Di Balik Tirai Hati

Di Balik Tirai Hati
Kebencian Terdalam


__ADS_3

Laki-laki itu tersenyum kearah Amy, ia meraih tangan Amy dan mengelusnya lembut. Beberapa kali ia menghela nafas berat, ia tau


kondisi Amy saat ini tidaklah baik, untuk sementara akan lebih baik jika Amy tidak mengetahuinya hingga ingatannya pulih kembali.


Amy menunggu penasaran, ia merasa yakin jika laki-laki itulah yang ada di serpihan ingatannya. Manik matanya tampak sama, hidung dan bibirnya juga, sudah pasti laki-laki itu benar-benar Dimas. Akan tetapi Amy


merasa bingung, dulu hubungan seperti apa antara dia dengan Dimas? Kenapa Amy sama sekali tidak bisa mengingatnya? Apa ia benar-benar Amnesia seperti yang di katakana Dokter sebelumnya.


“Namaku Prasetio, panggil saja Tio”. Amy mengernyit bingung, ternyata dugaannya meleset, seperti apa sosok Dimas itu? Pertanyaan demi pertanyaan di benak Amy membuatnya semakin pusing.


“Hhmmm…. Ok, aku pikir kamu seseorang yang mengenalku” ucap Amy seraya


tersenyum kecut.


Ada rasa kecewa di hatinya, namun ia tidak tahu kenapa, bahkan walaupun dia benar-benar Dimas Amy bahkan tidak bisa berbuat apa-apa.


Sekalipun mereka pernah bersama namun kini Amy sudah bersetatus sebagai istri, ia tidak mungkin bisa dekat dengan laki-laki lainnya.


Amy menghela nafas seakan kecewa, kini hidupnya semakin tidak jelas, semua serba tiba-tiba. Tiba-tiba menikah, tiba-tiba menjadi seorang istri, tiba-tiba Amnesia haaaaahhhh……. Memikirkannya saja membuat kepala cantik Amy seakan berdenyut.


“Sudah…. Jangan di pikirkan, nanti kepalamu semakin sakit. Siapapun aku bukankah tidak penting? Yang jelas aku tidak punya niat buruk kok, anggap saja kita sebagai teman, ok?”


Tio mengelus rambut Amy, potongan apel terakhir sudah habis Amy lahap.


Sepanjang waktu Tio menemani Amy, mereka berbincang dan bercanda membuat Amy merasa senang karena hari-hari sebelumnya ia sangat bosan sendirian, sekalipun Arga ada namun dia sangat kaku dan selalu sibuk


dengan pekerjaannya.


“Sudah waktunya makan siang, apa kamu mau makan makanan di Rumah Sakit atau mau aku belikan?” Tanya Tio.


“Hhmmm…. Sepertinya Aku mau makan Mie Ayam, aaahhh……. Sepertinya enak” seru Amy antusias.


“Dasar…Fffttt…..” gumam Tio.

__ADS_1


“Kenapa?” Tanya Amy sebal karena di tertawakan Tio.


Tio mencubit hidung Amy gemas, bagaimana bisa gadis ini benar-benar tidak berubah. Dia masih saja polos dan tidak berperasaan,setidaknya dia harus waspada orang mendekatinya tidak semuanya baik, bagaimana kalau mereka berniat jahat.


“Haahhhhh…. Gadis ini benar-benar membuatku kuatir” gumam Tio,


“Ya sudah, aku segera kembali jadi tunggu aku, Ok” sekali lagi Tio mencubit hidung Amy gemas sebelum ia pergi membeli pesanannya.


Amy begitu senang,Tio begitu baik dan perhatian. Saat bersama Tio ia merasakan kenyamanan, ia begitu bahagia bisa mengenal laki-laki itu.


Walaupun Amy tidak mengenalnya dengan baik namun ia yakin Tio adalah orang baik.


Braakkkk……..


Pintu terbuka dengan sangat kencang membuat Amy terperanjat kaget, Arga datang dengan tampang yang sangat mengerikan, sepertinya ia sedang marah besar.


“A…. Arga…..” pekik Amy kaget.


Tanpa berkata-kata Arga menggendong Amy dan melemparnya kedalam mobil, Amy memekik kesakitan namun Arga sama sekali tidak perduli. Bahkan pandangan orang-orang yang melihat kejadian itu sama sekali tidak ia


“Arga ada apa?” Tanya Amy ketakutan.


