
Arga melamun sepanjang perjalanan, perasaannya tidak enak seakan ada firasat buruk. Mungkinkah apa yang selama ini ia tutupi akan terungkap di hadapan Amy? ia bahkan belum siap menghadapi Amy jika sampai itu terjadi. Masih banyak hal yang belum ia ungkap, banyak hal yang belum
bisa ia buktikan agar Amy bisa percaya dengannya.
“Boss… kita sudah sampai, apa perlu aku mengambil kursi roda untukmu?” tanya Tomi ragu-ragu.
Arga menoleh kearah Tomi, ingin sekali ia menghajar asistennya itu, ia berdecak sebal, dengan kasar Arga melempar selimut dan segera masuk kedalam rumah sakit untuk segera menemui Amy.
Dengan perlahan Arga membuka pintu kamar rawat Amy, tampak Bunda Aisyah sedang tertidur di kursi samping ranjang Amy. Arga bergegas mengambil baju ganti di dalam lemari sudut dekat kamar mandi, baju
yang ia kenakan basah kuyup, ia tidak ingin jika sampai terkena flu hingga jatuh sakit.
Amy menatap Arga yang baru saja keluar kamar mandi, tatapannya tajam membuat Arga tersentak kaget di buatnya.
“Sayang, kenapa bangun?” tanya Arga pelan.
“Seharian aku tunggu kenapa baru datang?” rajuk Amy cemberut.
Arga menghampiri Amy dan mengecup keningnya lembut, ia mengelus pipi istrinya itu dan membantu Amy merebahkan badannya.
“Sudah, besok aku jelaskan. Sekarng kamu tidur lagi, sudah larut malam” bujuk Arga sambil membetulkan posisi bantal Amy.
Amy menghela nafas, iapun mengangguk menuruti perkataan Arga. Amy tidak bisa terus mendesak Arga, ia percaya Arga pasti sibuk dengan segudang urusannya.
***
Kabar baik datang pagi ini, Dokter sudah mengijinkan Amy pulang, karena kondisinya sudah membaik dan hanya butuh beberapa kali kontrol saja. Dengan semangat Arga membereskan barang-barang Amy dan menyuruh para pengawal untuk membawa semuanya kemobil. Amy sangat lega,
akhirnya ia bisa meninggalkan ruang pengap bau obat ini. Ia benar-benar rindu rumah dan tempat tidur nyamannya.
“Kita pulang kerumah Ibu, apa kamu tidak keberatan? Bunda sekalian ikut juga ya, bagaimana?” tanya Arga.
__ADS_1
"Bunda mau saja, namun hari ini banyak urusan yang harus bunda selesaikan, kasihan Irma dari kemarin sibuk menghendle urusan Panti sendiri. Mungkin lain kali bunda mampir menjenguk Amy, tidak apa-apakan"
"Hmmm... ya sudah, bunda pasti sibuk" ucap Amy tampak murung.
Bunda Aisyah pamit pulang setelah taxi yang ia pesan sampai di depan pintu lobi, sebelum pergi ia memeluk putri kesayanganbya itu dan mengecup kenibgnya dengan lembut.
Amy sangat senang, akhirnya ia bisa keluar dari rumah sakit dan yang terpenting ia akhirnya bisa dengan leluasa berduaan bersama suaminya itu. Bersama Arga ia merasakan kebahagiaan. Hatinya kini benar-benar di penuhi laki-laki di hadapannya itu, Arga yang dulu ia benci kini sepenuhnya ia cintai. Amy sangat bersyukur bisa memiliki suami sesempurna Arga, dengan manja ia bergelayut memeluk tangan kekar Arga, ia sudah tidak sabar ingin segera pulang dan bertemu mertuanya.
Arga tersenyum bahagia melihat tingkah Amy, hatinya terasa hangat, akhirnya ia bisa merasakan cinta Amy dengan segala kemanjaannya. Ia memeluk tubuh mungil Amy, sesekali ia mencium keningnya dengan penuh kasih sayang.
“Sampai rumah kamu harus istirahat, ok! Kamu belum pulih betul, harus banyak istirahat dan minum obat yang teratur dan kamu jangan terlalu dekat dengan ibu. Apapun yang ia lakukan kamu harus selalu
memberitahuku!” seru Arga dengan nada yang serius.
Amy mengernyitkan kening, ia benar-benar bingung dengan ucapan Arga. Selama ini ia tidak pernah ada masalah dengan Naura, namun dari nada bicaranya seolah ada suatu masalah yang tidak ia ketahui.
“Kenapa dengan Ibu? Apa ada masalah?” tanya Amy penasaran.
“Hmmm…pokoknya kamu harus berhati-hati dengan ibu, dia tidak sesederhana yang kamu pikir! Dia ibu kandungku, aku tahu betul sifat
Tidak perduli siapapun yang ingin menyakitimu dan memisahkan kita aku
tidak akan pernah memaafkannya!”
