
Syahara merasa marah sekali dengan apa yang dikatakan oleh Zaki kepadanya.
"Kurang ajar! Awas saja kamu Zaki! Akan aku buat kau bertekuk lutut ke padaku!" ucap Syahara dengan penuh kemarahan kemudian dia pun meninggalkan kediaman Zaki.
Sementara itu Evelyn yang merasa marah karena melihat suaminya membawa kembali Syarah ke kediamannya. Dia lebih memilih pergi ke ruang kerja milik Zaki. Rencananya dia akan beristirahat di sana dan tidur di sofa milik Zaki yang ada di ruang kerjanya.
Evelyn sudah bersiap untuk pergi tidur akan tetapi tiba-tiba saja Zaki masuk ke dalam ruang kerjanya. Evelyn yang merasa ketakutan Zaki melihatnya berada di dalam ruangan itu dia pun bersembunyi di antara lemari buku yang ada di ruangan kerja Zaki.
Terlihat Zaki sedang menelpon seseorang. Evelyn hanya mendengarkan di tempat persembunyiannya.
" Bagaimana dengan perusahaan keluarga Dirgantara? Apakah sudah kau urus?" tanya Zaki kepada seseorang di sebrang sana.
" Segera beli perusahaan itu setelah dilepas ke bursa saham pastikan kau membelinya. Apapun yang terjadi! Jangan sampai usaha kita untuk menghancurkan perusahaan itu gagal begitu saja!" ucap Zaki dengan keras.
" Aku beritahu waktu dua hari untuk membeli perusahaan itu. Gunakan nama orang lain jangan menggunakan namaku. Karena aku tidak mau sampai keluarganya mengetahui bahwa akulah yang telah menghancurkan perusahaan itu dan merebutnya dari tangan mereka!" Zaki kemudian menutup panggilan telepon tersebut dan segera meninggalkan ruang kerjanya untuk tidur di ruang tamu yang berada di seberang kamar miliknya.
Seluruh tubuh Evelyn lemas seketika. ketika dia mendengarkan percakapan antara Zaki dengan seseorang yang tidak dia ketahui siapa. Mereka membicarakan tentang perusahaan ayahnya yang sekarang telah hancur dan masuk ke rumah lelang karena memiliki banyak hutang.
Evelyn tidak tahu dengan pasti alasan kenapa perusahaan milik ayahnya dinyatakan bangkrut. Karena dia sendiri tidak tinggal bersama dengan kedua orang tuanya.
Pernikahan Evelyn dengan Tara tidak disetujui oleh ayahnya. Sehingga Evelyn kemudian meninggalkan mereka dan hidup bersama dengan Tara dalam kesederhanaan.
Tara dulu adalah seorang pengusaha yang mewarisi perusahaan keluarganya yang besar. Akan tetapi karena hobinya bermain judi dan juga perempuan. Mengakibatkan semua aset-aset perusahaan sudah habis terjual untuk membayar hutang-hutang judinya dan kesukaannya berpoya-poya.
__ADS_1
Sementara ayahnya Evelyn langsung meninggal karena serangan jantung setelah dinyatakan bangkrut dan ibu Evelyn, karena tidak tahan dengan kemiskinannya akhirnya menjadi gila dan sekarang tinggal di rumah sakit jiwa karena depresi akut.
Evelyn masih terdiam memikirkan semua kejadian yang dia alami dalam hidupnya.
" Kenapa kehancuran kehidupanku semuanya berhubungan dengan monster itu?" tanya Evelyn dengan berlinang air mata.
" Aku harus segera minta untuk bercerai dengan laki-laki itu. Aku tidak sudi menjadi istri dari musuhku sendiri!" Evelyn kemudian bangkit dari duduknya. Walaupun tubuhnya terasa sangat lemas dia berusaha sekuat tenaga untuk bisa keluar dari ruangan itu.
Dengan terseok dan hati yang hancur lebur Evelyn kemudian mencari keberadaan Zaki. Evelyn kemudian menanyakan keberadaan Zaki kepada kepala pelayan yang ada di rumah," Di mana tuanmu?" tanya Evelyn lesu.
Kepala pelayan tersebut menunjuk tangannya ke arah sebuah kamar. Evelyn pun kemudian mendorong pintu kamar tersebut dengan keras. Akan tetapi Evelyn mendapatkan sebuah kenyataan bahwa ternyata Zaki saat ini sedang bercinta dengan pelayan yang ada di rumahnya. Mata Evelyn nanar ketika dia menatap Zaki yang sedang menguasai tubuh seorang pelayan yang naked dan sudah berada di bawah kungkungannya.
