
...***...
Kembali ke masa ini.
Di bawah alam sadar Renn.
Saat itu ia sedang bersama seorang wanita yang telah ia selamatkan dari buruan H2C. Wanita itu sangat kebingungan karena ia berada di alam yang sangat aneh, tempat yang sangat berbeda dari tempat yang biasanya.
"Tempat apa ini?. Kenapa kau membawa aku ke sini?. Kenapa kau malah melindungi aku?." Faraya Asami tidak mengerti dengan apa yang telah dilakukan oleh Renn. Meskipun ia tidak berubah menjadi ular cobra raksasa, namun setidaknya Renn harus tetap mengeluarkan racun berbisa yang ada di dalam tubuhnya, karena ia telah menggunakan suntik kapsul ular kobra raksasa.
"Ini adalah ruangan yang aku gunakan untuk mengeluarkan semua racun ular kobra raksasa, yang telah digunakan seseorang melalui suntik kapsul ular kobra raksasa." Jawab Renn.
"Percuma saja kau mengeluarkan racun ular kobra raksasa dari dalam tubuhku." Faraya Asami terlihat sedih dengan keadaannya saat ini. "Orang yang menjual itu mengatakan, jika aku telah menggunakan kapsul ular kobra raksasa itu, maka aku tidak akan bisa kembali ke wujud manusia, dan aku akan mati jika aku menggunakannya dalam sekali suntikan." Faraya Asami terlihat pasrah dengan keadaan yang ia rasakan pada saat itu. Sebentar lagi aku akan mati, pengaruh dari obat itu hanya digunakan sekali saja, karena itulah aku akan mati setelah ini." Faraya Asami benar-benar telah pasrah akan keadaannya.
"Faraya asami san. Aku tahu alasan yang kau lakukan itu." Renn dapat melihat itu semua dari tatapan mata wanita itu yang dipenuhi oleh kesedihan yang sangat luar biasa. "Dan aku juga sangat yakin jika kau ingin mengubah perasaan sedih itu menjadi kebahagiaan." Renn mendekati wanita itu dan menyentuh tangannya.
"Apa yang ingin kau lakukan?." Wanita itu bertanya karena ia merasa cemas dengan apa yang akan dia lakukan oleh Renn padanya.
__ADS_1
"Kau tenang saja aku akan segera mengeluarkan semua racun yang ada di dalam tubuhmu itu." Renn menyentuh dengan lembut tangan wanita itu. Perlahan terlihat segel merah penyedot racun yang berasal dari tangannya.
Wanita itu tentunya dapat merasakan sebuah hawa yang hangat mengalir di tangannya. Pada saat itu ia merasakan ada beban yang banyak seperti sedang diangkat oleh laki-laki yang tidak dikenali olehnya saat itu. Tanpa sadari ia sedang meneteskan air mata, entah kenapa air matanya jatuh begitu saja.
"Menangislah faraya san. Karena aku selama ini menangis sendirian, tanpa adanya seseorang yang dapat mengetahui apa yang telah ku rasakan selama ini." Renn pada saat itu dapat memahami bagaimana perasaan yang dirasakan oleh wanita itu.
"Mereka semua selalu menyalahkan aku, mereka sama sekali tidak bersyukur, dengan apa yang telah aku berikan kepada mereka. "Faraya Asami mengatakan apa yang telah ia rasakan selama ini sungguh dadanya sangat sakit dan sesak menerima apa yang telah mereka lakukan padanya.
"Katakan saja semuanya di sini, aku akan mendengarkan semua yang kau rasakan." Renn mempersilahkan wanita itu untuk mengatakan semua yang menjadi beban pikirannya selama ini. "Semua orang tentunya pernah mengalami masalah berat, akan tetapi carilah tempat untuk menguatkan hatimu. Jika kau merasa sendirian itu akan terasa sangat berat, hingga pada akhirnya kau akan terdorong menuju ke arah yang salah. Seperti yang kau lakukan pada saat itu." Renn sangat menyayangkan apa yang telah dilakukan oleh wanita itu.
Memakan waktu yang cukup lama bagi Renn untuk mengeluarkan racun yang ada di dalam tubuh wanita itu. Sepertinya kekuatan racun yang telah dimasukkan oleh pembuat racun itu menggunakan dosis yang sangat berbeda.
"Racun yang ada di dalam tubuhmu telah keluar semua, dengan ini kau akan terbebas dari kematian yang mungkin akan mengancam nyawamu." Renn tersenyum kecil sambil menatap wanita itu.
"Aku memang merasakan tubuhku sedikit ringan daripada yang sebelumnya." Faraya Asami dapat merasakan kondisi tubuhnya yang lebih baik dari yang sebelumnya. "Terima kasih aku ucapkan padamu karena kau telah menolongku. Maafkan aku karena telah bersikap kasar padamu sebelumnya." Ada perasaan bersalah yang terselip di hatinya ketika ia hendak ditolong oleh laki-laki itu.
"Tidak masalah faraya san." Renn memahami situasi pada saat itu.
__ADS_1
"Bahu mu berdarah? Apakah kau baik-baik saja?. Apakah kau ditembak oleh mereka?." Saat itu mata Faraya Asami menyadari adanya noda darah yang membasahi sebagian tubuh laki-laki yang telah menolongnya itu. "Apakah karena menolongku kau ditembak oleh mereka?." Faraya Asami terlihat sangat panik.
"Aku baik-baik saja sungguh aku baik-baik saja." Balas Renn, namun tidak dengan pandangannya pada saat itu. Kepalanya terasa sangat sakit karena darah yang terus mengalir, tubuhnya terasa berat karena telah menyerap racun yang sangat berbahaya. Faraya Asami yang melihat itu sangat khawatir sehingga ia membantu Renn. Akan tetapi apa yang terjadi pada saat itu?. Tiba-tiba saja tubuhnya terdorong keluar dari ruangan virtual yang diciptakan oleh Renn.
"Hwah?!." Ternyata ia benar-benar terlempar keluar dari alam virtual yang telah diciptakan Renn. Sementara di alam nyata Mika dan Yui yang sudah dari tadi sedang mengobati luka yang dialami oleh ren sangat terkejut ketika melihat seorang wanita yang tiba-tiba saja muncul entah dari mana.
Mika dan Yui hanya saling bertatapan karena mereka bingung wanita itu berasal dari mana. Namun ketika wanita itu melihat siapa yang sedang dirawat oleh Mika dan Yui, tentunya ia sangat terkejut dan langsung mendekati laki-laki yang sudah terbaring di tempat tidur kecil itu.
"Bukankah dia yang telah menolong aku?. Apa yang terjadi padanya sebenarnya?." Faraya Asami kamu tidak mengerti dengan apa yang telah terjadi padanya.
"Jadi laki-laki ini yang telah menolongmu?." Yui hanya ingin memastikan apa yang telah dikatakan oleh wanita misterius itu.
"Aku tidak salah melihat, dialah yang telah menolong aku. Dia yang telah membantu aku ketika organisasi h2c datang. Dia yang telah menyelamatkan aku." Faraya Asami tidak akan mungkin lupa pada seseorang yang telah membantunya. "Aku sangat yakin dia lah orang yang telah membantuku. Tapi aku tidak mengerti mengapa aku keluar dari alam virtualnya itu." Sungguh sangat aneh baginya.
Mika dan Yui hanya diam dan menatap ke arah Renn yang masih terbaring. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak dengan baik kisah ini.
...***...
__ADS_1