Amy menatap Arga, manik hitam Arga begitu tajam seolah terdapat kebencian yang mendalam. Entah apa yang sebenarnya terjadi, selama ini Naura sangat baik dan penyayang, sangat tidak mungkin jika ia memiliki niat buruk terhadap mereka. Apalagi sangat tampak jelas jika Naura begitu menyayangi Arga, sangat tidak mungkin jika Naura berniat menyakitinya, ‘mungkinkah Arga sudah salah paham?’ gumam Amy dalam hati.
Ia benar-benar tidak percaya, perempuan lembut penuh kasih sayang seperti Naura memiliki niat busuk di hatinya. Melihat sikap Arga yang posesif dan keras kepala sangat mungkin jika Arga gampang menilai buruk orang lain, selama inipun Arga selalu menilai buruk dirinya hingga beberapa kali menyakiti Amy dengan kejinya. Tidak heran jika dia selalu penuh kebencian dan curga, namun terhadap Naura sepertinya itu terlalu berlebihan.
“Sudah jangan terlalu di pikirkan, yang terpenting kamu harus bisa jaga diri di saat aku tidak ada. Selalu ingat kata-kataku, ok” seru Arga.
Amy mengangguk pelan, walaupun ia bingung tidak mengerti namun ia pasti akan menuruti apa yang Arga bilang. Ia percaya Arga tidak akan mencurigai Naura tanpa alasan.
__ADS_1
***
Naura menyambut kedatangan Amy dan Arga dengan senyuman bahagia, ia memeluk Amy dan membawanya masuk, dengan penuh perhatian ia mengajak Amy menuju meja makan, ia sudah menyiapkan begitu banyak makanan untuk menyambut Amy.
Amy sangat senang dengan perhatian Naura, ia masih tidak percaya, bagaimana bisa Arga mencurigai ibunya yang sebaik ini. Namun iapun harus berhati-hati seperti ucapan Arga, karena ia sangat bodoh untuk menilai orang lain, karena itulah ia sering celaka dibuatnya.
“Kamu makan yang banyak ya, supaya kamu cepat pulih” seru Naura perhatian.
“Ia bu, terimakaih banyak” ucap Amy.
Amy makan dengan lahapnya hingga ia kalap menikmati hidangan nikmat buatan Naura, perutnya terasa begah karena terisi penuh. Kini ia hanya bisa berbaring di tempat tidur menyesali keserakahannya, ia benar-benar kalap karena sudah lama tidak memakan masakan rumah, makanan rumah sakit yang hambar benar-benar menyiksanya.
Arga keluar dari kamar mandi hanya mengenakan sehelai handuk di pinggangnya, badan kekar sixpacknya membuat air liur Amy hampir menetes. Walaupun ini bukan kali pertamanya melihat pemandangan itu
namun tetap saja tubuh indah Arga selalu membuat mata cantik Amy terpukau.
Arga melirik Amy yang tampak terpesona terhadapnya, ia sibuk mengeringkan rambutnya yang masih basah, dengan sengaja ia mendekati Amy yang masih menatapnya dengan tatapan yang tak biasa.
“Apa kamu sengaja ingin menggodaku?” tanya Arga, iapun meraih tangan Amy dan menyentuhkannya di perutnya yang sixpack.
Wajah Amy terasa panas, pipinya memerah seperti kepiting rebus. Laki-laki di hadapannya benar-benar menyebalkan sengaja menggodanya dengan kesempurnaan tubuhnya yang menawan.
“Ciihh… apa maksudmu? A…aku…aku…”
Tanpa basa-basi lagi Arga menarik tubuh Amy hingga jatuh di pelukannya, dengan lembut ia mencium bibir Amy menjelajah mencecap
rasa manis bibir Amy yang sangat menggoda. Sudah lama ia ingin melahapnya dengan rakus tanpa ada siapapun yang mengganggunya, kini ia ingin melampiaskan kerinduannya yang tertunda mencecap seluruh rasa di seluruh tubuh Amy yang wangi dan lembut yang sangat memabukkan
membuatnya selalu kehilangan akal sehatnya.
Perut Amy terasa tergelitik bagaikan ada ribuan kupu-kupu terbang di dalamnya, ia melenguh merasakan sensasi yang menjalar keseluruh tubuhnya. Sentuhan-sentuhan lembut bibir Arga yang menjalar keseluruh
__ADS_1
tubuhnya membuatnya berkunang-kunang, tubuhnya mengejang seakan ada sengatan listrik yang menyambar. Dengan liar ia menjambak dan mengigit tubuh telanjang Arga yang terus bergerilnya meninggalkan bekas-bekas sengatan yang terus menyerang membuat Amy kehilangan akal sehatnya dan menggila. Amy mendorong tubuh kekar Arga dan mulai melampiaskan hasrat terpendamnya mengikuti arahan Arga yang membawanya dalam hasrat yang membara.
~***~