DETEKTIF X (KASUS MANUSIA ULAR)

DETEKTIF X (KASUS MANUSIA ULAR)
CHAPTER 50


__ADS_3

...*** ...


Renn on.


Sepertinya kasus ini masih panjang, dan aku belum bisa bernafas lega hanya karena telah berhasil membantu satu orang saja. Aku telah melihat pak polisi itu, dia adalah sosok ular cobra raksasa itu. Karena tidak ingin membahayakan Yui dan Mika, aku terpaksa membawa mereka dari sana. Aku harus berbicara dengan hati ke hati padanya, akan aku jelaskan bagaimana keadaan yang sebenarnya. Ai san, masalah ini masih berlanjut, semoga saja aku bisa mengatasi masalah ini dengan baik.


Renn off.


Di mobil yang telah mereka modif untuk santai jika mereka bepergian jauh. Renn saat ini menceritakan alasan kenapa ia mengajak mereka menjauh dari sana.


"Apakah kode yang kau berikan pada kami itu benar renn san?." Yui penasaran.


"Ya, itu sangat benar." Jawab Renn sedikit kecewa.


"Jadi dia adalah ular cobra itu?." Mika yang bertanya.


"Ya, aku telah melihatnya." Ia menghela nafasnya dengan pelan. "Saat aku melihat kemana larinya ular cobra raksasa itu, ia masuk ke dalam tubuh pak polisi itu." Renn tidak salah dalam melihat sesuatu.


"Lalu apa yang akan kita lakukan padanya?. Apakah perlu kita aman dia sebelum dia ditangkap oleh H2C dan nantinya akan disidang seperti akemi chika?."


"Ya, kita harus segera mengamankannya. Supaya dia terhindar dari sidang menyebalkan itu." Renn sangat sakit hati mengingat apa yang dilakukan Shark pada Akemi Chika.


"Kemana kita akan mengamankannya?. Kita tidak memiliki tempat untuk bersembunyi saat ini." Mika khawatir dengan ide itu.


Renn tersenyum kecil. "Aku telah mengetahui siapa diriku. Aku bisa mengatasi masalah ini. Aku hanya butuh dukungan kalian saja." Renn sangat yakin dengan apa yang akan ia lakukan.


"Baiklah, kalau memang itu yang kau inginkan. Tentunya kami akan selalu mendukungmu renn san." Yui sangat lega mendengarnya.


"Tentu saja kami akan selalu mendukungmu aki chan." Mika sangat senang, ia tidak perlu cemas lagi.

__ADS_1


"Mari kita lakukan bersama." Renn terlihat bersemangat dengan apa yang akan ia lakukan setelah ini.


"Yosha!."


Renn, Yui, dan Mika telah memutuskan akan melakukan apa setelah ini. Apakah mereka bisa menyelamatkan Pak Polisi Ushiro Ueda?. Temukan jawabannya.


...***...


Di kantor pusat H2C.


Shark saat ini sedang mencoba mencari tahu informasi tentang Tuan X dan Detektif X. Hatinya masih memanas mengingat apa yang telah terjadi.


"Berani sekali mereka mempermainkan aku seperti itu!." Hatinya tidak terima dengan apa yang terjadi. Saat itu ia ingat ketika di kampus, kejadian dimana ular cobra raksasa itu menghilang. "Jangan-jangan orang itu adalah tuan x?. Orang yang telah menghilangkan ular cobra raksasa itu adalah tuan x." Keningnya terlihat mengkerut aneh. "Jika memang dia adalah tuan X, maka aku harus segera mencari siapa yang menjadi pelaku selanjutnya." Ia mencoba menjernihkan kembali pikirannya. "Aku yakin jika ada seseorang yang berubah menjadi ular cobra raksasa itu, aku yakin dia akan terlibat. Tidak akan sulit mencari keberadaan tuan x. Akan aku tembak dia nantinya dengan senapan kesayangan ku." Ia menyeringai lebar, matanya mulai menelusuri peta ajaib yang dimiliki H2C. Peta yang mampu mendeteksi siapa yang menggunakan kapsul ular cobra raksasa itu.


