
...***...
Yho!. Pembaca tercinta. Apakah masih menikmati kisah ini dengan sangat baik?. Semoga saja ya, karena itulah simak dengan baik kisah ini ya!!!.
Tanpa banyak bacod!!!.
Rettsu baca!!!.
Renn on.
Dan yang paling membuat aku khawatir adalah ketika mereka itu mulai bertengkar. Saat itu aku menyadari dan melihat bagaimana suasana hati seseorang yang telah melakukan suntik Ular cobra raksasa pada saat itu sangat mengerikan jika mereka sedang sangat marah. Kondisi mental mereka sangat terganggu sangat parah, sehingga kau tidak boleh memancing amarah itu jika kau ingin selamat dari amukannya, atau memancingnya untuk berubah menjadi Ular Cobra Raksasa yang sangat menyeramkan.
"Hei. Kalian berdua, tenanglah!. Kita bisa bicarakan ini baik-baik." Raut wajah Renn terlihat panik. Ia tidak mau Kurai No Uta di kuasai oleh amarah hingga membuatnya kalap. "Terutama kau, Kurai no uta san." Renn sangat berhati-hati dalam bertindak jika tidak ingin mendapatkan situasi yang buruk. "Redakan amarahmu, jangan sampai terbawa suasana marah juga." Renn mencoba membujuk Kurai No Uta.
"Diam kau!. Siapa kau berani menyuruhku tenang?!. Aku sama sekali tidak bisa tenang!." Kurai No Uta menatap ke arah Renn, ia tidak tahu siapa lelaki ini, dan mengapa lelaki ini malah menyuruhnya tenang?. Hatinya sangat sakit menerima semuanya, ia tidak sanggup lagi. Ia tidak suka diperintah oleh siapapun, termasuk lelaki yang tidak ia kenal sama sekali. Tenang?. Bagaimana bisa ia tenang?.
Pada saat itu aku telah berusaha untuk mereda amarah yang dirasakan oleh Kurai no Uta. Akan tetapi karena faktor dari ucapan nona Arumi, kemarahan Kurai no Uta sangat meledak, dan bahkan dia tidak ingin mendengarkan apa yang aku katakan pada saat itu. Tapi bukan hanya menenangkan Arumi juga. Lalu bagaimana dengan nasib Asuka?. Laki-laki yang menjadi incaran mereka berdua?. Seperti yang aku katakan pada kalian tadi, bahwa dia dalam keadaaan pengaruh nyanyian kegelapan, sehingga ia tidak mengenali siapa dirinya. Mungkin dia tidak menyadari dia sedang apa saat itu.
"Arumi san, kita bicara setelah aku berhasil menenangkan Kurai san." Renn mencoba untuk menenangkan di belah pihak Arumi, ia tidak mau suasana menjadi keruh. "Kurai no uta san juga, mari kita berdamai sejenak." Lanjutnya kali ini melihat ke arah Kurai No Uta.
"Tapi-" Arumi hanya tidak terima, ia tidak terima jika kekasihnya Asuka menjadi gila karena wanita itu.
"Percayalah padaku, aku akan menyelesaikan kasus ini dengan cepat." Renn berusaha meyakinkan Arumi bahwa semuanya dapat di atasi dengan baik.
__ADS_1
"Aku akan langsung menghadapi wanita ****** ini!." sayangnya Arumi tidak mau bekerja sama dan tidak mau mendengarkan apa yang dikatakan oleh Renn.
Siapa sangka, Kurai No Uta semakin marah karena ucapan Arumi. Renn benar-benar dapat merasakan aura kegelapan yang kental. Ketika ia melirik ke arah Kurai no Uta, wanita itu telah berubah wujud menjadi ular cobra raksasa.
Kata-kata kadang membuatmu terjatuh. Kata-kata kadang terasa sangat menyeramkan jika kita menuruti semua kata hati yang sedang dikuasai oleh ambisi yang tidak baik. Seperti yang dirasakan oleh kedua wanita cantik itu, sehingga mereka tidak dapat tidak lagi memahami apa yang terjadi. Mungkin karena tidak tahan dengan tanggapan orang sekitarnya. Kurai no Uta Menunjukkan siapa dirinya, dia telah berubah wujud karena dia berubah menjadi Ular Cobra Raksasa. Manusia normal mana yang tidak terkejut melihat itu.
