
...***...
Kisah ini masih berlanjut, ini jadi jangan kemana-mana dulu ya. Karena lanjutan dari kisah ini akan segera dilanjutkan. Bagaimana lanjutannya?.
Tanpa banyak bacod!!.
Rettsu baca!!!!.
Saat itu Renn melihat adanya bahanya dari dalam kampus itu. Ia juga dapat merasakan bagaimana ruangan itu menjadi lebih gelap mengerikan dari gang biasanya.
"Gawat!. Ini sangat gawat. Aku harus segera menyelamatkan dirinya." Renn benar-benar tidak akan membiarkan itu terjadi. "Kali ini aku pasti akan membiarkan melakukan itu." Dalam hatinya telah bertekad akan melakukan itu dengan sangat baik kali ini. Apakah Renn bisa melakukan itu dengan baik?. Simak terus ceritanya.
...***...
Di dalam kelas, mereka sangat ketakutan melihat sosok ular yang sangat menyeramkan itu.
"Kau benar-benar seorang monster yang sangat menyeramkan!." Bentaknya dengan suara yang sangat keras.
Sementara itu yang lainnya sedang sangat ketakutan, bersembunyi di balik meja, atau berusaha untuk lari dari ruangan itu.
"Kau tidak usah banyak bicara!. Aku pasti akan membunuhmu!. Karena kau telah membuat aku menunjukkan siapa diriku!. Maka kau yang harus aku bunuh!." Suaranya terdengar sangat menyeramkan dari yang sebelumnya.
"Hya!." Hisashi Erika sangat ketakutan saat ia melihat taring panjang itu hendak menerkam dirinya. Siapa yang tidak takut dengan itu?. Bahkan yang lainnya berteriak histeris.
Akan tetapi, sebelum taring panjang itu menerkam dirinya, saat itu juga ada suara dobrakan pintu yang sangat keras, sehingga menarik perhatian Mereka semua termasuk perhatian dari Ular cobra raksasa itu.
BRAK!!!.
Setidaknya begitulah bunyi suara dobrakan Keras itu memenuhi ruangan itu. Untuk sesaat ruangan itu hening untuk sejenak, hingga saat itu mereka semena melihat seorang laki-laki menggunakan masker untuk menutupi sebagian wajahnya. Namun bukan itu yang akan dibahas.
__ADS_1
Tapi pertanyaannya adalah siapa laki-laki itu. Kenapa dia bisa masuk ke dalam ruangan itu?. Apalagi dia berjalan dengan santainya sambil mendekati ular cobra raksasa itu tanpa adanya rasa takut sedikitpun?.
"Berhenti kau di sana!!!." Teriak ular raksasa itu dengan penuh kemarahan yang sangat luar biasa. "Apakah kau ingin aku makan?!." Suaranya terdengar semakin menakutkan namun sama sekali tidak membuat laki-laki itu takut.
Disaat yang bersamaan ada beberapa orang dengan pakaian khusus masuk ke dalam ruangan kelas itu dengan senjata yang sangat mematikan. Membuat suasana di Kelas semakin mencekam.
"Bunuh dia segera!." Ucap seorang wanita dengan suara yang sangat keras.
"Laksanakan!." Jawab mereka dengan suara lantang.
"Kurang ajar!." Ular Cobra Raksasa itu sangat marah mendengarkan itu. "Aku tidak akan mati semudah itu!." Kali ini ia hendak menyerang target lainnya. Hatinya sangat tidak terima, jika dirinya akan dihapuskan begitu saja.
"Segera!." Perintah wanita itu lagi.
"Laksanakan!." Balas mereka dengan sangat keras.
Mereka telah siap dengan apa yang akan mereka lakukan. Namun apa yang terjadi setelah itu?.
Ular raksasa itu menghilang dari pandangan mereka semua. Tentunya itu membuat mereka semua bertanya-tanya, sekaligus tidak percaya. Bagaimana mungkin ular cobra raksasa itu menghilang begitu saja?. Pasti ada yang bisa menjelaskan kejadian itu.
"Hilang?!." Mereka semua serentak bertanya seperti itu.
"Heh!!." Laki-laki itu mendengus sangat kesal, tentunya ia mengetahui dengan sangat pasti bagaimana itu bisa terjadi.