Apakah ia benar-benar ingin membunuh tuan X dengan tangannya?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya.


***


"Jadi mereka bersembunyi di dalam hutan ini?." Matanya menatap liar ke dalam hutan. Amarahnya benar-benar membuncah karena menahan. "Mereka semua sangat meresahkan. Sangat tidak berguna." Ia masuk ke dalam hutan itu, ia ingin mengetahui kebenaran dari laporan itu. "Akan aku bunuh kalian semua, karena kalian telah menambah pekerjaan ku." Hatinya benar-benar tidak tenang lagi.


Apakah yang akan dilakukan Pak Polisi Ushiro Ueda pada mereka?. simak terus ceritanya.


***


Renn, Mika, dan Yui juga bergerak. Mereka berencana untuk mencari keberadaan Pak Polisi Ushiro Ueda. Mereka sedang menuju kantor polisi terdekat untuk bertanya, atau mungkin menemuinya secara langung. Begitu sampai di depan Kantor polisi Renn bergegas masuk, Renn hanya ingin memastikan apakah Pak Polisi Ushiro Ueda ada di kantor ini atau tidak.


"Permisi." Renn membuka pintu itu dengan pelan.


"Ya?. Ada yang bisa kami bantu?." Salah satu dari polisi yang bertugas mendekati Renn.

__ADS_1


"Maaf, apakah di sini ada petugas kepolisian yang bernama pak ushiro ueda?. Apakah saya bisa bertemu dengannya?." Renn ingin mengetahui apakah benar Pak Polisi Ushiro Ueda ada di kantor ini


"Oh iya ada." Jawabnya. "Tapi saat ini dia sedang keluar. Katanya tadi mau memeriksa hutan selatan." Ia menunjukkan arah hutan selatan itu. "Memangnya kalian ada janji dengannya?." Kali ini ia yang bertanya.


"Ya, kami ada perlu dengannya." Jawab Renn. "Kami akan kembali lagi nanti. Terima kasih atas informasinya." Renn hanya ingin bertemu langsung dengan Pak Polisi Ushiro Ueda.


"Sama-sama." Balasnya.


"Kalau begitu kami pamit dulu. Sampai jumpa." Renn mungkin akan mencari keberadaan Pak Polisi Ushiro Ueda. Setelah itu ia masuk ke dalam mobil, tentunya itu menjadi tanda tanya bagi Yui dan Mika.


"Apakah dia tidak ada di kantor ini?." Tanya Yui.


"Ada. Tapi saat ini di sedang ke hutan selatan." Jawab Renn.


"Lalu apa yang akan kita lakukan?. Apakah kita perlu menyusul ke sana?." Mika ingin mengetahui apakah Renn akan ke sana atau tidak?.


"Aku tidak yakin, tapi kita harus memeriksanya ke sana." Renn sedikit ragu, tapi hatinya sangat gelisah.


"Baiklah, kalau begitu mari kita susul ke sana." Mika yang mengemudi mobil langsung menuju hutan selatan. Apakah ia tidak yakin arah yang ia tuju itu benar atau salah, namun mereka bisa bertanya pada para penduduk dimana letak hutan selatan.


Apakah mereka bisa menemukan keberadaan Pak Polisi Ushiro?. Simak terus ceritanya.


Di saat yang bersamaan, Shark telah menemukan keberadaan seseorang yang dicurigai sebagai pengguna kapsul ular cobra raksasa. Saat ini ia bergegas menuju ke sana untuk memastikannya. Dengan membawa beberapa anggota bersenjata, ia menuju lokasi.


"Kali ini aku akan menangkap mu tuan x. Akan aku bunuh juga pengacara bedebhah itu." Dalam hatinya merasa sangat sakit mengingat bagaimana ia dipermainkan oleh kedua orang itu. "Akan aku buat kalian menyesali apa yang telah kalian lakukan padaku." Hatinya saat ini sedang membuncah, menahan perasaan sakit yang luar biasa.


Bagaimana kelanjutan kisah itu?. Simak terus ceritanya, temukan jawabannya.


Next.

__ADS_1


...***...


__ADS_2