DETEKTIF X (KASUS MANUSIA ULAR)

DETEKTIF X (KASUS MANUSIA ULAR)
CHAPTER 65


__ADS_3

...***...


Renn on.


Hidup ini memang selalu memiliki pilihan yang membuatmu merasa bimbang. Pilihan yang sebenarnya tidak ingin kau inginkan di dalam hidup ini, tapi kau harus melakukan itu. Memilih salah satu diantara keduanya. Kau tidak boleh mengabaikan keduanya, atau kau melakukan keduanya di saat yang bersamaan. Kau harus tetap melakukan pilihan itu walaupun itu terasa sangat sulit untuk kamu hadapi di dalam hidup ini. Hidup memang selalu dipenuhi pilihan yang tidak bisa kita hindari tapi kenyataannya kau harus memilih salah satu dari pilihan yang ada memang itu terasa sulit. Apakah kau bisa melakukan salah satu darinya?. Simak dengan baik kisah ini. Jangan lupa dukungannya ya.


Renn off.


Pembicaraan itu masih berlanjut antara shark dan Eagle. Mereka masih membahas apa yang telah mereka bahas sebelumnya karena Shark. belum puas sehingga ia bertanya pada temannya.


"Jadi kau ingin berpihak padanya?." Ia ingin mengetahui apa yang ada di dalam hati temannya saat itu.


"Aku tidak mengatakan jika aku berpihak padanya. Hanya saja ucapannya sangat aneh, dan tidak masuk akal." Ia membantah dengan apa yang diucapkan oleh temannya, apakah ia memang berpihak pada tuan x atau tidak?.


"Karena itulah kita diizinkan untuk membunuhnya, juga membunuh ular cobra raksasa yang telah membunuh banyak nyawa." Shark mengingat kembali apa yang menjadi tugas mereka, karena itulah ia tidak boleh lemah. "Walaupun dia dapat mengubah seseorang kembali ke wujud manusia. Tapi apakah dia bisa mengembalikan nyawa yang telah hilang?. Nyawa yang telah dibunuh oleh ular kobra raksasa itu?. Apakah dia bisa mengembalikan nyawa yang telah hilang itu?. Tidak!. Apapun yang terjadi, jika kita tidak bisa mengembalikan wujud mereka, maka kita bunuh saja. Kita percepat kematian mereka yang telah melakukan suntik ular cobra raksasa." Hatinya sangat marah ketika ia merasakan perasaan itu, mengingat semua yang telah dilakukan oleh pengguna kapsul ular kobra raksasa sangat tidak manusiawi.


"Baiklah. Jika memang seperti itu. Maka akan aku lakukan." Untuk saat ini ia hanya mengikuti apa yang dikatakan temannya, toh ia juga belum menemukan apa yang ditanya oleh tuan x padanya. Ia juga tidak mengerti apa yang harus ia lakukan saat ini, ia hanya mengikuti apa yang dikatakan hatinya hanya itu saja.


"Ya, memang harus kita lakukan." Sebagai seorang teman, ia akan mengingatkan apa yang semestinya menjadi tugasnya seorang petugas yang diberikan kewajiban untuk mengatasi masalah memiliki hati yang cepat goyah.


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya.


...***...


Malam malah menyapa dengan sangat baik. Renn kembali merasakan dirinya sendiri setelah apa yang telah ia lakukan. Kebetulan Mika dan Yui saat itu melihat Renn yang baru saja bangun dari tidurnya. Keduanya langsung memeluk Renn dengan sangat erat, sebagai ungkapan rasa cemas yang melanda suasana hati mereka.


"Renn san." Yui berusaha untuk menahan tangisnya, ia tidak sanggup melihat keadaan Renn yang seperti itu.


"Aki chan." Begitu juga dengan Mika yang dari tadi menunggu Renn bangun. Hatinya sangat gelisah menunggu Renn bangun.

__ADS_1


Renn sangat terharu dengan apa yang telah dilakukan Yui dan Mika padanya. "Aku kembali." Renn berkata seperti itu pada Yui dan Mika. Namun apa yang ia dapatkan setelah ia berkata seperti itu?. Ia dihadiahi sebuah jitakan yang sangat mematikan dari Mika.


Bletak!.


