandai berterima kasih padaku." Dalam hatinya masih memikirkan itu semua. "Kelak akan aku ciptakan obat kapsul yang akan dibeli oleh Seluruh dunia. Bahkan semua umat akan memohon menyembah padan untuk dibuatkan obat tersebut dalam jumlah yang sangat banyak. Ahaha!!!." Sepertinya ia memiliki ide yang sangat bagus untuk mengembangkan penemuan yang telah ia ciptakan selama ini.


Apakah yang akan ia lakukan setelah ini?. Apakah benar ia akan menyingkirkan Renn?. Simak terus ceritanya.


...***...


Kembali pada Renn yang saat ini sedang berusaha untuk menyelamatkan Akemi Chika. Wanita itu sedang mengalmi masa kritis, ia sedang mengerang kesakitan karena pengaruh obat itu telah bekerja dengan maksimal, sehingga ia tidak dapat menahan sakit yang mendera tubuhnya. Ia juga tidak bisa kembali ke wujud manusia. Akemi chika sangat menderita dengan apa yang ia rasakan. Antara hidup dan mati, sakit, Kesedihan telah bercampur menjadi satu. Membuat semangat hidup yang ia rasakan sebelumnya menghilang begitu saja. Apakah tidak ada kesempatan yang akan ia dapatkan?.


"Akemi san." Renn benar-benar tidak tahan melihat keadaan Akemi Chika yang tidak berdaya lagi. Sepertinya ia benar-benar tidak tahan lagi dengan penderitaan itu. Ular cobra raksasa itu telah Kehilangan tenaga yang la milik, ia hanya terbaring lemah tidak berdaya. Terbaring pasrah sambil menunggu Kematian yang akan ia terima setelah apa yang telah ia lakukan selama ini.


"Lebih baik kau tinggalkan aku sendirian. Biarkan aku mati dengan sendirinya." suaranya benar-benar terdengar sangat putus asa.

__ADS_1


"Kau masih berhak memperbaiki apa yang telah kau lakukan akemi san." Renn Mengelus kepala ular cobra raksasa dengan lembutnya, sehingga Akemi Chika yang dalam wujud ular cobra raksasa dapat merasakan kehangatan dari tangan Renn.


"Aku hanga ingin membalaskan rasa sakit hati yang telah aku rasakan. Dan aku hanya ingin mengetahui bahwa aku tidak lemah." Air matanya telah jatuh, rasa sakit yang ia rasakan selama ini tidak bisa ia tahan lagi. "Mereka semua telah berbuat jahat padaku, sehingga aku berakhir seperti ini." la menangis terisak dalam kesedihan yang ia rasakan.


"Karena itulah kau harus mengubah kembali dirimu akemi san. Kau masih memiliki kesempatan untuk mengubah dirimu ke arah yang lebih baik lagi." Renn berusaha untuk meyakinkan Akemi Chika bahwa semuanya akan baik-baik.


"Bagaimana mungkin aku yang hampir mati ini bisa memiliki kesempatan." Ia menangis sedih mendengarkan apa yang dikatakan Renn.


Sementara itu Hisashi Erika sedang menjawab apa saja yang telah ditanyakan Shark padanya.


"Pada saat itu aku hanya ingin memastikan apakah dia memang seorang monster. Karena teman dekatku mati dengan cara yang sangat mengenaskan." Jawabnya dengan perasaan yang sangat sedih.


"Jadi kau telah membuktikannya sendiri bahwa dia adalah seorang monster?." Shark kembali bertanya karena penasaran.


"Ya, dia memang seorang monster yang harus dimusnahkan. Karena dia telah membunuh banyak nyawa." Ada perasaan dendam yang ia rasakan pada saat itu.


"Kalau begitu kita akan menangkapnya, dan melakukan sesuatu padanya. Dia harus bertanggungjawab atas apa yang telah ia lakukan." Shark tersenyum lebar.


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya. Temukan jawabannya.


...**...

__ADS_1


__ADS_2