
...***...
Renn on.
Aku terus meyakinkan Ai san, bahwa dia tidak boleh menyerah. Masih ada harapan untuk mendapatan harapan untuk mendapatkan kebahagiaan. Karena itulah kau tidak boleh menyerah begitu saja.
"Kau boleh menyerah, tapi bukan berarti menyerah begitu saja bukan?. Kau tidak boleh menyerah pada orang jahat. Kau harus kuat menghadapi mereka ai san." Renn mencoba memberikan pengertian pada Shiro. Apakah Shiro Ai ingin melepaskan kesempatan begitu saja?.
"Kau berhak untuk1 melanjutkan-." Namun saat mereka sedang berbicara, tiba-tiba saja terdengar dua tembakan yang sangat keras.
"Ukh!. uhuk!." keduanya terbatuk mengeluarkan darah.
"Renn saaaaaaaan/Aki CHAAAAAAN!." teriak Yui dan Mika terkejut melihat pemandangan itu, mereka ingin membantu Renn sayangnya dihadang oleh anggota H2C.
Renn terkena tembakan di bahu kirinya, dan punggungnya. Sedangkan Shiro Ai terkena tembakan di punggungnya, serta dada kirinya.
"Uhuk!." Shiro Ai terbatuk keras sambil memuntahkan darah.
"Ai san!." Renn sangat panik ketika melihat itu, ia langsung menopang tubuh wanita itu agar tidak jatuh ke tanah.
"Kegh!." Ia meringis sakit, meskipun saat itu mungkin tidak mengenai jantungnya, tapi itu tetap terasa sangat menyakitkan baginya.
"Bertahanlah ai san." Renn berusaha menahan tangisnya. "Bertahanlah. Jangan pergi begitu saja. Aku mohon padamu bertahanlah." Renn memeluk erat Shiro Ai yang sepertinya sudah tidak bisa bertahan lagi.
"Jangan meminta yang tidak mungkin aku lakukan renn san." Suaranya terdengar sangat lemah, sakit yang ia rasakan pada saat ini tidak bisa ia tahan lagi.
"Aku mohon, aku mohon bertahanlah." Renn semakin kuat memeluk Shiro Ai.
"Terima kasih waktu singkat yang sangat indah yang kau berikan padaku renn san." Air matanya telah jatuh, namun ia tetap berusaha berbicara dengan normal. Walaupun terasa sangat sakit, tapi masih ada perasaan bahagia yang ia rasakan mengingat ketika ia digoda oleh Renn. "Kau adalah laki-laki yang baik, sangat baik. Bahkan kau sangat menghargai perasaan wanita. Kau sungguh laki-laki yang sangat baik." Saat itu juga tangisnya hampir saja pecah. Namun masih ia tahan, karena ia tidak ingin meninggalkan kesedihan bagi Renn.
"Kau ini bicara apa ai san?." Renn tidak kuasa mendengarkan yang diucapkan Shiro Ai.
"Jika aku diberikan kesempatan untuk hidup, aku ingin merasakan kembali perasaan cinta kepada seseorang yang sangat aku cintai." Dadanya terasa sangat sesak, rasanya ia tidak bisa bertahan lebih lama lagi. "Renn san, bantulah orang-orang seperti aku. Rangkul mereka seperti yang kau lakukan padaku dengan cintamu. Aku yakin mereka hanya menginginkan cinta yang benar-benar untuk mereka, bukan cinta yang dibumbui penghianatan." Entah mengapa Shiro Ai ingin mengatakan apa saja diakhir hidupnya. "Terima kasih renn san. Aku sangat jatuh hati pada kebaikan yang kau berikan padaku." Sayup-sayup ia menutup matanya. Seakan-akan tadi adalah ucapan terakhir darinya. Termasuk permintaannya yang terakhir pada Renn?. Entahlah siapa yang tahu tentang itu. Sedangkan Renn semakin bergetar mendengar apa yang diucapkan Shiro Ai.
Begitu banyak harapan-harapan yang ingin ia lakukan. Tapi sayangnya takdir telah berkata lain, Shiro Ai hanya bisa berkata jika saja aku diberikan kesempatan, maka-.
