Di Balik Tirai Hati

Di Balik Tirai Hati
Kenangan Masa Lampau Dimas


__ADS_3

Naura menatap sinis kearah Dimas, ia tidak percaya Amy bisa lolos begitu saja, bahkan orang suruhannya justru mati mengenaskan. Ia yakin, pasti ada seseorang yang membantunya.


‘Namun siapa orang itu? Kalau bukan Dimas mungkinkah, Arga? Tapi sangat tidak mungkin, karena saat inipun Arga masih sibuk mencari keberadaan Amy seperti orang gila.’ Gumam Naura dalam hati.


“Singkirkan semua ide buruk yang ada di otak busukmu! Dari awal sudah kuperingatkan, jangan pernah coba-coba mengganggu Amy. Aku sudah bilang, Amy biar aku saja yang urus, jangan pernah menyentuhnya walau


hanya seujung kuku, namun kamu masih saja berusaha menyingkirkannya! Apa kamu sudah bosan hidup enak seperti sekarang ini? Apa kamu mau aku membongkar semua kebusukkanmu? Hah…!”


Naura beringsut, mata Dimas tampak penuh amarah, iapun melangkah mundur dengan tubuhnya yang gemetar. Naura tidak percaya, anak yang selama ini ia besarkan diam-diam justru berbalik melawannya, padahal selama ini Dimas selalu mengikuti kemauannya, tujuan Naura yang terpaksa mengurusnya hingga dewasa agar suatu saat ia bisa memanfaatkan Dimas untuk kepentingannya kelak.


‘Dasar gadis kurang ajar! Dia sudah mencuci otak anakku, kini iapun mempengaruhi


anak tiriku menjadi seorang pembangkang, dasar brengsek!’ maki Naura.


“Aku penasaran, apa reaksi Rendra saat ia tahu ibuku masih ada dan apakah Arga masih bisa sesombong seperti dulu, jika dia tahu ia hidup menggunakan kekayaan yang bukan haknya!” Dimas tersenyum sinis, ia tampak puas sudah menyudutkan perempuan iblis itu, namun ini hanya sebuah awal, Dimas akan memastikan dia harus membayar apa yang sudah ia lakukan terhadap ibu dan juga dirinya.


‘Kamu sudah merebut segalanya dari ibu, kamu pula yang sudah memaksa ibu menulis wasiat palsu dan melakukan bunuh diri sehingga Rendra si pengecut itu membenci ibuku dan membuangku seperti Anjing! Pada


saatnya nanti, apa yang kami rasakan, kamu akan mengalaminya, bahkan lebih buruk lagi!’ dengus Dimas dalam hati.


“Kamu, jangan macam-macam! Emelly sudah mati, dia mati tepat dihadapan kita berdua, kamupun tahu itu. Jangan coba-coba mengancamku, dia sudah mati, bahkan jasadnya yang membusuk terkubur di halaman rumahmu yang dulu pernah kalian tinggali!” pekik Naura, jantungnya berdegup tak karuan, kepanikan sudah menyerang isi kepalanya, iapun segera masuk kemobil dan melaju dengan kecepatan penuh.


“Ciiihhh… ini belum seberapa, aku akan memastikan hidupmu hancur karena ulahmu sendiri!” dengus Dimas, iapun berjalan masuk kedalam hutan rimbun menuju rumah mungilnya.


***

__ADS_1


Amy berjalan setengah berlari, jantungnya berdegup tak karuan, apa yang ia dengar tadi benar-benar tak dapat di percaya. Ternyata Dimas adalah saudara tiri Arga, iapun tak menyangka Naura yang lembut dan penyayang memiliki sisi yang sangat keji.


“Tunggu! Berarti yang membunuh Ayah kandungku bukan Arga, tetapi orang


suruhan Naura!” langkah Amy terhenti, kepalanya seakan dihujam bongkahan batu besar, ia meringis dan terjatuh ketanah. Nafas Amy tersenggal-senggal, dadanya terasa sesak dan sakit, air matanya mengalir membasahi pipi, tangannya menggapai-gapai mencari sesuatu yang bisa ia pegang namun hanya rumput ilalang yang tersentuh.


“Tidak, jangan sekarang. Aku tidak boleh tumbang disini, aku harus kuat!” gumam Amy.


Dengan susah payah ia bangkit, namun rasa sakit itu kembali menyerang sehingga membuat tubuhnya lunglai. Tiba-tiba tangan kekar memeluk tubuh Amy dengan erat, Amy mengernyit ia berusaha memfokuskan


pandangannya untuk melihat siapa yang memeluknya, namun pandangannya


kabur lambat laun akhirnya ia tak sadarkan diri.