Arga masih diam membisu, matanya tampak dingin, aura di tubuhnya tampak menyeramkan membuat Amy tidak nyaman di buatnya. Arga melajukan mobilnya dengan cepat, jalanan basah terguyur hujan deras nampak licin dan berembun membuat pandangan menjadi kabur. Namun Arga semakin melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh, Amy menjerit ketakutan dan tangisannya pecah ia memegang erat seatbelt dengan sekuat tenaga, Amy


sangat syok hingga tubuhnya semakin bergetar.


Kilatan-kilatan bayangan melintas dalam ingatannya, Amy mencoba menyingkirkan bayangan-bayangan itu, namun bayangan itu semakin kuat membuat nafasnya tersenggal-senggal dan dadanya menjadi terasa sesak.


Arga benar-benar di kuasai oleh emosinya, ia masih tidak terima, di belakangnya Amy tega bermain api dengan laki-laki lain. Bahkan mereka bisa begitu dekat, tidak seperti dirinya yang selalu di jauhi oleh Amy.


Sesampainya di rumah, Arga menyeret tangan Amy dengan kasar, seberapapun Amy berusa meronta-ronta namun tidak ada yang bisa ia lakukan. Tenaga Arga begitu kuat tidak sepertinya yang lemah. Para pelayanpun hanya mampu menundukkan muka saat melihat Arga menyeret Amy paksa, mereka tidak ada yang berani mendekat karena Arga sangat mengerikan saat marah.


Amy terlempar ke atas tempat tidur, tubuhnya tampak basah kuyup karena kehujanan. Tubuh Amy   bergetar, ia begitu ketakutan. Kali ini Arga benar-benar seperti orang yang kesetanan. Ia bahkan tidak tahu kesalahan apa yang sudah ia perbuat.

__ADS_1


“Arga aku mohon….”bujuk Amy, entah apa yang akan Arga lakukan ia benar-benar sangat ketakutan.


“Kenapa? Apa kamu takut? Jawab!” bentak Arga semakin emosi.


“Berani-beraninya, di belakangku kamu bermesraan dengan laki-laki lain. Apa kamu tidak menganggapku, Haaahhhh!”


Arga membanting pas bunga kelantai, sontak membuat Amy beringsut ketakutan, air matanya tak henti-hentinya mengalir. Ia tidak tahu bagaimana supaya Arga bisa tenang, apa yang Arga maksud ia bahkan tidak mengerti, karena Amy tidak merasa ia sudah menghianatinya.


“Apa maksudmu? Aku tidak pernah melakukan itu” pekik Amy.


Arga menghampiri Amy dan mencekiknya, ia benar-benar tidak mengerti dengan gadis di hadapannya, di depannya ia tampak begitu polos namun di belakang dia begitu lihai merayu laki-laki bahkan mereka dengan


tidak tahu malu selalu bersama di saat Arga tidak ada. Arga menghempaskan tangannya, hingga membuat Amy terbatuk-batuk karena


kehabisan nafas. Dengan kasar ia merobek baju Amy, sontak Amy menjerit ketakutan namun Arga tanpa ampun, ia sama sekali tak menghiraukan.


Arga tidak perduli sekalipun nantinya Amy akan membencinya. Kali ini ia benar-benar marah dan ingin memberikan Amy pelajaran agar ia sadar satu-satunya lelaki yang boleh dekat dengannya dan menyentuhnya


hanyalah dia, laki-laki lain tidak punya hak atas diri Amy.


Hujan petir yang menggelegar menyamarkan rintihan kesakitan Amy, ia benar-benar merasa ternodai karena paksaan Arga. Walaupun Arga adalah suaminya namun ia tidak pantas mendapatkan perlakuan sehina ini. Amy meringkuk memeluk tubuh mungilnya, kekasaran Arga terhadap dirinya


tidak hanya menyakiti tubuhnya namun juga perasaannya. Ia begitu membenci laki-laki ******** itu, karena dia benar-benar tidak


perperasaan, tidak punya hati.


“Dasar ********,…. Aku benar-benar membencimu” jerit Amy.


Perlahan Amy melangkah menuju kamar mandi, langkahnya tertatih-tatih, seluruh tubuhnya terkena bercak darah. Tanpa ampun Arga memaksakan kehendaknya sehingga membuat tubuh Amy tercabik-cabik.


Guyuran air membuat seluruh tubuh Amy terasa perih dan menyakitkan, ia


tersungkur menangis sejadi-jadinya menumpahkan kesedihanya yang

__ADS_1


terdalam. Ia tidak menyangka jika hidupnya akan mengalami hal seperti ini, ingin sekali ia pergi sejauh mungkin agar tidak bertemu lagi


dengan laki-laki yang sangat ia benci.


__ADS_2