Di Balik Tirai Hati

Di Balik Tirai Hati
Serpihan Ingatan


__ADS_3

Amy tersadar, ia melihat ke sekeliling, suasana kamar tampak gelap gulita, iapun menyalakan lampu di meja samping tempat tidurnya.


Amy menatap map berisikan berkas-berkas tentang masa lalunya, air matanya kembali mengalir, ia menatap foto kedua orang tuanya mereka tampak serasi. Di tatapnya seorang perempuan cantik yang mengenakan gaun selutut dengan perutnya yang membuncit.


Amy mengelus lembut bagian perutnya yang buncit, ‘saat itu Ibu sedang mengandungku’ gumam Amy lirih.


iapun membuka lembaran foto berikutnya tampak laki-laki yang berbeda sedang berfoto dengan perempuan cantik itu sambil menggendong sosok bayi mungil di tangan kekarnya, ia sangat tampan dan senyumannya begitu menyejukkan.


“Dialah laki-laki yang mengalami kecelakaan bersama Ibu,” gumamnya lagi.


Amy membaca artikel tentang kecelakaan itu, tertulis di dalamnya penyebab kecelakaan adalah seorang anak berusia 13 tahun yang


ceroboh menyebrang jalan sehingga menyebabkan kecelakaan dan menewaskan seluruh penumpang mobil itu, Amy mengernyit, iapun mencari informasi lainnya, karena di sana tidak di tuliskan keberadaan tentang dirinya. Lembaran lainnya menyatakan tentang penyerahan hak asuh Amy yang masih bayi, terdapat foto dirinya yang sedang di gendong oleh seorang pasangan yang tampak tak asing bagi Amy, dengan teliti ia melihat ternyata itu adalah Bunda Aisyah dan suaminya saat masih muda.


“tidak ada yang memberitahuku siapa yang menyerahkanku ke Panti, mungkinkah itu keluarga Arga?”


Amy memeriksa data-data itu dengan seksama, terdapat foto-foto dirinya dari tahun ke tahun, Amy memicingkan matanya, beberapa foto terdapat sosok laki-laki yang selalu ada di belakangnya. Foto itu tampak jelas menunjukkan jika anak laki-laki yang berada di setiap fotonya itu adalah anak yang sama yang menyebabkan kecelakaan Ibunya, bahkan hingga ia dewasa laki-laki itu selalu ada menguntitnya.


“Arga!” gumam Amy penuh kepahitan.


Air matanya kembali mengalir, ia memeluk tubuh mungilnya, tubuhnya bergetar menahan isak tangis, bagaimana ini bisa terjadi, hatinya begitu sakit. Ternyata selama ini Arga datang ke kehidupannya bukan karena takdir namun ini karena kesengajaan.


Selama ini ia selalu ada di kehidupannya, menguntitnya, dia yang sudah menyebabkan kematian orang tuanya justru laki-laki yang sangat ia cintai.


“Amy, sayang. Kamu kenapa?” tanya Arga, ia baru saja datang. Betapa terkejutnya Arga melihat Amy yang sedang terisak.


“Apa yang terjadi? Apa ada yang menyakitimu?” tanya Arga panik.


Amy menatap Arga tajam, ia melempar berkas-berkas di tangannya. Arga terbelalak, bagaimana bisa semua berkas itu bisa ada di tangan Amy. Dengan kesal ia meraihnya, Arga sangat geram iapun menyobek berkas-berkas itu dan menghampiri Amy.

__ADS_1


“Sayang aku bisa jelaskan,”


“Aku sudah tahu semua, sudah cukup kamu membohongiku! Bagaimana bisa kamu melakukan ini semua kepadaku!” jerit Amy.


Amy menapar Arga dengan sekuat tenaga, Arga tertegun, matanya berkaca-kaca, ia tidak menyangka Amy bereaksi seperti itu.


“Sayang dengarkan…”


“Cukup! Pembohong. Dasar gila!” pekik Amy.


Arga tertegun, manik hitamnya seketika memancarkan aura kemarah, dengan kasar ia pergi membanting pintu dan menguncinya dari luar. Amy menjerit, ia berontak menggedor-gedor pintu dengan sekuat tenaga.


“Kalian jaga pintu ini, jangan ada yang membukanya tanpa seijinku! Jika sampai Amy melarikan diri akan ku penggal leher kalian dengan tanganku sendiri, mengerti!” bentak Arga.