***


saat ini dia berada di mana, iapun berusaha bengun dari tempat tidur, namun


kepalanya masih terasa berdenyut hingga akhirnya ia mengurungkan niatnya.


“Istirahatlah, kalau ada apa-apa panggil aku, semalaman kamu demam maka dari itu aku membawamu kesini.”


Amy menoleh kearah suara, tampak Dimas sedang membawa nampan makanan dan meletakkannya di samping Amy.


“Terimakasih … tapi… ini ada di mana?” tanya Ami, ia masih bingung dimana ia sekarang.

__ADS_1


“Ini rumah ibuku, sudah lama sekali tempat ini di tinggalkan. Namun seperti yang kamu lihat, rumah ini selalu di rawat, ada sepasang suami istri yang setia menjaga rumah peninggalan ibuku, mereka selalu berharap ibu bisa kembali kesini. Mereka sudah seperti orang tua kedua bagi ibu, maka dari itu dengan sabar di usia senjanya mereka masih menantikan kepulangannya.”


Dimas termenung, manik matanya penuh kesedihan, entah apa yang sebenarnya terjadi. Amy tidak tahu harus berbuat apa, ia benar-benar bingung. Namun satuhal yang Amy tidak habis pikir semua inti permasalahan selalu berhubungan dengan Naura, ‘Seperti apa dia sebenarnya, bagaimana bisa Naura bisa sebegitu keji, ia seakan berkuasa sehingga ia bisa melakukan apapun yang ia inginkan! Lalu apakah Rendra dan Arga benar-benar tidak mengetahuinya? Ataukah mereka tahu namun mereka menutup mata? Entahlah!’ gumam Amy.


“Ka Dimas, di mana ibumu sekarang?” tanya Amy.


Dimas melangkah kedekat jendela, ia menatap keluar dengan tatapan kesedihan. Masa-masa indahnya dulu bersama ibunya kini telah sirna, yang tersisa hanyalah ruang gelap di setiap sudut rumah ini yang di


penuhi dengan kenangan buruk. Di sinilah ia dulu merasakan kebahagiaan bersama ibu dan ayahnya, namun setelah perempuan keji itu masuk di tengah-tengah kebahagiaan mereka semua menjadi berubah.


Masih teringat jelas masa-masa itu, di mana Naura selalu membuat Emelly ibu kandung


Dimas menderita. Perempuan keji itu begitu pintar bersandiwara, saat Rendra pergi ia memperlakukan Emelly dengan tidak manusiawi,padahal Emelly dengan tulus menyambutnya dan mengijinkan ia tinggal di rumah mereka. Namun Naura begitu tidak tahu diri, ia justru menjadi benalu dalam rumah tangganya dan bodohnya Rendra ia begitu buta hingga ia percaya begitu saja dengan ucapan Naura yang lembut dan lemah di hadapannya.


Naura selalu menghasut Rendra dengan kebohongannya, ia mengadu jika Emelly memperlakukannya dengan tidak baik. Ia bahkan selalu mengeluh kesakitan, tanpa ragu-ragu dengan tidak tahu malunya ia menunjukkan tubuh polosnya yang di penuhi tanda-tanda biru di seluruh tubuhnya,


tentu saja lebam-lebam itu ia sendiri yang melakukannya untuk meyakinkan Rendra agar ia percaya dan bersimpati, sesuai harapan Rendra begitu bodoh dengan mudah ia percaya begitu saja bahkan lambat laun ia


mulai tertarik dengan tubuh molek Naura yang selalu di sodorkan dengan gratis di hadapannya.


Tentu, laki-laki mana yang tidak tergoda melihat tubuh telanjang seorang gadis yang mulus dan molek, hingga akhirnya diam-diam mereka menjalin cinta terlarang di belakang Emelly, yang sebenarnya sudah Emelly ketahui jauh-jauh hari sebelum mereka menjalin hubungan lebih jauh. Namun Emelly tak memiliki kuasa untuk mencegah perbuatan tercela mereka, karena apapun yang keluar dari mulutnya tak pernah sekalipun Rendra percayai, ia sudah tergoda dengan sikap Naura yang lemah lembut


dan manja hingga membuat Rendra lebih mempercayai Naura ketimbang dirinya yang sudah menemaninya selama belasan tahun.


***

__ADS_1


__ADS_2