Zaki tidak menghentikan semua aktivitasnya. Walaupun dia mengetahui ada Evelyn di kamar itu. Evelyn berusaha dengan sekuat tenaga untuk terus berdiri dan menatap apa yang saat ini dilakukan oleh suaminya.
setelah Zaki selesai dengan aktivitasnya dia pun menyuruh pelayan yang sudah melayani hasratnya untuk keluar dari kamar itu.
"Keluarlah cantik, karena kau sudah memuaskan aku, kau bebas tugas selama satu bulan. Tugasmu hanya melayaniku di kamar ini! Tunggu aku memanggilmu lagi!" ucap Zaki sambil dia menyerahkan segepok uang kepada pelayannya sebelum dia keluar dari kamarnya.
Pelayan itu keluar dari kamar sambil melirik kepada Evelyn dengan tatapan mengejeknya.
Pelayan itu adalah pelayan yang sama yang di tanam oleh Ibunya Zaki untuk memata-matai kegiatan Zaki di rumah itu.
Dia merasa sangat senang karena akhirnya mendapatkan kesempatan untuk bersama dengan Zaki. Dia melepaskan keperawanan dirinya malam ini bersama Zaki. Oleh karena itu Zaki merasa senang dan memberikan banyak hadiah kepadanya.
__ADS_1
" Kau mau apa? Mengganggu kesenanganku saja!" ucap Zaki sambil menyalakan rokoknya dan duduk di sofa yang ada di kamar itu.
" Besok pagi. Mari kita pergi ke pengadilan agama dan kita urus perceraian kita berdua!" ucap Evelyn dengan menatap tajam Zaki.
Zaki tertawa terbahak-bahak mendengarkan keinginan istrinya untuk bercerai darinya.
Dengan perlahan Zaki mendekati Evelyn dan mendorong tubuh Evelyn menuju kasur yang tadi dia gunakan untuk bercinta dengan pelayannya. Akan tetapi Evelyn langsung menendang aset berharga milik Zaki. Sehingga Zaki tidak melanjutkan aksinya lagi karena terlanjur merasakan sakit yang luar biasa pada aset kebanggaan miliknya.
" Jangan coba-coba kau untuk menyentuhku manusia kotor! Segala urus perceraian kita berdua!" ucap Evelyn sambil menatap jijik kepada Zaki dan dia pun kemudian langsung meninggalkan laki-laki itu yang saat ini sedang meringis kesakitan.
" Aku akan membunuh ibumu kalau kau berani mengajukan perceraian ke pengadilan!" ucap Zaki sambil meringis kesakitan. Evelyn yang mendengarkan ancaman itu kemudian menatap Zaki.
" Kalau kau berani menyentuh Ibuku. Seujung kuku pun. Percayalah kau akan membayarnya dengan mahal!" ucap Evelyn kemudian dia menutup pintu kamar dengan suara keras sehingga mengakibatkan suara gedebug dan mengagetkan seluruh penghuni yang ada di rumah itu.
Evelyn langsung pergi mencari kepala pelayan di rumah itu. Dengan tergopoh-gopoh dan rasa kantuk di matanya kepala pelayan langsung menemui Evelyn yang saat ini sedang dalam keadaan marah.
" Cepat kau panggil wanita bernama Amara dan pecat dia hari ini juga!" ucap Evelyn memberikan perintah kepada pelayan dengan suara menggelegar sehingga membuat para pelayan yang lain merasa ketakutan.
Sementara Zaki yang masih berada di kamar dia tersenyum miring ketika mendengarkan perintah Evelyn kepada kepala pelayannya.
Kepala pelayan yang merasa bingung dia pun kemudian mencari Zaki dan mengkonfirmasi perintah dari Evelyn. Karena dia tidak mau berada diantara dua kubu yang pada akhirnya akan merugikan dirinya.
" Tolong maafkan saya Tuan. Nyonya Evelyn memerintahkan kepada saya untuk memecat Amara Apa yang harus saya lakukan Tuan?" tanya kepala pelayan dengan ketakutan.
__ADS_1
" Turuti apapun perintah dari Nyonya di rumah ini. Karena memang dialah yang berhak untuk mengatur jalannya rumah tangga di rumah ini!" ucap Zaki sambil tersenyum kepada kepala pelayan. Dia berusaha menutupi rasa sakit gara-gara asetnya tadi ditendang oleh Evelyn dengan sangat keras dalam keadaan tidak siap sama sekali.