Tanpa perasaan ragu ia memukul kepala Renn dengan sangat keras, apakah itu adalah ungkapan perasaan hati yang ia rasakan saat itu?.


"Oi, mika?." Yui yang melihat itu sangat cemas karena Renn sama sekali tidak bergerak setelah mendapatkan jitakan keras dari Mika.


"Memangnya kau dari mana?. Hah?." Mika sebenarnya hanya sedang menguatkan dirinya untuk tidak membuat dirinya terlihat lemah ketika ia sedang melihat keadaan Renn baik-baik saja.


"Ah, tidak dari mana-mana sih." Renn hanya tertawa kecil sambil mengucap kepalanya yang terasa sakit. Ternyata pukulan Mika di kepalanya kuat juga, hingga ia mengelus kepalanya berkali-kali karena merasakan denyutan yang tidak biasa.


"Ya sudah, kalau begitu cuci mukamu." Mika kembali berusaha bersikap sewajarnya saja. "Wajahmu itu membuatku takut." Ia segera memalingkan wajahnya agar tidak dilihat oleh Renn. "Setelah itu kita makan bersama. Aku akan menyiapkannya terlebih dahulu." Setelah berkata seperti itu Mika segera meninggalkan mereka berdua di sana.


"Haik!." Renn masih sempat menjawab sebelum Mika benar-benar menghilang dari sana. "Arigatou mika." Renn agar sedikit mengeraskan suaranya agar didengar oleh Mika.


"Berisik!." Balasnya dengan sangat jutek dari arah dapur. Ia terdengar sangat kesal karena ia telah khawatir pada Renn.


"Um, terima kasih yui." Hanya kata itu saja yang bisa ia katakan pada Yui.


"Um. Tentu saja." Balas Yui dengan senyuman yang sangat manis.


"Mereka adalah harta yang tak ternilai yang aku miliki. Bagiku mereka adalah keluarga yang harus aku lindungi dalam keadaan apapun. Karena itulah aku tidak ingin melibatkan mereka di dalam pertarungan ini. Mereka hanya menjaga tubuhku saja saat aku mengantar orang-orang telah berhasil aku ubah ke wujud manusia, ke tempat dimana mereka bisa membayar apa yang telah ia lakukan." Dalam hati Renn sangat berharap jika ia tidak akan membahayakan keduanya suatu hari nanti dengan apa yang telah ia lakukan. "Jika kalian menganggap aku salah karena telah melindungi orang-orang yang telah membunuh orang lain, maka aku akan terima itu. Tapi orang-orang yang seperti itu juga berhak untuk dilindungi." Dalam berjanji akan melakukannya dengan sangat baik, dan ia tidak akan mengecewakan siapapun di dalam hidupnya.


...***...


Sementara itu Eagle saat ini masih memikirkan apa yang telah dikatakan Renn atau Tuan X pada saat itu. Eagle sedang berada di rumahnya karena jam kerja H2C telah berlalu dua jam yang lalu. Dan ia masih belum bisa tenang sama sekali setelah apa yang terjadi?. Padahal malam telah larut, namun ia belum juga masih terjaga, dan ia tidak bisa memejamkan matanya karena pikirannya terganggu setelah beryenu dengan Tuan X.


