
...***...
Renn on.
Sementara itu di ruangan yang berbeda, saat ini Shiro Ai sedang diinterogasi oleh seorang wanita yang terlihat sangat gahar wajahnya. Membuat Shiro Ai sedikit takut, dan hampir tidak bersuara saking takutnya.
"Katakan padaku dengan jujur!. Bagaimana caranya kau mendapatkan cairan ular cobra itu?. Katakan padaku semuanya!." Sorot matanya pada saat itu sungguh sangat menakutkan.
"Aku tidak ingat." Jawab Shiro Ai dengan suara pelan.
Brak!.
"Jawab!. Jawab dengan jujur!. Aku tidak akan melepaskan kau begitu saja!." Bukan hanya menggebrak meja. Namun ia mencengkram kuat pipi Shiro Ai, sehingga membuat wanita itu kesakitan.
"Kegh!. Lepaskan!." Shiro Ai mencoba untuk melawan, karena ia tidak mau diperlakukan seperti itu oleh seseorang yang bersikap kasar padanya.
"Jika kau tidak ingin disakiti!." Tidak hanya sampai di sana saja. Wanita itu menarik rambut belakang Shiro Ai dengan sangat kasar.
"Kegh!. Lepaskan!." Shiro Ai berusaha untuk berontak, namun tidak bisa berniat banyak.
"Jawab dengan benar!. Aku tidak akan bersikap lunak padamu!." Wanita itu terlihat sangat kasar demi mendapatkan apa yang ia inginkan.
"Kegh!. Beraninya kau bersikap kasar padaku!. Aku tidak akan menjawabnya!." Shiro Ai tentunya sedikit melakukan perlawanan.
Benar saja, si Harimau ompong itu masih belum menyerah tentang diriku ini. Dia sampai membentak aku, dan sepertinya beberapa kali dia ingin menggunakan kekerasan padaku.
__ADS_1
"Bicaralah dengan benar!. Siapa kau sebenarnya?!. Jawab aku!. Kenapa wanita itu bisa kembali ke wujud manusia?!. Kau jangan berani-beraninya mempermainkan aku!." Tora sudah muak dengan semuanya, ia tidak akan menggunakan kata lembut lagi untuk Renn.
Namun pada saat itu Renn masih tetap tenang, ia mendengar langkah kaki mendekat. Sepertinya langkah kaki itu akan masuk ke dalam ruangannya?.
"Kenapa kau malah diam?!. Jawab pertanyaan dariku!." Bentak Tora hampir saja memukul Renn, jika saja tidak mendengarkan suara seseorang. Lebih tepatnya bukan mau memukul, Tora mau menembak kepala Renn dengan senjata yang ia pegang saat itu.
"Permisi." Dan benar, ada dua orang yang datang dengan seragam tentara H2C?.
"Maaf pak, kami diperintahkan pimpinan untuk membawa tahanan ini." Salah satu dari keduanya berkata seperti itu.
"Pemimpin ingin menginterogasinya secara langsung." Dengan senyuman ramahnya, temannya yang satu lagi berkata dengan nada yang sangat sopan.
Mau tak mau Tora menarik kembali pelatuk pistolnya. "Bawa saja" Tora mempersilahkan kedua wanita itu membawa Renn pergi dari ruangan interogasi itu.
Renn pergi bersama dua wanita itu dari ruangan interogasi. Sedangkan Tora hanya menahan amarahnya saja. "Sial!. Kenapa malah ingin menginterogasi secara langsung?." Dalam hatinya bertanya-tanya.
"Ada seseorang yang juga harus kita bawa." Ucap Renn sambil melirik ke arah dua wanita itu. Mereka berdua adalah Yui dan Mika yang berhasil menyusup ke markas komando H2C untuk menjemput Renn. Mereka berdua tidak akan membiarkan Renn dalam keadaan bahaya.
Karena itulah, dengan kemampuan yang mereka miliki, mereka akan menjamin keselamatan Renn apapun yang terjadi.
"Haaaaaaik!. Siap laksanakan kapten!." Koor keduanya dengan nada yang ceria.
"Syukurlah kalian datang tepat waktu." Renn sangat senang karena Yui dan Mika dapat menemukan keberadaannya. Dengan seperti ini, ia berharap dapat menyelamatkan Shiro Ai dari sana.
"Tentu saja kami selalu datang pada waktu yang tepat." Keduanya terlihat sangat senang karena telah memastikan keadaan Renn baik-baik saja tanpa ada kekurangan apapun pada saat itu. Hati mereka sangat lega setelah memastikannya langsung. "Terima kasih ya." Renn tersenyum lembut menatap keduanya.
__ADS_1
"Um. Tentu saja." Dengan suasana hati yang sangat luar biasa bahagia, Renn adalah segalanya bagi keduanya saat ini.