"Kyaaaaaaaaaa!." Tentunya Arumi terkejut. Ketakutan menyelimuti hatinya hingga ia berteriak sangat keras.
"Terlambat!." Renn telah kehilangan kata-kata, ia terlambat untuk menenangkan Kurai No Uta.
Lalu bagaimana dengan Asuka yang tidak sadarkan diri?. Lelaki itu masih dalam pengaruh kekuatan Kurai, ia belum sadarkan diri. Lelaki itu terlempar tak jauh dari mereka, namun belum juga menunjukkan kesadarannya. Apakah pengaruh yang diberikan oleh Kurai No Uta sangat kuat hingga tidak bisa membangunkan meski ia terlempar ke tembok begitu?.
Ah!. Terlebih lagi, ada situasi yang lebih mengkhawatirkan untuk di waspadai.
"Arumi san!." Renn sangat takut setengah mati. "Sebaiknya kau tidak membuatnya semakin marah!." Dalam keadaan panik seperti itu Renn memberi peringatan pada Arumi.
"Aku tidak peduli sama sekali!." Balasnya penuh dengan amarah. Tanpa di duga ular cobra raksasa itu menyambar tubuh Arumi, membuat wanita itu berteriak kesakitan.
"Arumi san!." Teriak Renn sangat terkejut melihat tubuh Arumi diterkam oleh ular raksasa itu.
Tubuhnya diterkam oleh mulut ular cobra raksasa itu dengan kuat. Meski pada pada dasarnya ular cobra bukanlah tipe penggigit langsung namun ular cobra ini melakukannya. Hanya hitungan beberapa menit tubuh Arumi sudah tidak utuh lagi.
Renn yang melihat itu sangat shock. "Arumi san!." Ia tidak dapat menahan ketakutan melanda dirinya. Ia tidak dapat mencegah ular itu makan lahap tubuh Arumi yang merupakan kliennya?. Hatinya sangat sakit menyaksikan itu dengan mata kepalanya sendiri. Hatinya sangat sakit melihat keadaan itu. Apalagi ular itu mendekat ke arahnya dan berbicara.
__ADS_1
Aku benar-benar telah berupaya untuk tidak membuat seseorang lepas kendali. Lihat?. Aku telah melakukan kesalahan yang sangat tidak bisa diterima begitu saja.
"Kau!. Sebaiknya tidak usah menyembunyikan siapa dirimu." Ular cobra raksasa itu seakan menyelami pikiran Renn yang saat ini sedang kacau.
"Kegh!." Renn mengepal kuat tangannya sambil mengigit bibirnya dengan sangat kuat untuk menekan perasaan yang membuncah di dalam dirinya.
"Rupanya kau masih tertidur di dalam sana." Ular cobra raksasa itu berkata lagi.
Namun siapa sangka, Renn berdiri dengan tenangnya. Seakan ada seseorang yang mengambil alih tubuhnya. Renn tersenyum lebar, sehingga memperlihatkan giginya pada saat itu.
"Dengarkan aku, shiro ai." Renn dengan santainya menyebut nama ular cobra raksasa itu?. Seakan-akan ia dapat melihat identitas asli dibalik nama kegelapan itu.
Deg
Ular cobra raksasa itu terkejut saat Renn menyebut namanya aslinya?. Bagaimana bisa itu terjadi?.
"Sialan!. Bagaimana bisa kau tahu nama asliku?!." Ular cobra itu marah, bagaimana bisa lelaki itu mengetahui nama aslinya?. "Apakah kau seorang stalker sehingga kau mengetahui siapa aku?!." Amarahnya hampir saja memuncak, ia mengendus tubuh Renn, seakan-akan ia hendak menggigit tubuh musuhnya?.
Aku tidak tahu harus berkata apa-apa. Aku tidak mengerti kenapa seseorang dengan mudahnya jatuh di dalam kegelapan. Simak terus ceritanya.
Renn off.
...**...
__ADS_1