Di Balik Tirai Hati

Di Balik Tirai Hati
Sebuah Rahasia


__ADS_3

Suasana tampak hening, Arga masih tidak bisa menahan emosinya, sementara Amy ia masih terisak sambil memeluk bantal. Amy merasa bingung dengan sikap Arga, ia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan laki-laki itu.


Seharian menghilang tanpa jejak tahu-tahu datang berbuat tidak pantas kepadanya.


Amy melirik kearah Arga, laki-laki itu masih menatapnya tajam seakan-akan Amy sudah melakuka kesalahan yang sangat fatal.


“Masih tidak mau menjawab?” Tanya Arga.


Amy terdiam membisu, ia sendiri merasa bingung dengan apa yang Arga tanyakan. Siapa Dimas yang ia maksud, ia bahkan tidak pernah mengenalnya.


“Apa kamu mau aku hukum lagi? Jika kamu masih tidak menjawab, jangan salahkan aku jika aku berbuat kasar, bahkan aku bisa melakukan lebih dari sekedar ciuman”


Amy tercekat, ia semakin erat memeluk bantal guling, tubuhnya semakin bergetar ia benar-benar takut Arga akan melakukan hal keji itu kepadanya.


“Aku tidak tahu siapa Dimas, aku bahkan tidak pernah mengenalnya” jawab Amy ketakutan.


“Bohong….” Bentak Arga, dengan kasar ia menendang meja hingga kacanya hancur berkeping-keping.


Amy menjerit ketakutan melihat Arga semakin menggila, ia berharap ada


seseorang yang datang menolongnyadan menenangkan Arga.


“Arga aku mohon tenangkan dirimu, kita bicarakan ini baik-baik, aku mohon” Amy tampak panik, ia tidak tahu harus berbuat apa, emosi Arga kali ini benar-benar sangat mengerikan.


Arga menghampiri Amy, nafasnya terengah-engah dan matanya memerah, ia


benar-benar kehilangan akalnya.


“Arga aku mohon, tenangkan dirimu” Amy meraih tangan Arga yang mengepal, dengan sisa keberaniannya ia mencoba membujuk Arga, ia benar-benar tidak merasa mengenal laki-laki yang Arga sebutkan, selama ini ia tidak pernah dekat dengan siapapun kecuali orang-orang sekitar Panti Asuhan.


“Percaya padaku, aku tidak bohong. Kamu boleh tanyakan kepada Bunda Aisyah, Irma atau siapapun di panti. Tidak ada yang bernama Dimas, aku benar-benar tidak mengenalnya” ucap Amy meyakinkan.

__ADS_1


Arga mengernyitkan dahi, bagaimana bisa Amy tidak mengenalnya bahkan jelas-jelas ia memanggilnya Ka Dimas.


Di raihnya handphone Amy dan di tunjukannya pesan itu, ia menanyakan siapa pengirim pesan itu, apakah dia yang bernama Dimas.


Amy tampak bingung, iapun menjelaskan kalau dia benar-benar tidak mengenalinya. Bahkan Amy menganggapnya hanya pesan orang iseng saja maka dari itu ia tidak menghiraukannya.


Emosi Arga sedikit berkurang, ia masih tidak percaya apakah Amy berkata jujur.


“Aku mohon percaya sama aku” pinta Amy memohon.


“Walaupun aku menikahimu dengan paksaan, bukan berarti aku menganggap pernikahan kita ini hanya sebatas hitam di atas putih, aku akan berusaha sebaik mungkin menjadi seorang istri yang kamu harapkan” sambung Amy.


Entah kenapa dada Arga terasa hangat mendengarnya, perlahan emosinya mulai memudar.


Amy beranjak turun dari tempat tidur dan memeluk tubuh bidang suaminya itu. Arga menghela nafas panjang, iapun memeluk Amy dengan lembut, Amy begitu mungil dan rapuh.


Arga merasa bersalah sudah menyakiti gadis itu, untuk sementara Arga mencoba menenangkan diri, diapun berencana menyelidiki siapa sebenarnya Dimas itu, bagaimana mungkin Amy tidak mengenalnya namun ia begitu sedih seolah Dimas adalah orang yang paling berharga baginya.


“Cari informasi tentang seseorang yang bernama Dimas, apa hubungannya dengan Amy. Dan tanyakan kepada orang-orang kita yang di Panti bagaimana bisa ada seorang Dimas dalam hidup Amy, apa saja yang mereka kerjakan haaahhh…..! Bukankah aku pernah bilang informasikan kepadaku


harus tahu!” Arga menggebrak-gebrak meja kantornya, emosinya belum juga surut,orang yang bernama Dimas benar-benar membuatnya hilang kendali.