"Ai san." Renn mencoba memanggil Shiro Ai yang tidak lagi bersuara. "Ai san?." Hatinya mulai sakit karen tidak ada tanggapan dari Shiro Ai. Wanita itu tidak menyahutinya, wanita itu diam membisu, tidak ada tanggapan dari Shiro.
"Renn san!." Yui masih menghadang mereka semua yang mecoba mendekat. "Kegh!. Sangat kurang ajar sekali!." Yui mengutuk mereka semua.
"Shiro san!. SHIRO SAN!." Teriak Renn penuh dengan emosi yang membara. Hatinya mendidih terbakar, mengapa semua ini bisa terjadi?. Rasa sakit ini telah bergejolak hingga membuat emosinya membuncah, meledak, dan meluap.
"Heh!. Itulah yang kalian dapatkan karena kalian telah berani melawan kami!." Tora yang sedang berhadapan dengan Mika. Meskipun ia tidak menduga jika Mika memiliki kemampuan bertarung sangat kuat. Sehingga ia merasa kewalahan berhadapan dengan Mika yang ternyata memiliki pertajam fisik yang sangat kuat.
Apa yang telah dia katakan?. Harimau ompong itu berkata yang tidak-tidak?. Apakah dia berusaha untuk melemahkan semangat dari Ai san?. Ingin rasanya aku merobek mulut kurang ajar itu, dan ingin aku mengatakan padanya, bahwa kami tidak lemah. Tapi aku tidak bisa meninggalkan Ai san sendirian dalam keadaan seperti itu. Hatiku sangat berat untuk meninggalkannya. Ai sun, kau adalah wanita yang sangat kuat, aku yakin kau bisa bertahan. Mari kita buat hidup yang lebih baik lagi. Aku yakin Yui dan Mika akan menjadi teman yang sangat baik untukmu nantinya.
"Diam!. Beraninya kau berkata seperti itu!." Mika semakin gencar menyerang Tora. Entah kenapa ia sangat marah mendengarkan apa yang dikatakan Tora.
__ADS_1
"Wanita ini cukup merepotkan." Dalam hati Tora terus berusaha untuk menghindari semua serangan yang datang padanya.
"Ai san." Dalam hati Renn sangat sakit, karena ia tidak bisa menyelamatkan Shiro Ai. Hawa yang menguar dari tubuhnya juga tidak bersahabat. Hatinya sangat hancur mengingat apa saja yang diucapkan oleh Shiro Ai sebelum pergi. "Kenapa kau pergi begitu saja ai san?. Apakah kau tidak ingin merasakan sedikit kebahagiaan?." Sungguh hatinya sangat sakit. "Kau masih belum merasakan kebahagian, tapi kenapa kau malah pergi begitu saja?. Apakah kau tidak ingin merasakan kebahagiaan?." Ia peluk erat Shiro Ai yang sudah tidak bergerak lagi.
"Aki chan." Mika merasakan perasaan yang tidak enak. Apakah itu?. Kenapa perasaanya tidak enak?.
Di satu sisi lain kami semua merasakan perasaan yang tidak enak. Apa yang terjadi sebenarnya?.
Renn saat itu tidak tahu apalagi yang terjadi, ia seperti kehilangan kesadarannya karena kemarahannya waktu itu, ia tidak mengingat apa-apa kecuali menerima kematian Shiro Ai yang ia rasakan terakhir sebelum kehilangan kesadaran. Shiro Ai yang ingin kembali merasakan cinta, wanita itu ingin dicintai seperti awal ia mengenal perasaan cinta.
Karena merasakan perasaan itulah, Renn seperti kehilangan kendali, rasa simpatinya pada Shiro Ai telah mengalahkan segalanya.
"Begitu kuat keinginannya saat itu. Rasanya sangat sakit mendengarnya kasamatsu san." Renn menghapus air matanya.
"Tapi setidaknya kau telah berjanji akan melakukan yang terbaik demi mewujudkan keinginannya itu." Kasamatsu mencoba memahami dan menyimak apa yang dikatakan Renn.
"Um. Aku aku mencoba mewujudkan keinginannya." Renn mencoba untuk tetap tersenyum, walaupun terasa sangat menyakitkan baginya.
