DETEKTIF X (KASUS MANUSIA ULAR)

DETEKTIF X (KASUS MANUSIA ULAR)
CHAPTER 53


__ADS_3

...***...


Renn on.


Sepertinya aku datang agak sedikit datang terlambat, karena mereka telah menembakkan ular Cobra Raksasa yang tak lain adalah Pak Polisi Ushiro Ueda. Aku hampir saja membuat mereka membunuh Pak Polisi Ushiro Ueda. Hatiku sedikit memanas saat itu, tapi sepertinya Shark menyebut aku dengan sebutan Tuan X. Nama yang sangat misterius, tapi aku tidak peduli sama sekali. Apalagi raut wajahnya yang sama sekali tidak bersahabat membuat aku sangat muak dengannya. Kali ini aku tidak akan membiarkan dia menangkap siapapun juga, walaupun aku mengetahui apa yang telah dilakukan Pak Polisi Ushiro Ueda itu adalah salah, tapi yang mereka lakukan pada pak Polisi Ushiro Ueda jauh lebih mengerikan. Aku tidak akan membiarkan mereka memperlakukan buruk pada orang lain, cukup Akemi Chika saja yang mengalami itu. Bagaimana kisah selanjutnya?. Simak terus ceritanya.


Renn off.


Shark yang sedang dilanda api amarah mengarahkan senjatanya ke arah kepala Renn. Ia membidik senjatanya karena ia memang ingin membunuh Renn. Hatinya yang tidak terima dengan apa yang telah dilakukan Renn. Ia bahkan memberi kode pada anak buahnya yang masih tersisa untuk memberikan tembakan peringatan pada Renn agar menurut dengan apa yang akan ia katakan.


"Serahkan ular cobra raksasa itu. Jika kau ingin selamat dari tempat ini, maka turuti apa yang aku katakan." Ia seperti mengancam Renn.


"Heh!. Tidak ada guannya kau meminta ular cobra raksasa itu. Yang kau lakukan hanyalah membunuhnya saja." Sorot mata itu telah berubah tajam. "Mungkin aku telah melakukan kesalahan dengan menyerahkan akemi chika pada kalian, akan tetapi kalian malah menyiksanya. Sungguh kau adalah manusia yang tidak memiliki perasaan hati nurani." Renn berusaha untuk menahan gejolak amarah yang telah ia rasakan pada saat itu.


"Diam!. Kau tidak berhak berkata tentang hati nurani padaku!." Bentaknya dengan suara yang sangat keras. Hatinya yang saat itu sedang membenci karena ucapan Renn. "Apakah kau berpikir apa yang telah dilakukan oleh ular cobra raksasa itu jauh tidak manusiawi!." Ia sangat tidak terima jika ia dikatai tidak memiliki hati nurani.


"Bukankah detektif X telah mengatakan padamu?. Bahwa mereka melakukan itu karena dorongan orang-orang sekitar yang telah membuat mereka melakukan itu?." Renn mencoba mengingatkan apa yang telah dikatakan Detektif X, walaupun sebenernya dia adalah detektif X itu.


"Aku sama sekali tidak peduli dengan apa yang kau katakan. Serahkan saja ular cobra raksasa itu padaku, aku tidak akan meminta berkali-kali padamu. Serahkan dia atau kau akan mati di sini." Hatinya memang sedang panas dengan situasinya itu.


"Kau tidak usah mengancam aku. Karena pada akhirnya aku lah yang akan menang." Mata Renn dapat menangkap sosok asing yang akan segera mendekatinya. Ia tidak akan berlama-lama di sana.

__ADS_1


"Kalian benar-benar membuat aku muak!. Akan aku bunuh kau!." Ia benar-benar tidak tahan lagi dengan apa yang telah dikatakan Renn. Hatinya semakin memanas, hingga ia melepaskan sebuah tembakan ke arah Renn.


Dor!!!.


Suara tembakan itu mengarah ke arah Renn, akan tetapi apa yang terjadi pada saat itu?. Renn berhasil berhasil melarikan diri dari sana tanpa terluka ataupun berlari?. Renn benar-benar menghilang seperti seorang ninja yang pandai menggunakan jurus yang ia miliki.