Tomi mendengus kesal sesaat setelah meninggalkan ruang kerja Arga, penderitaannya akan segera di mulai kalau orang yang bernama Dimas itu belum ia temukan.


“Apa aku harus mengumpulkan orang-orang yang bernama Dimas di dunia ini haahhh….haahhhh…..” gerutu Tomi sambil memukul-mukul tembok tampak konyol.


“Dimas…. Dimas…. Dasar brengsek sialaaann…..apa aku sudah salah


mengikuti Boss? Atau aku memang selalu bernasib sesial ini? Aku benar-benar menantikan hari esok…. Aku ingin beristirahaaaattt…… menyebalkaaaaannn…..” Tomi mengacak-acak rambut cepaknya merasa kesal.


“Aku seperti kerja rodi akan tetapi gajiku sama saja dengan karyawan lainnya nasib….nasib…..” sambungnya.

__ADS_1


“Apa kamu kekurangan gaji?” Tanya Arga mengagetkan.


Tomi terhenyak kaget, entah sejak kapan Arga berada di belakangnya, ia tergagap, kali ini habislah riwayatnya karena sudah menggerutu dengan pekerjaannya.


“Kenapa tegang? Kalau kamu kekurangan uang minta ke bagian Admin dan


bilang padanya Aku menyuruhnya untuk memberikan 1 tahun gajimu sekarang juga tanpa kurang sepeserpun” seru Arga sambil menyunggingkan senyum.


“A….Aaahh….hehehe…. tidak usah Boss…. Tidak usah…. Gajiku saat ini sudah lebih dari cukup tidak usah beneran hehehe….. Sss….sa…saya pamit dulu Boss….” Seru Tomi iapun kabur dengan secepat kilat menjauh dari Bossnya yang menyeramkan itu.


Arga terkekeh melihat kelakuan asistennya itu, tentu Tomi mengerti akan maksud Arga, gaji satu tahun itu untuk uang pesangonnya, Tomi tentu saja akan menolaknya mentah-mentah karena ia tidak ingin kehilangan pekerjaannya.


Suara dering telephone berbunyi, Arga menatap layar handpone dan tersenyum senang, Amy menelponnya menanyakan apakah Arga makan malam di rumah atau tidak, perasaan Arga menjadi hangat, hubungannya dengan Amy kini mulai membaik.


Akhir-akhir ini Amy menjadi penurut dan lebih


perhatian, walaupun terkadang Arga sering melihat Amy tampak murung saat di belakangnya dan berpura-pura riang saat di depannya.


Untuk saat ini Arga tidak memperdulikannya, perhatian Amy saat ini benar-benar ia nikmati. Arga tidak tahu kapan semuanya akan berakhir, karena pada saatnya nanti akan tiba saat di mana Amy akan membencinya


dan meninggalkannya. Oleh karena itu ia akan menikmati saat-saat seperti sekarang ini walaupun ia sadar ini semua hanyalah kepalsuan.


Tomi menyerahkan berkas-berkas mengenai laki-laki yang bernama Dimas itu, berkat keahliannya sebagai Peretas Komputer dengan gampang informasi apapun akan ia dapatkan.


Arga membanting berkas-berkas itu,


ia benar-benar geram di buatnya, ini benar-benar tidak masuk akal.


Informasi yang sangat penting ini bisa-bisanya di sembunyikan rapat-rapat darinya.


“Panggil orang-orang kita yang ada di panti semuanya, jangan sampai ada yang lolos satupun kalo tidak, aku tidak akan segan-segan menghukumnya tanpa ampun!” perintah Arga geram.

__ADS_1


Dengan segera Tomi menginformasikan perintah Arga, ia menyuruh semua informan yang selama ini menjaga Amy di panti untuk segera menghadap Arga.


Walaupun ia merasa tidak enak, karena mereka pasti akan habis di tangan Arga, namun ia tidak bisa berbuat apa-apa. Kesalahan mereka terlalu fatal karena menyembunyikan sosok seorang Dimas yang begitu dekat dengan Amy, bahkan insiden kecelakaan Amypun tidak sampai ketelinga Arga, insiden kecelakaan itu bahkan menyebabkan Amy koma selama beberapa bulan dan harus kehilangan ingatannya gara-gara itu.


__ADS_2