
...***...
Ruang sidang pada saat itu masih panas, karena mereka semua akan mendengarkan apa yang dijelaskan oleh Renn atau namanya Detektif X.
"Seperti yang aku katakan, bahwa nona akemi chika telah mengalami beberapa kali kasus pelecehan seksual. Dari mereka semua yang telah ia bunuh."
"Kau-!."
"Shah!. Jangan menyela pembicaraanku. Kau telah berjanji akan mendengarkan aku sampai akhir, maka jangan beraninya kau membantahnya."
"Kegh!. Laki-laki ini sangat menyebalkan." Dalam hatinya sangat mengutuk Renn.
"Korban telah melapor beberapa kali, namun tidak ada tanggapan sama sekali, hingga korban putus asa." Matanya melirik ke arah Akemi Chika. "Pada saat itu ada seseorang yang datang padanya menawarkan sebuah kejahatan yang sangat luar biasa. Seorang penjual obat terlarang yang dapat mengubah seseorang menjadi ular cobra raksasa."
"Kau pikir kenapa dia menggunakan obat itu?."
"Tentu saja karena dorongan ingin balas dendam yang telah ia rasakan pada pelaku yang telah menodainya beberapa kali, dan yang paling parah adalah korban keguguran ketika mereka kembali mengulangi apa yang telah mereka lakukan." Matanya menatap tajam ke arah mereka semua. "Apakah kalian pikir rasa sakit hati yang dirasakan oleh korban tidak mendorongnya untuk mengambil itu?. Bahkan korban telah membunuh dirinya sendiri untuk mengambil keputusan itu. Apakah kalian tidak berpikir, bahwa apa yang telah dilakukan korban tidak berisiko?."
Mereka semua terdiam, karena tidak bisa menjawab pertanyaan dari Renn. Mereka semua sedang mencerna apa yang telah dikatakan Renn?.
"Korban yang telah melakukan suntik ular cobra raksasa sama saja dengan mati. Karena mereka telah memilih jalan itu, mereka beranggapan lebih baik memutuskan masalah ini dengan membunuh, jika pada akhirnya mereka akan terbunuh." Hatinya sangat sesak membayangkan itu.
__ADS_1
"Jadi kau mendukung mereka yang telah melakukan pembunuhan itu?." Hakim yang bertanya. "Jika memang seperti itu, kenapa klien mu sama sekali tidak mati?. Bahkan kami tidak menemukan bekas racun ular cobra yang masuk ke dalam tubuhnya. Bagaimana bisa kau menjelaskan masalah ini pada kami?. Apakah kau bisa mengatakannya dengan benar?."
Renn tersenyum kecil. "Ya, jika memang kalian telah melakukan tes itu, dan kalian tidak menemukan racun itu di dalam tubuhnya maka aku katakan ada seseorang yang telah menyerap habis racun itu. Sehingga kalian tidak akan mungkin menemukan racun itu lagi." Jawabnya dengan penuh penekanan.
Tentunya Ucapan Renn memancing reaksi mereka semua. Termasuk Shark yang selama ini ingin mengetahui siapa yang telah mengembalikan orang itu ke wujud manusia.
"Orang itu hanya menginginkan akemi chika memperbaiki hidupnya, agar dia dapat membayar nyawa yang telah ia bunuh. Tapi, jika kalian pikir memberi hukuman mati padanya dapat membayar apa yang telah dia lakukan, sama saja kalian dengan para pembunuh yang berkedok hukum. Kalian yang tidak mengerti apa-apa tapi berani melakukan itu pada orang lain?." Hatinya sangat panas. "Jika kalian menghukum korban yang telah melakukan pembunuhan, sementara ia tidak memiliki harapan untuk bertahan lagi?. Kalian pikir kalian berhak untuk memutuskan masalah ini?." Suasana hatinya sangat memanas karena mereka semua.