Amy benar-benar frustasi di buatnya, ia sangat membenci Arga, laki-laki itu sungguh licik. Bisa-bisanya ia mencitai laki-laki yang


sudah membunuh orang tuanya. Dari awal hidupnya ternyata sudah di kendalikan oleh laki-laki brengsek itu.


Amy tidak menyangka selama ini ia hidup dalam genggaman laki-laki itu, dari awal semua yang ia jalani hanya kepalsuan. Bahkan Bunda Aisyah dan juga Panti, itu semua dari awal sudah di sediakan untuknya, kasih sayang seorang ibu, para sahabat dan saudara yang tulus ia cintai semua itu hanya kepalsuan. Ia bagaikan hidup di atas panggung sandiwara, ‘lucukah? Puaskah mereka? Selama ini mereka sudah berhasil


membodohiku hingga sempurna tak bercela!’ lirih Amy, ia memeluk tubuhnya yang tak berdaya. Lagi-lagi ia berada di titik terendah di


mana hidupnya di kelilingi orang-orang munafik yang bertopengkan seribu wajah.


“Akkhh…” Amy memekik.


Bersitan-bersitan ingatan melintas di kepalanya, tubuh Amy bergetar, kepalanya seolah terkena hantaman palu membuatnya kesakitan luar biasa. Amy memekik, kilatan-kilatan muncul silih berganti menghujam di kepalanya.


“Amy…”

__ADS_1


Kelebatan sosok bermanik coklat terang tersenyum manis di sudut bibir tipisnya, Amy terpesona menatap sosok tampan di depannya. Sosok itu semakin jelas, ia mengelus lembut pipi Amy dan mengecup matanya yang berlinang air mata.


“Jangan takut, aku ada disini bersamamu” ucapnya dengan lembut.


“Aaaaarrrgggghhh…” sekali lagi Amy menjerit, sosok dalam bayangannya kini semakin nyata, ia adalah Dimas, laki-laki yang sangat ia kenal.


“Ka Dimas” gumam Amy lirih.


Potongan-potongan ingatan kini mulai datang silih berganti, Amy bisa mengingat masa-masa bahagianya bersama Dimas. Laki-laki tampan itu ternyata adalah seseorang yang sangat ia cintai, rasa rindu yang mendalam menghujam dadanya hingga terasa sesak ia rasakan. Selama ini


ia sudah banyak membuang waktunya mengubur masa-masa indah bersama Dimas hingga jatuh kedalam pelukan laki-laki yang sangat ia benci.


“Arga, kamukah yang membuat aku mengalami kecelakaan hingga hilang


ingatan! Ternyata selama ini aku begitu membencimu, kamu memanfaatkanku yang amnesia dan membuatku jatuh kepelukanmu! Dasar ******** kotor!” maki Amy penuh kebencian.


Samar-samar dalam kelebatan ingatannya ada sosok siluet yang berada di kursi belakang, ia mencekik Amy sengan seutas tali sehingga membuat Amy kehilangan kendali. Amy panik, ia menginjak rem dengan membabi buta namun ternyata sia-sia, rem mobil yang ia sewa blong sementara laju mobil semakin kencang meluncur di jalanan yang menurun.


“Matilah!” seru sosok siluet itu sebelum ia melompat dari mobil meninggalkan Amy yang tampak panik dan ketakutan.


“Tidak…Aaaaaaarrghhh…” Amy terhenyak, matanya berkaca-kaca, jantungnya


memburu hingga membuat nafasnya tersenggal-senggal.


Tubuh Amy bergetar hebat, entah siapa sosok siluet yang ada dalam ingatannya. Sosok itu tampak gelap, ia tidak bisa melihat dengan


jelas. Namun sinar matanya tampak penuh kebencian, seringai senyumnya sangat menakutkan membuat bulu kuduk Amy merinding dibuatnya.


“Siapa orang yang begitu membenciku hingga menginginkan kematianku? Mungkinkah Arga? Karena hanya dia laki-laki gila yang sudah menguntitku sedari kecil. Namun ada dendam apa sebenarnya? Kenapa ia

__ADS_1


begitu membenciku? Bukankah di sini akulah yang menjadi korban!”


Amy mendengus kesal, ia benar-benar membenci laki-laki itu. Amy memutar otak, bagaimanapun ia harus segera melarikan diri dari penjara neraka ini. Ia tidak sudi menghabiskan waktunya bersama laki-laki keji itu, bagaimanapun caranya ia harus bisa keluar. Dengan begitu, ia bisa membalas dendam dengan leluasa, Arga sudah merenggut nyawa orangtuanya, merenggut kehidupannya, kini ia harus menerima balasan yang setimpal.


__ADS_2