Tapi pada saat itu aku sangat bersyukur karena Yui dan Mika dapat menemukan keberadaanku. Aku tahu mereka mampu melakukan itu dengan sangat baik. Terima kasih aku ucapkan pada keduanya yang memiliki kemampuan yang sangat luar biasa.
Tiga hari kemudian.
Hum?. Bagaimana mungkin tiga hari kemudian?. Apakah tidak salah telah melewatkan hari begitu saja?. Apakah tidak ada kejadian setelah mereka berusaha untuk keluar dan kabur dari sana hingga kisah ini berlanjut tiga hari kemudian?. Apakah pelarian mereka tidak berhasil dan tertangkap?. Sehingga tiga hari kemudian dalam narasi kisah ini?. Simak dengan baik kisah ini.
Sesak, rasanya sangat sesak. Kenapa ia masih gagal melindungi orang-orang yang membutuhkan bantuan darinya?. Apa yang salah sebenarnya?. Mengapa ia merasa gagal kali ini?. Tidak bolehkah ia melakukan kebaikan pada seseorang?. Hatinya sangat sesak, hampir saja ia lupa cara bernafas dengan benar karena perasaan sedih dan kecewa pada dirinya sendiri. Renn sedang menemui seseorang yang mungkin bisa menenangkan pikirannya saat ini. Sungguh hatinya sangat hancur berantakan setelah kejadian itu.
"Aku tahu kau masih bersedih, renn kun." Seorang lelaki yang sudah terlihat tua menepuk pundak Renn. Lelaki yang menolong masa lalu Renn dari ketidaktahuan tentang jati dirinya. Sampai sekarang lelaki itu masih terus memberi semangat hidup pada Renn agar tidak berputus asa menjalani kehidupan ini. "Kita hanyalah manusia biasa yang sudah berusaha dengan sekuat tenaga, tapi Tuhan tetap maha penentu atas nasib seseorang." Lanjutnya lagi, ia tahu bagaimana rasa sedih yang dirasakan oleh Renn. "Karena itulah kau harus kuat menerima apapun yang telah ditakdirkan oleh Tuhan." Ia terus berusaha untuk menguatkan Renn. "Begitu juga denganmu, usahamu. Namun sepertinya takdir berkata lain." Lelaki itu tentunya memahami kesedihan yang dirasakan oleh Renn. Bagaimana perasaan Renn yang tidak bisa menyelamatkan seseorang.
"Tapi kasamatsu san, padahal tinggal sedikit lagi kami-" Renn berusaha menahan tangisnya mengingat kejadian itu. "Aku harusnya bisa menyelamatkannya. Tapi aku hanya memberikannya harapan yang tidak berguna sama sekali, yang pada akhirnya hanya membawanya pada kematian." Renn tidak sanggup membayangkan bagaimana keadaan pada saat itu.
Rasanya Renn sangat menyesal atas ketidakberdayaan pada waktu itu. Andai saja ia bisa bergerak lebih cepat, pasti ia berhasil menyelamatkan Shiro Ai dari nasib yang lebih malang.
"Aku tidak akan pernah memaafkan mereka. Mereka harus bertanggung atas kematian ai san. Tidak seharusnya mereka membunuhnya dengan kejam seperti itu." Tangisnya pecah, air matanya tidak dapat ia simpan lagi. Rasanya sangat pedih, hingga dadanya terasa sesak mengingat bagaimana waktu itu.
"Renn kun." Dalam hati Kasamatsu sangat bersimpati dengan apa yang dirasakan oleh Renn.
"Mereka tidak berhak melakukan itu pada ai san." Dadanya sangat sesak, sangat sesak karena tidak bisa melepaskan bayangan itu dari pikirannya. "Apakah mereka tidak bisa mengerti sedikit rasa sakit, juga penderitaan yang dialaminya?. Mengapa?." Renn mengeluarkan semua rasa sesak yang menghimpit dadanya, sangat sesak untuk disimpan hingga tanpa sadar ia menangis terisak.
Bagaimana mungkin aku telah melewatkan tiga hari?. Pada saat itu, jelas dalam ingatanku bahwa aku telah membantunya melarikan diri. Tapi bagaimana mungkin aku ingat, atau telah melupakan beberapa kejadian yang sangat penting. Lalu bagaimana dengan nasib Shiro Ai?. Dalam Ingatanku, pada saat itu ia tertembak, namun setelah itu aku tidak ingat lagi telah melakukan apa. Karena pikiranku sangat kalau dan tidak bisa diajak bicara dengan baik lagi. Maafkan aku Shiro Ai. Semoga kau bahagia di alam sana.
Renn off.
__ADS_1
...***...