"Tunggu!." Wanita itu berteriak keras, sehingga menghentikan langkah laki-laki itu.
"Bukankah ular cobra raksasa itu telah pergi?. Lantas apa lagi yang kami lakukan di sini?." Pertanyaan itu tentunya mewakili mereka semua. "Apakah kau ingin kami jadi korban jika ular cobra raksasa itu kembali lagi?." Ia kembali bertanya.
Tidak ada jawaban dari wanita itu, ucapan itu memang ada benarnya. "Tapi kalian semua harus tetap di sini!. Karena ada yang harus kami tanyakan!. Jadi kau tidak boleh meninggalkan ruangan ini tanpa izin kami!." Wanita itu benar-benar sangat marah.
__ADS_1
"Apakah seperti itu sikap seseorang yang diberi kepercayaan oleh pemerintah serta rakyat untuk menjamin keselamatan kami?." Matanya melihat anggota H2C dengan penuh kemarahan. "Apakah dengan menodong senjata ke arah kami, kalian bisa menemukan jawaban yang kalian inginkan?. Apakah seperti ini sikap seseorang yang gagal dalam menjalankan tugasnya dengan mengancam serta menekan kami semua di sini?. Kalian pikir kami mengetahui jawaban yang akan kalian tanyakan pada kami nantinya?. Apakah seperti itu cara kalian bekerja selama ini?." Ucapan laki-laki itu sangat menohok mereka semua.
"Hei kau!." Salah satu anggota H2C ingin menghadang laki-laki itu, akan tetapi ditahan oleh wanita itu.
Apalagi karena mahasiswa yang berada di ruangan itu menatap tajam ke arah mereka semua. "Biarkan dia pergi." Wanita itu tidak ingin menimbulkan keributan di sana. Sehingga ia membiarkan laki-laki itu pergi begitu saja.
"Kalian semua cari lokasinya. Aku akan mencari tahu siapa dia." Wanita itu memberi perintah pada anak buahnya agar tetap melakukan tugas mereka dengan sangat baik.
"Siap!. Laksanakan!." Jawab mereka dengan serentak.
Setelah itu mereka semua pergi meninggalkan ruangan itu, tentunya mereka melakukan tugas yang telah diberikan oleh ketua H2C. "Kalian semua tetaplah di sini. Kemungkinan aku butuh bantuan kalian nantinya untuk meminta keterangan, kenapa ular cobra raksasa itu bisa berada di sini." Ia berusaha untuk bersikap ramah pada mereka. "Mohon bantuannya." Lanjutnya dengan sangat memohon kepada mereka semua.
"Kurang ajar!. Baru kali ini aku memohon seperti ini." Dalam hatinya sebenarnya sangat tidak terima, tapi apa boleh buat. Ia harus mengetahui kenapa ular cobra raksasa itu bisa berada di tempat pelajar.
Sementara itu, ada seseorang yang sedang mengamati Renn yang baru saja keluar dari kampus dengan jalannya yang sangat santai.
"Bagaimana menurut anda bos?. Apakah bos telah melihatnya?." Ternyata dia adalah anak buah salah satu organisasi kegelapan yang sedang melakukan video call dengan bos besar.
"Aku telah melihatnya." Balas bos itu dengan nada kecewa. "Bagaimana mungkin bisa ular cobra raksasa itu menghilang dari sana?. Apakah ada seseorang yang benar-benar bisa melakukan itu?." Ia sangat heran dengan apa yang terjadi.
"Lalu apa yang harus saya lakukan bos?." Sebagai anak buah, ia menunggu perintah dari bosnya.
"Cari tahu, apakah laki-laki yang dapat mengubah wujud ular cobra raksasa itu terlibat dalam masalah ini atau tidak." Perintahnya pada anak buahnya. "Cari tahu keberadaannya, tangkap dia hidup-hidup. Aku yang akan membunuhnya." Lanjutnya lagi.
"Laksanakan bos." Balasnya dengan penuh semangat.
Setelah itu koneksi mereka terputus. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Apakah yang akan mereka lakukan pada Renn?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya. Jangan lupa dukungannya ya pembaca tercinta.
Next halaman.
__ADS_1
...***...