"Lalu apa yang akan kau lakukan setelah ini renn kun?." Kasamatsu menepuk pelan pundak Renn, ia tidak ingin Renn bersedih terlalu lama. "Apakah kau memiliki rencana setelah ini?." Ia bertanya seperti itu pada Renn.
"Kemungkinan aku akan pergi untuk sementara dari kota ini. Karena aku, yui dan mika sekarang menjadi buronan." Balas Renn merasa sedih karena kabar yang beredar tentang dirinya.
Ia merasa bersalah pada Yui dan Mika karena dirinya mereka jadi buronan H2C, tidak hanya itu saja, mereka bahkan dituduh sebagai manusia ular.
"Jagalah dirimu, juga mereka berdua. Sesekali datanglah kemari jika kau merasa sedih, aku selalu menunggu kedatanganmu renn kun." Kasamatsu memahami apa yang dialami oleh Renn, ia juga mendengar kabar itu di beberapa media.
"Um, aku pasti akan menjaga mereka berdua dengan baik." Renn berjanji pasti akan melindungi Yui dan Mika apapun yang terjadi. Baginya mereka berdua sudah seperti keluarganya sendiri. Setelah cukup lama berbincang-bincang dengan Kasamatsu, Renn pamit, ia tidak mau membuat Yui dan Mika menunggunya ditempat persembunyian baru. Tentunya Renn tidak ingin ditangkap begitu saja oleh H2C yang telah menargetkan dirinya juga kedua temannya.
Sementara itu Renn sendiri sedang berada di makam Shiro Ai. Hatinya sangat sedih membayangkan apa yang telah terjadi.
"Maafkan aku ai san. Karena aku tidak bisa menyelamatkan dirimu." Ia berusaha untuk menahan dirinya agar tidak menangis lagi. Setelah itu ia datang ke tempat kedua orang tua Shiro Ai. Tentunya sebagai orang tua sangat sedih mendengar kabar kematian anak semata wayang yang sangat mereka cinta.
"Sungguh maafkan saya tuan, nyonya. Karena saya tidak bisa menyelamatkannya." Dengan berat hati ia mengatakan itu. "Jika saja waktu itu saya bisa membawanya pergi dari tempat itu, mungkin tuan dan nyonya masih bisa berkumpul kembali bersamanya." Renn tidak dapat menahan tangisnya.
"Terima kasih karena tuan begitu perhatian pada anak kami." Shiro Kawaki menekan perasaan suasana hatinya yang sangat sakit.
"Ai chan memang berubah menjadi ular cobra raksasa pada saat itu. Karena pada saat itu ai chan tidak mau kami disakiti oleh rentenir jahat." Shiro Sato sebagai seorang ibu sangat sedih melihat bagaimana keadaan anaknya pada saat itu. "Aku sangat sedih karena dia melakukan hal yang sangat berbahaya." Ia meluapkan kesedihan yang ia rasakan.
"Pada saat itu, sebelum ia pergi, ia mengatakan ingin merasakan kembali perasaan cinta. Ia menyampaikan salam cintanya pada kedua orang tua yang sangat ia cintai." Renn menyampaikan bagaimana perasaan Shiro Ai pada saat itu.
Tentunya itu semakin membuat kedua orang tua Shiro Ai semakin sedih. "Oh anakku." Keduanya sangat ingin bertemu dan memeluk anaknya, tapi tidak bisa dilakukan lagi.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Apakah Renn juga akan menjadi target orang-orang yang menjadi pusat pengembangan suntik ular cobra raksasa?. Bagaimana Renn bisa menjalani kehidupannya setelah ini?. Menjadi buronan?.
Apakah masih ada tempat untuknya berlindung setelah ini?. Lalu bagaimana nasib Yui dan Mika? Apakah mereka berdua masih ingin mengikuti Renn? Bahkan mereka juga jadi buronan dengan tuduhan bahwa mereka adalah sekelompok orang penganut rasis ular cobra raksasa untuk balas dendam. Hingga poster mereka telah tersebar dimana-mana.
Pada saat itu aku masih sempat menemui kedua orang tuanya. Tentunya mereka sangat terpukul saat mengetahui anaknya pergi dengan cara yang tidak wajar. Aku telah menjelaskan semuanya. Aku harap keduanya bisa lebih tegar lagi menerima kenyataan pahit itu. Maafkan aku, karena aku tidak bisa menyelamatkan anak kalian.