Boffh!.


Renn menghilang begitu saja, hilang entah kemana. Sama seperti ketika ia menghilangkan Ular cobra raksasa itu dari pandangan mereka semua. Sedangkan mereka tidak tahu harus berbuat apalagi Ketika mereka membiarkan Renn kabur dari sana.


"Kurang ajar!. Segera cari dia!." Kepala Shark seakan-akan ingin meledak saat Renn kabur begitu saja, padahal ia sangat yakin dengan tembakannya yang akan mengenai tubuh Renn.


Mereka langsung melakukan apa yang telah diperintahkan Shark pada mereka semua.


"Sial!. Dia melarikan diri!." Shark sangat sakit hati dengan apa yang telah dilakukan Renn. "Kemana bajingan itu melarikan diri?. Rasanya aku sering dipermainkan olehnya." Hatinya sangat panas dengan keadaan seperti itu. "Pertemuan berikutnya, kau tidak akan biarkan kau melarikan diri lagi dariku." Ia telah menyimpan dendam pada Renn, hatinya yang telah dipenuhi oleh kebenciannya pada Renn.


Di saat yang bersamaan, orang misterius yang mengamati mereka juga terkejut saat melihat Renn yang menghilang begitu saja. Dia menghilang seperti Ular cobra raksasa itu, hingga ia bingung mau berkata apa. "Apa yang akan aku laporkan pada bos nantinya?." Entah kepada siapa ia mengatakan pertanyaan itu, bahkan dirinya sendiri tidak bisa menjawab apa yang terjadi sebenarnya.


Apakah yang dilakukan Renn sebenarnya?. Kenapa Renn dapat menghilang?. Bagaimana mungkin Renn dapat menghilangkan Ular Cobra Raksasa itu?. Simak terus ceritanya.


Sementara itu Renn sendiri berusaha agar tetap sampai ke tempat Mika dan Yui.

__ADS_1


"Renn san!."


"Aki chan!."


Mika dan Yui sangat panik melihat keadaan Renn yang seperti itu. Dengan sangat cepat mereka membawa Renn masuk ke dalam mobil.


"Cepat tinggalkan tempat ini." Dengan nada lemah Renn meminta Yui untuk meninggalkan tempat itu.


"Baiklah renn san." Yui langsung menjalankan mobilnya. Untuk saat ini ia tidak akan bertanya kenapa Renn menyuruhnya untuk pergi dari sana. Apakah yang terjadi sebenarnya?. Kenapa Renn menyuruh mereka agar menjauh dari sana?. Benar, sepertinya Mika dan Yui tidak perlu banyak bertanya lagi, karena mereka mendengarkan suara letusan senapan api dari dalam hutan. Mungkin saja anggota H2C telah melakukan hal yang berutal hanya untuk mencari keberadaan Renn yang kini telah dibawa lari oleh Mika dan Yui.


Renn on.


Aku tidak akan menyerahkan Pak Polisi Ushiro Ueda pada kalian. Cara kalian menyelesaikan masalah sangat tidak manusiawi. Meskipun orang yang telah berbuat salah itu juga melakukan hal yang sama. Tapi itu semua bukan dari hati nurani mereka yang menginginkan itu terjadi. Akan tetapi karena dorongan orang-orang disekitarnya. Akan aku cari tahu kebenaran apa yang telah mendorong Pak Polisi Ushiro Ueda melakukan hal itu. Aku sangat yakin ada hal yang sangat-sangat menyiksa dirinya yang membuat ia melakukan itu. Pak Ushiro, akan aku usahakan kau agar kau tidak ditangkap oleh mereka semua. Aku berjanji tidak akan menyerahkan kau pada mereka sebelum orang-orang itu menelaah dan memperlakukan orang-orang seperti kau dengan baik. Bukan malah menyiksa kalian seperti itu. Karena itulah aku tidak akan menyerahkan kau pada mereka, jika pada akhirnya mereka akan membunuhmu. Untuk apa aku menyelamatkan diri jika pada akhirnya malah berakhir di tangan dingin mereka.


Renn off.


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya ya pembaca tercinta.


Next.


...***...

__ADS_1


__ADS_2