"Tuan x?. Apa yang dia inginkan sebenarnya dengan melakukan itu?." Walaupun Tuan X telah mengatakan alasan kenapa ia melakukan itu?. Tapi tetap saja ia belum bisa menerima itu dengan sangat baik. "Dia mengatakan jika pemerintah yang sekarang tidak akan membuat mereka yang menggunakan kapsul ular kobra raksasa bertanggungjawab atas apa yang telah mereka lakukan. Tapi pemerintah justru malah membantu mereka melarikan diri dengan memberikan hukuman mati?." Ia masih ingat dengan apa yang dikatakan Tuan X padanya saat itu. "Tapi satu-satunya orang yang mengembalikan mereka ke wujud semula ke wujud manusia hanyalah tuan x?." Ia tidak habis pikir bagaimana caranya Tuan X bisa mengembalikan wujud seseorang?. "Jika tuan x tidak mengembalikan wujud ular kobra raksasa, yang dilakukan pemerintah hanyalah membunuh?." Ia mencoba membandingkan dengan apa yang dilakukan pemerintah dan Tuan X sangat berbeda. "Yang menjadi pertanyaan dariku adalah, siapa yang telah membuat obat terlarang itu?. Harusnya dia dulu yang ditangkap, supaya sumber masalah ini bisa diselesaikan dengan baik." Dalam pikirannya membayangkan jika tuan X ditangkap dan dibunuh?. "Apa yang harus aku lakukan dengan masalah ini?." Ia semakin bimbang karena ia belum bisa menjawab apa yang telah ditanyakan tuan X padanya. "Apakah aku akan mengajukan permohonan ini pada shark?. Sebab dia yang paling berambisi untuk memusnahkan orang-orang yang telah menggunakan kapsul ular kobra raksasa." Saat itu ia sangat dengan temannya yang sangat ganas jika bersangkutan dengan apa yang telah terjadi. "Rasanya aku berdiri yang ditempat yang salah saat ini." Ia menghela nafasnya sejenak, karena ia sangat lelah dengan apa yang terjadi. "Apa yang harus aku lakukan?." Ia juga bimbang kau bertindak seperti apa nantinya.

__ADS_1


Bagaimana kisah lanjutannya?. Simak terus ceritanya.


...***...


Malam masih menyapa, Renn cs baru saja selesai menikmati makan malam yang sangat enak buatan Mika dan Yui yang pandai dalam memasak. Sehingga Renn makan dengan sangat lahap, dan menghabiskan makanan yang dibuat oleh kedua temannya.


"Makan malamnya sangat istimewa sekali." Renn sangat kekenyangan setelah memakan semua makanan yang disajikan oleh Mika dan Yui.


"Hanya hari ini saja. Ingat ya?. Hari ini saja." Mika memberikan penekanan yang sangat jelas pada Renn.


"Hahaha!. Baiklah, hanya malam ini saja." Renn hanya tertawa maklum saja dengan apa yang dikatakan Mika. Mulut Mika memang sangat berbahaya jika tidak diatasi.


"Kami hanya bersyukur keadaanmu baik-baik saja renn san." Sedangkan Yui selalu mengatakan hal yang berbalik dengan Mika.


"Aku baik-baik saja. Aku tidak ingin membuat kalian cemas padaku nantinya." Renn memang tidak ingin membuat keduanya sangat repot karena dirinya.


"Aku sama sekali tidak cemas." Dengan nada jutek Mika berkata seperti itu.


"Ahaha!. Dia ini pandai sekali dalam berbohong." Yui yang merasa tidak enak hati mendengarkan apa yang dikatakan Mika. Semuanya berbanding terbalik dengan apa yang ia ucapkan dan yang ia rasakan sebenarnya.


"Baiklah. Malam ini kita akan beristirahat cukup." Renn selalu memahami sikap Mika yang seperti itu. Karena itulah ia tidak mau membuat suasana hati Mika semakin buruk nantinya.


"Um." Mika dan Yui hanya mengangguk saja. Mereka sangat khawatir dengan keselamatan Renn.


"Malam ini adalah malam yang membuat aku merasa lebih baik." Yui mencoba mengatakan apa yang ia rasakan sesungguhnya dari hatinya yang paling dalam. "Aku berharap kita kembali menyelesaikan masalah kasus perselingkuhan. Bukan kasus aneh yang membuat kita mencari tempat yang aman. Dikejar oleh orang-orang yang memiliki ambisi yang sangat menakutkan." Itu adalah apa yang ia rasakan sebelum Renn menghadapi kasus yang sangat aneh dan yang lebih gaib lagi.


"Kita telah terlanjur tercebur di dalam api, maka kita harus keluar dengan selamat. Bukankah seperti itu renn san?." Yui memahami apa yang dikatakan Mika. Karena secara tidak langsung ia yang menerima kasus aneh itu.


"Ya, tentu saja." Renn hanya mengiyakan apa yang dikatakan Yui.

__ADS_1


Apakah mereka setelah ini akan melakukan hal yang lebih gila lagi?. Bagaimana caranya mereka mengatasi masalah yang telah terjadi?. Apakah mereka tidak bisa membantu pengguna kapsul ular cobra raksasa?. Simak terus ceritanya.


...***...


__ADS_2