Apakah yang akan terjadi pada sidang itu?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya. Karena sidang itu tidak sanggup disaksikan begitu saja. Simak terus ceritanya, jangan sampai ketinggalan lanjutannya. Karena kisah ini belum selesai. Apakah masih penasaran?. Mari kita lanjutkan kisah ini dengan baik.
...***...
Di sisi lain,
"Apakah renn san akan baik-baik saja?. Apakah kita perlu menyusulnya sampai ke sana?. Aku sangat takut sekali." Yui sangat cemas dengan keadaan Renn. Ia benar-benar tidak tahan jika hanya berdiam diri saja di sini.
"Bukankah aki chan pernah mengatakan pada kita berdua bahwa kita dilarang untuk ikut campur?." Mika sebenarnya juga tidak tahan, akan tetapi Renn pada saat itu telah memutuskan agar tidak diganggu.
"Tapi aku sangat penasaran dengan masalah itu. Hingga aku sangat gelisah." Yui benar-benar menunjukkan kegelisahan yang ia rasakan, hingga ia berkata seperti itu.
"Apakah menurutmu aku tidak gelisah?!." Amarahnya hampir meledak. "Apakah menurutmu aku tidak lupa bagaimana terakhir aki chan kembali dalam keadaan kacau seperti waktu itu?." Mika membentak Yui, hatinya benar-benar sakit.
__ADS_1
Keduanya tidak akan pernah lupa dengan apa yang telah terjadi pada Renn. Itulah yang mereka cemaskan pada saat itu. Apakah mereka akan membiarkan keadaan Renn seperti waktu itu?. Rasanya keduanya ingin menangis mengingat apa yang telah terjadi pada saat itu.
"Kau pikir aku tidak khawatir pada saat itu?. Rasanya aku ingin membunuh orang itu karena telah membuat keadaan aki chan seperti itu!." Mika hampir saja menangis memikirkan itu semua.
Sedangkan Yui hanya terdiam mendengarkan apa yang dikatakan Mika. Memang ia akui ia sangat gelisah dan hampir saja tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri. Apakah mereka akan menyusul Renn untuk memastikan jika Renn baik-baik saja?. Simak terus ceritanya.
Di sisi lain.
Orang-orang yang sedang menyusuri jalan kegelapan sedang bereaksi. Mereka kembali menjual kapsul ular cobra raksasa. Mereka belum puas sebelum memancing seseorang yang dapat mengubah seseorang ke wujud semula. Saat ini terjadi transaksi antara mereka.
"Apakah kau telah membawa obat yang aku minta?." Seorang laki-laki yang belum diketahui identitasnya kini sedang meminta apa yang ia pesan.
"Tentu saja tuan. Saya telah membawanya khusus untuk anda." Ia tersenyum lembut, dan ia mengeluarkan sebuah pil kapsul yang telah dibuat dalam bentuk yang lebih unik.
"Ya. Ini yang aku butuhkan saat ini." Ia tampak senang saat melihat pil kapsul itu.
"Obat ini hanya dipakai satu kali saja." Ia menjelaskan pada pembeli. "Jika kau telah menyuntikkannya ke dalam tubuhmu." Ia menyerahkan suntik khusus juga. "Kau akan berubah menjadi dua kali saja. Akan tetapi, jika kau berubah untuk ketiga kalinya, maka kematian yang akan kau dapatkan." Ia sedikit menakuti pembeli tersebut.
Pembeli tersebut sedikit gugup, karena ia sempat ragu. Apakah ia akan mengambil obat itu atau tidak. Tapi ia telah menghabiskan uang dalam jumlah yang lumayan banyak hanya untuk membeli obat itu. Apakah akan ia sia-siakan begitu saja?. Apakah keputusan yang telah ia buat ini telah benar?. Apakah ia tidak akan menyesal nantinya karena telah melakukan ini?. Hanya waktu yang akan menjawab itu semua. Simak terus kisah ini dengan baik dan benar.
Next.
__ADS_1
...***...