__ADS_1
Beberapa Minggu kemudian.
Renn cs telah menemukan tempat baru memulai kegiatan yang mereka lakukan. Setelah mengetahui dan terlibat beberapa kali dalam kasus manusia ular, Renn tidak akan kalah begitu saja hanya karena apa yang dilakukan oleh orang-orang yang mencoba mengendalikan dunia ini dengan kekuatan kegelapan. Saat ini mereka terlihat sangat lebih serius dari yang sebelumnya, ada sesuatu yang mereka bahas.
"Kita harus mencari sumber dari suntik ular cobra ini." Renn mencoba menggambarkan sebuah suntik yang berisikan cairan aneh. "Mungkin dengan mengetahui sumbernya, kita harus segera menghentikan mereka, walaupun mereka mungkin adalah orang-orang yang sangat berbahaya." Setelah itu ia terlihat sedikit sedih.
Yui dan Mika saling bertatapan, mereka tentunya dapat merasakan kesedihan yang dirasakan oleh Renn. "Haik!." Balas keduanya dengan menepuk pundak Renn agar memberikannya kekuatan untuk percaya diri.
"Terima kasih mika, yui." Renn tersenyum kecil. "Maafkan aku, karena aku telah membuat kalian terlibat dalam maslah yang sangat besar." Ada perasaan penyesalan yang ada di dalam hatinya saat itu.
Mika dan Yui tersenyum kecil. "Kau ini bicara apa aki chan. Kami lah yang membuatmu terlibat dalam masalah yang besar." Mika masih ingat itu. "Kau tidak perlu berkecil hati. Kami pasti akan selalu bersamamu, meskipun dunia ini membencimu." Bagi Mika, Renn adalah kakak laki-laki yang sangat baik.
"Ya, benar yang dikatakan mika. Kau tidak perlu berkecil hati renn san. Kami akan selalu bersamamu, meskipun dunia membencimu. Maka saat itu kami lah yang akan menjadi perisai mu renn san." Yui juga tersenyum kecil. Renn adalah penyelamat hidupnya, itulah alasan kenapa ia selalu ingin bersama Renn.
Renn tertawa kecil, rasanya ia sangat dikasihani oleh mereka berdua. Tapi setidaknya ia sangat bersyukur, jika tidak ada keduanya mungkin ia akan benar-benar sendirian. "Kalian ini ya?. Pandai sekali menghiburku." Renn mencoba menghilangkan kesedihan yang ia rasakan saat ini.
Mika dan Yui hanya tertawa kecil, sepertinya mereka sedikit merasa lega karena berhasil menghibur Renn.
Dengan berat hati aku harus melupakan masalah yang telah terjadi. Aku bersumpah akan menepati janji yang telah aku katakan pada Ai san. Pada saat itu aku telah bertemu dengan kasus baru. Tentang seorang wanita yang sedang tenggelam dalam kegelapan.
Siang yang cukup damai sebenarnya untuk melanjutkan kegiatan.
Seorang wanita cantik sedang berjalan sendirian menyusuri kota yang telah memberikan penderitaan padanya, hingga ia merasa berjalan diatas duri tajam yang menusuk kaki serta tubuhnya. Ia sudah tidak merasakan lagi kenyamanan dalam hidupnya hingga ia merasakan penderitaan setiap ia berjalan.
"Dendam, rasa sakit, kebencian, serta dikhianati." Ucap seseorang dari arah belakangnya, membuatnya terkejut, ia membalikkan tubuhnya, melihat seseorang yang mengenakan topi, seperti menutupi setengah wajahnya.
Wanita cantik itu hanya diam, ia tidak menanggapi apa yang dikatakan oleh orang asing itu, ia hanya mengernyitkan keningnya. Kemudian ia menatap ke depan, ia mencoba mengabaikan orang tersebut.
"Aku tahu kau memiliki dendam membara saat ini, tapi aku percaya yang kau inginkan hanyalah rasa cinta yang sebenarnya." Ucap orang asing itu dengan nada sedih.
Tentunya wanita cantik itu terkejut, tidak menyangka akan mendengarkan seseorang yang berkata seperti itu padanya. "Apa yang barusan ia katakan?." Batin wanita cantik itu yang tak lain adalah seorang mahasiswa ternama, ia bernama Akemi Chika. Ia langsung membalikkan tubuhnya ia ingin mengetahui siapa orang yang telah berani berkata seperti itu padanya.
"Siapa kau?!. Berani sekali kau berkata seperti itu padaku!. Seakan-akan kau mengetahui siapa diriku?!." Akemi Chika sangat emosi, amarahnya terpancing keluar begitu saja, ia menatap benci pada orang itu.
"Jika kau bertanya siapa aku?. Maka aku akan menjawabnya." Lelaki itu tersenyum tipis, ia menyentuh kepalanya yang tertutupi oleh topi yang ia kenakan. "Aku detektif X, orang yang akan mengembalikan wujudmu." Lanjutnya dengan santainya, seakan ia seorang dewa atau Tuhan yang mampu melakukan apa saja.
"Kau ini bicara apa?. Aku akan berteriak jika kau berani melakukan hal yang aneh padaku!." Teriaknya dengan penuh amarah, ia tidak suka dengan orang yang ada di hadapannya saat ini. Apalagi ketika laki-laki itu mengatakan jika dia adalah seorang detektif?.
"Sepertinya dia harus dikendalikan, jika tidak ia akan membahayakan diri sendiri." Dalam hati Renn berusaha untuk tidak membuat amarah wanita itu. "Lain kali, setelah kau benar-benar tenang, aku akan datang padamu." Setelah berkata seperti itu ia pergi meninggalkan tempat. Sedikit demi sedikit, Renn menyadari dirinya memang berbeda, dan ia juga harus mengendalikan dirinya agar tetap mengingat apa yang telah ia lakukan selama ia menolong orang-orang yang menjadi manusia ular cobra raksasa. Kadang alam bawah sadarnya, berusaha mengambil alih tubuhnya hingga ia tidak bisa mengingat apa yang terjadi setelah itu.
Dia benar-benar harus segera diselamatkan dari kubangan kegelapan, sebelum ia benar-benar tidak dapat harapan untuk bertahan.
Renn saat ini sedang mengamati seorang mahasiswa yang bernama Akemi Chika yang merupakan kelinci percobaan orang-orang dari kegelapan yang gila akan ilmu pengetahuan yang gila. Mereka berpikir bahwa ada sebuah pengetahuan ilmiah dapat dipadu dengan ilmu gaib, akan menjadi sesuatu yang sangat luar biasa untuk balas dendam?.
"Cara seperti itu tidak akan membuat seseorang lebih baik. Balas dendam kadang dibutuhkan oleh seseorang untuk melampiaskan rasa sakit yang ia miliki, tapi bukan dengan cara yang seperti itu." Dalam hati Renn merasakan sakit yang luar biasa. "Karena merasa cara itu adalah cara yang paling baik, sehingga tanpa pikir panjang seseorang menerima begitu saja uluran tangan celaka itu." Di sana Renn merasa lelah sendiri memikirkan itu semua. "Begitu banyak sisi kegelapan yang dirasakan oleh seseorang, tapi kenapa seseorang tidak bisa menyelematkan dirinya dari kelemahan itu?. Sehingga akhirnya tenggelam dalam kesedihan yang berlebihan. Apakah karena merasa butuh seseorang untuk bersandar sehingga hatinya semakin lemah?." Renn tidak mengerti bagian itu. Bahkan dirinya sendiri bertanya-tanya mengenai dirinya selama ini. Apa yang terjadi padanya selama ini. "Tapi setidaknya aku akan membantu mereka yang saat ini sedang tenggelam dalam masalah yang mereka hadapi. Sebagai detektif x yang bekerja di balik kegelapan tanpa cahaya aku akan menyelidiki apa yang terjadi pada mereka." Dalam hati Renn telah memutuskan semuanya. Ini juga demi janjinya pada Shiro Ai, juga pada pak Ryuzaki yang merupakan korban pertama yang ia temui pada saat itu.
Aku tidak akan membiarkan dia sendirian, aku harus menyelamatkan dirinya dari kegelapan putus asa. Mari kita lanjutkan kisah ini.
__ADS_1
Renn off
...***...